BAB III. TOPIK PENELITIAN
E. Sistem Pengendalian Intern Aktiva Tetap
Sistem pengendalian intern maupun internal control merupakan proedur-prosedur
mencocokkan penjumlahan horizontal dengan penjumlahan vertikal. Usaha ini
dilakukan untuk memberikan keyakinan kepada manajemen bahwa kebijakan dan
proedur spesifik yang dirancang demi sebuah pencapaian tujuan dapat dipenuhi.
Fungsi pengawasan dapat dilakukan dengan mengukur dan mengevaluasi kinerja dari
setiap bagian kepala perusahaan kemudian mengambil tindakan perbaikan apabila
diperlukan.
Menurut perusahaan, pengendalian (controlling) adalah suatu proses
mengevaluasi prestasi organisasi dalam mengambil tindakan-tindakan koreksi atau
bila terjadi penyimpangan-penyimpangan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.
Menurut M.Narafin (2004), pengendalian (control) adalah melakukan evaluasi
(menilai) atas pelaksanaan pekerjaan dengan cara membandingkan realisasi dengan
rencana, dan melakukan tindakan perbaikan apabila dipandang perlu (jika ada
penyimpangan yang merugikan). Menurut Warren, Reeve, Fees (2005) Pengendalian
(Control) adalah kebijakan dan prosedur yang melindungi aktiva dari
penyalahgunaan, memastikan bahwa informasi usaha akurat, memastikan bahwa
perundang-undangan serta peraturan dipatuhi sebagaimana mestinya.
Dari uraian diatas, maka peneliti menyimpulkan pengertian pengendalian
(control) menurut perusahaan dengan menurut M.Narafin (2004) dan menurut
Warren, Reeve, Fees (2005) memiliki kesamaan yaitu pengendalian adalah
melakukan evaluasi atau penilaian dengan membandingkan antara realisasi dengan
rencana dan melakukan tindakan koreksi apabila terdapat
Pedidikan Islam Keluarga Amal Shaleh Medan yang dikutip dari Mulyadi ( 2001 )
untuk mengukur efesiensi sistem pengendalian intern aktiva tetap.
Kuesioner Pengendalian Intern Aktiva Tetap
YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM KELUARGA AMAL SHALEH MEDAN
No Pertanyaan SS S RR KS TS
1 Apakah Fungsi pemakai harus terpisah
dari fungsi akuntansi tetap? √
2 Apakah Transaksi perolehan, penjualan, dan penghentian pemakaian aktiva tetap harus dilaksankan oleh lebih dari unit organisasi yang bekerja secara independent?
√
3 Apakah anggaran investasi diotorisasi oleh Rapat Umum Pemegang Saham √
4 Apakah surat permintaan otorisasi investasi, surat permintaan otorisasi reprasi, surat penghentian aktiva tetap, dan surat permintaan transfer aktiva tetap diotorisasi oleh Direktur yang bersangkutan dan Direktur Utama?
√
5 Apakah surat perintah kerja diotorisasi
oleh Departemen yang bersangkutan? √
6 Apakah surat order pembelian
diotorisasi oleh pejabat yang berwenang,?
√
7 Apakah laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan? √
8 Apakah bukti kas keluar diotorisasi oleh
fungsi akuntansi? √
9 Apakah bukt i memorial diotorisasi oleh
10 Apakah perubahan kartu aktiva tetap harus didasarkan pada bukti kas keluar, atau bukti memorial, atau surat permintaan transfer aktiva tetap yang dilampiri dengan dokumen pendukung lengkap, yang diotorisasi oleh pejabat yang berwenang?
√
11 Apakah secara periodik dilakukan pencocokan fisik aktiva tetap dengan kartu aktiva tetap?
√
12 Apakah penggunaan anggaran investasi sebagai alat pengendalian investasi dalam aktiva tetap?
√
13 Apakah penutupan asuransi aktiva tetap
terhadap kerugian? √
14 Apakah kebijakan akuntansi tentang pemisahan pengeluaran modal ( capital expenditure ) dengan pengeluaran pendapatan ( revenue expenditure )?
