• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. Sistematika Penulisan

Untuk lebih mempermudah dan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai isi skripsi ini, pembahasan dilakukan secara komprehansif dan sistematik meliputi :

BAB I : Merupakan bab pendahuluan yang menguraiakan tentang latar balakang masalah, rumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan dan keguanaan penelitian, serta sistematika penulisan.

BAB II : Berisi tentang landasan teori sebagai kerangka acuan pemikiran dalam pembahasan masalah yang akan diteliti dan sebagai dasar analisis yang diambil dari berbagai literature yang berkaitan dengan panelitian ini, kerangka pikir teoritis dan hipotesis.

BAB III : Merupakan bab yang menjelaskan mengenai metode penelitian.

Hal- hal yang terangkum dalam bab ini antara lain variable penelitian termasuk pengukurannya dan definisi operasionalnya, jenis dan sumber data, serta metode analisis yang digunakan.

BAB IV : Bab ini menguraikan tentang gambaran umum lokasi penelitian.

BAB V : Bab ini menguraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan.

BAB VI : Merupakan bab yang menjelaskan tentang kesimpulan dan saran yang diberikan peneliti terhadap penelitian yang telah dilakukan.

BAB IV

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

A. Sejarah berdirinya Fakultas Ekonomi Unismuh Makassar

Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar lahir pada tanggal 11 Agustus 1978 M atau bertepatan pada tanggal 07 Ramadhan 1398H. Berdasarkan SK Rektor Unismuh Makassar Nomor 021 Tahun 1978, dengan mengangkat Bapak Drs. Ek. H. Wahab Saleh sebagai Dekan pertama dan Drs. Ek. Abd. Azis Sangkala sebagai Sekretaris.

Pada masa awal berdirinya dan memulai aktivitas akademiknya Fakultas Ekonomi Unismuh Makassar hanya mempunyai satu jurusan yaitu Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP) dengan 11 orang mahasiswa. Dan pada tahun 1985 penamatan pertama di Fakultas Ekonomi Unismuh Makassar dilaksanakan dengan menamatkan 40 orang mahasiswa.

Dari tahun ke tahun Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar terus mengepakkan sayapnya dan saat ini telah mempunyai tiga jurusan yaitu Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP), Manajemen dan Akuntansi dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 5000 orang. Bersamaan dengan semakin berkembangnya minat masyarakat untuk masuk di Fakultas Ekonomi maka dengan Inisiatif Dekan Bapak Dr. H. Mahmud Nuhung, MA Fakultas Ekonomi resmi berubah nama menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada bulan November 2013.

Untuk mendukung dan memperlancar proses belajar mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar disediakan beberapa sarana dan prasarana yaitu :

1. Laboratorium Komputer 2. Laboratorium Akuntansi 3. Aula

4. Mushollah 5. Perpustakaan 6. Perkantoran 7. SIMAK

Sejak berdirinya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar sampai sekarang sudah ada 10 Periode Dekan yang pernah memimpin yaitu : 1. Drs. Ek. H. Wahab Saleh

2. Drs. Ek. Abd. Azis Sangkala 3. Drs. Ek. H. Wahab Saleh 4. H. Muhiddin, SE

5. Drs. Rasyid Abdullah, SE 6. H. Muh. Amide Budi, SE 7. H. Muh. Amide Budi, SE 8. Rahman Rahim, SE, MM

9. Hj. Lily Ibrahim, SE, M.Si 10. Dr. H. Mahmud Nuhung, MA

Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada periode 2013 – 2017 adalah :

Dekan : Dr. H. Mahmud Nuhung, MA

Wakil Dekan I : Drs. Sultan Sarda, MM Wakil Dekan II : Ismail Rasulong, SE, MM Wakil Dekan III : Drs. Nurson Petta Puji, M.Ag.

