BAB III METODE PENELITIAN
H. Sistematika Penulisan
Dalam melakukan penulisan skripsi, akan dibagi dalam lima bagian penulisan dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini memuat uraian tentang latar belakang, masalah batasan masalah, rumusan masalah, selanjutnya diakhiri dengan tujuan dan kegunaan penelitian.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Dalam bab ini penulis membahas mengenai tinjauan umum tentang pertanggungjawaban perusahaan, tinjauan umum tentang perlindungan hukum, tinjauan umum tentang kemitraan
47
BAB III METODE PENELITIAN
Dalam bab ini berisi tentang konsep-konsep yang berhubungan dengan pembahasan dalam penelitian, jenis dan sifat penelitian, pendekatan penelitian, sumber data, teknik pengumpulan bahan hukum, teknik analisis data, serta sistematika penulisan.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini penulis akan memaparkan dan membahas hasil sesuai dengan rumusan masalah yaitu, pertanggungjawaban perusahaan aplikasi Gojek atas mitra yang mengalami kecelakaan lalu lintas dan faktor yang menghambat pertanggungjawaban perusahaan aplikasi Gojek atas mitra yang mengalami kecelakaan lalu lintas BAB V PENUTUP
Bab ini memuat uraian tentang kesimpulan dan saran.
73
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari data-data mengenai pertanggungjawaban perusahaan aplikasi Gojek atas mitra kerja yang mengalami kecelakaan lalu lintas, maka dapat disimpulkan bahwasanya:
1. Pertanggungjawaban perusahaan aplikasi Gojek atas mitra kerja yang mengalami kecelakaan lalu lintas ialah dengan pendampingan dan/
atau mewakili mitra bertemu dengan lawan kecelakaan untuk mencari solusi setelah terjadi kecelakaan. Kemudian PT. Gojek Indonesia juga menyediakan program asuransi untuk mitra driver, yang mana mitra bisa mendapat perlindungan cacat tetap total/parsial akibat kecelakaan, biaya pengobatan akibat kecelakaan dan perlindungan aset/barang pribadi jika mitra kecelakaan pada saat menjalankan orderan. Namun hal ini tidak terlaksana dengan optimal, dikarenakan sistem claim asuransi ini bersistem rembust. Yang artinya jika mitra tidak mempunyai uang saat keadaan darurat setelah kecelakaan tersebut, maka pihak perusahaan tidak akan membantu masalah biaya ini walaupun dengan keadaan yang darurat.
2. Faktor yang menghambat pertanggungjawaban perusahaan Gojek atas mitranya yang mengalami kecelakaan ialah sulitnya mediasi saat lawan
74
yang tidak ingin damai dan kemudian tim satuan petugas lapangan telat sampai ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), hal dikarenakan jauhnya jarak dan situasi arus lalu lintas, kemudian sistem santunan yang diberikan oleh perusahaan dengan sistem rembust, yang akibatnya jika mitra mengalami kecelakaan tidak mempunyai uang untuk pengobatan, maka santuan tidak akan diberikan oleh perusahaan.
Kemudian perusahaan berkerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, namun masih banyak mitra yang belum mendaftarkan diri pada program ini. Akibatnya pertanggungjawaban perusahaan tidak bisa diberikan oleh perusahaan.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari data-data mengenai pertanggungjawaban perusahaan aplikasi Gojek atas mitra kerja yang mengalami kecelakaan lalu lintas, maka penulis mempunyai saran sebagai berikut:
1. Pemerintah sebaiknya mengeluarkan peraturan Perundang-undangan khusus untuk transportasi online demi adanya kepastian hukum
2. Kepada perusahaan penyedia aplikasi perlu adanya penyediaan informasi lebih jelas dan dapat diakses secara mudah oleh pihak mitra driver mengenai santunan kecelakaan dan perlu adanya sosialisasi ataupun edukasi kepada mitra driver mengenai perubahan kebijakan dari pihak perusahaan
3. Mitra driver sebisa mungkin mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan, agar ketika terjadi kecelakaan pada saat tidak menjalankan orderan maka biaya pengobatannya bisa ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Abdulkadir Muhammad, Hukum Perusahaan Indonesia, Bandung : PT. Citra Aditya Bakti, 2010
Ali Zainuddin, Metode Penelitian Hukum, Jakarta: PT. Sinar Grafindo, 2014
Amirudin dan Zainal Asakin, Pengantar Metode Penelitian Hukum, Jakarta : PT.
Raja Grafindo Persada, 2004
Andi Hamzah, Kamus Hukum, Ghalia Indonesia, 2005.
