• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Pencernaan pada Marmut (Cavia cobaya)

Dalam dokumen bahan ajar ppg biologi vertebrata (Halaman 51-56)

Ganbar 18. Sistem pencernaan Mammalia Kiri (a) bagian-bagian penyusun lambung ruminansia (rusa) Kanan (b) bagian-bagian penyusun saluran pencernanan pada kuda

B. Sistem Pencernaan pada Marmut (Cavia cobaya)

Sebelum melakukan pembedahan pada tubuh marmut, rambut di daerah ventral tubuhnya dibasahi terlebih dahulu untuk menghindari agar rambut tidak beterbangan saat dilakukan pembedahan, serta tidak mengotori organ-organ visceral yang akan diamati. Pengguntingan awal dilakukan di arah anterior penis untuk hewan jantan dan anterior klitoris untuk hewan betina. Pengguntingan dilanjutkan ke arah kranial sampai dekat bibir bawah. Kulit disisit dan lakukan dengan hati-hati di bagian leher. Pembedahan selanjutnya dilakukan terhadap jaringan otot di bawah kulit yang sudah terbuka tadi mulai dari daerah lipat paha sampai ke jaringan otot di leher, dan sekaligus memotong rusuk-rusuknya. Amati organ dalam apa saja yang terlihat selain organ penyususn sistem pencernaan pada marmut tersebut (Gambar 19).

Sistem pencernaan pada marmut juga tersusun atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan dimulai dari rongga mulut yang sudah dilengkapi dengan langit-langit sekunder sebagai pemisah sempurna antara nasofarink dan rongga mulut. Langit-langit sekunder bagian anterior dinamakan langit-langit keras, dan bagian posterior dinamakan langit-langit lunak.

Sepasang gigi seri masing-masing terdapat pada rahang atas dan rahang bawah. Gigi seri ini tampak dari luar karena adanya celah pada bibir atas (Gambar 17 dan 19), selalu tumbuh dan digunakan untuk mengerat. Perilaku mengerat ini dilakukan setiap saat untuk menghambat laju pertumbuhan gigi dimaksud oleh karena gigi ini tumbuh terus. Marmut tidak memiliki gigi taring, sehingga antara gigi seri dan geraham pertama ada tempat yang kosong disebut diastema. Gigi premolar sebanyak empat buah, korona nya memiliki krista-krista dari bahan dasar email yang melintang dan tajam berguna untuk mengunyah. Gigi molar pada marmut berjumlah 12 buah terletak di arah kaudal dari premolar, korona nya berkrista juga berfungsi untuk mengunyah. Jadi jumlah gigi pada marmut sebanyak 20 buah.

Gambar 19. Topografi organ visceral pada marmut, menunjukkan posisi organ dari sistem pencernaan terhadap organ lain

48 Berdasarkan macam dan jumlah giginya, maka rumus gigi dari marmut adalah:

M3 P1 C0 I1 : I1 C0 P1 M3 _____________________________ M3 P1 C0 I1 : I1 C0 P1 M3

Farink merupakan daerah persilangan antara saluran pernafasan dari nasofarink ke trakea dengan saluran pencernaan dari rongga mulut ke esophagus. Kelenjar ludah pada marmut tampak pada daerah leher. Kelenjar ludah ini terdiri atas depasang kelenjar parotis letaknya di samping otot meseter melekat pada kulit. Saluran pelepasannya disebut saluran Stenson dan bermuara di dekat rahang bawah. Sepasang kelenjar submandibularis (submaksilaris) terletak di samping kiri-kanan trakea warnanya merah muda, saluran pelepasannya disebut saluran Wharton yang bermuara di dekat gigi seri rahang atas. Sepasang kelenjar sublingualis terletak di samping sebelah distal kelenjar submandibularis, saluran pelepasannya disebut saluran Ruvini yang hanya menghasilkan mukosa dan lendir.

Saluran pencernaan pada marmut (Gambar 20) dari anterior ke posterior dibangun berturut-turut oleh esofagus yang menerima bahan makanan dari rongga mulut, terletak di sebelah posterior dari trakea. Esofagus setelah menembus diafragma, akan bermuara pada lambung. Lambung terletak di bagian kiri rongga perut berbentuk tabung yang melengkung. Bangunan lengkungan lambung tersebut pada bagian sebelah dalam yang cekung disebut kurvatura minor dan sebelah luar yang cembung disebut kurvatura mayor. Lambung pada marmut merupakan pelebaran dari saluran pencernaan yang berbentuk kantung, selain sebagai tempat penampungan makanan sementara juga merupakan tempat proses pencernaan secara enzimatis. Sesuai dengan fungsinya maka dinding dalam dari lambung ini menghasilkan enzim-enzim yang diperlukan dalam proses pencernaan makanan secara kimiawi. Adanya berbagai macam kelenjar pada dinding lambung bagian dalam ini, maka dibedakan menjadi tiga bagian yaitu dari kranial ke kaudal adalah lambung bagian kardia, bagian fundus, dan bagian pilorus.