Wakil Dekan IV : Drs. H. Ali Hakka Ketua Jurusan IESP : Hj. Naidah, SE, M.Si Ketua Jurusan Manajemen : Aris Pasigai, SE, MM Sekretaris Jurusan Manajemen : Samsul Risal, SE, MM

Ketua Jurusan Akuntansi : Ismail Badollahi, SE, M.Si.Ak.

Sekretaris Jurusan Akuntansi : Abd. Salam, SE, M.Si.

Sedangkan Personalia Pimpinan Administrasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar adalah sebagai berikut :

Kepala Usaha : Nurhaeda, S.Pd.

Ka. Subbag Akademik : Harto, S.Pd.

Ka. Subbag Umum & Perlengkapan : Mardiah, SE Ka. Subbag Kemahasiswaan : Nur Aliah, S.Ag.

B. Visi dan Misi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar Visi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar :

“Menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang terkemuka, unggul, terpercaya, mandiri dalam mengembangkan penguasaan dan pengamalan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dalam bidang ilmu ekonomi dan studi pembangunan, manajemen, dan akuntansi.

Misi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar :

1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang dilandasi nilai keislaman dan diarahkan sesuai kebutuhan.

2. Menyelenggarakan pembinaan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian ini mengambil sampel Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar Sebanyak 80 instrumen. Pengumpulan data dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner.

Dari kuesioner yang telah diisi oleh responden didapat data identitas responden. Penyajian data mengenai identitas responden untuk memberikan gambaran tentang keadaan diri dari pada responden.

1. Komposisi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis kelamin dapat memberikan perbedaan pada perilaku seseorang. Dalam suatu bidang usaha, jenis kelamin seringkali dapat menjadi pembeda yang dilakukan oleh individu. Penyajian data responden berdasarkan jenis kelamin adalah sebagai berikut ini.

Tabel 3

Komposisi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah Persentase

Laki-laki 29 36,3%

Perempuan 51 63,7%

Jumlah 80 100%

Sumber : Angket 2014 yang diolah

Tabel 3 tersebut dapat dilihat bahwa responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 51 orang atau 63,7%, dan sisanya adalah responden yang berjenis kelamin laki-laki, yaitu sebanyak 29 orang atau 36,3%.

2. Komposisi Responden Berdasarkan Usia

Dalam keterkaitannya dengan perilaku individu, usia biasanya menunjukkan gambaran akan pengalaman dan tanggung jawab individu.

Tabulasi usia responden dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel 4

Komposisi responden berdasarkan usia

Umur Jumlah Persentase

18 – 20 Tahun Tahun

36 45%

21 – 22 Tahun 39 48,7%

23 – 24 Tahun 4 5%

>25 Tahun 1 1,3%

Jumlah 80 100%

Sumber : Angket 2014 yang diolah

Berdasarkan tabel 4 tersebut dapat dilihat bahwa responden terbanyak adalah pada kelompok umur 21 – 22 tahun, yaitu sebanyak 39 orang atau 48,7%. Disusul umur 18-20 tahun sebanyak 36 orang atau 45%. Kemudian umur 23-24 tahun sebanyak 4 orang atau 5%. Sedangkan kelompok umur yang paling sedikit adalah lebih dari 25 tahun atau kelompok umur tertua, yaitu sebanyak 1 orang atau 1,3%. Hal ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa S1 Universitas Muhammadiyah Makassar sebagian besar berusia awal 20 tahunan.

