• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistematika pembahasan dalam penelelitian ini menggunakan sistem bab per bab yang terdiri dari lima bab. Antara satu bab dengan bab yang lain merupakan kesinambungan dan saling berkaitan. Bab pertama berisi pendahuluan yang menjelaskan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah yang menjadi titik fokus masalah penelitian, tujuan dan kegunaan penelitian, kerangka teori yang menjadi pisau analisis untuk memecahkan permasalahan, tinjauan pustaka

18

untuk melihat sisi kebaruan dari penelitian, metode penelitian dan sistematika pembahasan yang menjadi konsep tulisan ini secara keseluruhan.

Bab kedua membahas tentang defenisi moderasi beragama ditinjau dari aspek kebahasaan, pemaknaan moderasi menurut para mufasir, pemetaan aspek-aspek dan prinsip-prinsip moderasi dalam Islam serta membahas mengenai interpretasi tafsir maqa>s}idi<. Hal ini menjadi gambaran umum sebagai pedoman objek penelitian.

Bab ketiga mengulas mengenai biografi M.Quraish Shihab, karakteristik kitab Tafsir al-Misbah dan klasifikasi penafsiran ayat-ayat al-Qur‟an yang bermakna moderasi baik itu ayat-ayat berindikasi makna aspek-aspek maupun ayat-ayat yang bermakna mengindikasikan prinsip-prinsip dalam moderasi beragama dalam kitab Tafsir al-Misbah karya M.Quraish Shihab, dalam hal ini pembahasannya menjawab rumusan masalah yang pertama.

Bab empat membahas mengenai dalam klasifikasi penafsiran ayat-ayat yang bermakna unsur-unsur moderasi beragama melalui bentuk-bentuk moderasi beragama dan prinsip-prinsip moderasi beragama dan aplikasi interpretasi tafsir maqa>s}i<di dalam kajian moderasi beragama. Pembahasan dalam bab ini menjadi jawaban dari rumusan masalah yang kedua.

Bab kelima, barupa penutup yang mencakup tentang kesimpulan dari hasil penelitian dan menyertakan saran untuk penelitian-penelitian selanjutnya.

119 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Kajian mengenai analisis tafsir maqa>s}idi< terhadap moderasi beragama dalam kitab Tafsir al-Misbah karya M.Quraish Shihab dapat disimpulkan bahwa;

1. Bentuk-bentuk moderasi beragama dikelompokkan dalam empat bagian, yaitu pertama, moderasi beragama dalam aqidah berupa meyakini ketetapan Allah dan syari’atNya, akan tetapi disertai sikap yang tidak melampaui batas kemampuan diri, meyakini akan adanya hari kiamat dan balasan atas apa yang dikerjakan di dunia, meyakini bahwa Allah Maha Esa dan meyakini para Rasul dan risalahnya akan tetapi tidak meyakini bahwa rasul itu bukan putra Allah swt. akan tetapi utusanNya. Kedua, moderasi beragama dalam beribadah berupa menyeru (berzikir) kepada Allah dengan sikap pertengahan antara suara yang keras dan rendah. Salat wust}a dengan melaksanakan salat disertai kekhusyuan dan menyempurnakan gerakannya dan tidak menganut praktek ruhbaniyyah yakni meninggalkan duniawi, mengabaikan sesuatu yang hukumnya mubah hendaknya menjalankan puasa tapi berbuka, tetap menggunakan pakaian terbaik, salat malam juga disertai istirahat. Ketiga, moderasi beragama dalam hal muamalah (interaksi sosial antara muslim dan non-muslim) bahwa muslim dalam menetapkan hukum hendaknya memihak pada kebenaran tanpa menilai unsur akidahnya dan perintah memerangi non-muslim jika sekiranya memerangi umat muslim. Keempat, moderasi beragama dalam berakhlak berupa menyederhanakan langkah dalam berjalan dan hendaknya memberi (makanan) yang biasa dikonsumsi sehingga saat memberi tidak memberatkan dan tidak membuat orang lain

