• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistematika penulisan digunakan untuk mempermudah isi yang ada pada penelitian ini, maka penulis melakukan sistematisasi penulisan hingga menjadi satu kesatuan yang runtut.

Sistematika dalam penulisan tesis ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian awal. Bagian inti, dan bagian akhir. Bagian awal terdiri dari halaman judul, halaman surat pernyataan, halaman Persetujuan pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel dan daftar lampiran.

Bagian inti berisi uraian penelitian mulai dari bagian pendahuluan sampai bagian penutup yang tertuang dalam bentuk bab-bab sebagai satu-kesatuan. Pada tesis ini penulis menuangkan hasil penelitian dalam empat bab. Pada tiap bab terdapat sub-sub bab yang menjelaskan pokok bahasan dari bab bersangkutan. Bab I tesis ini berisi gambaran umum penulisan tesis yang meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan

35

kegunaan penelitian, kajian pustaka, landasan teori, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.

Bab II berisi gambaran umum tentang SMA Negeri 1 Ngemplak Pembahasan pada bagian ini difokuskan pada letak geografis, sejarah singkat, visi dan misi, struktur organisasi, guru dan karyawan, siswa, dan sarana prasarana yang ada pada SMA Negeri 1 Ngemplak. Berbagai gambaran tersebut dikemukakan terlebih dahulu sebelum membahas berbagai hal tentang penerapan model pembelajaran pada bagian selanjutnya.

Setelah membahas gambaran umum lembaga, pada bab III berisi pemaparan data hasil penelitian yang telah dianalisis mengenai model pembelajaran one day, one problem dalam meningkatkan self-regulated problem solving siswa pada mata pelajaran PAI di SMAN 1 Ngemplak.

Adapun bagian terakhir dari bagian inti adalah bab IV. Bagian ini disebut penutup yang memuat simpulan, saran-saran, dan kata penutup.

Pada bagian akhir pada tesis ini terdiri dari daftar pustaka dan berbagai lampiran yang terkait dengan penelitian.

115 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Dari uraian dan analisis hasil penelitian yang teah dipaparkan pada bab I sampai bab III, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Penerapan one day, one problem di SMAN 1 Ngemplak yaitu, tahap pertama merupakan tahap persiapan, disini guru memerlukan persiapan berupa penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. Tahap kedua merupakan tahap pelaksanaan. Pada tahapan ini, setelah guru menjelaskan materi, siswa diminta membentuk kelompok. Masing-masing kelompok diberikan satu atau dua masalah disesuaikan dengan kondisi. Selanjutnya, siswa diminta untuk melakukan mini research terkait dengan tema yang diberikan. Setelah diskusi, siswa harus menemukan solusi dari masalah yang diberikan, dan di sela-sela sesi tersebut, siswa diminta untuk mengkonsultasikan kemajuan diskusinya dengan guru. Setelah selesai, siswa mempresentasikan dan melakukan sesi tanya jawab dengan kelompok lainnya. Tahap terakhir adalah penilaian. Guru melakukan penilaian berdasarkan pengamatan guru di kelas ketika siswa diskusi, presentasi dan tanya jawab. Selain itu, guru juga menilai dengan memberikan siswa beberapa soal yang akan menguji kemampuan pemahaman siswa mengenai materi yang telah diberikan.

116

2. Kemampuan self-regulated problem solving siswa tergolong tinggi walaupun ada beberapa aspek yang belum terpenuhi. Tetapi berdasarkan cara mereka dalam menyelesaikan masalah, mereka sudah mampu menyelesaikan dan mengerahkan kemampuan dirinya untuk menemukan solusi dari masalah yang dihadapi. Kemandirian mereka terlatih dengan baik melalui pembelajaran dengan model one day, one problem sehingga ketika menghadapi masalah, dirinya dapat menentukan caranya sendiri, agar masalah yang dihadapi dapat terselesaikan dengan baik.

3. Ada beberapa alasan mengapa model pembelajaran one day, one problem dapat meningkatkan kemampuan self-regulated problem solving siswa. Yang pertama adalah pembiasaan latihan, siswa menjadi terbiasan dalam menyelesaikan masalah dan menemukan solusi yang tepat dalam pemecahan masalah. Yang kedua adalah kemandirian, siswa dapat memiliki kemandirian ketika proses pemecahan masalah.

