• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

C. Sistem Penjualan Kredit

Menurut Mulyadi (2001:212) sistem penjualan kredit adalah suatu sistem yang dilaksanakan oleh perusahaan dengan cara mengirimkan barang sesuai dengan order yang diterima oleh pembeli dan untuk jangka waktu tertentu perusahaan mempunyai tagihan kepada pembeli tersebut .

Dasar dari penjualan kredit adalah kepercayaan suatu badan usaha atau perseorangan yang memberikan kredit terhadap pihak penerima pinjaman/pengangsur/pengkredit untuk dapat memenuhi segala sesuatu yang telah disepakati bersama sampai dengan tempo yang telah disepakati pula.

Dari uraian diatas, sistem akuntansi penjualan kredit merupakan kesatuan dari rangkaian prosedur pemberian kredit yang diberikan kepada calon debitur atas dasar kepercayaan dari kreditur yang meliputi permohonan kredit sampai pembayaran angsuran oleh debitur. Sistem akuntansi penjualan kredit yang handal akan menyediakan informasi yang baik dan memadai bagi manajemen untuk mengelola kegiatan perusahaan agar tujuan-tujuan perusahaan dapat tercapai.

Unsur-unsur sistem akuntansi yang terkait di dalam sistem penjualan kredit adalah sebagai berikut:

1. Fungsi yang terkait dalam sistem penjualan angsuran .

Menurut Mulyadi (2001:213) fungsi yang terkait dalam sistem penjualan kredit adalah sebagai berikut :

a. Fungsi Penjualan.

Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi ini bertanggung jawab untuk menerima surat order dari pembeli, mengedit order dari pelanggan untuk menambahkan informasi yang belum ada pada surat order tersebut, meminta otorisasi kredit, menentukan tanggal pengiriman dari gudang, dan menisi surat order pengiriman. Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk membuat back order pada saat diketahui tidak tersedianya barang untuk memenuhi permintaan dari pelanggan. b. Fungsi Kredit.

Fungsi ini berada di bawah fungsi keuangan yang dalam transaksi penjualan kredit, bertanggung jawab untuk meneliti status kredit dari pelanggan. Sebelum order dari pelanggan dipenuhi, terlebih dahulu diperoleh otorisasi penjualan kredit dari fungsi kredit. Jika penolakan

pemberian kredit sering terjadi, pengecekan status kredit perlu dilakukan sebelum fungsi penjualan mengisi surat order penjualan. Tembusan kredit harus dikirimkan ke fungsi kredit untuk mendapatkan persetujuan kredit dari fungsi tersebut.

c. Fungsi Gudang.

Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyimpan barang dan menyiapkan barang yang dipesan oleh pelanggan serta menyerahkan barang ke fungsi pengiriman.

d. Fungsi Pengiriman.

Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyerahkan barang atas surat order pengiriman yang diterimanya dari fungsi penjualan. Fungsi ini bertanggung jawab untuk menjamin tidak ada barang yang keluar dari perusahaan tanpa ada otorisasi yang berwenang.

e. Fungsi Penagihan.

Fungsi ini bertanggung jawab untuk membuat dan mengirimkan faktur penjualan kepada pelanggan, serta menyediakan copy faktur bagi kepentingan pencatatan transaksi penjualan oleh fungsi akuntansi. f. Fungsi Akuntansi.

Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencatat piutang yang timbul dari transaksi penjualan kredit dan membuat serta mengirimkan pernyatan piutang kepada para debitur, mencatat harga pokok persediaan yang dijual ke dalam kartu persediaan, serta membuat laporan penjualan.

2. Dokumen yang digunakan .

Menurut Mulyadi (2001:216) dokumen yang digunakan dalam sistem penjualan kredit adalah :

1. Surat order pengiriman dan tembusannya.

Surat order pengiriman merupakan dokumen pokok untuk memproses penjualan kredit kepada pelanggan. Berbagai surat order pengiriman terdiri dari :

• Surat Order Pengiriman, dokumen ini merupakan lembar pertama surat order pengiriman yang memberikan otorisasi kepada fungsi pengiriman untuk mengirimkan jenis barang dengan jumlah dan spesifikasi seperti yang tertera di atas dokumen tersebut.

Tembusan Kredit (Credit Copy), dokumen ini digunakan untuk memperoleh status krdit dari pelanggan dan untuk mendapatkan otorisasi penjualan kredit dari fungsi kredit.

Surat Pengakuan (Acknowledgement Copy), dokumen ini dikirimkan oleh fungsi penjualan kepada pelanggan untuk memberitahu bahwa ordernya telah diterima dan dalam proses pengiriman.

Surat Muat (Bill of Lading), dokumen ini digunakan sebagai bukti penyerahan barang dari perusahan kepda perusahaan angkutan umum.

Slip Pembungkus (Packing Slip), dokumen ini ditempelkan pada pembungkus barang untuk memudahkan fungsi penerimaan di

perusahaan pelanggan dalam mengidentifikasikan barang yang diterimanya.