120

merasa direndahkan. Adapun Prinsip-prinsip moderasi beragama dalam penafsiran M.Quraish Shihab yang terdiri dari; pertama, keadilan berupa adil dalam hal memenangkan yang benar dan menghukum bagi yang bersalah dan keadilan dengan mempertimbangkan hak kedua belah pihak sehingga tidak ada yang merasa dirugikan. Kedua, keseimbangan dalam menegakkan moderasi beragam dimulai dari sifat ciptaan fitrah manusia berupa keseimbangan fisik dan hak psikis dan keseimbangan ciptaan alam raya dengan menjaga alam sekitar. Ketiga, toleransi dalam menegakkan moderasi beragama berupa tidak memaksa orang yang untuk pindah akidah dan meyakini bahwa pluralitas agama sebagai bentuk ketetapanNya.

2. Analisis new fundamental value of tafsir maqa>s}idi< berupa nilai insaniyah dalam moderasi beragama mengamalkan ajaran agama dengan mempertimbangkan fitrah manusia sehingga tidak terkesan melampaui batas kemampuan, nilai al-‘adalah menjadikan toleransi sebagai sikap untuk berbuat adil terhadap sesama manusia tanpa memandang agamanya, nilai egaliter tercermin dari sisi basyariah sehingga semua manusia setara dalam penerimaan hak-haknya, nilai al-hurriyah dalam moderasi beragama tercermin pada kebebasan seseorang dalam menganut ajaran agama tanpa paksaan dari orang lain dan nilai wasati{yyah tercermin pada sikap menyeimbangkan antara kondisi diri, orang lain dan permasalahan yang sesuai dengan petunjuk agama.

121

B. Saran

Penulis menyadari penelitian dalam tulisan ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis dengan lapang menerima saran dan komentar dari pembaca. Saran untuk penelitian selanjutnya dalam meningkatkan pemahaman dan perkembangan sikap moderasi beragama agar menggunakan kajian pendekatan tafsir kontekstual sehingga penafsiran ayat-ayat al-Qur’an sesuai dengan keadaan zaman. Kajian moderasi beragama sangat erat kaitannya dengan perkembangan zaman dan konteks permasalahan yang sedang dihadapi.

122

DAFTAR PUSTAKA

‘Asyur , Ibn. al-Tahrir wa al-Tanwir¸ Tunisia: Dar al-Tunisiyyah li al-Nasyr, Juz 1, 1984.

---, Muhammad al-Thahir ibn. Maqa>shid Syari’ah Islamiyyah (Da>r al-kutub bi al-Bana>n: Beirut, 2011.

‘At}iyyah, Abu> Muhammad ‘Abd al-Haq ibn Ga>lib ‘adurrahman ibn Tama>m. Al-Muharrar Waji>z fi< Tafsi<r Kita>b ‘Azi<z, Juz II, Cet. I; Beurit: Da>r al-Kutub al-‘Alamiyyah¸1422.

A<mily>, Muhammad ibn Jarir ibn Yazi<d ibn Kasir ibn Ga>lib. Abu Ja’far al-Tabary<, Ja>mi’ al-Baya>n fi< Ta’wi<l al-Qur’an, Juz 3. Cet. I; Muassasah al-Risalah, 2000.

Abdul Mu’in Salim, Metodologi Ilmu Tafsir . Yogyakarta: Teras, 2005.

Abdullah, Amin dkk. Metodologi Penelitian Agama; Pendekatan Multidisipliner.

Cet. I; Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta, 2006.

Asyur, Muhammad al-Tahir ibn. Maqa>shidu al-Syari<’ah al-Islamiyyah (Beirut:

Da>r al-Kita>b al-Bana>ni, 2011.

Azhar Arsyad, Islam dan Perdamaian Global. Yogyakarta: Madyan Press, 2002.

Ba>qi, Muhammad Fua>d ‘Abd al-. Mu’jam Mufahras li Alfa>z Qur’an al-Kari<m. Matba’ah Da>r al-Kutub al-D{irriyah, 1364H.

Bagawi, Abu Muhammad al-Husain ibn Mas’ud al-. Tafsi>r al-Bagawi<, Juz III(Da>r Taibah Lilnasyir al-Tauzi<’, 1417H/ 1997M.

