3.1. Teori Dasar
Sistem pengangkat (Hoisting System) adalah merupakan salah satu dari antara komponen-komponen utama dari suatu rig. Tugasnya adalah membantu sistem peralatan pemutar didalam mengebor sumur dengan menyediakan alat-alat yang sesuai serta ruang kerja yang dibutuhkan untuk mengangkat dan menurunkan, juga menggantung beban yang sangat berat dari dari sistem alat-alat pemutar
Sistem pengangkatan dalam pemboran memegang peranan yang sangat penting, mengingat bahwa sistem pengangkatan ini adalah sistem yang mendapat beban, baik beban vertikal maupun horizontal.
Beban vertikal yang dialami berasal dari beban menara itu sendiri, beban drill string, casing string, tegangan dari fast line, beban karena tegangan deadline serta beban dari blok-blok. Sedangkan beban horizontal berasal dari tiupan angin yang mana hal ini sangat terasa mempengaruhi beban sistem pengangkatan pada pemboran di lepas pantai (off shore).
Sistem pengangkatan terdiri dari dua sub komponen, yaitu: 1. Struktur penyangga (supporting structure)
2. Peralatan pengangkatan (hoisting equipment)
3.2. Struktur Penyangga
Struktur penyangga (rig), adalah suatu kerangka sebagai platform yang berfungsi sebagai penyangga peralatan pemboran. Kerangka ini diletakkan di atas titik bor. Fungsi utamanya untuk trip, serta untuk menahan beban yang terjadi akibat peralatan bor itu sendiri maupun beban dari luar.
Stuktur penyangga terdiri dari : 1. Substructure,
2. Lantai bor (rig floor), dan
54 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN Untuk menara pemboran, ada dua tipe menara :
Type standart (derrick), dan Type portable (Mast).
Secara ringkas, spesifikasi menara dapat dilihat pada table 3.1
Tabel 3.1 Tabel Spesifikasi Menara Spesifikasi Unit Pemboran Pabrik Jenis Tinggi (ft) Gross cap. (103 lbs) Packing cap. (ft) Max. Static Hook Load (103 lbs) App. Weight mast (103 lbs) Lee CMoore - 126 386 6000 8 - 257 65 IDECO JFM 98-315 FM 133-400 FM 143-650-30 98 133 143 485 645 1000 7560 13860 22860 10 - 325 10 - 430 12 - 750 37 55 92 EMSCO T - 97 B -127 B - 142 97 127 142 352 416 1053 7200 8700 23960 8 - 250 - - - 43,5 105,75 NATIONAL 80 - UE 110 - UE - - - 10 - 500 12 - 710 - -
Bagian-bagian menara yang penting : Gine pole,
Merupakan tiang berkaki dua atau tiga yang berada di puncak menara, berfungsi untuk memberikan pertolongan pada saat pemasangan crown block. Water table,
Lantai di puncak menara yang berfungsi untuk mengetahui bahwa menara telah berdiri tegak.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 55 Cross bracing,
Cross bracing berfungsi untuk penguat menara. Tiang menara,
Merupakan empat tiang yang berbentuk segi tiga sama kaki, berfungsi sebagai penahan terhadap semua beban vertikal di bawah menara dan beban horizontal.
Girt,
Merupakan sabuk menara, berfungsi mengikat menara Monkey board Platform,
Berfungsi sebagai tempat kerja derrickmen pada saat cabut atau pasang pipa.
Gambar 3.1 Bagian-bagian menara
A = Tinggi dari puncaklantai borsampai dasar dariwater table beams. B = Base square
C = Window opening D = Water table opening E = Gin pole clearance F= Girt
56 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 3.2 Sistem Pengangkat
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 57 Struktur penyangga meliputi :
3.2.1 Drilling Tower (derrick)
Fungsi utamanya untuk memberikan ruang kerja yang cukup untuk pengangkatan dan penurunan drill collar serta casing string. Oleh sebab itu tinggi dan kekuatannya harus sesuai dengan keperluan.