Bambang Sunggono, Metodelogi Penelitian Hukum, Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada, 2005
Bambang Waluyo, Penelitian Hukum dalam Praktek, Jakarta : Sinar Grafika, 2008 C.S.T. Kansil dan Charistine S.T. Kansil, Pengantar Ilmu Hukum Indonesia, Jakarta:
Rineka Cipta, 2014
Gerry Silaban dan Salomo Perangin-angin, Hak Dan Atau Kewajiban Tenaga Kerja Dan Pengusaha/Pengurus Yang Ditetapkan Dalam Peraturan Perundangan Keselamatan Dan Kesahatan Kerja, Medan: USU Press, 2008
Ishaq, Dasar-Dasar Ilmu Hukum, Jakarta: Sinar Grafika, 2018, Cet ke-2
Jonaedi Efendi dan Johny Ibrahim, Metode Penelitian Hukum Normatif dan Empiris, Depok: Prenadamedia Group, 2018, Edisi Kedua
M. Syamsudi, Operasionalisasi Penelitian Hukum, Jakarta: PT RajaGrafindoPersada, 2007
Mariam Darus Badrulzaman, Hukum Perikatan Dalam KUH Perdata Buku Ketiga, Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2015
Muladi dan Dwidja Priyatno, Pertanggungjawaban Pidana Korporasi, Jakarta:
Kencana Prenada Media Group, 2010
Munir Fuadi, Konsep Hukum Perdata, Jakarta: Rajawali Pers, 2015
R. Soeroso. Pengantar Ilmu Hukum, Jakarta: Sinar Grafika, 2011
Romli Atmasasmita, Asas-asas Perbandingan hukum Pidana, Jakarta: Yayasan LBH, 1989, Cet ke-1
Salim HS dan Erlies Septiana, Penerapan Teori Hukum Pada Penelitian Tesis dan Disertasi, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2013
Salim HS, Pengantar Hukum Perdata Tertulis (BW), Jakarta: Sinar Grafika, 2008 Setiyono, Kejahatan Korporasi, Malang: Averroes Press, 2002
Soekidjo Notoatmojo, Etika dan Hukum Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta, 2010 Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta, Universitas Indonesia
Press Universitas Indonesia Press,2014
Sunggono bambang, metodelogi Penelitian Hukum, Jakarta :PT.RajaGrafindo Persada, 2005
Suratman, et.al ,Metode Penelitian Hukum, Jakarta : Alfabeta, 2015
World Health Organization, Global Status Report On Road Safety: Time For Action, Switzerland: WHO, 2021
Jurnal
Adriano. “Menguji Konsep Pertanggungjawaban Pidana Korporasi” dalam Jurnal Yuridika, Volume 28., No.3, (2013)
Annisa Hidayati & Lucia YH, “Resiko Kecelakaan Lalu Lintas Berdasar Pengetahuan, Penggunaan Jalur dan Kecepatan Berkendara dalam Jurnal Berkala Epidemioogi, Volume 4., No, 2., (2016)
Ari, Muhammad As, “Perlindungan Hukum Terhadap Perjanjian Jasa Transportasi Online” dalam Islamic business law review Volume 1 No. 1, (2019)Dhevi Nayasari, “Aspek Pertanggungjawaban Pengemudi Ojek Online Dalam Kasus Kecelakaan Yang Melibatkan Penumpang Dilihat Dari Hukum Perlindungan
Konsumen” dalam Jurnal Independent Fakultas Hukum Universitas Islam Lamongan
Aryo Dwi Prasnowo & Siti Malikhatun Badriyah, “Implementasi Asas Keseimbangan Bagi Para Pihak dalam Perjanjian Baku” dalam Jurnal Magister Hukum Udayana, Volume 8., No. 1., (2019)
Dedek Okta Astawa dan Ida Bagus Putra Atmaja, “Hubungan Hukum Antara Perusahaan Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi Online dengan Driver” dalam Kertha Negara, Volume 7., No. 6., (2019)
Hanifah Sartika Putri, dkk, “Perlindungan Hukum Terhadap Keselamatan Dan Keamanan Pengemudi Ojek Online Untuk Kepentingan Masyarakat” dalam Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, Volume 1., Nomor 3., (2019)
Luthvi Febryka Nola,”Perjanjian Kemitraan Vs Perjanjian Kerja bagi Pengemudi Ojek Online” dalam Info Singkat, Volume X., No. 7., April, (2018)
M. Roesli, et.al “Kedudukan Perjanjian Baku Dalam Kaitannya Dengan Asas Kebebasan Berkontrak” dalam Jurnal Ilmu Hukum, Volume 15., No. 1., (2019)
