• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

B. Analisis Hasil Penelitian

1. Sistem Upah dan Insentif

Upah adalah jumlah keseluruhan yang ditetapkan sebagai upah pengganti jasa yang telah dikeluarkan oleh tenaga kerja melalui masa atau syarat-syarat tertentu. Tenaga kerja menerima balas jasa berupa jumlah yang telah ditetapkan terlebih dahulu atas jasa tenaga yang mereka berikan pada tempat mereka bekerja, disaamping itu juga diperkirakan mengenai jangka waktu dari tenaga kerja itu melaksanakan pekerjaannya dan ketentuan lain yang perlu.

2. Insentif

Insentif adalah pemberian daya perangsang kepada karyawan agar setiap karyawan bersemangat melakukan tugasnya dengan baik. Dengan kata lain insentif itu adalah hal-hal atau usaha-usaha yang harus diperhatikan dan dibangun untuk menggairahkan karyawan supaya rajin bekerja dan dapat mencapai hasil yang lebih baik sehingga tercipta efesiensi karyawan.

3. Produktivitas Kerja

Produktivitas kerja adalah pencapaian rasio output fisik dibandingkan dengan input fisik.

F. Model Analisis Data

Metode analisis data merupakan cara / langkah yang dilakukan untuk mengolah data penelitian, baik data primer maupun skunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model analisis regresi linier berganda dengan bantuan program computer E-Views 5.1 yang diuji berdasarkan logaritma .

Analisa regresi linear berganda berfungsi untuk mengetahui pengaruh/hubungan variabel independen dan variabel dependen. Untuk mengetahui produktivitas kerja dan factor lain yang mempengaruhinya digunakan koefisien determinasi.

Formulasi yang digunakan adalah:

Y= a + B1 X1 + B 2X 2 + e

Dimana:

Y = Produktivitas kerja (variabel dependen) a = Konstanta

B = Koefisien regresi

X1 = Sistem upah (Variabel Independen) X2 = Insentif (Variabel Independen) e = error

G. Uji Kesesuaian

1. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan pengaruh antara dua variabel. Nilai koefisien determinasi menunjukkan persentase variasi nilai variabel dependen (Y) yang dapat dijelaskan oleh persamaan regresi yang dihasilkan. Nilai R² antara 0 dan 1 (0≤ R²≤1) dimana semakin kecil angka

R² maka semakin lemah hubungan kedua variabel.

2. Uji t-statistik

Uji t-statistik merupakan suatu pengujian yang bertujuan untuk mengetahui apakah masing – masing koefisien regresi signifikan atau tidak terhadap variabel dependen dengan menganggap variabel lainnya konstan. Dalam pengujian ini digunakan hipotesis sebagai berikut :

H0 : bi = b ( tidak signifikan ) Ha : bi ≠ b ( signifikan )

Dimana bi adalah koefisien variabel independent pertama nilai parameter hipotesis, b biasanya dianggap = 0. Artinya tidak ada pengaruh variabel X terhadap Y. Bila nilai t-hitung > t-tabel maka pada tingkat kepercayaan tertentu H0 ditolak. Hal ini berarti bahwa variabel independent yang diuji berpengaruh secara nyata ( signifikan ) terhadap variabel dependen. Dan bila t-hitung < t-tabel maka pada tingkat kepercayaan tertentu Ho diterima ini artinya bahwa variabel independen yang diuji tidak berpengaruh nyata terhadap variabel dependen.

Kriteria pengambilan keputusan :

Ho : β = 0 Ho diterima ( t*<t-tabel) artinya variabel Independen secara parsial tidak berpengaruh nyata terhadap variabel independen.

Ha : β≠ 0 Ha diterima ( t*>t-tabel) artinya variabel Independen secara parsial berpengaruh nyata terhadap variabel dependen.

Gambar 3.

Gambar Kurva Uji t-statistik 3. Uji F-statistik

Uji F adalah pengujian yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independent secara keseluruhan atau bersama-sama terhadap variabel dependen. Untuk pengujian ini dilakukan hipotesis sebagai berikut :

Ho : b1 ≠ b2 ………..bk = 0 ( tidak ada pengaruh ) Ha : b2 = 0 ………... i = 1 ( ada pengaruh )

Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai statistik dengan F-tabel. Jika F-hitung > F-tabel maka Ho ditolak, Yang berarti variabel independent secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen.

Kriteria pengambilan keputusan :

Ho : β1 = β2 = 0 Ho diterima ( F*<F-Tabel) artinya variabel

independen secara bersama - sama tidak berpengaruh nyata terhadap variabel dependen.