Menara pengeboran pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua macam
1. Derrick, tipe ini pada waktu menyusun dan membongkar dilakukan perbagian (potongan demi potongan baja). Jenis menara ini jarang dijumpai didarat karena untuk menyusun diperlukan waktu yang lama. Sedangkan untuk di offshore masih sering digunakan, karena kontruksinya lebih kokoh terhadap pengaruh ombak dan angin terutama di floating Offshore Rig yang menaranya dipasang permanen. Keuntungan dari tipe menara ini mudah diangkut kemana-mana, karena terdiri dari bagian-bagian yang kecil-kecil atau pendekpendek. Sedangkan kelemahan dari tipe menara ini waktu yangdiperlukan untuk memasang dan membongkar lagi memerlukan waktu yang lama
58 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 3.5 Drilling mast
2. Portable Mast, tipe ini mendirikannya dilakukan dalam satu unitpenuh. Jenis menara ini dapat dengan cepat dibongkar dan dipasang kembali serta mudah untuk di transport. Jenis dari menara ini merupakan menara yang banyak dipakai baik di onshore maupun di offshore Portable Mast dibedakan menjadi dua kelompok : - Free standing portable mast: menara portable yang mudah dipindah-pindahkan, tetapi didalam operasi tidak memerlukan guy line pada kondisi normal - Guyed portable mast : menara yang pada kondisi operasi normal memerlukan guy line
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 59 3.2.2 Substructure
Kontruksi baja yang disusun untuk menjadi landasan menara atau mast dan draw work, yang tingginya ditentukan oleh kebutuhan tinggi susunan Blow Out Preventer (pencegah semburan liar) atau BOP stack yang harus dipasang saat mengebor.
Sub structure ini menjadi tempat kedudukan lantai bor yang menjadi tempat untuk kegiatan disekitar meja putar (rotary table), seperti tempat kedudukan set-back pipa bor yang ditegakkan dimenara saat mencabut pipa.
Fungsinya untuk menahan beban tekan yang berasal dari peralatan pemboran itu Sendiri
.
60 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 3.8 Substructure
3.3. Rig Floor
Lantai bor atau Rig Floor adalah tutup plat baja yang dipasang diatas sub structure yang berfungsi untuk :
1. Menunjang peralatan pengeboran yang kecil 2. Tempat berdirinya menara
3. Tempat Drawwork 4. Tempat kerja driller
Salah satu hal yang perlu diperhatikan pada sebuah lantai bor ialah tinggi dari pada lantai bor itu, karena hal tersebut akan berhubungan dengan hal-hal seperti :
• Pengukuran kedalaman sumur pada saat pemboran, dimulai dari lantai bor. • Lantai berpengaruh terhadap jenis dan susunan dari BOP (BOP Stack) yang
dipakai.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 61 Peralatan-peralatan yang berada dilantai bor adalah :
Rotary Table atau meja putar berfungsi untuk memutar rangkaian pipa bor melalui kelly (pipa segi) dan juga untuk menahan pipa bor dengan rotary slip saat sambungannya dilepas atau akan disambung lagi
Rotary drive : memindahkan daya dari draw work ke rotary table Draw work : mesin pengangkat pada rotary drilling rig
Gambar 3.9 Peralatan di lantai bor
Driller control panel : adalah pusat instrumen untuk mengendalikan operasi draw work, rotary table, pompa lumpur, cat head dan rotary tong
Make-up dan break-out tong : adalah kunci-kunci yang dipergunakan untuk melepas atau mengikat ikatan sambungan rangkaian pipa bor
Rat hole : lubang yang berfungsi untuk menyimpan kelly, pada saat tidak dipergunakan untuk mengebor
Mouse hole : lubang untuk meletakkan satu batang satu joint pipa bor untuk disambungkan ke kelly saat menambah pipa bor untuk mengebor lebih dalam
Dog house : ruangan atau rumah kecil tempat kerja driller dan untuk menyimpan alat-alat kecil
62 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 3.10 Make Up Break Up Tong
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 63 Gambar 3.12 Breaking Connection
3.4. Peralatan Pengangkatan
Peralatan pengangkatan yang terdapat pada suatu operasi pemboran terdiri dari drawwork, overhead tools dan drilling line.