√
Keterangan:
SS = Sangat Setuju, diberi skor 5
S = Setuju, diberi skor 4
RR = Ragu – ragu, diberi skor 3
KS = Kurang Setuju, diberi skor 2
TS = Tidak Setuju, diberi skor 1
Total skor terbesar adalah 70 dan total skor terkecil adalah 14.
Interval =
( X max – X min ) - n n
= ( 70-14 )-5 = 10,2 dibulatkan menjadi 10 5
Setelah mengisi kuesioner pengendalian intern aktiva tetap dapat diketahui
seberapa efektif sistem pengawasan intern aktiva tetap yang ada diperusahaan sesuai
dengan total skor yang diperoleh. Total skor yang diperoleh oleh Yayasan Pendidikan
Islam Keluarga Amal Shaleh adalah 57, dengan demikian pengendalian intern aktiva
tetap pada dan Yayasan Pendidikan Islam Keluarga Amal Shaleh sejauh ini sudah
berjalan dengan efektif. Hal ini dilihat dengan adanya fungsi yang tidak dipisahkan
dengan fungsi akuntansi karena menurut perusahaan akan memakan waktu pada
proses pencatatan semua data yang ada. Transaksi perolehan, penjualan, penggantian
aktiva tetap dilaksanakan oleh lebih dari satu bagian organisasi yang bekerja sama
secara independen sehingga mencapai tujuan perusahaan. Sistem otorisasi aktiva
tetap yang berkaitan dengan rupiah atau dana yang cukup besar melupakan alat yang
baik untuk perusahaan,dimana perusahaan telah berusaha keras untuk melaksanakan
pengendalian yang baik terhadap aktiva tetap yang dimiliki. Dengan adanya
penanganan, yaitu adanya pencatatan terhadap aktiva tetap yang dilakukan oleh
Kriteria Penilaian Efektifitas Pengendalian Intern Aktiva Tetap:
Skor 14 – 24 → TE ( Tidak Efektif ) Skor 25 – 35 → KE ( Kurang Efektif ) Skor 36 – 46 → CE ( Cukup Efekif ) Skor 47 – 57 → E ( Efektif )
bagian khusus yang telah ditugaskan pihak perusahaan. Dengan kata lain perusahaan
telah menempatkan karyawan yang ahli dalam masing - masing bagian. Dapat
dikatakan adanya pembagian tugas yang sangat baik seperti adanya Teknisi pada
bagian komputer dan adanya seorang Tukang bangunan untuk memperbaiki gedung,
inventaris perusahaan berupa meja, kursi, lemari serta yang lainnya yang dimiliki
perusahaan.
Pengendalian yang dilakukan perusahaan terhadap aktiva tetap bertujuan untuk
melindungi aktiva tetap itu dari segala kerusakan, biaya-biaya atau hal lainnya.
Dalam melakukan pengawasan aktiva tetap harus diawasi secara tepat dan teratur
serta diselenggarakan pula penawasan administrasi melalui buku tambahan untuk
setiap jenis aktiva tetap. Dalam melakukan penjualan aktiva tetap harus mendapat
persetujuan dari pimpinan yang berwenang dan dibukukan oleh bagian pembukuan
atas dasar pemberitahuan tertulis yang diterimanya.
Pengendalian terhadap aktiva tetap adalah suatu hal yang sangat penting bagi
perusahaan, karena aktiva tetap ini bila tidak diawasi dengan teliti dapat
mengakibatkan tulang punggung perusahaan untuk menjalankan aktifitas perusahaan.
yang bertanggung jawab penuh terhadap pengawasan aktiva tetap ini adalah pimpinan
perusahaan yang mana pada umumnya dilakukan dengan sistem pengawasan intern.
Menurut perusahaan,
Menurut Mulyadi (2002) pengendalian intern adalah suatu proses yang
dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan karyawan lainnya yang dirancang
keuangan yang dapat diandalkan, kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang
berlaku, efektifitas dan efisiensi operasi perusahaan.
menurut Warren, Reeve, Fees ( 2005 : 229 ) sebagai berikut :
“ Pengawasan intern adalah kebijakan dan prosedur yang melindungi aktiva dari
penyalahgunaan, memastikan bahwa informasi usaha akurat, memastikan bahwa
perundang - undangan serta peratuhan dipatuhi sebagaimana mestinya “.