Ha : β1 ≠β2 ≠ 0 Ha diterima ( F*>F-Tabel) artinya variabel

independen secara bersama - sama berpengaruh nyata terhadap variabel dependen.

Gambar 4

Gambar Kurva Uji F Statistik H. Jadwal Penelitian

Tabel 3.

Jadwal penelitian direncanakan sebagai berikut :

Tahap Penelitian Okt Nov Des Jan

Pengajuan Judul Penyelesaian Proposal Seminar Proposal Pengumpulan Data Penulisan Laporan Penyelesaian Laporan

BAB IV

HASIL PENELITIAN A. Data Penelitian

1. Sejarah Umum Perusahaan

Pabrik Gula Sei Semayang (PGSS) adalah unit kerja dari perusahaan PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) yang merupakan salah satu dari BUMN perkebunan yang ada di Sumatera Utara. PGSS yang berlokasi di Desa Mulyorejo Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang ini sudah mulai beropersi pada bulan Januari tahun 1983 hingga saat ini dengan kapasitas olah/produksi 3600-4000 TDC, dan dengan kondisi yang ada saat ini maka PGSS mampu menghasilkan gula SHS rata-rata 200 Ton/hari selama musim giling yaitu bulan Januari sampai dengan bulan Juli.

Bahan baku utama adalah tebu yang disuplai dari kebun tebu Sei Semayang dan kebun-kebun lingkungan antara lain dari kebun Kelambir Lima, Klumpang, Bulu Cina, Sampali, Bandar Kalipa, Seintes, dan Batang Kuis. Di samping itu juga disuplai dari kebun-kebun TRI (Tebu Rakyat) yang ada di kabupaten Deli Serdang dan Langkat. Bahan pembantu utama adalah belerang dan kapur tahor, sedangkan untuk membantu pendinginan di Barometrik Londensor digunakan air dari sungai Belawan dengan jumlah lebih kurang 4000 M3/jam.

Hasil produksi PGSS saat ini lebih banyak di pasarkan di Surabaya untuk pabrik/industri makanan yang ada di Jawa. PGSS juga menghasilkan produksi

tetes kurang lebih 0,004 % tebu yang mempunyai nilai komersial cukup baik untuk bahan baku industri makanan dan obat-obatan.

2. Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah susunan wewenang dan tanggung jawab dari masing-msing bagian yang saling berinteraksi dan membentuk suatu kerjasama. Salah satu cara bentuk organisasi yang digunakan perusahaan adalah dengan melihat struktur organisasi perusahaan bersangkutan. Dalam menjalankan kegiatan perusahaan diperlukan suatu manajemen yang mempunyai lima fungsi yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan koordinasi. Manajemen merupakan kegiatan dengan menerapkan kelima fungsi secara serempak terhadap faktor-faktor produksi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu.

Bagan organisasi Sei semayang berbentuk garis dan staf, dimana administrasi sebagai penangggung jawab utama di bantu staf bagian tanaman, pabrik, dan tata usaha/umum. Wewenang dan perintah berjalan menurut garis lurus dari administrator sampai karyawan terendah. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh seluruh personil yang tercantum pada bagian organisasi pada bidang masing-masing sesuai tugasnya. Pekerjaan dilakukan sesuai standart pelaksanaan kerja untuk mencapai target yang telah dibuat.

Adapun struktur organisasi pabrik gula sei semayang adalah:

STRUKTUR ORGANISASI

PABRIK GULA SEI SEMAYANG

(Gambar 5)

MANAJER Ir. Irwan Siregar

Ka. Dinas Pengolahan Ka. Laboraturium Ka. Dinas Teknik Ka. Dinas Tata Usaha P A P A M Ass. Bgn. Teknik Dan transpo Ass. Bgn. Teknik Dan transport Ass. Timbangan Ass SDM/ Umum Ass. Gudang hasil Ass Cane yard Ass. Work shop Ass. Listrik Ass. Bolier Ass. Gilingan Ass. Instru men Ass. Limbah Ass. Water Treatmen Ass. Laboratu rium Ass. Putaran Ass. Pemasakan Ass. Penguapan Ass. Pemurnia n

Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab

1) Manajer

Fungsinya adalah memimpin dan mengelola seluruh sektor produksi dan pemakaian biaya yang ada di perusahaan (kebun) yang berpedoman kepada kebijakan (policy) perusahaan dan ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan atau ditetapkan.

