No Kode Mata Kuliah sks Semester
5. Penyusunan Disertasi
4.3. Sistem Pembimbingan Disertasi
Disertasi adalah karya tulis akademik hasil studi dan/atau penelitian mendalam yang dilakukan secara mandiri dan berisi sumbangan baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan, atau menemukan jawaban baru bagi masalah-masalah ilmu pengetahuan, yang disusun oleh calon Doktor di bawah bimbingan Pembimbing Utama dan Pembimbing Pendampingnya.
Pada dasarnya Disertasi dapat dinilai berdasarkan :
a. Orisinalitas dan bobot ilmiah dari sumbangan terhadap bidang ilmu yang bersesuaian dengan topik disertasi dan atau dalam penerapan teorinya.
b. Kemutakhiran teori dan metodologi yang digunakan, kesesuaian pendekatan penelitian, dan kedalaman penalaran dan analisisnya.
c. Sistematika pemikiran serta kecermatan perumusan masalah, pembahasan hasil penelitian, dan kesimpulan.
4. Ujian Proposal Disertasi.
5. Pelaksanaan Penelitian Disertasi.
6. Kegiatan Terstruktur Penunjang Disertasi (KTPD).
7. Penulisan Naskah Disertasi.
8. Seminar Internasional dan Publikasi Artikel pada Jurnal Internasional.
9. Sidang Komisi II (Hasil Penelitian Disertasi).
10. Seminar Hasil Disertasi.
11. Ujian Penilaian Disertasi (Ujian Tertutup).
12. Ujian Akhir Disertasi (Ujian Terbuka).
13. Yudisium dan Wisuda Doktor.
Penetapan komisi pembimbing dan pelaksanaan setiap tahap kegiatan dan pembimbingan disertasi dilaksanakan sebagai berikut.
Komisi Pembimbing
Komisi Pembimbing adalah tenaga akademik yang bertanggung jawab membimbing disertasi. Setiap mahasiswa dibimbing oleh tiga tenaga akademik, salah satunya berstatus sebagai Pembimbing Utama (tenaga akademik dari Universitas Brawijaya dengan jabatan akademik Guru Besar), dan lainnya disebut Pembimbing Pendamping (memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya Lektor Kepala dan bergelar Doktor). Berdasarkan
“pertimbangan khusus”, mahasiswa dapat mengusulkan salah satu Pembimbing Pendamping dari luar UB yang dapat membantu memperlancar kegiatan penyelesaian Disertasi mahasiwa. Komisi Pembimbing di luar ketentuan tersebut ditetapkan oleh Dekan FTUB, dengan mempertimbangkan kondisi obyektif.
Tugas Komisi Pembimbing
Komisi Pembimbing bertugas membantu mahasiswa Program Doktor untuk menyelesaikan disertasinya, dengan tugas pokok sebagai berikut.
- Mengarahkan mata kuliah yang harus diambil mahasiswa, untuk meningkatkan kemampuan akademiknya guna menunjang disertasi.
- Memberikan arahan dan saran kepada mahasiswa dalam proses penyusunan usulan penelitian disertasi; melakukan supervisi pelaksanaan penelitian disertasi; membimbing proses analisis data dan interpretasinya, penulisan artikel untuk publikasi ilimiah, penulisan naskah disertasi; dan bertanggung jawab terhadap kecukupan kualitas disertasi.
- Memberikan penilaian pada usulan penelitian disertasi, pelaksanaan penelitian, artikel untuk publikasi ilmiah, naskah disertasi dan ujian disertasi.
- Bertanggung jawab terhadap proses kegiatan dan waktu penyelesaian studi mahasiswa sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Tata cara Pembentukan Komisi Pembimbing
Komisi Pembimbing (Pembimbing Utama dan Pembimbing Pendamping) dibentuk segera setelah mahasiswa lulus ujian kualifikasi, sehingga komisi pembimbing dapat segera mengarahkan pengambilan materi kuliah penunjang disertasi atau kegiatan akademik lainnya yang diperlukan mahasiswa pada semester berikutnya. Kesediaan tenaga akademik untuk menjadi Pembimbing Utama atau sebagai Pembimbing Pendamping berarti bersedia bertanggung jawab secara akademik dalam mengarahkan mahasiswa untuk menyelesaikan program Doktor dengan baik, dan menyediakan waktu yang cukup untuk proses pembimbingan dan pembinaan mahasiswa dalam rangka proses pembelajaran mereka.
konsultasi dan koordinasi dengan Tim Guru Besar dan Doktor pada Program Studi yang terkait. Atas pertimbangan obyektif tertentu, hasil keputusan rapat konsultasi dan koordinasi mengenai Pembimbing ini dapat berbeda dengan yang diusulkan mahasiswa.
d. Ketua Program Studi S3 mengirimkan nama calon Pembimbing hasil rapat konsultasi dan koordinasi tersebut kepada Dekan FTUB untuk mendapatkan persetujuan.