Menurut Mulyadi ( 2000 ) Pengawasan Intern meliputi dua hal yaitu:
pengendalian akuntansi dan pengendalian administrasi.
1. Pengendalian akuntansi
Pengendalian akuntansi adalah pengendalian yang meliputi pengamanan terhadap
kekayaan perusahaan sehingga diperlukannya catatan akuntansi.Umumnya
meliputi pekerjaan pemisahan antara fungsi operasional, penyimpanan dan
pencatatan serta pengawasan fisik atau kekayaan.
2. Pengendalian Administrasi
Pengendalian administrasi adalah pengendalian yang meliputi peningkatan efisien
usaha dan mendorong dipatuhinya kebijakan pimpinan yang tekah ditetapkan.
Pada umumnya tidak langsung berhubungan dengan catatan akuntansi.
Manajemen dalam kerjanya perlu memperhatikan dan menentukan cara yang baik
untuk menciptakan sistem pengawasan yang efektif dan efisien agar pelaksanaan
prosedur - prosedur pengawasan dapat dilaksanakan dengan baik semaksimal
mungkin. Dalam melaksanakan pengawasan terhadap aktiva tetap perlu
a. aktiva tetap hrus diawasi secara tepat ddan teratur serta diselenggarakan juga
pengawasan administrasi melalui buku tambahan untuk setiap jenis aktiva
tetap,
b. aktiva tetap harus diberi kode pada setiap jenis aktiva tetap,
c. perolehan aktiva tetap harus atas dasar persetujuan yang diberikan pejabat
yang berwenang dan sebelumnya ada permintaan bahwa aktiva tetap tetap
tersebut benar - benar dibutuhkan dalam kegiatan operasional perusahaan,
d. penjualan atas aktiva tetap harus mendapat persetujuan lebih dahulu oleh
pejabat yang berwenang dan dibukukan oleh bagian pembukuan atas dasar
pemberitahuan tertulis yang diterimannya,
e. aktiva tetap yang merupakan barang-barang kecil yang mudah dipindahkan
harus berada dibawah pengawasan pejabat tertentu sedikit mungkin harus
disimpan ditempat yang aman agar barang tersebut dapat terjamin
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap Pengawasan Intern Aktiva Tetap
perusahaan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. sistem pengendalian intern aktiva tetap telah dijalankan dengan efektif, dimana
Yayasan Pendidikan Islam Keluarga Amal Shaleh Medan pada umumnya
memperoleh aktiva tetapnya dengan cara pembelian kredit, terutama untuk aktiva
tetap yang jumlahnya besar atau harganya tinggi seperti: mobil, kursi, meja
komputer, komputer serta perangkat - perangkat computer,
2. metode Penyusutan yang diterapkan oleh perusahaan sudah dijalankan dengan
efektif, dimana dalam penyusutan aktiva tetapnya menggunakan metode garis
lurus yang dianggap lebih sederhana dan akan relatif mudah diterapkan terhadap
semua jenis aktiva tetap, yang didasarkan atas pertimbangan dan alasan yang
layak serta penerapan aktiva yang dimiliki secara konsisten,
3. sistem pengendalian tetap telah dijalankan dengan efektif, dimana Yayasan
Pendidikan Islam Keluarga Amal Shaleh telah berusaha keras untuk
melaksanakan pengawasan yang baik terhadap aktiva tetap yang dimiliki. Dengan
adanya penanganan, yaitu adanya pencatatan terhadap aktiva tetap yang dilakukan
oleh bagian khusus yang telah ditugaskan pihak perusahaan. Dengan kata lain
bagian. Dapat dikatakan adanya pembagian tugas yang sangat baik seperti adanya
seorang Teknisi pada bagian Komputer dan adanya seorang Tukang untuk
memperbaiki gedung, inventaris perusahaan yang berupa meja, kursi, lemari
serta yang lainnya yang dimiliki perusahaan.
B. Saran
Untuk menambah manfaat penulisan tugas akhir ini, maka peneliti mencoba
memberikan saran sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Saran yang peneliti
kemukakan adalah sebagai berikut:
1. perusahaan memperoleh aktiva tetapnya dengan cara pembelian kredit seperti
komputer dan perangkat - perangkat komputer, sebaiknya dipertahankan
mengingat pembelian aktiva tetap tersebut jumlahnya besar atau harganya tinggi.