Baqi, Muhammad Fuad Abduh. Al-Mu’jam Mufahras li Alfaaz Qur’an al-Karim. Kairo: Da>r al-Kutub al-Misri@, 1364.

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:

Pusat Bahasa, 2008.

Fadl, Muhammad ibn Mukarrom ibn ‘Ali Abu al-. Lisanul ‘Arab , Juz III, (Cet. 3:

Beurit; Da>r S}a>dr, 1414H.

Faris, Ahmad ibn. Mu’jam Maqa>yis al-Lugah, Juz 4. Da>r al-Fikr, 1399H.

Hamka, Buya Juz Amma Tafsir Al-Azhar. Jakarta: Gema Insani Press. 2018.

Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir. Darut Taibah: 2001.

Kamali, Mohammad Hashim. The Middle Path of Moderation in Islam; The Qur’anic Principle of Wasatiyyah (New York: Oxford University Press, 2015.

Kas|i<r, Abu Fuda>’a Isma>’i<l ibn ‘Umar ibn. Tafsi<r al-Qur’an al-‘Adzi<m, Juz VIII (Cet. II: Da>r T{aibah Lilnasyr wa al-Tauzi<’, 1420H/ 1999M.

Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Moderasi Islam. Cet. I; Jakarta Timur: Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an, 2012.

Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Moderasi Beragama . Cet. I; Jakarta Pusat: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2019.

123

Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agma RI, Moderasi Islam: Tafsir al-Qur’an Tematik. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an, 2012.

LPMA Kementerian Agama, Tafsir Tematik dan Ilmi: Hubungan antar Umat Beragama.

Mahbubah, Pengantar Ilmu-ilmu al-Qur’an. Cet. I; Bogor: Pustaka Thariqul Izzah, 2007.

Maragi, Ahmad Mustafa al-. Tafsir al-Maragi, Juz 2. Cet. I; Mesir: Maktabah wa Matba’ah Mustafa al-Babiy al-Halby wa Auladuhu, 1365M/ 1946M.

Mu’jam al-Lugah al-‘Arabiyyah bi al-Qa>hir, Mu’jam al-wasit, Da>r al-Da’wa, Juz II, 738.

Muaz, Abdullah dkk. Khazanah Mufasir Nusantara. Cet. I; Jakarta: Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir PTIQ, 2020.

Munawwir, Ahmad Warson. Al-Munawwir; Kamus Arab-Indonesia(Surabaya:

Penerbit Pustaka Progressif, 1997.

Mustafa, Ibrahim dkk, Mu’jam Lugah ‘Arabiyyah bi Qa>hir; Mu’jam al-Wasith, Juz 2, Da>r al-Da’wah, 1031.

Mustafa, Ibrahim dkk. Mu’jm Lugah ‘Arabiyyah bi Qa>hir; Mu’jam al-Wasit}, Juz 2, Da>r al-Da’wah, 1031.

Mustaqim, Abdul dan Braham Maya Baratullah. Moderasi Beragama; Sebagai Paradigma Resolusi Konflik. Cet. I: Yogyakarta: Lintang Hayuning Buwana, 2020.

Mustaqim, Abdul. Tafsi>r Maqa>s}idi>; Qad}a>ya> Mu’a>sarah fi> D}aui al-Qur’an wa al-Sunnati al-Nabawiyyah. Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta, 2020.

Nur, Afrizal. Tafsir Misbah dalam Sorotan. Jakarta Timur: Pustaka al-Kautsar. 2018.

Qardhawi, Yusuf. Islam Jalan Tengah; Menjauhi Sikap Berlebihan dalam Beragama. Cet. I; Bandung: Mizan Pustaka, 20017.

Qasim, Muhammad. Membangun Moderasi Beragama Umat Melalui Integrasi Keilmuan. Cet. I; Samata: Alauddin University, 2020.

Rahman, Mawaddatur. ‚Moderasi Beragama dalam al-Qur’an; Studi Pemikiran M. Quraish Shihab dalam Buku Wasatiyyah: Wawasan Islam tentang Moderasi Beragama‛ , Tesis pada Program Magister Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2020.