Dekan FTUB menetapkan Pembimbing dengan membuat SK Penetapan Pembimbing berdasarkan hasil keputusan rapat konsultasi dan koordinasi.
Penetapan Pembimbing Pendamping
Mahasiswa mengusulkan empat nama calon Pembimbing Pendamping setelah mengkonsultasikannya dengan Pembimbing, dengan dipertimbangkan kesesuaian bidang keahlian calon Pembimbing Pendamping dengan rencana topik disertasi mahasiswa.
Prosedur penetapan Pembimbing Pendamping selanjutnya sama dengan prosedur penetapan Pembimbing, dengan Pembimbing menjadi anggota tambahan Tim Guru Besar dan Doktor apabila namanya belum termasuk dalam Tim sebelumnya.
Perubahan Susunan Komisi Pembimbing
Setelah komisi pembimbing terbentuk, apabila terjadi sesuatu hal yang menyebabkan proses bimbingan disertasi tidak berjalan, dimungkinkan perubahan anggota komisi pembimbing berdasarkan alasan-alasan yang obyektif. Perubahan Pembimbing dan/atau Pembimbing Pendamping dilakukan dengan cara, mahasiswa dan/atau komisi pembimbing mengusulkan perubahan kepada KPS S3 terkait kepada Dekan FTUB berdasarkan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, seperti:
1. Perubahan topik/judul disertasi, sehingga mengakibatkan ketidak sesuaian substansi penelitian dengan keahlian anggota komisi pembimbing.
2. Mahasiswa dan dosen pembimbing sulit berkomunikasi untuk konsultasi.
3. Adanya pelanggaran kode etik/moral/susila, atau adanya unsur intimidasi dalam proses pembimbingan.
4. Pembimbing tidak dapat menjalankan tugasnya karena sakit dalam waktu lama, atau sebab-sebab lain.
5. Pembimbing mendapat jabatan baru sehingga tidak memungkinkan proses pembimbingan disertasi.
Perubahan susunan Komisi Pembimbing ini ditetapkan dengan SK Dekan FTUB sesuai dengan prosedur penetapan Pembimbing dan Pembimbing Pendamping.
Dalam proses penyelesaian setiap tahapan kegiatan disertasi, diperlukan panitia sebagai penyelenggara kegiatan tersebut. Panitia-panitia yang dibentuk untuk pelaksanaan kegiatan disertasi adalah sebagai berikut:
1. Panitia Ujian Kualifikasi: terdiri dari beberapa orang tenaga akademik yang diberi tugas melaksanakan penilaian dalam ujian kualifikasi. Panitia ini terdiri atas tenaga akademik yang bidang ilmunya relevan dan memiliki jabatan akademik Guru Besar, atau sekurang-kurangnya Lektor Kepala yang bergelar Doktor.
2. Panitia Ujian Proposal Disertasi: terdiri dari beberapa orang tenaga akademik yang diberi tugas melaksanakan penilaian usulan penelitian untuk Disertasi. Panitia ini terdiri dari Pembimbing Utama dan Pembimbing Pendamping, ditambah paling sedikit tiga orang tenaga akademik yang bidang ilmunya relevan dengan usulan penelitian disertasi dan memiliki jabatan akademik Guru Besar, atau sekurang-kurangnya Lektor Kepala yang bergelar Doktor.
3. Tim Penguji Ujian Tertutup: terdiri dari beberapa tenaga akademik yang diberi tugas melaksanakan penilaian naskah disertasi yang telah mendapat persetujuan Komisi
Disertasi dari Universitas Brawijaya atau dapat ditambah seorang penguji dari luar UB yang memenuhi persyaratan akademik sebagai narasumber ahli.
