BAB I PENDAHULUAN
1.6. Metode Penelitian
1.6.6. Sistematika Penulisan
Penelitian ini terbagi dalam lima bab, dengan sistematika penulisan sebagai berikut :
Bab I – Pendahuluan meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kerangka pemikiran yang terdiri dari level analisis dan landasan pemikiran, hipotesis, dan metodologi penelitian yang terdiri dari definisi konseptual dan operasional, tipe dan jangkauan penelitian, teknik pengumpulan dan analisis data serta sistematika penulisan.
Bab II – Dinamika Hubungan Rusia dan Ukraina dari tahun 2004 hingga tahun 2013.
Bab III – Uni Eurasia sebagai Integrasi Ekonomi Regional Rusia
Bab IV – Analisis data terkait hubungan bilateral Rusia dan Ukraina dan hubungan multilateral kedua negara tersebut dengan Commonwealth of
Independent States (CIS) untuk Uni Eurasia. BAB V - Kesimpulan.
HUBUNGAN BILATERAL RUSIA DAN UKRAINA TAHUN 2004-TAHUN 2013
Runtuhnya Uni Soviet tahun 1991 menandai berakhirnya masa perang dingin (cold war). Hal tersebut menjadi babak baru bagi Rusia dan Ukraina. Ukraina merupakan negara merdeka yang berdiri sendiri pasca runtuhnya Uni Soviet, sedangkan Rusia merupakan negara turunan langsung Uni Soviet. Dinamika hubungan bilateral antara Rusia-Ukraina terjadi pasca runtuhnya Uni Soviet tahun 1991. Pada bab II ini akan dijelaskan secara rinci berdasarkan pemaparan data yang dilakukan penulis terkait dinamika dan perkembangan hubungan bilateral Rusia- Ukraina. Bab ini akan diawali dengan flashback hubungan bilateral Rusia-Ukraina tahun 1991-tahun 2003 dan dilanjutkan dengan melihat perkembangan hubungan bilateral Rusia-Ukraina terbagi menjadi tiga subbab berdasarkan kepemimpinan atau administrasi di Rusia yakni (1) hubungan bilateral Rusia-Ukraina tahun 2004- tahun 2007; (2) hubungan bilateral Rusia-Ukraina tahun 2008-tahun 2011; dan (3) hubungan bilateral Rusia-Ukraina tahun 2012 hingga awal tahun 2013. Dalam bab ini akan disertakan subbab khusus terkait perekonomian Rusia-Ukraina tahun 2004 hingga tahun 2012 sebagai penguat fokus penelitian ini sesuai jangkauan waktu penelitian yakni tahun 2004-awal tahun 2013.
2.1. Hubungan Bilateral Rusia–Ukraina Tahun 1991–2003
Secara geografi, letak wilayah kedua negara ini saling berhubungan langsung satu dengan lainnya. Pasca runtuhnya Uni Soviet tahun 1991 menjadi awal baru bagi kedaulatan masing-masing negara. Bulan November 1990, kedua negara menandatangani perjanjian untuk saling peduli satu dengan yang lain berdasarkan kedaulatan dan integrasi teritorial masing-masing negara (Felgenhauer, 1999: 3).
Gambar 2.1. Peta Rusia dan Ukraina
Sumber : Tribunnews.com, 2011.
Perjanjian tersebut menjadi awal hubungan bilateral Rusia-Ukraina. Dimulai pada tanggal 20 April hingga 30 April 1992, Rusia dan Ukraina mengadakan pertemuan di Odessa, Ukraina untuk membahas masalah BSF13 (Black Sea Fleet) (Felgenhauer, 1999: 5). Dalam membahas permasalahan BSF, terdapat tiga hal penting yang dibicarakan kedua negara tersebut yakni (1) divisi kapal perang antara Rusia dan Ukraina di laut hitam; (2) pangkalan Militer di Crimea14 khususnya di
13 Laut Hitam (Black Sea) merupakan wilayah laut yang berada di tenggara Eropa dan berada di
wilayah Asia. Wilayah laut ini berhubungan langsung dengan Rusia dan Ukraina. (Grolier, 1984).