Razi, Abu> ‘Abdullah Muhammad ibn ‘Umar ibn al-Hasan ibn al-Husain al-Taymi<

al-Ra>zy; Fakhruddin al-. Tafsir al-Razi; Mafa>tih al-Ghaib, Juz 4 (Cet. II;

Beirut: Da>r Ihya>’a al-‘Araby<, Juz 3).

Razi, Abu> ‘Abdullah Muhammad ibn ‘Umar ibn al-Hasan ibn al-Husain al-Taymi<

al-Ra>zy; Fakhruddin al-. Tafsir al-Razi; Mafa>tih al-Ghaib, Juz 4 (Cet. II;

Beirut: Da>r Ihya>’a al-‘Araby<, 1420.

Said, Hasani Ahmad. Jaringan dan Pembaharuan Ulama Tafsir Nusantara Abad XVI-XXI. Bandung: Manggu Makmur Tanjung Lestari. 2020.

124

Shallabi, Ali Muhammad Ash-. Wasatiyyah dalam al-Qur’an; Nilai-nilai moderasi Islam dalam akidah, Syariat dan Akhlak. Cet. I: Jakarta Timur;

Pustaka al-Kautsar, 2020.

Shihab, Alwi. Islam dan Kebhinekaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

---, M. Quraish Kaidah Tafsir; Syarat, Ketentuan dan Aturan yang Patut Anda Ketahui dalam Memahami al-Qur’an (Cet. II; Tangerang: Lentera Hati, 2013), 9-10.

---, M. Quraish Tafsir al-Lubab; Makna Tujuan dan Pelajaran dari Surah-surah al-Qur’an, Jilid 2. Cet. I; Tangerang: Lentera Hati, 2012.

---, M. Quraish. Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu Dalam Kehidupan Masyarakat. Bandung: Mizan. 1994.

---, M. Quraish. Menabur Pesan Ilahi. Jakarta: Lentera Hati. 2006.

---, M. Quraish. Wasathiyyah; Wawasan Islam tentang Moderasi Beragama.

Cet. II; Tangerang Selatan: Lentera Hati, 2020.

---, M. Quraish.Yang Hilang dari Kita: Akhlak(Tangerang: Lentera Hati, 2016.

---, M. Quraish.Yang Hilang dari Kita: Akhlak, (Cet. II; Tangerang Selatan:

Lentera Hati, 2017.

---, M.Quraish Membumikan al-Qur’an; Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Cet. I; Bandung: Mizan, 2014.

---, M.Quraish Wasathiyyah; Wawasan Islam tentang Moderasi Beragama.

Cet. II; Tangerang: Lentera Hati. 2020.

---, M.Quraish. al-Maidah 51; Satu Firman Beragam Penafsiran. Cet. I:

Tangerang: Lentera Hati, 2019.

---, M.Quraish. Ensiklopedia al-Qur’an. Cet. I; Jakarta: Lentera Hati, 2007.

--- M.Quraish. Islam Yang Disalah Pahami; Mengikis Prasangka, Mengikis Kekeliruan. Cet. I; Tangerang: Lentera Hati, 2018.

---, M.Quraish. Tafsir al-Lubab; Makna, Tujuan dan Pelajaran dari Surah-surah al-Qur’an. Cet. I; Tangerang: Lentera Hati, 2012.

Suryadilaga, M. AlFatih dkk. Metodologi Ilmu Tafsir . Yogyakarta: Teras. 2005.

Sutoyo, Anwar. Manusia dalam Perspektif al-Qur’an. Cet. I; Yogyakarta:

Pustaka Pelajar, 2015.

Sya>ribi<, Sayyid Qutub Ibrahim Husain al-. Fii Z}ila>l Qur’an, Beirut: Da>r al-Syuruq, 1412H).

Thabari<, Muhammad ibn Jari<r ibn Yazi<d ibn Kas|i<r ibn Ga>lib al-Amali<, Abu Ja’far al-. Ja>mi’ Baya>n fi< ta’wi<l Qur’a>n , Juz XXIII, Cet. I; Muassasah al-Risalah, 2000.