B. Analisis Data

1. Analisis Deskriptif

Pada bagian ini akan dilihat mengenai kecenderungan jawaban responden atas masing-masing variabel penelitian. Kecenderungan jawaban responden ini dapat dilihat dari bentuk statistik deskriptif dari masing-masing variabel. Kategori jawaban responden dapat ditunjukkan dengan nilai rata-rata jawaban responden tersebut dimana kategori jawaban responden dapat diperoleh sebagai berikut :

RS = m − 20 n RS = 100 − 20

5 = 16

Keterangan :

RS = Rentang skala n = Jumlah item

m = Jumlah skor maksimal

Dengan demikian kategori skor jawaban adalah sebagai berikut : 20 – 36 : Sangat rendah

36,1 – 52 : Rendah 52,1 – 68 : Sedang 68,1 – 84 : Tinggi 84,1 – 100 : Sangat tinggi

Hasil jawaban dari 80 responden terhadap masing-masing variabel penelitian diperoleh sebagai berikut:

a. Deskripsi Variabel Keberhasilan Diri dalam Berwirausaha (X1)

Variabel Keberhasilan diri dalam berwirausaha dalam penelitian ini diukur melalui 5 indikator. Hasil tanggapan terhadap variabel keberhasilan diri dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 5

Tanggapan Responden Mengenai Tekad/komitmen akan keberhasilan

No. Indikator SS S N TS STS

5 keberhasilan diri. Hal ini menunjukkan adanya bentuk-bentuk pola dan kemauan untuk memotivasi keberhasilan diri yang besar dan baik dalam diri mahasiswa. Rata-rata skor indeks variabel keberhasilan diri diperoleh sebesar 83,82.

Meskipun jawaban sangat setuju dan setuju dominan dari hasil jawaban responden, namun demikian jawaban tidak setuju memiliki jumlah yaitu antara 2 hingga 8 jawaban dari 80 responden. Hal ini menunjukkan bahwa ada mahasiswa yang menilai bahwa masih sulit untuk menilai dan memacu keberhasilan diri mereka sendiri.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa responden dari penelitian yang dalam hal ini adalah Mahasiswa S1 di Universitas Muhammadiyah Makassar sudah merasa percaya akan keberhasilan dalam berwirausaha yang dapat mereka peroleh sehingga mereka berusaha termotivasi untuk terjun di dunia usaha. Jawaban yang relatif rendah ditunjukkan oleh indikator “Saya

sudah memiliki kompetensi yang bagus untuk bersaing dengan orang lain dalam dunia kerja” yaitu mempunyai angka indeks sebesar 70,32.

b. Deskripsi Variabel Kebebasan dalam Bekerja (X2)

Variabel kebebasn dalam bekerja pada penelitian ini diukur melalui 5 buah indikator. Hasil tanggapan terhadap variabel kebebasan dalam bekerja dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 6

Tanggapan responden mengenai kebebasan dalam bekerja

No Indikator

Tanggapan responden sebagaimana pada tabel 6 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan “setuju” dan

“sangat setuju” terhadap item-item pengukur variabel kebebasan dalam bekerja. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pandangan positif atas pentingnya kebebasan dalam memiliki pekerjaan dan dalam pelaksanaan pekerjaan mereka. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata skor indeks jawaban dari lima indikator variabel kebebasan dalam bekerja sebesar 77,15 yang berdasarkan kategori skor jawaban berada pada kategori tinggi.

Meskipun memiliki rata-rata skor jawaban yang tinggi, namun ada 9 hingga 20 responden yang menyatakan adanya kebebasan memiliki pekerjaan yang masih berada dalam biasa-biasa saja (netral), bahkan jawaban tidak setuju menunjukkan sebanyak 1 hingga 14 jawaban. Dalam hal ini beberapa mahasiswa menyatakan keinginan untuk memilih pekerjaan yang cenderung formal. Skor jawaban terendah diperoleh dari item ”saya kadang bersikap keras kepala ” dengan skor indeks sebesar 66,78.

c. Deskripsi Variabel Toleransi Terhadap Risiko yang Mungkin Terjadi (X3)

Hasil tanggapan terhadap variabel toleransi akan risiko dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 7

Tanggapan Responden Mengenai Keberanian terhadap risiko yang mungkin terjadi

Tanggapan responden sebagaimana pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan “setuju” terhadap item-item pengukur variabel toleransi terhadap risiko. Hal ini menunjukkan

bahwa mahasiswa secara umum memiliki Keberanian terhadap risiko yang mungkin terjadi yang harus diterima dalam memilih sesuatu. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata skor indeks jawaban dari lima indikator variabel Keberanian terhadap risiko yang mungkin terjadi sebesar 77,88 yang berdasarkan kategori skor indeks jawaban berada pada kategori tinggi.