5. Susunan dari masing-masing kepanitiaan tersebut di atas, ditetapkan dengan SK Dekan FTUB.
6. Kepanitiaan di luar ketentuan di atas ditetapkan oleh Dekan FTUB, dengan mempertimbangkan kondisi obyektif.
Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan disertasi adalah sebagai berikut:
a. Pelaksanaan Ujian Kualifikasi
Ujian kualifikasi adalah ujian yang diselenggarakan untuk menilai kemampuan akademik mahasiswa dan kesiapannya untuk melaksanakan berbagai kegiatan untuk penyelesaian disertasinya. Sebagai bahan ujian adalah draft usulan disertasi mahasiswa, yang dipresentasikan dan kemudian diuji dalam berbagai komponen penilaian terhadap berbagai apek sebagai berikut:
1. Penguasaan metodologi penelitian di bidang ilmunya.
2. Penguasaan materi berbagai bidang ilmu yang berkaitan dengan materi disertasi, baik yang bersifat dasar maupun terapan.
3. Kemampuan dalam penalaran ilmiah, termasuk kemampuan untuk melakukan abstraksi terhadap berbagai konsep keilmuan.
4. Kemampuan analisis, sistematisasi dan perumusan hasil pemikiran keilmuan.
Ujian kualifikasi diselenggarakan dalam semester ke dua atau diluar waktu tersebut tergantung kesiapan mahasiswa dan disesuaikan dengan kesiapan program studi untuk menyelenggarakannya.
Mahasiswa yang berhak mengikuti ujian kualifikasi pada periode tertentu akan diumumkan oleh KPS S3 FT UB, pada dasarnya mahasiswa tersebut harus memenuhi persyaratan administratif dan akademik sebagai berikut :
1. Terdaftar sebagai mahasiswa Program Doktor Jurusan Teknik Mesin FTUB pada semester yang berlaku.
2. Telah menempuh mata kuliah dengan IPK minimum 3,00 untuk 12 sks terbaik, dengan nilai minimal B.
Ujian kualifikasi dilaksanakan secara lisan dan individual, dimana mahasiswa terlebih dahulu mempresentasikan materi usulan disertasinya. Hasil ujian kualifikasi diperiksa oleh Panitia Ujian Kualifikasi dan diumumkan sesegera mungkin setelah ujian dilaksanakan.
Mahasiswa dinyatakan lulus jika memperoleh nilai rata-rata dari semua penguji minimal B.
Apabila tidak lulus dalam ujian kualifikasi, maka mahasiswa diberi kesempatan mengikuti ujian kualifikasi ulangan. Ujian kualifikasi ulangan diselenggarakan minimal satu bulan setelah ujian kualifikasi yang pertama. Apabila mahasiswa tidak lulus dalam ujian ulangan ini, maka mahasiswa diberi kesempatan sekali lagi untuk mengikuti ujian kualifikasi periode berikutnya.
Mahasiswa yang telah lulus ujian kualifikasi diwajibkan untuk segera mengusulkan calon komisi pembimbingnya sesuai dengan prosedur yang berlaku.
b. Penyusunan Proposal Disertasi
Mahasiswa yang telah ditentukan komisi pembimbingnya diharuskan segera menyusun usulan penelitian disertasi bersama-sama dengan komisi pembimbingnya.
Usulan penelitian Disertasi merupakan karya tulis ilmiah mahasiswa yang berisi analisis teoritis dan rencana kegiatan penelitian sebagai pedoman dalam pelaksanaan penelitiannya. Usulan penelitian disertasi ditulis sesuai dengan pedoman penulisan yang berlaku di FTUB. Usulan penelitian disertasi dapat disusun oleh mahasiswa yang telah menempuh kuliah mínimum 14 sks dengan IPK 3,00, dengan nilai minimal B, dan telah
Usulan Penelitian Disertasi.