Tugas :

a) Mengkoordinasikan penyusunan rencana anggaran belanja tahunan perusahaan.

b) Menandatangani dan mengecek dokumen, laporan dan formulir sesuai dengan system dan prosedur yang berlaku.

c) Mengarahkan kegiatan – kegiatan kepada Kepak Dinas. d) Melaporkan data serta kegiatan yang ada pada produksi. Tanggung Jawab:

a) Terhadap pencapaian target-target serta kelancaran perusahaan. b) Terhadap biaya-biaya yang dikeluarkan.

c) Terhadap tugas-tugas yang didelegasikan. d) RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan).

2) Asisten Pengolahan

Fungsinya membantu Manajer dalam melaksanakan tugas proses pengolahan tebu.

Tugas:

a) Melaksanakan dan mengawasi jalannya pengolahan tebu.

b) Menjaga dan membersihkan peralatan-peralatan pengolahan agar tetap berfungsi dan bersih.

c) Mengusahakan pencapaian produksi yang optimal dalam suatu perusahaan / pabrik.

d) Mengusahakan dan menjaga mutu produksi sesuai standart. Wewenang:

a) Mengkoordinir dan memberi tugas kepada karyawan pelaksana untuk melaksanakan pengelolaan tebu.

b) Melaporkan kerusakan peralatan pabrik kepada asisten mantanance untuk melaksanakan perbaikan.

c) Membuat kondute karyawan pelaksana yang dipimpinnya untuk kenaikan berkala golongan maupun jabatan.

Tanggung Jawab:

Asisten Pengolahan bertanggung jawab kepada Manajer.

3) Asisten Laboraturium

Fungsinya membantu kepada bagian pengolahan untuk melaksanakan quality

control terhadap hasil produksi tebu dan penerimaan tebu (NIRA).

Tugas:

a) Melaksanakan pemeriksaaan mutu hasil produksi tebu setiap saat. b) Merencanakan tugas-tugas bawahan baik rutin dalam gilingan.

c) Mengawasi pemakaian bahan-bahan laboraturium dan bahan-bahan pembantu yang diterima.

Wewenang:

a) Membuat kondite karyawan pelaksana yang dipimpinnya untuk kenaikan berkala golongan maupun jabatan.

b) Mengkoordinir dan memberi tugas kepada karyawan pelaksana quality

control.

Tanggung jawab:

Bertanggung jawab kepada Kepala Pengelolaan tanaman tahunan kantor Direksi.

4) Asisten Teknik

Fungsinya mengelola bidang teknik yang dibantu asisten teknik (pabrik, umum/transport, dll).

Tugas dan Kewajiban:

a) Mengkoordiansikan segala kegiatan pada bagian teknik. b) Menyususn kegiatan-kegiatan dibidang teknik.

c) Merencanakan dan mengarahkan kegiatan-kegiatan dibidang teknik. d) Menandatangani dan mengecek formulir-formulir dan laporan-laporan dari

saetiap bidang teknik.

e) Menjalin suasana kerja yang baik. f) Memberikan informasi.

Tanggung jawab:

a) Terhadp pencapaian target serta kelancaran kerja operasi barik, transfortasi, listrik, dan bangunan.

b) Terhadap informasi yang diberikan terhadap biaya-biaya operasi teknik.

5) Asisten Tata Usaha

Fungsinya adalah memimpin seluruh administrasi perusahaan dibantu asisten tata usaha lain.

Tugas dan Kewajiban:

a) Melaksanakan dan merencanakan bagian administrasi kantor, gudang, serta tenaga kerja.

b) Mengorganisasikan kegiatan dibagian administrasi.

c) Mengawasi pemakaian dan penggunaan alat-alat kantor dan seluruh kegiatan administrasi.

d) Mengkoordinasikan segala pembayaran dan penyediaan barang.

e) Menyusun dan menyiapakan laporan berkala dan lpora lain-lain kepada kantor Direksi tepat pada waktunya.

f) Menyususn dn Membuat RKAP bagian tata usaha mencakup semua bagian tata usaha.

Tanggung jawab:

a) Terhadap kelancaran semua administrasi.

b) Terhadap informasi tugas-tugas yang didelegasikan. c) Terhadp biaya-biaya perkantoran.