Wahyudi,Yudian. Ushul Fiqh versus Hermeneutika, (Cet. V; Wonosari:

Pesantren Nawesea Press, 2007.

Zayd, Wasfi ‘Asyur Abu. Metode Tafsir Maqa>s}idi>, terj. dari Nah}wa tafsi<r al-Maqa>s}idi< li al-Qur’an al-Karim Ru’yah Ta’si<siyyah li Manhaj Jadi<d fi Tafsi<r al-Qur’an. Cet. I; Jakarta: Qaf Media Kreativa, 2020.

125

Jurnal

A. Nurdin, Qur’anic Society (Erlangga: 2006), hal. 105. dalam Abdul Fattah,

“Tafsir Tematik Islam Moderat Perspektif Al-Qur’an” Maghza: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Vol. 5, No. 2, Juni 2020.

Muhammad Alan Juhri, “Aplikatisi Moderasi Dalam Interaksi Muslim dan Non-Muslim Perspektif Tafsir Nabawi” Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Vol.

4 No. 2, Desember 2018., 152.

Hariyanto, ‚Relasi Kredibilitas Da’I dan Kebutuhan Mad’u dalam Mencapai Tujuan Dakwah‛, Tasamuh, Vol. 15, No. 2, 2018.

Iffati Zamimah, ‚Moderatisme Islam dalam Konteks Keindonesiaan (Studi Penafsiran Islam Moderat M. Quraish Shihab)‛, Al-Fanar:Jurnal Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, Vol. 1 No. 1, Juli 2018.

Abdul Fattah, “Tafsir Tematik Islam Moderat Perspektif Al-Qur’an” Maghza:

Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Vol. 5, No. 2, Juni 2020.

Miftahuddin, Islam Moderat Konteks Indonesia Dalam Perspektif Historis, Jurnal Mozaik, Vol. V, No. 1 Januari 2010.

Hanan Qisthina Sindi, ‚Analisis Perilaku Kejahatan Terorisme Osama bin Laden‛, Journal of International Relations, Volume 2, Nomor 4, Tahun 2016.

Winarto Eka Wahyudi, ‚Tantangan Islam Moderat‛, Jurnal Annual Confrence for Muslim Schoolars, UIN Sunan Ampel Surabaya, 21-22 April 2018, 924.

Muhammad Muchlis Solichin, ‚Pendidikan Islam Moderat dalam Bingkai Kearifan Lokal‛, Jurnal Mudarrisuna, vol. 8 No. 1, Januari-Juni 2018.

Huzdaeni Rahmawati, ‚Nilai-nilai Ummatan Wasatan untuk Melawan Intoleran;

Studi Teks, Konteks dan kontekstualisasi Terhadap QS. al-Baqarah ayat 143‛, Jurnal Raushan Fikr , vol. 6 No. 2, Juli 2017.

Yusuf al-Qardlawi, al-Khasahais al-Ammah li al-Islam, hal. 127-128. Dalam, Ahmad Yusuf, “Moderasi Islam Dalam Trilogi Islam: Aqidah, Syari’ah dan Tasawuf”, Al-Murabbi: Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. 3 No. 2 Juni 2018.

Abdul Mustaqim, ‚Argumentasi Keniscayaan Tafsir Maqashdi sebagai Basis Moderasi Islam‛, Pidato Pengukuhan Guru Besar dalam Bidang Ulumul Qur’an, Universitas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2019.

Umayyah, “Tafsir Maqashidi: Metode Alternatif dalam Penafsiran al-Qur’an”, Jurnal Diya al-Afkar, Vol. 4, Noo. 01, Juni 2016.

126

Link

https://www.youtube.com/watch?v=w2DxrEb4pWg&t=3438s. Diakses pada 13 Agustus 2020.

https://panrita.id/2018/11/10/4783/, Diakses pada 10 Desember 2020.

https://internasional.republika.co.id/berita/internasional/timurtengah/16/03/10/o3 sgc6282-mesir-larang-muslimah-kenakan-cadar. Diakses pada 10 Desember 2020.

Dokumen terkait