c. Sidang Komisi I (Proposal Disertasi)
Sidang Komisi I (proposal disertasi) atau sidang komisi pembimbing untuk pembahasan proposal / usulan penelitian disertasi merupakan sidang untuk menyamakan persepsi mahasiswa dan komisi pembimbingnya mengenai kegiatan penelitian disertasi yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa, sekaligus untuk mengevaluasi kelayakan bobot ilmiah usulan penelitian. Sidang Komisi I diusulkan oleh Ketua Komisi Pembimbing kepada Dekan FTUB melalui Ketua Program Studi S3 Jurusan Teknik Mesin, setelah mahasiswa mempersiapkan usulan penelitian disertasinya. Sidang komisi ini dihadiri oleh semua anggota komisi pembimbing, dan dipimpin oleh Ketua Komisi Pembimbing. Sidang komisi dilaksanakan selama ± 120 menit. Hasil dari sidang komisi ini adalah saran-saran dari komisi pembimbing untuk perbaikan dan peningkatan kualitas usulan penelitian disertasi, serta rekomendasi untuk dilanjutkan dengan pelaksanaan Ujian Usulan Penelitian Disertasi.
d. Ujian Proposal Disertasi
Ujian kelayakan proposal / usulan penelitian disertasi merupakan ujian yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Mesin FTUB, untuk mengevaluasi kelayakan bobot ilmiah usulan penelitian disertasi yang diajukan oleh mahasiswa dan telah mendapatkan persetujuan sidang Komisi Pembimbing.
Tata cara pengajuan ujian proposal / usulan penelitian disertasi dilakukan sebagai berikut :
1. Ketua Komisi Pembimbing mengusulkan pelaksanaan ujian proposal kepada Dekan FTUB melalui Ketua Program Studi S3 Jurusan Teknik Mesin. Tim Penguji untuk ujian usulan penelitian disertasi terdiri dari dua orang penguji dan 3 orang komisi pembimbing merangkap sebagai penguji.
2. Ujian proposal disertasi dipimpin oleh Ketua Komisi Pembimbing; apabila Ketua Komisi Pembimbing tidak hadir karena sesuatu hal, Ketua Komisi dapat menugaskan salah satu anggota Komisi Pembimbing untuk memimpin ujian. Ujian dapat dilaksanakan kalau dihadiri oleh minimal dua orang penguji dan minimal dua orang Komisi Pembimbing.
Ujian tidak dapat dilaksanakan di luar forum ujian resmi.
3. Ujian proposal disertasi dilaksanakan selama ± 120 menit dengan materi ujian adalah naskah usulan penelitian. Komponen yang dinilai meliputi antara lain latar belakang penelitian, permasalahan penelitian, konsep untuk menjawab masalah penelitian, metode penelitian, analisis kepustakaan dan kemampuan komprehensif mahasiswa dalam menyajikan dan mempertahankan isi dari usulan penelitiannya.
4. Hasil akhir penilaian proposal disertasi ditetapkan secara musyawarah sesuai dengan nilai yang diberikan oleh masing-masing anggota panitia penilai dan diumumkan langsung kepada mahasiswa yang bersangkutan.
5. Nilai minimal sebagai syarat lulus ujian proposal disertasi adalah B, dan apabila kurang dari B, mahasiswa diharuskan mengulang ujian proposal disertasi dalam waktu maksimum 2 bulan setelah ujian pertama. Apabila mahasiswa tidak lulus lagi dalam ujian ulangan ini maka Komisi Pembimbing memberikan tugas khusus untuk memperbaiki usulan penelitian dan kemampuan akademik mahasiswa, selanjutnya mahasiswa masih diberi kesempatan untuk ujian proposal disertasinya pada semester berikutnya.
Mahasiswa yang telah lulus ujian proposal disertasi diharuskan segera memperbaiki usulan penelitiannya sesuai dengan saran-saran dari panitia penilai usulan penelitian disertasi sambil berkonsultasi dengan Komisi Pembimbing. Usulan penelitian disertasi yang
Pelaksanaan penelitian merupakan implementasi dari rencana kegiatan yang disusun dalam proposal disertasi dan telah lulus ujian dan disahkan oleh Ketua PDITM. Penelitian dapat dilaksanakan di daerah/wilayah yang dipilih sesuai dengan tujuan penelitian dan disetujui oleh Komisi Pembimbing. Pelaksanaan penelitian wajib disupervisi oleh Ketua Komisi Pembimbing atau yang mewakili, dengan tata cara yang diatur dalam SK Dekan tentang Supervisi Penelitian oleh Komisi Pembimbing. Mahasiswa diwajibkan menggunakan dan mengisi LOG-BOOK untuk mendokumentasikan proses/kegiatan penelitiannya dan sekaligus sebagai sarana komunikasi dengan komisi pembimbingnya.