Skor jawaban untuk jawaban setujul pada kelima indikator variable Keberanian terhadap risiko yang mungkin terjadi menunjukkan pada sekitar 10 hingga 35 jawaban untuk masing- masing indikator sedangkan untuk jawaban tidak setuju memiliki jumlah jawaban yang lebih sedikit yaitu berkisar dari 2 hingga 7 jawaban. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada responden mahasiswa yang masih berusaha untuk menghindari risiko dalam pengambilan keputusan.

Dalam hal ini bahwa Keberanian terhadap risiko yang besar diyakini oleh mahasiswa dapat meningkatkan kemandirian dan kemauan mahasiswa dalam menghadapi tantangan. Skor nilai indeks terendah diperoleh dari item ”Saya saya orang yang suka mengambil kesempatan-kesempatan” yaitu sebesar 63,86.

d. Deskripsi Variabel Entrepreneur

Variabel Entrepreneur pada penelitian ini diukur melalui 5 buah indikator. Hasil tanggapan terhadap variabel entrepreneur dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 8

Tanggapan responden sebagaimana pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan “Setuju” dan

“Sangat setuju” terhadap adanya item-item pengukur entrepreneur. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa menyatakan diri memiliki jiwa sebagai seorang entrepreneur. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata skor indeks sebesar 82,67 yang berada dalam kategori tinggi.

C. Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Uji Validitas

Validitas digunakan untuk menguji sejauh mana ketepatan alat pengukur dapat mengungkapkan konsep gejala atau kejadian yang diukur.

Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi terhadap penyebaran kuesioner yaitu sebanyak 80 responden dengan hasil disajikan sebagai berikut :

Tabel 9 Hasil Pengujian

Variabel / Indikator R Hitung R Tabel Keterangan Keberanian terhadap risiko

Tabel 9 menunjukkan bahwa semua indikator yang digunakan untuk mengukur variabel yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai koefisien korelasi terkoreksi yang lebih besar dari rtable = 0,250 (nilai r tabel untuk subyek uji sebanyak 60). Hal ini berarti bahwa semua indikator tersebut adalah valid.

2. Uji Reliabilitas (0,60)

Uji reliabilitas digunakan untuk menguji sejauh mana keandalan suatu alat pengukur untuk dapat digunakan lagi untuk penelitian yang sama.

Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Cronbach Alpha. Pengujian reliabilitas selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 10.

Hasil Pengujian Reliabilitas

Variabel / Indikator Alpha Keterangan

Keberanian terhadap risiko 0,667 Reliab

Tekad/komitmen akan keberhasilan 0,734 Reliabel Ketidaktergantungan dari pemerintah 0,633 Reliabel

Entrepreneur 0, 601 Reliabel

Sumber : Data primer yang diolah,2013. el

Hasil pengujian reliabilitas konstruk variabel yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh nilai Alpha yang lebih besar dari 0,60. Hal ini berarti bahwa konstruk variable-variabel tersebut adalah reliabel.

D. Analisis Regresi Linier Berganda

Penelitian ini menggunakan dua buah model regresi linier untuk pembuktian hipotesis penelitian. Perhitungan statistik dalam analisis regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS for Windows versi 2 0 . Hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS selengkapnya ada pada lampiran dan selanjutnya diringkas sebagai berikut :

Tabel 11.