2. sebaiknya perusahaan dalam menentukan metode penyusutannya jangan hanya
menggunakan satu metode saja, karena perusahaan memiliki beranekaragam jenis
aktiva tetap, yang penggunaan serta manfaatnya berbeda pula sehingga metode
penyusutan yang digunakan berbeda juga. Mengingat perusahaan bergerak
dibidang pelayanan jasa pendidikan yang hanya menggunakan peralatan sebagai
aktiva tetap utamanya.
3. pengawasan intern terhadap aktiva tetap tersebut harus lebih ditingkatkan lagi,
misalnya dibentuk bagian khusus yang menangani seluruh aktiva tetap seperti
melakukan pemeriksaan fisik secara periodik terhadap aktiva tetap tersebut
karena aktiva tetap merupakan harta perusahaan yang jumlahnya besar. Tanpa
keberadaan aktiva tetap tersebut, perusahaan tidak dapat menjalankan kegiatan
DAFTAR PUSTAKA
Weygandt J Jerry, Donald E. Kieso, Paul D. Kimmel, 2007, Pengantar Akuntansi, Edisi Tujuh, Buku Satu, diterjemahkan oleh Ali Akbar Yulianto, Wsailah, Rangga Handika Jakarta: salemba Empat.
S.R Soemarso, 2005, Akuntansi Suatu Pengantar, Buku 2, Edisi 5, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Stice, Eral K,James D Stice, K Fred Skousen, 2005, Intermediate Accounting, Buku Satu, Edisi 15, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Mulyadi, 2001, Sistem Akuntansi, Edisi 1, Cetakan Tiga, Penerbit: Salemba Empat, Jakarta.
Kusnadi, Lukman Syamsuddin, Kertahadi, 2001 Teori Akuntansi, Universitas Brawijaya Malang.
Narafin M, 2004 Penganggaran Perusahaan, Edisi Revisi, Jakarta: Salemba Empat.
Warren, Reeve, Fess, 2006, Pengantar Akuntansi, Buku Satu, Edisi ke 21, diterjemahkan oleh Aria Farahmita, Amanugrahani, Taufik Hendrawan, Penerbit: Salemba Empat, Jakarta.
Pendiri
Sekretariat
Pengawas Pengurus
Kepala MIS Kepala TPA /
MDA
Kepala TK Kepala MTs
STRUKTUR ORGANISASI YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM KELUARGA AMAL
SHALEH
(Y P I K A S ) MEDAN PERIODE 2008 - 2011
YPI KELUARGA AMAL SHALEH
DAFTAR AKTIVA TETAP
PER 31 DESEMBER 2008
No J e n i s Tahun Nilai Peny Peny Peny Nilai
A k t i v a Pero Perolehan s/d 2007 Thn 2008 s/d 2008 B u k u
lehan ( Rp ) ( Rp ) ( Rp ) ( Rp ) ( Rp )
1 Bang. Delapan lokal 1994 70,000,000 52,500,000 3,500,000 56,000,000 14,000,000
2 Inv. Sekolah 1994 6,000,000 5,999,999 0 5,999,999 1
3 Inv Kantor 1994 1,000,000 999,999 0 999,999 1
4 Bang. Kantor Guru 1995 1,500,000 1,499,999 0 1,499,999 1
5 Inv. Kantor 1995 515,000 514,999 0 514,999 1
6 pagar/pintu 1996 1,500,000 975,000 75,000 1,050,000 450,000
7 Inv. Sekolah 1997 2,000,000 1,999,999 0 1,999,999 1
8 Bangunan. TK 1998 10,000,000 6,000,000 500,000 6,500,000 3,500,000
9 Bang. Satu lokal bawah 1998 20,000,000 18,500,000 1,000,000 19,500,000 500,000
10 Bang. Kantor TK 1998 2,000,000 1,100,000 100,000 1,200,000 800,000
11 Inv. Sekolah 1998 4,000,000 3,999,999 0 3,999,999 1