Yang ketiga adalah kemampuan menganalisis masalah, kemampuan ini didapatkan ketika siswa berdiskusi untuk menemukan solusi dari masalah ketika mendapatkan perlakuan one day, one problem. Yang keempat adalah kemampuan mengambil dan menetapkan keputusan, dalam pembelajaran menggunakan one day, one problem, siswa akan dihadapkan pada beberapa solusi, dan mereka perlu menetapkan satu solusi yang sesuai, dari tahapan tersebut siswa dapat berlatih dalam menetapkan keputusan. Yang kelima adalah kemampuan

117

mengorganisasi dan merencanakan sesuatu. Dari pembelajaran one day, one problem siswa dapat berlatih bagaimana caranya menyelesaikan masalah dengan langkah-langkah yang tepat.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa penerapan one day, one problem ini dapat membantu siswa dalam proses penyelesaian masalah. Seperti halnya teori dari O’Grady dan Elaine Yew, bahwa siswa ditantang setiap hari dengan masalah yang berbeda dalam setiap pertemuan dari kehidupan nyata mereka. Sepanjang pertemuan, mereka akan terlibat dalam diskusi kelompok kecil, pembelajaran secara mandiri, dan berdiskusi dengan guru yang berperan sebagai fasilitator untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Apabila dalam setiap pertemuannya siswa dapat menyelesaikan masalah, hal itu akan berlanjut dan menjadi kebiasaan. Dari proses tersebut, dalam setiap pertemuan siswa akan melatih dirinya untuk menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan Pendidikan Agama Islam.

Dengan adanya model one day, one problem, siswa diharapkan terbiasa menyelesaikan masalah. Sesuai dengan nama model tersebut, dalam satu hari siswa akan terus melakukan proses penyelesaian masalah.

Proses pada pertemuan selanjutnya, siswa juga akan melakukan proses yang sama, permasalahan yang diangkat tidak hanya materi akademis saja tetapi juga berkaitan dengan kehidupan sosial mereka. Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Ormrod bahwa penyelesaian masalah tidak hanya

118

dilakukan pada segi akademis saja, melainkan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sosial mereka.

Dengan adanya model ini juga diharapkan proses pembelajaran akan menghasilkan perubahan pada perilaku siswa. Seperti yang dikemukakan oleh Hamdayana bahwa model pembelajaran merupakan sebuah perencanaan pengajaran yang menggambarkan proses yang ditempuh pada proses belajar mengajar agar dicapai perubahan spesifik pada perilaku siswa seperti yang diharapkan. Apabila dalam setiap pertemuannya siswa dapat menyelesaikan masalah, hal itu akan berlanjut dan menjadi kebiasaan.

B. Saran-saran

Seluruh proses telah dilaksanakan tentunya tidak akan lepas dari ketidaksempurnaan. Setelah mengadakan penelitian, peneliti memberikan beberapa saran terkait dengan pelaksanaan model pembelajaran one day, one problem dalam meningkatkan kemampuan self-regulated problem solving siswa pada mata pelajaran PAI, antara lain:

1. Dalam proses pelaksanaan one day, one problem, guru sebaiknya menampilkan powerpoint atau menampilkan sebuah tayangan video untuk memberikan stimulasi yang kuat bagi siswa.

2. Guru sebaiknya memberikan variasi pada masalah yang diberikan kepada peserta didik. Untuk menemukan variasi masalah, guru

119

memang perlu up to date mengenai masalah-masalah yang ada pada masa kini.

3. Bagi siswa SMAN 1 Ngemplak khususnya kelas X, sebaiknya mampu menjaga sikapnya ketika pembelajaran. Terkadang, sikap mereka terkesan tidak serius dan terlalu menyepelekan ketika pelajaran di kelas.

4. Siswa juga perlu memperbanyak referensi dari buku daripada dari internet. Karena ketika sesi diskusi mereka sepenuhnya terpaku pada smartphone nya. Jika siswa tidak bisa berhati-hati dalam penggunaan, bukan tidak mungkin mereka akan menggunakan referensi yang tidak sesuai.

5. Guru juga perlu mensiasati siswa agar semangat dalam pembelajaran, situasi di siang hari menjadikan siswa tidak semangat dalam belajar, agar siswa dapat semangat belajar, guru dapat memberikan ice breaking di sela-sela penjelasan atau ketika sebelum pembelajaran dimulai. Hal tersebut berguna agar siswa kembali bersemangat dan siap melaksanakan pembelajaran.

Dokumen terkait