Model persamaan regresi yang dapat dituliskan dari hasil tersebut dalam bentuk persamaan regresi sebagai berikut

Y= 2,870+0,414X1+0,285X2+0,183X3 Keterangan :

X1 : Keberhasilan diri dalam berwirausaha X2 : Kebebasan dalam Bekerja

X3 : Toleransi akan resiko Y : Minat Berwirausaha

Hasil persamaan di atas menunjukkan bahwa nilai konstanta (a) sebesar 2,870 dan koefesien keberhasilan diri dalam berwirausaha (X1) sebesar 0,414, koefesien kebebasan dalam bekerja (X2) sebesar 0,285, koefisien Toleransi akan resiko (X3) sebesar 0,183. Hal ini berarti jika ketiga variabel X tersebut tidak terjadi perubahan maka Minat Berwirausaha Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar adalah sebesar 2,870, sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel X tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, hal ini terlihat dari nilai koefisien regresinya yang bernilai positif.

E. Uji Goodness of Fit

Ketepatan suatu fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari Goodness of Fit-nya. Berikut ini uji Goodness of Fit yang dilakukan diantaranya adalah koefisien determinasi, nilai statistik F, dan nilai statistik Pengujian secara overall terhadap model tersebut diuji dengan menggunakan koefisien determinasi diperoleh hasil sebagai berikut :

1. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi mengukur seberapa besar kontribusi variabel dependen terhadap varibel independen. Berikut ini Tabel koefisien determinasi yang dihasilkan dalam penelitian:

Tabel 12.

a. Predictors: (Constant), X3, X2, X1 b. Dependent Variable: Y

Sumber : Data angket 2014 diolah SPSS 20

Berdasarkan tabel di atas bahwa nilai Rsquare yang diperoleh sebesar 0,373 atau 37,4% menunjukkan bahwa minat berwirausaha mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar dipengaruhi oleh variabel keberhasilan diri dalam berwirausaha (X1), Kebebasan dalam bekerja (X2), dan toleransi akan resiko (X3). Sisanya sebesar 62,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini.

2. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

Uji F menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan ke dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Hasil perhitungan uji F adalah sebagai berikut:

Tabel 13.

b. Predictors: (Constant), X3, X2, X1

Sumber : Angket 2014 yang diolah

Hasil pengujian berdasarkan uji ANOVA atau uji statistik F, model menunjukkan nilai F sebesar 15,057 dengan probibilitas sebesar 0,000. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 pada distribusi f (f tabel) sebesar 3,96.

Hal ini berarti bahwa minat berwirausaha dapat dijelaskan oleh variabel keberhasilan akan berwirausaha, kebebasan dalam berusaha, dan keberanian terhadap risiko.

3. Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji t) Tabel 14.

Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji t) Coefficientsa

Berdasarkan tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa :

a. Diperoleh nilai t hitung variabel keberhasilan diri dalam berwirausaha (X1) sebesar 3,222 dengan probabilitas 0,002 lebih besar dari pada distribusi t tabel sebesar 1,664 pada signifikan 0,05. Dengan demikian hipotesis pertama atau Ha diterima.

b. Diperoleh nilai t hitung variabel kebebasan dalam bekerja (X2) sebesar 3,175 dengan probabilitas 0,002 lebih besar dari pada distribusi t tabel sebesar 1,664 pada signifikan 0,05. Dengan demikian hipotesis kedua diterima.

c. Berdasarkan tabel di atas maka diperoleh nilai t hitung variabel toleransi akan resiko (X3) sebesar 1,497 dengan probabilitas 0,138 lebih kecil dari pada distribusi t tabel 1,664 pada signifikan 0,05. Dengan demikian hipotesis ketiga ditolak.

B. Pembahasan

Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan di atas maka variabel Keberhasilan Diri dalam Berwirausaha (X1) yang meliputi indikator-indikator diantaranya semangat dalam bekerja, orientasi pada tujuan, optimis, tekun atau ulet, dan kompoten sudah dimiliki oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar dilihat dari rata-rata skor indeks variabel keberhasilan diri diperoleh sebesar 83,82.