3. Kegiatan Usaha

Kegiatan usaha yang dilakukan PGSS hingga saat ini adalah pengusahaan tanaman tebu yang digiling dengan luas perkebunan 6.227,29 Ha, terdiri dari:

1. Kebun sendiri pabrik gula Sei semayang 2. Kebun lingkungan pabrik gula Sei semayang 3. Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI)

Dalam upaya memenuhi kebutuhan tebu untuk pabrik, PGSS melakukan kemitraan dengan petani tebu melalui pola TRI. Dlam upaya budidaya tanaman, TRI memperoleh bimbingan dan bantuan dari PGSS . Bantuan yang diterima TRI adalah penyediaan bibit tebu, tebang, dan angkut serta pengelolaan tebu menjadi gula. Dalam pola TRI , PGSS menerapkan sistem bagi hasil yang besarnya diterapkan pemerintah, yaitu 65% bagi TRI dan 35% bagi pabrik gula.

Selain kegiatan tanaman tebu, kegiatan utama adalah pengelolaan pabrik pengolahan tebu. Kapasitas terpasang adalah 4000 TDC. Saat ini PGSS sulit untuk mencapai kapasitas optimum karena kurangnya bahan tebu. Kapasitas optimum sama dengan kapasitas normal, yaitu 3600-3800 TDC. Setiap tahun pabrik peroperasi rata-rata 130 hari, mulai Januari – Juli. Setelah menggiling dilanjutkan dengan masa Overhoule (perbaikan) dari mesinatau peralatan pabrik.

4. Visi dan Misi

a. Visi

Menjadi perusahaan yang agro bisis kinerjaprima dan melaksanakan tata kelola bisnis terbaik.

b. Misi

1. Mengembangkan industri hilir berbasis perkebunan secara berkesinambungan.

2. Menghasilkan prodak berkualitas untuk pelanggan.

3. memperlakukan karyawan sebagai asset strategis dan mengembangkan para investor.

4. Menjadikan perusahaan yang paling menarik untuk bermitra bisnis. 5. Memotivasi karyawan untuk berprestasi aktif dalam pengembangan

komunitas.

6. Melaksanakan seluruh aktivitas perusahaan yang berwawasan lingkungan.

5. Kebijaksanaan Upah dan Insentif

Kebijaksanaan dalam pembayaran upah dan insentif telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) serikat pekerja perkebunan PTPN II yang disetujui oleh Mentri. Dimana upah dan insentif terdapat pada BAB VII dalam PKB.

Pembayaran upah dan insentif dilakukan untuk mendorong karyawan mau bekerja lebih giat sehingga dia bersedia mencurahkan segala perhatiannya dan kecakapannya pada perusahaan sehingga dapat meningkatkan mutu dan prestasi kerja karyawan dan dapat memperbesar hasil produksi, serta dapat membantu karyawan dalam memenuhi berbagai kebutuhan yang beraneka ragam.

6. Potongan Upah dan Jenis Insentif

Upah yang diterima karyawan tidak sepenuhnya diberikan sesuai dengan gaji pokok mereka. Upah yang diterima dapat di atas maupun di bawah dari gaji pokok, walaupun biasanya upah yang diterima rata-rata di atas gaji pokok. Hal ini disebabkan karena adanya pemotongan upah dan pemberian insentif.

Adapun pemotongan dalam pengupahan yaitu: a) Pajak pendapatan.

b) Tunjangan beras karyawan. c) Astek B.P 4, 54 %.

d) A.B.K 2%. e) I.D.P 6%.

f) Pinjaman tengah bulan. g) S.P.M

h) S.T.M.K.K. i) Koprasi.

j) Potongan Lin-lain.

Pemberian insetif dilakukan untuk merangsang karyawan agar lebih produktif dan juga membantu karyawan memenuhi kebutuhan hidup yang tidak dapat dipenuhi dengan sejumlah upah dan gaji yang diterima. Contohnya seorang karyawan pelaksana yang memiliki gaji UMP Rp 905.000,- memiliki tangungan anak dan istri, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya tentunya gaji tersebut

tidak akan cukup karena bahan pokok dan kebutuhan lainnya harganya meningkat, oleh sebab itu adanya insentif dapat membantu dalam pemenuhan kebutuhan.

Jenis insentif yang dimiliki perusahaan terbagi dua, yaitu jenis insentif dalam bentuk uang (financial incentive) dan insentif dalam bentuk bukan uang

(non- financial incentive).

a) Insentif dalam bentuk uang i. Tunjangan jabatan

Tunjangan ini diberikan kepada karyawan pimpinan sesuai dengan jabatan masing-masing dan jumlahnya tidak sama antara yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut dapat dilihat dalam table 4.