3.4.1 Drawwork
Drawwork merupakan otak dari suatu unit pemboran karena melalui alat ini seorang driller melakukan dan mengatur operasi pemboran.
Fungsi utama dari drawwork adalah :
a. Memindahkan tenaga dari prime mover ke rangkaian pipa bor selama pemboran berlangsung.
b. Memindahkan tenaga dari prime mover ke rotary drive, dan
c. Memindahkan tenaga dari prime mover ke chathead untuk menyambung atau melepas section rangkaian pipa bor.
Komponen-komponen utama yang terdapat pada drawwork terdiri dari : Revolving drum,
Merupakan suatu drum untuk penggulung kabel bor. Suatu drum digunakan untuk memintal atau mengulur drilling line. Ada dua jenis permukaan dari drum ada yang rata (plain drum) untuk rig kecil dan
64 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
beralur( groove drum). Dengan adanya alur(groove) ini akan menjadi guide atau drilling line pada waktu digulung,dan mencegah tidak teraturnya susunan penggulungan.Diameter dari drum tergantung dari kedalaman, semakin dalam kemampuan dari drawwork,diameter drum semakin besar. •
Gambar 3.13 Drawwork Drum Breaking system,
Sistem pengereman terdiri dari rem mekanis utama (mechanical brake) dan rem pembantu (auxiliary brake). Rem mekanis mempunyai fungsi untuk menghentikan putaran drum disamping mengurangi kecepatan putaran drum untuk sesaat. Sedangkan auxiliary brake mempunyai fungsi untuk mengurangi percepatan turunnya drillstem sewaktu tripping. Auxiliary brake digerakkan dengan air (hidromatic brake) atau arus listrik (electro magnetic brake).Terdiri dari mechanical main break dan auxiliarydraulic atau electric, berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan gerakan kabel bor.
Catheads,
Cathead adalah sub bagian dari drawwork dan terdiri dari dua cathead, yaitu make up cathead(disisi driller pada drawwork) dan break out cathead (pada sisi lainnya). Cathead ini digunakan untuk
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 65 menyambung dan melepas sambungan pipa bor, selain itu digunakan untuk mengangkat beban yang ringan di lantai bor..
Rotary drive
Rotary drive berfungsi untuk meneruskan tenaga dari mesin penarik ke meja putar. Ada dua tipe dasar dari rotary drive atau bantalan-bantalan kelly :
1. Pin Drive
Mempunyai empat pin yang dimasukkan kedalambagian atas dari master bushing.
2. Square Drive
Mempunyai penggerak tunggal berbentuk segi empat yang dimasukkan kedalam master bushing
Gambar 3.14 drawwork
66 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 3.16. Rotary Drive
3.4.2 Overhead Tools
Rangkaian overhead tools terdiri dari crown block travelling block, hook, dan elevator.
• Crown block,
merupakan kumpulan roda yang ditempatkan pada puncak menara (sebagai blok diam). Crown block adalah suatu susunan roda-roda katrol (sheaves atau pulleys) yang terletak pada kerangka menara. Drilling line dililitkan pada sheaves crown block dan sheaves travelling block. Susunan tersebut dimaksudkan untuk dapat menarik atau mengangkat beban berat dengan tarikan yang ringan, miskipun tarikannya lambat. Adapun fungsi dari sheaves adalah sebagai penuntun dan penunjang drlling line yang melalui block. Jumlah sheaves pada block ditentukan oleh kapasitas beban yang mau ditahan atau ditarik
• Travelling Block, merupakan roda yang digantung di bawah crown block, di atas lantai bor.
• Hook, berfungsi untuk menggantung swivel dan rangkaian pipa bor selama operasi pemboran.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 67 • Elevator, merupakan klem (penjepit) yang ditempatkan (digantung) pada salah satu sisi travelling block atau hook dengan elevator links, berfungsi untuk menurunkan atau menaikkan pipa dari lubang bor.