Sevastopol; dan (3) pengaruh atau upaya kontrol dua negara tersebut di wilayah semenanjung (Felgenhauer, 1999). Selain membahas masalah wilayah Laut Hitam, kedua negara ini juga membahas hubungan persahabatan dan kerjasama bilateral di luar isu tersebut.
Gambar 2.2. Peta Laut Hitam (Black Sea)
Sumber : Google Maps, 2014.
Pasca pertemuan Odessa, terjadi dua pertemuan lain sebagai lanjutan dari proses negosiasi antara Rusia dan Ukraina antara lain : (1) tanggal 23 Juni 1992 di Dagomys, Rusia. Pertemuan Dagomys membahas upaya penguatan hubungan bersaudara Rusia–Ukraina dan kolaborasi menguntungkan kedua negara tersebut dan (2) tanggal 17 Juli 1992, kedua negara tersebut bertemu lagi di Sevastopol,
Crimea. Kedua pertemuan tersebut diakhiri dengan Pertemuan Yalta15 yang terjadi tanggal 3 Agustus 1992 (Felgenhauer, 1999). Pertemuan Yalta menghasilkan perjanjian Yalta yang berisikan tiga hal penting dalam hubungan bilateral Rusia- Ukraina di wilayah Laut Hitam meliputi (1) kontrol bersama – Ukraina dan Rusia
15 Sebelum perjanjian Yalta terjadi, kedua negara ini mengalami pasang surut dalam upaya
– di wilayah Laut Hitam; (2) perjanjian tersebut berlangsung selama tiga tahun dimulai tahun 1992 hingga tahun 1995; dan (3) permasalahan yang terjadi antara Pelaut Rusia dan Ukraina dibatalkan (Felgenhauer, 1999: 7).
Memasuki tahun 1993, Ukraina mengakhiri perjanjian Yalta dikarenakan Rusia melanggar aturan dalam perjanjian tersebut terkait armada Rusia di wilayah Laut Hitam (Felgenhauer, 1999). Gagalnya perjanjian Yalta tidak menghentikan upaya negosiasi Rusia-Ukraina untuk mengatasi permasalahan di wilayah Laut Hitam. Salah satu bentuk negosiasi kedua negara tersebut yakni negosiasi yang terus berjalan meski terjadi pergantian kepemimpian di Ukraina akibat pemilu tahun 1994 yang memenangkan Kuchma sebagai Presiden Ukraina menggantikan Kravchuk (bbcnews.com, 2014). Negosiasi tersebut meski tidak mencapai titik temu terkait masalah di Laut Hitam yang berujung dengan deadlock16, tetapi pada tahun 1994, kedua negara ini menandatangani hubungan bilateral terkait sektor gas alam (Razumkov Center, 2009). Kedua negara tersebut hingga tahun 1996-an, masih melakukan proses negosiasi terkait permasalahan di Laut Hitam.
Tanggal 28 Mei hingga 30 Mei 1997 (Felgenhauer, 1999: 1), negosiasi antara kedua negara tersebut menghasilkan dua perjanjian besar yang disebut dengan Big
Treaty17 (Stewart, 1997). Big Treaty ditandatangani langsung oleh Perdana Menteri Ukraina, Pavlo Lazarenko dan Perdana Menteri Rusia, Viktor Chernomyrdin. Penandatanganan tersebut dilakukan selama dua kali, dimulai tanggal 28 Mei 1997
16 Ketidaksepakatan. Jalan buntu. Situasi dimana adanya berbagai pihak yang berpengaruh yang
tidak memberikan pengaruh dari hal yang dilakukan. (Oxford Dictionary, 2014).