Tabel 4

Tunjangan Jabatan Karyawan Pimpinan Gol. III A – IV D

No Golongan Pedoman Tujangan Jabatan Rp

1 III A 146 % x UP Gol. III A/0 1.727.832

2 III B 139 % x UP Gol. III B/0 2.006.704

3 III C 133 % x UP Gol. III C/0 2.274.484

4 III D 127 % x UP Gol. III D/0 2.441.716

5 IV A 114 % x UP Gol. IV A/0 2.593.577

6 IV B 107 % x UP Gol. IV B/0 2.808.537

7 IV C 107 % x UP Gol. IV C/0 3.061.227

8 IV D 101 % x UP Gol. IV D/0 3.286.661

2) Tunjangan tetap

Sejumlah uang yang diberikan kepada pekerja sebagai tambahan penerimaan dan diberikan bersama pada pembayaran upah perbulan dan tidak dikaitkan dengan kehadiran yang terdiri dari tunjangan

listrik, air, bahan bakar dan beras. Nilai nominalnya berdasarkan harga pasar pada saat itu. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 5.

3) Tunjangan apresiasi

Tunjangan ini lebih dikenal dengan tunjangan anak sekolah. Tunjangan ini umumnya diberikan untuk membantu dalam menyekolahkan anak-anak pekerja. Dimana pemberiannya dilakukan pada saat anak-anak sekolah naik kelas. Untuk nilai nominal dalam tunjangan ini, dihitung dari 1 bulan gaji masing – masing karyawan di tambah tunjangan tetap.

Misalnya karyawan Gol. III A yang mempunyai gaji pokok Rp 1.426.800,- dan tunjangan tetap Rp. 300.000,- , maka karyawan ini akan menerima Rp 1.726.800,- pada saat tunjangan apresiasi diberikan. a. Tunjangan hari raya

Tunjangan ini diberikan dalam rangka membantu pekerja menyambut hari lebaran. Jadi pemberiannya dilakukan sebelum lebaran tiba. Untuk tunjangan ini nilai nominalnya adalah 1 orang tanggungan karyawan memperoleh Rp. 40.000,-. Setiap karyawan memperoleh nominal yang berbeda-beda karena jumlah tanggungannya berbeda.

Misalnya karyawan A memiliki anak 1 dan istrinya, maka karyawn ini akan memperoleh Rp 40.000,- x 3 = Rp 120.000,-

Sedangkan karyawan B memiliki anak 3 dan istrinya, maka karyawan ini akan memperoleh Rp 40.000,- x 5 = Rp 200.000,-

b) Insentif dalam bentuk bukan uang

Insentif ini dapat berupa kesehatan. Perusahaan memberikan fasilitas kesehatan berupa rumah sakit. Bagi pekerja atau keluarga yang ditanggungnya dapat menikmati fasilitas ini. Misalnya anak dari karyawan A menderita penyakit DBD. Anak tersebut dapat dibawa kerumah sakit yang telah ditentukan perusahaan seperti RS. Putri Hijau. Karena anak itu masih tanggungan karyawan A. Walaupun perusahaan yang membayar kepada rumah sakit, karyawan A harus mencicil biaya rumah sakit kepada perusahaan dengan memotong gaji karyawan tersebut setiap bulan yang nominalnya sesuai dengan kesepakatan karyawan dengan perusahaan.

B. Analisis Hasil Penelitian 1. Sistem Upah dan Insentif

Sistem upah yang digunakan oleh PGSS yiatu sistem upah menurut waktu. Sistem upah menurut waktu dibedakan atas upah per jam, upah per hari, upah per minggu dan upah per bulan.Tetapi dalam pelaksanaan di PGSS hanya menggunakan upah perbulan. Kebaikan dari sistem ini ialah bahwa tata usaha yang mengurus soal pembayaran upah dapat diselenggarakan dengan mudah. Keburukan sistem ini terutama bagi pihak pekerja sebab upah pekerja yang rajin dan pekerja yang malas cenderung disamakan, kemudian pimpinan perusahaan tidak mempunyai kepastian tentang kecakapan dan kemauan bekerja dari si pekerja, sehingga buruh tidak mempunyai dorongan untuk bekerja keras demi kemajuan perusahaan.