Mahasiswa yang telah selesai melaksanakan penelitian, secepatnya menyusun sebuah artikel ilmiah untuk dipresentasikan dalam seminar internasional ataupun untuk dipublikasikan dalam jurnal internasional untuk memenuhi persyaratan kelulusan dari Program Doktor Ilmu Teknik Mesin FTUB.
f. Kegiatan Terstruktur Penunjang Disertasi (KTPD)
Kegiatan Terstruktur Penunjang Disertasi (KTPD) dilaksanakan untuk mahasiswa semester 3 – 5. Dalam kegiatan ini mahasiswa mempresentasikan kegiatan penelitian disertasinya dihadapan komisi pembimbingnya, meliputi pelaksanaan penelitian, kesulitan dan kendala yang dihadapi dalam penelitian, hasil penelitiannya, serta rencana penelitian yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang. Bila data yang diperoleh dalam kegiatan penelitian dirasa sudah cukup untuk menulis satu artikel ilmiah, maka mahasiwa juga diwajibkan untuk mempresentasikan draft artikel ilmiah dalam kegiatan KTPD.
Kegiatan Terstruktur Penunjang Disertasi dimaksudkan untuk mengontrol kegiatan penelitian disertasi agar kegiatan penelitiannya dapat menghasilkan materi yang layak atau berbobot untuk dipublikasikan dalam jurnal internasional. Kegiatan penelitian yang sulit dilakukan atau menghasilkan luaran yang kurang berbobot untuk dipublikasikan dalam jurnal internasional dapat diantisipasi sejak awal, sehingga mahasiswa dapat memperbaikinya.
Setiap mahasiswa wajib mempresentasikan kegiatan penelitian dan hasilnya dalam KTPD sebanyak 2 sampai 3 kali per semester. Dengan penerapan prosedur secara ketat, diharapakan mahasiswa dapat lulus tepat waktu.
g. Penulisan Naskah Disertasi
Naskah disertasi merupakan laporan penelitian disertasi mahasiswa secara keseluruhan, yang didasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan. Naskah disertasi merupakan rangkaian dari artikel ilmiah mahasiswa yang telah dipresentasikan dalam seminar nasional/internasional dan artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal internasional. Format penulisan Naskah Disertasi mengikuti “Pedoman Penulisan Tesis dan Disertasi” FT-UB. Naskah disertasi yang telah disetujui oleh Komisi Pembimbing digunakan untuk bahan Ujian Tertutup yang akan dinilai oleh Panitia Penilai Disertasi.
h. Seminar Internasional dan Publikasi Artikel pada Jurnal Internasional
Mahasiswa yang telah melaksanakan kegiatan penelitian disertasi dan mendapatkan data yang cukup diwajibkan untuk menulis artikel ilmiah untuk dipresentasikan pada jurnal nasional/internasional. Untuk mahasiswa PDITM angkatan tahun 2015/2016 dan sesudahnya wajib mempresentasikan artikel ilmiahnya pada seminar internasional minimal sekali. Selain itu mahasiswa PDITM juga wajib menulis artikel ilmiah untuk dipublikasikan pada jurnal internasional untuk memenuhi persyaratan kelulusannya yang dapat dilihat pada sub bab mengenai Ujian Penilaian Disertasi (Ujian Tertutup). Artikel ilmiah yang dimaksud
i. Sidang Komisi II (Hasil Penelitian Disertasi)
Sidang Komisi II (hasil penelitian disertasi) atau sidang komisi pembimbing untuk pembahasan naskah disertasi dan artikel ilmiah dapat dilaksanakan bila mahasiswa telah mempresentasikan hasil penelitiannya dalam seminar nasional atau internasional minimal sekali, satu artikel ilmiahnya telah di accept untuk dipublikasikan dalam jurnal internasional terindex Scopus, dan satu artikel ilmiah lainnya telah di submitted ke jurnal internasional terindex Scopus. Persyaratan tersebut diatas berlaku untuk mahasiswa PDITM sebelum angkatan tahun 2015/2016. Sedangkan persyaratan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa angkatan tahun 2015/2016 dan sesudahnya agar dapat melaksanakan sidang komisi hasil adalah telah mempresentasikan hasil penelitiannya dalam seminar internasional minimal sekali, telah mengumpulkan poin untuk publikasi ilmiah pada jurnal internasional minimal 20 dan telah mensubmitted artikel ilmiah ke jurnal internasional untuk memenuhi 20 poin sisa untuk memenuhi syarat kelulusan sebesar 40 poin.