17 Dua perjanjian utama Ukraina–Rusia yakni the Black Sea Fleet Accords dan perjanjian kerjasama. Perjanjian kerjasama antara Rusia dan Ukraina tidak dipublikasikan secara umum berbeda dengan
kedua negara ini menandatangani The Black Sea Fleet Accords18 dan tanggal 30 Mei 1997 membahas perjanjian persahabatan, kerjasama, dan partnership antara Rusia dan Ukraina (Kementerian Luar Negeri Ukraina, tt). Di dalam perjanjian The
Black Sea Fleet Accords yang ditandatangani tanggal 28 Mei 1997, perjanjian
tersebut berisikan :
“.. (1) The two nations split the BSF 50-50 with Russia to buy back some of the more modern ships with cash; (2) Russia will lease the ports in and around Sevastopol for 20 years at $97.75 million per year. Russia would also credit Ukraine with $526 million for the use of part of the fleet, as well as $200 million for the 1992 transfer of Ukraine's nuclear arsenal to Russia. The payments will go toward reducing Ukraine's $3 billion debt to Russia (most of which was owed to Russian gas supplier RAO Gazprom); dan (3) Crimea (and the city of Sevastopol, built 214 years ago to proclaim the Russian empire's eternal dominion over the seas) is legally and territorially a sovereign part of Ukraine..”.
(Felgenhauer, 1999).
Secara singkat, perjanjian tersebut membahas tiga hal penting terkait wilayah Laut Hitam yakni (1) pembagian Laut Hitam menjadi milik Ukraina dan Rusia terbagi dalam persentase 50:50 dan pembayaran kapal perang modern secara tunai; (2) pangkalan militer Rusia di Sevastopol, Crimea selama 20 tahun ke depan senilai 97.75 juta US dollar pertahun dan Rusia memberikan kredit bagi Ukraina senilai 526 juta US dollar untuk menggunakan armada Rusia. Pembayaran Rusia terhadap Ukraina akan dilakukan dengan mengurangi hutang Ukraina dengan Gazprom19 di sektor gas alam; dan (3) Crimea merupakan wilayah legal kedaulatan negara Ukraina. Berbeda dengan The Black Sea Fleet Accords yang dipublikasi, perjanjian kedua negara terkait hubungan persahabatan, kerjasama dan partnership antara
18 Perjanjian yang menyepakati akan status dan kondisi kehadiran Armada Rusia di wilayah laut
hitam milik Ukraina (Felgenhauer, 1999).
19 Perusahaan Gas Alam Rusia. Perusahaan ini menjadi perusahaan nasional Rusia disektor energi.
Selain itu perusahaan ini sebelumnya pernah diprivatisasi pada masa Yeltsin–Putin, dan dinasionalkan kembali pada masa kepemimpinan Putin tahun 2000 (Gazprom, tt).
Rusia-Ukraina tidak dipublikasi (Stewart, 1997). Melalui kedua perjanjian tersebut, hubungan Rusia dan Ukraina mengalami normalisasi kembali, yang sebelumnya sempat merenggang akibat negosiasi Big Treaty. Perjanjian tersebut berlaku selama sepuluh tahun yang dalam proses ratifikasi, dilakukan oleh kedua parlemen negara dan keberlanjutan secara langsung (Stewart, 1997).
Memasuki tahun 1998, terjadi krisis ekonomi di Rusia atau disebut dengan krisis Rouble. Krisis tersebut disebabkan oleh ketidakstabilan mata uang Rusia, Rouble dan kegagalan perbaikan ekonomi yang dilakukan oleh Presiden Yeltsin (1991-1999). Ukraina masih menggunakan nilai mata uang Rusia – meski sudah menetapkan mata uang negara sendiri di tahun 1996 (Pirani, 2007) – terkena dampak dari krisis Rouble. Krisis ini menyebabkan jatuhnya perekonomian Rusia dan Ukraina. Krisis ekonomi tersebut tidaklah memudarkan hubungan bilateral Rusia-Ukraina. Bentuk hubungan bilateral kedua negara tersebut melalui kerjasama ekonomi tahun 1998. Kerjasama ekonomi tahun 1998 dilakukan untuk menghidupkan kembali hubungan perdagangan dua negara tersebut. Kerjasama tersebut membahas tantangan dalam perdagangan hingga kerjasama Rusia-Ukraina di sektor industri (Tsygankov, 2010). Kerjasama tersebut berkembang hingga tahun 2000. Pada tahun 2000, muncul perjanjian gas alam yang membahas harga impor gas alam Ukraina dari Rusia senilai 40 U$ dollar/1000cm3 atau dalam satuan bcm20 (Pirani, 2007).