Upah dan insentif dapat diterima karyawan selama 1 bulan 2 kali. Dimana penerimaan pertama disebut dengan utangan yang nominalnya sebesar Rp 100.000,- dan penerimaan kedua sebesar sisa dari upah dan insentif yang seharusnya diterima karyawan (gaji pokok + insentif – potongan). Pinjaman ini hanya berlaku pada karyawan pelaksana, sedangkan Staf dan Manajer tidak. Setiap pekerja menerima upah pokok dan insentif yang berbeda, kecuali tingkat golongan jabatannya sama. Melihat sistem pengupahan yang berlaku di PGSS , maka upah dan insentif yang diterima oleh karyawan secara umum relatif cukup dengan standar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan bagi Staf dan Manajer, upah dan insentif yang diberikan sudah cukup lebih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Upah yang diberikan kepada pekerja tentunya berbeda-beda, sesuai dengan jabatan yang dimiliki. Hal ini dapat dilihat dalam tabel 5, dimana UMP pada PGSS yaitu Rp 950.000,- . Jika Upah yang diterima kurang dari UMP yang ditetapkan, maka karyawan akan memperoleh tambahan insentif.

Tabel 5

Tabel Upah Karyawan Pelaksana dan Pimpinan Golongan I A s/d IV D

PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II WILAYAH SUMUT

I A I B

MKG Upah Tunjangan Upah Upah Tunjangan Upah

pokok Tetap pokok Tetap

0 618.106 206.035 824.141 641.291 231.763 855.054

1 619.652 206.550 826.202 644.492 214.830 859.322

2 621.197 207.066 828.263 647.693 215.897 863.590

4 624.289 208.096 832.385 654.095 218.031 872.126 5 625.835 208.611 834.446 657.296 219.098 876.394 6 627.380 209.127 836.507 660.497 220.165 880.662 7 628.926 209.642 838.568 663.698 221.232 884.930 8 630.472 210.157 840.629 666.899 222.299 889.198 9 632.018 210.672 842.690 670.100 223.366 893.466 10 633.563 211.188 844.751 673.301 224.433 897.734 11 635.109 211.703 846.812 676.502 225.500 902.002 12 636.655 212.218 848.873 679.703 226.567 906.270 13 638.201 212.733 850.934 682.904 227.634 910.538 14 639.746 213.249 852.995 I C I D

Upah Tunjangan Upah Upah Tunjangan Upah

pokok Tetap pokok Tetap

686.105 228.702 914.807 748.968 249.656 998.624 691.140 230.380 921.520 75.656 251.885 1.007.541 696.174 232.058 928.232 762.344 254.114 1.016.458 701.209 233.736 934.945 769.031 256.343 1.016.458 706.243 235.414 941.657 775.719 258.573 1.025.374 711.277 237.092 948.369 782.406 260.802 1.043.292 716.312 238.770 955.082 789.094 263.031 1.043.208 721.346 240.448 961.794 795.782 265.260 1.052.125 726.379 242.126 968.505 802.469 267.490 1.061.042 731.413 243.804 975.217 809.156 269.719 1.069.959 736.447 245.482 981.929 815.845 271.948 1.078.875 741.482 247.161 988.643 822.532 274.117 1.096.709 746.516 248.899 995.355 II A II B

MKG Upah Tunjangan Upah Upah Tunjangan Upah

pokok Tetap pokok Tetap

0 826.344 275.448 1.101.792 914.745 304.915 1.219.660 1 834.672 278.224 1.112.896 924.704 308.234 1.232.938 2 843.000 281.000 1.124.000 934.661 311.553 1.246.214 3 851.330 283.776 1.135.106 944.618 314.873 1.259.491 4 859.658 286.552 1.146.210 954.476 318.192 1.272.968 5 867.987 289.329 1.157.316 964.534 321.511 1.286.045 6 876.317 292.105 1.168.423 974.492 324.831 1.299.323 7 884.645 294.882 1.179.527 984.449 328.150 1.312.599

8 892.974 297.658 1.190.632 994.406 331.469 1.325.875

9 901.302 300.434 1.201.736 1.004.365 334.788 1.339.153

10 909.632 303.210 1.212.842

II C II D

Upah Tunjangan Upah Upah Tunjangan Upah

pokok Tetap pokok Tetap

1.010.740 336.913 1.347.653 1.099.407 366.469 1.465.875 1.022.313 340.771 1.363.048 1.112.585 370.861 1.483.446 1.033.888 344.629 1.378.517 1.125.764 375.254 1.501.018 1.045.462 348.487 1.393.949 1.138.943 379.674 1.518.590 1.057.037 352.345 1.409.382 1.152.121 384.040 1.536.161 1.068.611 356.204 1.424.813 1.165.300 388.433 1.553.733 1.080.185 360.061 1.440.246 1.178.479 392.826 1.571.305 1.091.759 363.920 1.455.679 III A III B