Paparang F, Jurnal Hukum Unsrat : Misbruik Van Omstandigheden dalam Perkembangan Hukum Kontrak dikutip dari Ahyuni Yunus, “Penyalahgunaan Keadaan Dalam Bentuk Perjanjian Baku dalam Kanum Jurnal Ilmu Hukum, Volume 21., No. 2., (2019)
Salsabila, et.al “Aturan Main Pada Keselamatan Kerja Ojek Online: Studi Kasus di Pt. Gojek Indonesia Cabang Surabaya”, dalam Jurnal Bisnis dan Ekonomi Islam Terakreditasi, Volume. 05., No. 2., (2020)
Peraturan Perundang-Undangan
Indonesia, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 1997 Tentang Kemitraan
Indonesia, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 1
Indonesia, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Pelindungan Konsumen Indonesia, Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995 Tentang Kemitraan
Putusan MK nomor 41/PUU-XVI/2018
Gojek, “Ketentuan Penggunaan Aplikasi Mitra” artikel dari https://www.gojek.com/id-id/app/goride-protectplus-driver-contract/ diakses pada 22 November 2022, pukul 20.00 WIB
Gojek, “Panduan Klaim Santunan Kecelakaan dari Gojek untuk Driver GoRide”
artikel dari https://driver.go-jek.com/s/article/Panduan-Klaim-Santunan-Kecelakaan-dari-Gojek-untuk-Driver GoRide Diakses pada 1 September 2022,Pukul 17.00 WIB
Gojek, “Syarat dan Ketentuan”, artikel dari https://www.gojek.com/id-id/terms-and-condition/goride/ Diakses pada 3 September 2022, pukul 20.00 WIB
Gojek, “Tingkatkan Perlindungan, GOJEK dan BPJS Ketenagakerjaan Sediakan Kemudahan Akses Layanan Jaminan Solsial untuk Mitra Pengemudi” artikel dari https://www.gojek.com/blog/gojek/go-jek-dan-bpjs-ketenagakerjaan-padang/ Diakses pada 20 September 2022
http://dephub.go.id diakses 29 Maret 2022 pukul 16.00 WIB http://dephub.go.id diakses 29 Maret 2022 pukul 16.00 WIB
https://databoks.katadata.co.id diakses 29 Maret 2022
Kamus Besar Bahasa Indonesia Online diakses pada 25 Maret 2022 pukul 20.00 WIB dari https://kbbi.web.id/tanggung+jawab
Kamus Besar Bahasa Indonesia Online diakses pada 27 Maret 2022 pukul 20.16 WIB dari https://kbbi.web.id/lindung
Kamus Besar Bahasa Indonesia Online diakses pada 3 Desember 2021 pukul 12.44 WIB dari Http://kbbi.web.id/janji
kumparanNEWS, “Kemenhub Tanggapi Putusan MK, Ojol Sulit Jadi Transportasi Umum” artikel dari https://kumparan.com/kumparannews/kemenhub-tanggapi-putusan-mk-ojol-sulit-jadi-transportasi-umum-27431110790535177 Diakses pada 12 September 2022, Pukul 15.00 WIB
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA UNTUK MITRA DRIVER PT. GOJEK INDONESIA KANTOR OPERASIONAL
PEKANBARU
Sebelum memulai pertanyaan terkait permasalahan yang diteliti, terlebih dahulu penulis memperkenalkan diri dan bertanya nama serta asal basecamp mitra driver (jika tergabung dalam basecamp), selanjutnya pertanyaan yang diajukan
penulis pada mitra driver adalah sebagai berikut:
1. Apakah bapak/ibu pernah mengalami kecelakaan saat menjalankan atau tidak menjalankan orderan?
2. Bagaimana kronologi peristiwa kecelakaan bapak/ibu tersebut?
3. Apakah bapak/ibu mengetahui adanya santunan kecelakaan dari PT. Gojek Indonesia?
4. Apakah bapak/ibu melaporkan jika terjadi kecelakaan?
5. Mengapa bapak/ibu tidak melaporkan kecelakaan tersebut? *jika mitra tidak melaporkan
6. Apakah bapak/ibu mempunyai jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan?
driver mengalami kecelakaan?
2. Bagaimana upaya perusahaan dalam menekan angka kecelakaan dari mitra driver?
3. Bagaimana biasanya cara penyelesaian kasus kecelakaan mitra driver dilapangan jika ada lawan kecelakaan lalu lintas?
4. Apakah saat mitra kecelakaan dan sedang menalankan orderan hal ini berpengaruh pada poin mitra di aplikasi?
5. Apa kendala yang dihadapi di lapangan saat mitra driver kecelakaan lalu lintas?