Elevator adalah suatu clamp pemegang pipa (drill pipe, drill collar, casing, tubing ataupun sucker rod), pada waktu mengangkat dan memasukkan kedalam sumur. Drill pipe elevator dipakai khusus untuk drill pipe, demikian juga lainnya dibuat spesifik. Elevator digantung pada link, yang dipasang disamping travelling block atau hook
Tipe dasar elevator ada dua, yaitu :
1. Bottle neck (taper shoulder),yang dipakai untuk hampir semua pipa pengeboran
2. Collar left (square shoulder),yang dipakai pada pipa pengeboran berbahu segi empat atau pipa collar. Namun kadangkala disebut tipe berpintu depan (front door type), juga ada tipe berpintu samping (side door type)
Dead line Anchor
Merupakan peralatan yang digunakan untuk mengikat dead line pada drilling line. Biasanya disekrupkan pada substruktur yang kuat
Supply Reel
Digunakan untuk menggullung sisa drilling Line yang belum digunakan sebagai cadangan untuk Cut Off
68 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 3.18 Crown Block
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 69 Gambar 3.20 Crown sheave
70 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 3 .22 Travelling block
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 71 Gambar 3.24 Hook
72 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 3.26 Traveling Block With Unimatic Hook
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 73 Gambar 3.28 Center Latch Elevator
74 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 3.30 Tubular Handling
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 75 Gambar 3.32 DC Slips
76 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 3.34 Penggunaan Slips
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 77 Gambar 3.36 Penggunaan Saffety Clamp
78 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 3.38 Pemasangan dead line Anchor
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 79 Hook dan Link
Hook merupakan alat berbentuk kait yang terletak dibawah travelling block, sebagai penghubung antara travelling block dengan link atau swivel. Hook harus dapat berputar pada saat terdapat beban berat.Didalam hook ini memiliki pegas yang membantu menyerap kejutan dan lompatan pin keluar dari box sewaktu melepas/membuka sambungan.
Disamping itu hook mempunyai safety latch untuk swivel dan locking arm atau link ears pada samping sisinya untuk tempat menyambung link. Link adalah gantungan elevator digantungkan pada hook untuk digunakan selama operasi pengeboran. Ukuran dari link diambil dari diameter penampang batang cincin bawah. Besarnya kekuatan kapasitas dari link harus dilihat dari ukuran tinggi penampang dari batang mata link atas dan bawah.
Panjang link tidak ditentukan atau tergantung pesanan. Panjang link umum untuk drill pipe dan untuk casing berbeda karena ukuran casing yang besar dan posisi casing memerlukan kefleksibelan dari elevator. Panjang diukur dari puncak lubang cincin link atas dan cincin link bawah.
80 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN 3.4.3 Drilling Line
Drilling line sangat penting dalam operasi pemboran karena berfungsi untuk menahan atau menarik beban yang diderita oleh hook. Drilling line terbuat dari baja dan merupakan kumpulan dari kawat yang kecil, diatur sedemikian rupa sehingga merupakan suatu lilitan.
Drilling line sering disebut wire line atau wire rope didalam industri pengeboran. Drilling line dalam operasi pengeboran berfungsi untuk menahan dan menarik beban yang diderita oleh hook. Susunan drilling line meliputi : Reveed drilling line : tali yang melewati roda-roda crown block dan travelling
block
Dead line : tali yang tidak bergerak yang ditambatkan pada substructure Dead line anchor : tempat tali yang tidak bergerak
Fast line : tali yang bergerak dan digulung pada drum Storage : gulungan tali yang terletak didekat rig Kontruksi
Wire rope mempunyai tiga komponen yaitu : core, strand dan wire. Wire rope dibedakan atau klasifikasikan dari jumlah strand, jumlah wire dalam satu strand dan pattern (susunan) dan strand.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 81 Lilitan dari kabel pemboran terdiri dari 6 kumpulan dan satu bagian yang disebut core. Faktor-faktor yang mempengaruhi keawetan kabel :
• Kerusakan dari kawat,
• Rapuhnya lilitan kawat akibat panas, dan • Kelelahan.