Dalam Sidang Komisi II mahasiswa mempresentasikan naskah disertasinya dihadapan komisi pembimbing. Naskah disertasi ini merupakan rangkaian dari artikel ilmiah yang dipresentasikan dalam seminar internasional maupun dipublikasikan dalam jurnal internasional. Sidang Komisi II dilaksanakan untuk mengoreksi dan memberikan masukan-masukan untuk meningkatkan kualitas naskah disertasi. Selanjutnya mahasiswa yang telah melaksanakan Sidang Komisi II dapat mengajukan untuk melaksanakan seminar hasil penelitian.disertasi
j. Seminar Hasil Disertasi
Seminar hasil penelitian disertasi merupakan kegiatan akademik yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa PDITM-FTUB yang telah menyelesaikan penelitiannya.
Mahasiswa yang akan melakukan seminar hasil penelitiannya berkonsultasi dengan Komisi Pembimbing mengenai jadwal seminar dan hal-hal lain yang berkaitan dengan seminar.
Selanjutnya Pembimbing Utama mengusulkan jadwal seminar kepada Ketua Program Studi S3 yang bersangkutan, untuk diproses lebih lanjut. Tatacara pelaksanaan seminar hasil penelitian secara lebih teknis ditetapkan dengan SK Dekan FTUB.
Seminar hasil penelitian disertasi diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Mesin FTUB sebagai media komunikasi hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan oleh mahasiswa Program Doktor dengan khalayak masyarakat ilmiah yang relevan. Seminar hasil penelitian dipimpin oleh Ketua Program Studi, dan dapat diwakili oleh Pembimbing Utama atau Pembimbing Pendamping apabila berhalangan. Seminar hasil penelitian disertasi diikuti oleh mahasiswa dan tenaga akademik FTUB, serta pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan hasil penelitian yang diseminarkan tersebut. Bahan seminar berupa naskah artikel untuk publikasi jurnal yang telah disetujui oleh Komisi Pembimbing.
k. Ujian Penilaian Disertasi (Ujian Tertutup)
Mahasiswa yang telah melakukan seminar hasil penelitian dan naskah disertasinya telah disetujui oleh Komisi Pembimbing, dapat segera mengajukan Ujian Disertasi Tertutup.
Salah satu persyaratan ujian Disertasi Tertutup adalah mahasiswa telah mempublikasi minimal satu artikel dalam jurnal internasional berkualitas Q2 scimago atau yang setara dan tidak termasuk dalam jurnal predator, atau minimal 2 artikel dalam jurnal internasional terindeks scopus SJR, dengan menunjukkan surat keterangan dari redaksi jurnal bahwa artikelnya siap dipublikasikan.
Ujian Disertasi Tertutup merupakan salah satu kegiatan akademik mahasiswa program doktor yang dilaksanakan oleh Jurusan Teknik Mesin FTUB untuk menilai disertasi yang diajukan oleh mahasiswa dan telah disetujui oleh semua Komisi Pembimbingnya.
Dekan FTUB berdasarkan usulan Ketua Program Studi S3, menetapkan Panitia Ujian
komisi dapat ditugasi untuk memimpin ujian. Ujian dapat dilaksanakan dalam forum ujian yang dihadiri oleh minimal dua orang penguji selain Komisi Pembimbing dan minimal dua orang dari Komisi Pembimbing. Ujian tidak dapat dilaksanakan di luar forum ujian.
Ujian Disertasi Tertutup dilaksanakan selama ± 180 menit dengan materi naskah disertasi. Komponen penilaian dalam ujian disertasi tertutup diantaranya meliputi .
1. Sumbangan hasil penelitian terhadap perkembangan IPTEK dan pembangunan, 2 Penguasaan metode penelitian,
3. Penguasaan substansi keilmuannya,
4. Kemampuan promovendus dalam menyampaikan argumentasi ilmiah, 5. Kualitas dari naskah Disertasi sebagai karya tulis ilmiah akademik Doktor.