Variabel kebebasan dalam bekerja (X2) yang meliputi indikator-indikator diantaranya tidak suka diatur, suka mengambil inisiatif, keras kepala, kebebasan pribadi, dan bersifa intuisi menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Ekonomi an Bisnis Unismuh Makassar memiliki pandangan positif atas pentingnya kebebasan dalam memiliki pekerjaan dan dalam pelaksanaan pekerjaan mereka. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata skor indeks jawaban dari lima indikator variabel kebebasan dalam bekerja sebesar 77,15 yang berdasarkan kategori skor jawaban berada pada kategori tinggi.

Variabel toleransi akan resiko (X3) yang meliputi indikator-indikator tidak suka diatur, suka mengambil inisiatif, keras kepala, kebebasan pribadi, bersifat intuisi, sudah menunjukkan bahwa mahasiswa secara umum memiliki Keberanian terhadap risiko yang mungkin terjadi yang harus diterima dalam memilih sesuatu. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata skor indeks jawaban dari lima indikator variabel keberanian terhadap risiko yang mungkin terjadi sebesar 77,88 yang berdasarkan kategori skor indeks jawaban berada pada kategori tinggi.

Variabel Minat Berwirausaha (Y) yang meliputi indikator-indikator percaya diri, inovatif dan kreatif, memiliki jiwa kepemimpinan, efektif dan efisien dan berorientasi pada masa depan sudah menunjukkan bahwa mahasiswa secara umum menyatakan diri memiliki jiwa sebagai seorang entrepreneur berdasarkan kategori skor indeks jawaban berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 82,67.

Hasil pengujian berdasarkan uji ANOVA atau uji statistik F, model menunjukkan nilai F sebesar 15,057 dengan probibilitas sebesar 0,000. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 pada distribusi f (f tabel) sebesar 3,96. Hal ini berarti bahwa minat berwirausaha dapat dijelaskan oleh variabel keberhasilan akan berwirausaha, kebebasan dalam berusaha, dan keberanian terhadap risiko.

Berdasarkan uji t di atas dapat dijelaskan bahwa variabel keberhasilan diri dalam berwirausaha (X1) sebesar 3,222 dengan probabilitas 0,002 lebih besar dari pada distribusi t tabel sebesar 1,664 pada signifikan 0,05. Dengan

demikian hipotesis pertama atau Ha diterima. Diperoleh nilai t hitung variabel kebebasan dalam bekerja (X2) sebesar 3,175 dengan probabilitas 0,002 lebih besar dari pada distribusi t tabel sebesar 1,664 pada signifikan 0,05. Dengan demikian hipotesis kedua diterima.

Berdasarkan tabel di atas maka diperoleh nilai t hitung variabel toleransi akan resiko (X3) sebesar 1,497 dengan probabilitas 0,138 lebih kecil dari pada distribusi t tabel 1,664 pada signifikan 0,05. Dengan demikian hipotesis ketiga ditolak.

PENUTUP A. Kesimpulan

Dari pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Mahasiswa fakultas Ekonomi dan bisnis memiliki minat berwirausaha yang baik dengan tingkat persentase sebesar 61%

2. Berdasarkan hasil uji f (simultan) dihasilkan ketiga variabel Independent di atas berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univeristas Muhammadiyah Makassar. Ditunjukkan dengan nilai F hitung sebesar 15,057 dengan probibilitas sebesar 0,000. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 pada distribusi f (f tabel) sebesar 3,96.

3. Berdasarkan hasil uji t (parsial) di atas dihasilkan variabel Independent keberhasilan diri dalam berwirausaha (X1) sebesar 3,222 dengan probabilitas 0,002 lebih besar dari pada distribusi t tabel sebesar 1,664 pada signifikan 0,05.