MKG Upah Tunjangan Upah Upah Tunjangan Upah

pokok Tetap pokok Tetap

0 1.183.447 394.482 1.557.929 1.443.672 481.244 1.924.896 1 1.205.570 401.856 1.607.426 1.468.467 489.498 1.957.956 2 1.227.692 409.231 1.636.923 1.493.262 497.754 1.991.016 3 1.249.816 416.405 1.666.421 1.518.056 506.019 2.024.075 4 1.271.939 423.979 1.695.918 1.542.851 514.284 2.057.135 5 1.294.061 431.354 1.725.415 1.567.646 522.548 2.090.194 6 1.316.186 438.728 1.754.914 1.592.441 530.813 2.123.254 7 1338.308 446.103 1.784.411 1.617.236 539.078 2.156.314 8 1.360.431 453.477 1.813.908 1.642.030 547.343 2.189.373 9 1.382.554 460.851 1.843.405 1.666.825 555.608 2.222.433 10 1.404.677 468.226 1.872.903 1.691.620 563.873 2.255.493 11 1.426.800 475.600 1.902.400

III C III D

Upah Tunjangan Upah Upah Tunjangan Upah

pokok Tetap pokok Tetap

1.710.138 570.046 2.280.184 1.922.611 640.870 2.563.481 1.737.586 579.195 2.316.781 1.952.688 650.896 2.603.584 1.765.032 588.344 2.353.376 1.982.765 660.922 2.643.687 1.792.480 597.493 2.389.973 2.012.843 670.948 2.683.791 1.819.927 606.642 2.426.569 2.042.921 680.973 2.723.894 1.847.374 615.791 2.463.165 2.072.997 690.999 2.763.996 1.874.821 624.940 2.499.761 2.103.074 701.025 2.804.099 1.902.269 634.089 2.536.358 2.133.152 711.051 2.844.203 2.163.230 721.076 2.884.306 2.193.307 731.102 2.924.409 2.223.385 741.128 2.964.513 2.253.461 751.154 3.004.615 IV A IV B

MKG Upah Tunjangan Upah Upah Tunjangan Upah

pokok Tetap pokok Tetap

0 2.275.067 758.356 3.033.423 2.624.801 874.934 3.499.735 1 2.307.756 769.252 3.077.008 2.660.078 886.693 3.546.771 2 2.340.445 780.148 3.120.593 2.695.355 898.452 3.593.807 3 2.373.132 791.044 3.164.176 2.730.632 910.211 3.640.843 4 2.405.821 801.940 3.207.761 2.765.090 921.970 3.687.879 5 2.483.510 812.836 3.251.346 2.801.186 933.729 3.734.915 6 2.471.197 823.732 3.294.929 2.836.463 945.488 3.781.951 7 2.503.886 834.628 3.338.514 8 2.536.574 845.525 3.382.099 9 2.569.262 856.420 3.425.682 10 2.601.950 867.317 3.469.267 IV C IV D

Upah Tunjangan Upah Upah Tunjangan Upah

pokok Tetap pokok Tetap

2.860.961 953.653 3.814.614 3.254.120 1.084.707 4.338.827

2.901.509 967.170 3.868.679 3.297.026 1.099.069 4.396.275

2.942.059 980.686 3.922.745 3.340.293 1.113.431 4.453.724

2.982.608 994.202 3.976.810 3.383.380 1.127.793 4.511.173

Upah dan insentif yang diberikan terus meningkat setiap tahunnya, dimana peningkatannya berdasarkan keputusan Direksi. Tabel 6 ini akan menunjukan besarnya upah dan insentif untuk seluruh karyawan pelaksana

TABEL 6

Komposisi Upah dan Insentif Karyawan Pabrik Gula Sei Semayang

Tahun 2005 – 2008 Tahun Jumlah Upah Jumlah Insentif Jumlah Upah dan Insentif

Karyawan (Upah + Insentif) : jumlah Karyawan 2005 9.980.954.340 329.109.593 10.310.063.993 533 19.343.460 2006 10.819.915.370 425.434.265 11.245.349.635 547 20.558.226 2007 15.238.457.069 521.758.937 16.250.216.006 532 30.545.519 2008 14.230.157.733 618.083.609 14.848.241.342 511 20.057.224 2. Produktivitas Kerja

Sesuai dengan pengertian produktivitas yang merupakan perbandingan total pengeluaran dengan total pemasukan dapat menunjukan sampai dimana pimpinan dan karyawan telah merealisasikan program atau target yang ditetapkan guna mencapai tujuan perusahaan. Di dalam menyelidiki produktivitas kerja karyawan di PGSS, penulis berpedoman pada jumlah produksi yang dihasilakan, hasil wawancara, dan fakta di lapangan.