12 Inv. Kantor 1998 1,700,000 1,699,999 0 1,699,999 1
13 Bang. Dua lokal bawah 1999 44,425,550 22,212,776 2,221,278 24,434,054 19,991,497
14 Pagar/ Halaman TK 1999 6,500,000 3,250,000 325,000 3,575,000 2,925,000 15 Inv. Sekolah 1999 6,250,000 6,249,999 0 6,249,999 1 16 Bangunan MDA 1999 1,472,500 736,250 73,625 809,875 662,625 17 Inv, Kantor 1999 650,000 649,999 0 649,999 1 18 Inv. Kantor 2000 2,054,000 2,053,999 0 2,053,999 1 19 Inv. Sekolah 2000 8,369,500 8,369,499 0 8,369,499 1
20 Bang. Kantor YPI 2000 39,032,300 17,564,535 1,951,615 19,516,150 19,516,150
21 Bang. Kantor Bawah 2000 3,074,750 2,613,538 307,475 2,921,013 153,737
22 Bang. TK 2000 4,242,000 3,605,700 424,200 4,029,900 212,100 23 Inv. Sekolah 2001 3,142,000 2,827,800 314,200 3,141,999 1 24 Bangunan 1. Lokal SMP 2001 50,866,980 20,346,792 2,543,349 22,890,141 27,976,839
25 Bangunan 2. Lokal SMP 2002 38,343,150 13,420,104 1,917,158 15,337,262 23,005,889 26 Inventaris Sekolah 2002 11,020,000 9,918,000 1,102,000 11,020,000 0 27 1 Unit Komputer 2002 4,250,000 3,825,000 425,000 4,250,000 0 28 3 Unit Komputer 2003 3,500,000 3,499,999 0 3,499,999 1 29 Inventaris Sekolah 2003 10,551,700 8,411,360 1,055,170 9,466,530 1,085,170 30 Bangunan 3. Lokal SMP 2003 85,248,000 25,574,400 4,262,400 29,836,800 55,411,200 31 Inventaris Sekolah 2004 24,921,700 17,085,190 2,492,170 19,577,360 5,344,340 32 Beronjong 2004 5,376,500 1,344,125 537,650 1,881,775 3,494,725 33 3 Unit Komputer 2004 3,520,000 2,816,000 704,000 3,520,000 0 34 T a n a h 2004 150,000,000 0 0 0 150,000,000 35 Bangunan 4 Lokal SMP 2005 37,981,200 3,798,120 1,899,060 5,697,180 32,284,020
36 Bang. Rehab Lokal MIS 2005 25,880,100 5,697,180 1,294,005 6,991,185 18,888,915
37 3 Unit Komputer 2005 6,325,000 3,795,000 1,265,000 5,060,000 1,265,000
38 Inventaris Sekolah 2005 15,305,700 7,652,850 3,061,140 10,713,990 4,591,710
39 Plank Visi Misi MIS 2005 1,720,000 1,032,000 344,000 1,376,000 344,000
40 Bang. Tingkat Lokal MIS 2006 164,886,813 8,244,341 8,244,341 16,488,682 148,398,131
41 Bang. Lokal/Kantor TK 2006 7,017,000 350,850 350,850 701,700 6,315,300
42 Inventaris Sekolah 2006 16,624,000 3,324,800 3,324,800 6,649,600 9,974,400
43 Benteng Belakang Kantor 2007 5,267,500 263,375 263,375 263,375 5,004,125
44 Inventaris Sekolah 2007 46,126,700 4,225,430 4,225,430 8,450,860 37,675,840
46 Tower Masjid A. Shaleh 2007 12,000,000 600,000 600,000 1,200,000 10,800,000
47 Rumah Bola TK/Bola 2008 16,917,950 0 1,691,700 1,691,700 15,226,250
48 Inventaris Sekolah 2008 8,612,000 0 1,722,400 1,722,400 6,889,600
49 Kamar Mandi Mis 2008 13,364,850 0 1,336,400 1,336,400 12,028,450
50 Kantor YPI 2008 7,470,500 0 747,000 747,000 6,723,500
51 Komputer 2008 10,500,000 0 2,100,000 2,100,000 8,400,000
T O T A L 1,023,024,943 311,149,004 58,300,790 369,449,794 653,575,149