Beban berat yang diderita drilling cable terjadi pada saat : • Running casing (pemasangan casing),
• Operasi pemancingan (fishing job), dan • Pencabutan dan pemasukan drill string.
Susunan drilling line terdiri dari :
a) Reeved drilling line merupakan tali yang melewati roda-roda crown block dan roda-roda travelling block.
b) Dead line merupakan tali tidak bergerak yang ditambatkan pada substructure (tali mati).
c) Dead line anchor dead line anchor biasanya ditempatkan berlawanan dengan drawwork.
d) Storage or supply real : storage or supplay real biasanya ditempatkan dekat dengan rig
82 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Preforming adalah proses dimana strand dibentuk helically, mereka akan menjadi berbentuk tetap demikian pada penyelesaian rope. Preforming mengembangkan ketahanan terhadap kelelahan, mudah dihandling dan tahan untuk di rope dengan menyamakan beban disemua diantara strand-strand dan diantara individual wire dari strand. Apabila strand mengurai dari wire rope, mereka berbentuk helical sehingga mudah untuk dikembalikan. Non preform adalah wire rope yang tidak mengalami proses seperti diatas dan sebagai ciri, apabila dipotong wire akan mengurai dan sukar/tidak dapat dikembalikan lagi. Elemen pertama yang ditulis adalah menunjukkan arah pintalan strand pada rope dapat kiri atau kanan (right atau left). Apabila anda melihat memanjang sebuah wire rope arah strand right lay rope akan spiral ke kanan dan untuk left lay spiral akan ke kiri. Elemen kedua adalah menunjukan arah didalam hubungan antara arah strand lay di rope dan arah wire lay pada strand.
Gambar 3.43 Non Preform Wire Rope
Dalam regular lay, wire dibuat berlawanan arah strand lay di wire rope. Pada regular lay kawat-kawat (wire) sejajar dengan poros rope. Pada long lay, wire disusun dengan arah yang sama dengan strand lay, di rope dan wire akan tampak bersilang dengan sebuah sudut terhadap poros rope.
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 83 Sebagian besar grade dan steel wire rope adalah :
– IPS : Improved Plow Steel
– EIPS : Extra Improved Plow Steel
Di samping itu terdapat grade wire rope yang lainnya dipakai di perminyakan : – PS : Plow Steel
– MPS : Mill Plow Steel
Grade of steel akan mempengaruhi kekuatan wire rope atau nominal strength dan wire rope. Drilling line pada umumnya memakai grade IPS atau EIPS. EIPS grade dengan klasifikasi dan mempunyai type core sama, ia mempunyai nominal sterngrth 15% lebih tingi dibanding IPS.
Terdapat wire rope dengan jenis galvanized rope yaitu wire rope dimana pada semua kawat-kawatnya mempunyai lapisan zinc di permukaannya untuk menaikkan ketahanan terhadap karat.
Core atau inti terletak ditengah wire rope mempunyai fungsi untuk bantalan mendukung strand-strand dari rope, disamping ini berfungsi untuk menyimpan pelumas.
Core terdapat beberapa jenis, yaitu :
1. Fiber Core (FC) adalah core dari tali dengan bahan dari serat sisal/manila atau fiber buatan seperti polypropyline. Wire rope dengan core ini akan lebih lentur dan lebih murah, tetapi dari segi kekuatan/normal capacity dan wire rope ini lebih rendah. Type ini banyak dipakai untuk swab line.
2. Independent Wire Rope Core (IWRC) adalah core yang berupa wire rope. Type ini yang paling banyak dipakai dalam operasi perminyakan. Ia mempunyai nominal strength lebih besar dibanding dengan yang lainnya, tetapi harganya lebih mahal.