3.063.707 1.021.236 4.084.943 3.469.553 1.156.517 4.626.070

3.104.256 1.034.752 4.139.008 3.512.639 1.170.879 4.683.518

3.144.806 1.048.268 4.193.074

3.185.354 1.061.785 4.247.139

Output diperusahaan ini adalah gula yang dihasilkan pabrik. Dikarenakan PGSS merupakan pabrik yang mengelola tebu menjadi gula, output akan lebih banyak dihasilkan dan mencapai target yang dihasilkan apabila tebu yang akan diolah kondisinya bagus dan jumlah tebu mencukupi kapasitas produksi. Walaupun tebu adalah faktor yang menentukan terjadinya kenaikan atau penurunan produktivitas, dari catatan hasil produksi selalu mengalami penurunan dari tahun 2006 – 2008.

Perbandingan antara input dan output dalam mengukur produktivitas kerja pabrik gula Sei semayang dalam empat tahun terakhir adalah sebagai berikut:

TABEL 7

Produktivitas Tenaga Kerja Tahun 2005 – 2008 Tahun Jumlah Output

(Produksi Jumlah Input (Pegawai) Produktivitas (Output : Input) 2005 247.617.420 kg 533 464.573 kg 2006 382.408.390 kg 547 699.102 kg 2007 346.100.400 kg 532 650.564 kg 2008 273.863.370 kg 511 535.936 kg

Sumber: Diolah dari laporan produksi pabrik gula sei semayang

Table 7 menunjukan bahwa setiap tahunya tidak selalu mengalami kenaikan. Ini didasarkan karena jumlah produksi tidak sebagai acuan utama dalam pengukuran produktivitas, sehingga karyawan tidak termotivasi untuk meningkatkan jumlah produksi. Hal ini juga terlihat pada jumlah produksi yang

ditargetkan dengan yang diperoleh, menunjukan tidak pernah mencapai yang ditargetkan, dimana kenyataan ini dapat dilihat dalam table 8.

TABEL 8.

RKAP DAN REAL PRODUKSI Tahun 2005 – 2008

Tahun RKAP (KG) REAL (KG) PERSENTASE 2005 390. 446.120 247.617.420 63,42 %

2006 487.294.240 382.408.930 78,48 % 2007 447.286.050 346.100.400 77,38 % 2008 322.824.280 273.863.370 84,83 %

Sumber: Diolah dari laporan produksi pabrik gula sei semayang

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan pejabat kantor, ada beberapa factor yang menghambat peningkatan produktivitas, yaitu:

a. Sistem penilaian kinerja karyawan.

Sistem penilaian kinerja yang dilakukan di PGSS yaitu sistem strata. Sistem strata yaitu sistem yang dipergunakan untuk merencanakan dan mengendalikan sumber daya manusia di dalam karir dengan membuat pengelompokan pangkat, golongan, dan jabatan tertentu berdasarkan tingkat wewenang dan tanggung jawab yang diatur. Kekurangan sistem ini yaitu apabila pekerja sudah menempati posisi jabatan tertentu, maka pekerja tersebut akan tetap berada di posisi tersebut sampai kapanpun, kecuali ada promosi kenaikan jabatan.

Dimana promosi ini jarang sekali terjadi, jika ada posisi yang kosong karena pekerja yang menempati posisi tersebut pangsiun atau meninggal dunia baru terjadi promosi. Karena kenaikan pangkat kemungkinannya hanya kecil dan membutuhkan waktu yang lama, hal ini mengakibatkan kurangnya minat pekerja untuk meningkatkan kinerja mereka.

Adapun unsur-unsur penilaian kinerja karyawan apabila ingin menuju jenjang karir yang lebih tinggi yaitu:

1) Kemampuan teknis, terdiri dari 6 (enam) sub unsur: - kemampuan kerja

- kecepatan kerja - daya tangkap

- fesiensi dan efektivitas kerja - penguasaan pekerjaan - kualitas kerja

2) Kepribadian dan Penampilan, terdiri dari 9 (sembilan) sub unsur: - kejujuran

- kedisiplinan - keadaan fisik - kerajinan

- ketelitian / keermatan

- presensi dan ketepatan waktu kerja - motivasi diri

- tanggung jawab - kreativitas

Dokumen terkait