Tembusan Gudang (Warehouse Copy), merupakan tembusan surat order pengiriman yang dikirim ke fungsi gudang untuk menyiapkan jenis barang yang dengan jumlah seperti yang tercantum di dalamnya, agar menyerahkan barang tersebut ke fungsi pengiriman, dan untuk mencatat barang yang dijual dalam kartu gudang.

Arsip Pengendalian Pengiriman (Sales order Follow-up Copy), merupakan tembusan surat order pengiriman yang diarsipkan oleh fungsi penjualan menurut tanggal pengiriman yang dijanjikan. • Arsip index Silang (Cross-index file Copy), merupakan tembusan

surat order pengiriman yang diarsipkan secra alfabetik menurut nama pelanggan untuk memudahkan menjawab pertanyaan dari pelanggan mengenai status pesanannya.

2. Fakturdan tembusannya.

Faktur penjualan merupakan dokumen yang dipakai dasar untuk mencatat timbulnya piutang. Berbagai surat order pengiriman terdiri dari :

Faktur Penjualan (Customer’s Copies), dokumen ini merupakan lembar pertama yang dikirimkan oleh fungsi penagihan kepada pelanggan. Jumlah lembar yang dikirim kepada pelanggan tergantung dari permintaan pelanggan.

Tembusan piutang (Account Receivable Copy), merupakan tembusan faktur penjualan yang dikirimkan oleh fungsi penagihan ke fungsi akuntansi sebagai dasar mencatat piutang dalam kartu piutang.

Tembusan jurnal Penjualan (Sales journal Copy), merupakan tembusan faktur penjualan yang dikirimkan oleh fungsi penagihan ke fungsi akuntansi sebagai dasar mencatat penjualan dalam jurnal penjualan.

Tembusan Analisis (Analysis Copy), merupakan tembusan faktur penjualan yang dikirimkan oleh fungsi penagihan ke fungsi akuntansi sebagai dasar menghitung harga pokok penjualan yang dicatat dalam kartu persediaan.

Tembusan Wiraniaga (Salesperson Copy), dokumen ini dikirimkan oleh fungsi penagihan kepada wiraniaga untuk memberitahu bahwa order dari pelanggan yang lewat di tangannya telah dipenuhi sehingga memungkinkannya menghitung komisi penjulan yang menjadi haknya.

3. Rekapitulasi harga pokok penjualan.

Rekapitulasi harga pokok penjualan merupakan dokumen pendukung yang digunakan untuk menghitung total harga pokok produk yang dijual selama periode akuntansi tertentu.

Bukti memorial merupakan dokumen sumber untuk mencatat ke dalam jurnal umum. Dalam sistem penjualan kredit, bukti memorial merupakan dokumen sumber untuk mencatat harga pokok produk yang dijual dalam periode akuntansi tertentu.

3. Catatan akuntansi yang digunakan .

Menurut mulyadi (2001:221) catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem penjualan kredit adalah :

a. Jurnal Penjualan.

Catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan baik secara tunai maupun kredit.

b. Jurnal Umum.

Catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang telah terjual selama periode akuntansi tertentu.

c. Kartu Gudang.

Catatan ini diselenggarakan oleh fungsi gudang untuk mencatat mutasi dan persediaan fisik barang yang disimpan dalam gudang.

d. Kartu Persediaan

Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi setiap jenis persediaan.

e. Kartu Piutang

Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi piutang perusahaan kepada tiap-tiap debiturnya.

Menurut mulyadi (2001;222) jaringan prosedur yang membentuk sistem penjualan angsuran adalah sebagai berikut :

a. Prosedur Order Penjualan

Dalam prosedur ini, fungsi penjualan menerima order dari pembeli dan menambahkan informasi penting pada surat order dari pembeli. Fungsi penjulan kemudian membuat surat order pengiriman dan mengirimkannya kepada berbagai fungsi yang lain untuk memungkinkan fungsi tersebut memberikan kontribusi dalam melayani order dari pembeli.

b. Prosedur Persetujuan Kredit.

Dalam prosedur ini, fungsi penjualan meminta persetujuan penjualan kredit kepada pembeli tertentu dari fungsi kredit.

c. Prosedur Pengiriman.

Dalam prosedur ini, fungsi pengiriman mengirimkan barang kepada pembeli sesuai dengan informasi yang tercantum dalam surat order pengiriman yang diterima dari fungsi pengiriman.

d. Prosedur Penagihan.

Dalam prosedur ini, fungsi penagihan membuat faktur penjualan dan mengirimkannya kepada pembeli. Dalam metode tertentu faktur penjulan dibuat oleh fungsi penjualan sebagai tembusan pada waktu bagian ini membuat surat order pengiriman.

Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi mencatat tembusan faktur penjulan ke dalam kartu piutang atau dalam metode pencatatan tertentu mengarsipkan dokumen tembusan menurud abjad yang berfungsi sebabagi catatan piutang.

f. Prosedur Distribusi Penjulan.

Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi mendistribusikan data penjualan menurut informasi yang diperlukan oleh manajemen.

g. Prosedur Pencatatan Harga Pokok Penjualan.

Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi mencatat secra periodik total harga poko produk yang dijual dalam periode akuntansi tertentu.

D. Sistem Penjualan Angsuran Pada PT. Colombus Sarana Mandiri Unit

Dokumen terkait