84 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Gambar 3.44 Typical Wire Rope Design
Diameter wire rope diukur dari puncak strand Diameter wire rope diukur dari puncak strand yang berseberangan atau merupakan diameter
terbesar dan bukan diameter terkecil Ukuran diameter diukur sampai bilangan terkecil 1/64 inch. Ukuran wire rope umumnya lebih besar sedikit dari ukuran nominalnya. Ini merupakan kondisi yang normal karena apabila dipakai pada operasi setelah beberapa saat maka wire rope tersebut akan berukuran sebesar ukuran nominal. Ukuran wire rope baru tidak boleh lebih kecil dari ukuran nominal, tetapi boleh lebih besar sedikit dari table di bawah
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 85 Gambar 3.45 Pengukuran Diameter Wire Rope
Wire rope diidetifikasi dengan angka dan singkatan-singkatan, hal ini penting untuk dipahami.
Gambar 3.46 Identifikasi Wire Rope
Contoh :
1” x 5000’ 6 x 19 S PRF RRL IPS IWRC 1” = Diameter Line
5000’ = Length of Line
6 = Number of strands per Line 19 = Number of Wire per Strand S = Seal Pattern
PRF = Preformed Strands RRL = Right Regular Lay IPS = Improved Plow Steel
86 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
Artinya wire rope tersebut berukuran 1”, panjang 5000 ft, dengan 6 strand, 19 wire setiap strand, dengan susunan strand type seale, pintalan strand preformed, right regular lay, grade steel improved plow steel dengan core independent wire rope core.
Pemeliharaan Wire Rope
Untuk memperpanjang umur dari wire ropw maka perlu dilakukan emeliharaan secara rutin antara lain :
1. Selalu dilumasi bila kering
2. Jangan meletakkan wire rope pada tempat yang berpasir
3. Jangan meletakkan wire rope pada tempat-tempat yang terdapat bahan yang mengandung bahan kimia yang dapat menimbulkan korosif.
4. Jangan meletakkan wire rope pada tempat yang tajam. 5. Jangan menarik wire rope dalam keadaan terlipat
6. Jangan menggulung wire rope dibawah, akan menyebabkan wire rope melilit (terpluntir).
Gambar 3.47 Celup
TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN - 87 Gambar 3.49 Saput
Gambar 3.50 Wire Rope Rusak
PEMBAHASAN
Sentral atau pusat pengendali seluruh operasi pemboran ada pada drawworks. Pada drawworks terdapat instrument-instrument untuk mengatur seluruh kegiatan pemboran yang dilaksanakan oleh seorang driller.
Sedikit saja kesalahan yang dilakukan oleh driller pada drawworks akan mengakibatkan kerugian yang sangat besar.
Salah satu komponen yang paling pokok pada suatu sistem pengangkatan adalah menara (derrick). Kedalaman suatu sumur minyak sangat mempengaruhi jenis-jenis menara yang akan digunakan. Pemilihan menara harus disesuaikan dengan kedalaman suatu sumur. Parameter ukuran menara yang harus diperhatikan adalah kapasitas, tinggi, luas lantai bor dan lantai bor. Menurut standard API menara terbuat dari besi baja. Baja profil yang digunakan sesuai dengan spesifikasi A7 atau A94. Karakteristik menara bor ditentukan oleh kapasitas yang menyangkut dimensi dan kekuatannya. Menara harus tahan terhadap pengaruh kecepatan angin. Sebagai contoh untuk menara API no.18, tinggi 41,45 m (136') harus tahan terhadap pengaruh angin dengan kecepatan 88,15 km/jam. Untuk menara yang lebih besar misalnya API no.25, tinggi 57,60 m (189') kecepatan angin maksimum 120 km/jam bila pipa-pipa bor berada pada menara dan 185 km/jam bila tanpa pipa bor
88 - TEKNIK DAN PERALATAN PEMBORAN
bersandar pada menara. Untuk memilih menara pemboran ada dua prinsip yang harus diperhatikan yaitu, kapasitas, tingginya
MEMILIH KAPASITAS
Bila n = jumlah kabel pada traveling block dan P jumlah beratan (beban) pada hook, maka tegangan tarik yang timbul pada : kabel aktif, kabel mati dan setiap kabel pada travelling block adalah : P/n.
Bila G adalah berat menara dan crown block, maka :
... (1) ()PnnPGAPI=+−4
Dengan savety faktor = 2,0 dan M adalah berat hook dan traveling block dan