Sehingga hipotesis pertama diterima. Kemudian untuk variabel kebebasan dalam bekerja (X2) sebesar 3,175 dengan probabilitas 0,002 lebih besar dari pada distribusi t tabel sebesar 1,664 pada signifikan 0,05 sehingga hipotesis kedua pun diterima sedangkan untuk variabel variabel toleransi akan resiko (X3) sebesar 1,497 dengan probabilitas 0,138 lebih kecil dari pada distribusi t tabel 1,664 pada signifikan 0,05 dengan demikian hipotesis ketiga ditolak.

B. Saran

Saran-saran yang dapat diberikan sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian adalah sebagai berikut :

1. Berkaitan dengan faktor Keberhasilan diri, aspek ketekunan dan keuletan dalam bekerja nampaknya masih menjadi hal yang paling kurang diperhatikan oleh mahasiswa. Untuk itu dalam banyak hal mengaitkan ketekunan dalam kuliah dan keuletan sebagai bagian awal dari pemupukan jiwa kewirausahaan nampaknya harus menjadi latihan awal mahasiswa.

2. Berkaitan dengan toleransi akan resiko, kesukaan akan tantangan yang dimiliki mahasiswa dapat memperkecil toleransi resiko yang dipupuk.

Untuk itu berbagai pembelajaran diri dalam menemukan tantangan baru harus selalu dimilikii mahasiswa.

3. Berkaitan dengan kebebasan dalam bekerja, aspek pengambilan prakarasa atau inisiatif harus menjadi salah satu upaya untuk memperoleh peluang dan membuat peluang usaha baru. Dengan demikian hal ini mesti dilatih dalam pembelajaran di kampus.

Alma, Buchari, 2001. Pengantar Bisnis. Alfabeta: Bandung.

Drucher, 1996. Konsep Kewirausahaan Era Globalisasi, Erlangga: Jakarta.

Terjemahan

Drucker, P. F. 1985. Innovation and Entrepreneurship: Practice and Principles.

New York: Harper and Row.

Hendro, 2005. How to become a smart entrepreneur and to start a new business.Penerbit Adi. Yogyakarta.

Meredith, N. 1998. The Practice of Entrepreneurship. International Labor Organization. Genewa.

Prasetiyo, Fery Catur, 2012. Jiwa Kewirausahaan: Mulai dari Bangku Kuliah, Kompasiana.com

Segal, Gerry, Borgia and Jerry Schoenfeld. 2005. The Motivation To Become Entrepreneur Publishing Limited. USA.

Siagian, D., Sunaryanto, L.,T., Oetorno, D.S.(1999), Teknik Sampling, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Singgih Santoso. 2000. Buku Latihan SPSS Statistik Parametik. PT ElexMedia Komputindo Gramedia: Jakarta.

Sugiono, 2008, Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta CV, Cetakan ke empat belas, Bandung.

Susanto, A.B. 2009. Leadpreneurship. Esensi: Jakarta.

Sudjatmoko, Agung, 2009. Cara Cerdas Menjadi Pengusaha Hebat. Visi Media:

Jakarta.

Suryana. 2003. Kewirausahaan. Salemba Empat: Jakarta.

Utin Nina Hermina.dkk. ”Pengaruh mata kuliah kewirausahaan terhadap minat mahasiswa menjadi wirausaha pada program studi administrasi bisnis politeknik negeri Pontianak.” jurnal eksos juli 2011: hal 130-141.

Widhari, Cokorda istri sri., dan I Ketut Suarta. 2012. Analisis Faktor-faktor yang memotivasi mahasiswa berkeinginan menjadi wirausaha. Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan. Kampus Bukit Jimbaran. Bali.

Jakarta.

Bank Indonesia, 2014, evaluasi perekonomian tahun 2013, Prospek 2014 dan kebijakan bank Indonesia, Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia.

http://www.antaranews.com 12 Desember 2013.

http://www.antaranews.com 12 Desember 2013.

Dokumen terkait