Gambar 20. Organ-organ penyusun sistem pencernaan pada marmut

50 Setelah bahan makanan melewati pilorus masuk ke duodenum. Duodenum merupakan bagian paling anterior dari usus halus, kemudian diikuti

oleh yeyenum dan ileum dimana penyerapan sari-sari makanan terjadi. Secara morfologik batas antara ketiga bagian usus tersebut tidak begitu jelas. Sekum (usus buntu) pada marmut mengalami perluasan dan pemanjangan yang luar biasa, sehingga tampak mendominasi terhadap organ lain dari saluran pencernaan. Perkembangan yang sangat baik ini sebagai tempat untuk kelanjutan proses pencernaan bahan makanan yang dibantu oleh bakteri. Keberadaan sekum tersebut juga diduga berfungsi untuk memperluas saluran pencernaan, sebagai reservoar bahan makanan dan tempat fermentasi, serta untuk pemekatan vitamin.

Bagian sekum pada marmut yang menggelembung ke arah distal berbentuk kantung-kantung disebut haustra, dan pengerutan-pengerutan yang mengarah proksimal di antara haustra disebut insisura. Jaringan ikat yang tampak seperti pita memanjang dari ujung ke ujung sekum disebut taenia.

Usus besar yang terdiri atas kolon dan rektum merupakan kelanjutan dari sekum berdekatan dengan muara ileum pada sekum. Rektum (usus akhir) tampak merupakan tempat untaian dari feses yang berbentuk butiran-butiran keras, dan saluran ini berakhir sebagai anus. Kenyataan ini menunjukkan bahwa penyerapan air masih terjadi di lumen rektum.

Pankreas pada marmut adalah kelenjar yang enghasilkan enzim dan hormon, berarti pankreas merupakan campuran antara kelenjar eksokrin yang menghasilkan enzim, dengan kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon. Enzim yang dihasilkan oleh pankreas berperan dalam pencernaan makanan secara enzimatis, disalurkan ke lumen duodenum.

Hati merupakan kelenjar pencernaan terbesar, dan fungsi utamanya adalah menghasilkan getah empedu, tempat terjadinya sintesis protein, tempat detoksifikasi, tempat deaminasi membentuk urea, dan sebagai tempat untuk penyimpanan metabolit sekunder misalnya vitamin dan hormon. Kandung empedu (vesica felea) merupakan tempat penyimpanan sementara getah empedu yang dihasilkan oleh hati.

51 Getah empedu dialirkan dari hati ke dalam kandung empedu melewati saluran hepatikus, selanjutnya dialirkan ke dudodenum lewat saluran sistikus dan

C. Soal untuk Latihan

1. Kelas Mammalia memiliki karakteristik tertentu yang membedakan dengan anggota Vertebrata lain. Apa ciri daimaksud? 2. Gigi pada Mammalia secara struktural tersususn atas bagian-

bagian apa saja, sebutkan dan berikan penjelasan seperlunya.

3. Sebutkan dan jelaskan seperlunya, apa tipe gigi pada hewan Arthyodactyla.

4. Buatlah diagram yang menunjukkan rumus gigi pada marmut (Cavia cobaya).

5. Seekor kambing yang sedang merumput di lapangan, setiap kali menelan rumput yang dimakannya, walaupun belum lumat betul. Sebutkan perjalanan rumput itu dalam traktus digestivus kambing tadi mulai dari rongga mulut hingga duodenum, dan berikan penjelasan seperlunya.

6. Secara struktural apa yang membedakan antara organ penyusun traktus digestivus pada rusa dan zebra, walaupun keduanya adalah herbivora.

7. Sekum adalah satu di antara organ penyusun traktus digestivus pada marmut yang mengalami perkembangan sangat baik. Jelaskan maksud dari pernyataan tersebut, gambarkan dan apa saja fungsi dari sekum kaitannya dengan proses pencernaan makanan.

8. Walaupun makanan marmut adalah rumput, tetapi hewan ini dimasukkan dalam satu kelompok yang sama dengan tikus, yaitu dalam kelompok Rodentia. Apa yang menjadi dasar pengelompokannya? Jelaskan.

--- 0 ---

Dalam dokumen bahan ajar ppg biologi vertebrata (Halaman 51-56)

Dokumen terkait