Hasil akhir ujian disertasi tertutup ditetapkan secara musyawarah sesuai dengan hasil penilaian yang diberikan oleh semua anggota panitia penilai Disertasi. Hasilnya kemudian diumumkan secara langsung kepada mahasiswa yang bersangkutan, sesudah selesai musyawarah Tim Penilai. Nilai Akhir Ujian Disertasi Tertutup meliputi beberapa komponen penilaian dari kegiatan sebelumnya, yang meliputi.
1. Hasil Penilaian Ujian Proposal Disertasi,
2. Penilaian terhadap pelaksanaan penelitian disertasi, 3. Artikel jurnal dan seminar hasil penelitian,
4. Hasil Penilain dalam Ujian Disertasi Tertutup.
Batas nilai lulus minimalpada Ujian disertasi Tertutup adalah B, dan apabila kurang dari nilai tersebut maka mahasiswa harus mengulang dan diberi kesempatan ujian ulangan.
Apabila mahasiswa tidak lulus dalam ujian ulangan ini maka Komisi Pembimbing memberikan tugas khusus kepada mahasiswa untuk memperbaiki naskah disertasinya dan meningkatkan kemampuan akademiknya sebelum diajukan lagi untuk ujian ulangan kedua.
Apabila dalam ujian ulangan kedua ternyata mahasiswa tidak lulus lagi, maka mahasiswa tersebut dianggap tidak layak (tidak dapat) menyelesaikan studi Doktor di Jurusan Teknik Mesin FTUB dan dinyatakan Drop Out.
Mahasiswa yang telah lulus ujian disertasi tertutup diharapkan segera memperbaiki naskah disertasinya sesuai dengan saran-saran dari panitia penilai Disertasi. Naskah disertasi yang telah diperbaiki dan telah disetujui oleh semua Komisi Pembimbing, selanjutnya digandakan sesuai dengan kebutuhan ujian akhir Disertasi. Selanjutnya naskah Disertasi tersebut disampaikan kepada KPS PDITM untuk diperiksa kelayakan formatnya, dan selanjutnya disahkan oleh Dekan FTUB. Sesudah itu mahasiswa yang bersangkutan berhak mengusulkan untuk mengikuti ujian akhir disertasi (Ujian Disertasi Terbuka).
l. Ujian Akhir Disertasi (Ujian Terbuka)
Ujian akhir disertasi bersifat terbuka, diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Mesin FTUB untuk mahasiswa Program Doktor yang telah memenuhi persyaratan-persyaratan yang berlaku. Pada dasarnya tujuan ujian akhir disertasi adalah untuk memberikan kesempatan kepada promovendus untuk memaparkan hasil penelitian disertasinya secara komprehensif dan terbuka yang disaksikan oleh para sejawat akademisi serta pihak-pihak lain yang diundang; dan sekaligus untuk memberikan gambaran tentang penyelenggaraan Program Doktor di Jurusan Teknik Mesin FTUB, dari segi kualitas akademik, kualitas lulusan Doktornya, obyektivitas penilaian, dan kontribusi hasil penelitian disertasi terhadap perkembangan IPTEK dan pembangunan masyarakat, bangsa dan Negara Republik Indonesia, serta bagi kemanusiaan secara universal.
Ujian akhir disertasi dipimpin oleh Ketua Program Studi PDITM atau yang mewakili, ujian dilakukan secara lisan dimana promovendus mempresentasikan hasil penelitiannya dan menyampaikan argumentasi ilmiahnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh panitia ujian akhir Disertasi. Ujian dapat dilaksanakan kalau dihadiri oleh minimal dua orang pembimbing (Pembimbing Utama dan Pembimbing Pendamping), dua orang dosen penguji, dan ditambah dengan seorang dosen penguji dari luar UB.
4. Penguasaan substansi keilmuan yang berkaitan,
5. Sumbangan hasil penelitiannya terhadap perkembangan IPTEK dan pembangunan.
Penilaian mengenai performance promovendus dalam Ujian Disertasi Terbuka tidak termasuk dalam komponen penilaian kelulusan mahasiswa. Nilai Ujian Disertasi Terbuka ditentukan berdasarkan penilaian pada Ujian Disertasi Tertutup. Penentuan kelulusan
Penilaian mengenai performance promovendus dalam Ujian Disertasi Terbuka tidak termasuk dalam komponen penilaian kelulusan mahasiswa. Nilai Ujian Disertasi Terbuka ditentukan berdasarkan penilaian pada Ujian Disertasi Tertutup. Penentuan kelulusan