SEKTOR DRAINASE
B. Sistim Tata Drainase Kota
Mayoritas pembuangan sari saluran drainase pada rencana kota Redelong adalah masuk ke Sungai Pongas. Sedangkan pada kawasan Simpang Tiga, sebagian besar arah drainase mengalir ke sungai Delung yang tepat berada di sebelah utara kawasan Simpang Tiga.
Pada kawasan pusat perdagangan di Simpang Tiga belum memiliki saluran drainase yang memadai. Masyarakat disini dengan dana dari PPK telah membuat saluran drainase dari kawasan pertokoan di sekitar pasar Ikan menuju Sungai Delung di bawahnya. Saluran ini dibuat dengan tidak memperhatikan kebutuhan drainase pada seluruh kawasan kota ini, jaringan antar saluran belum saling bertemu. Pada jalan utama dari Pante Raya yang masuk Simpang Tiga terdapat saluran irigasi yang diperuntukan mengairi ladang di kawasan Reje Guru dan sekitarnya, saluran ini juga berfungsi sebagai saluran drainase untuk kawasan yang dilewatinya.
Pada kawasan rencana kota Redelong lainnya saat ini belum memiliki saluran drainase, karena kawasan ini sebagian bukan daerah terbangun sehingga tidak memerlukan saluran drainase. Saluran primer drainase untuk kawasan ini adalah alur-alur yang merupakan anak sungai Pongas. Saluran lainnya yang ada di kawasan ini adalah saluran alam, kecuali pada kawasan yang saat ini sedang dibangun yaitu kawasan untuk pusat pemerintahan Kabupaten Bener Meriah.
6.2.2. Kota Pondok Baru
Kota ini adalah kota perdagangan, dengan kawasan komersial yang lebih luas dari pada kota Simpang Tiga. Kota terletak di punggung bukit, sehingga tidak ada permasalahan genangan drainase di kota ini. Permasalahan yang timbul adalah tidak adanya saluran yang memadai untuk mengalirkan air limpasan hujan dan air limbah.
6.3. Pembagian Sub Sistim Drainase
Ada dua sungai yang mengalir disekitar kota Redelong, yaitu Sungai Delung yang berada di utara kawasan dan Sungai Pongas yang berada di Selatan kawasan.
Sehingga sub sistim drainase untuk kawasan ini dapat dibagi menjadi dua subsistem utama, yaitu subsistem yang mengalir ke Sungai Delung dan subsistem yang mengalir ke sungai Pongas. Sedang subsistem Sungai Pongas dapat dibagi lagi menjadi 4 zona drainase. Sehingga secara keseluruhan Kawasan rencana kota Redelong dapat dibagi menjadi 5 zona drainase. Pembagian zona drainse ini dapat dilihat pada gambar 6.1.
• Zona 1 adalah sistim drainase di sekitar Simpang Tiga yang membuang air limpasan hujan menuju sungai Delung. Pada zona ini terletak kasawan komersial utama dan pusat pertumbuhan untuk kota Redelong pada saat ini.
Tata drainase di kawasan ini sudah sangat diperlukan tetapi belum tertata dengan baik.
• Zona 2 adalah sistim drainase kawasan Reje Guru yang arealnya terletak di sebelah barat jalan menuju Simpang Tritit. Drainase dari kawasan ini dibuang ke anak sungai Pongas. Kawasan terbangun hanya terletak di sekitar Simpang Tiga, dan sisanya masih dalam bentuk sawah/ lading atau kebun.
• Zona 3, pada bagian utara zona 3 ini, yaitu di sekitar Babussalam saat ini menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Bener Meriah sementara. Sistim drainse belum tertata dengan baik, karena untuk jangka pendek kawasan ini masih belum memerlukan penataan drainase. Mayoritas kawasan ini adalah sawah/ ladang dan kebun, hanya sebagian kecil saja yang berupa perumahan.
• Zona 4, pada zona ini belum ada kawasan yang terbangun. Dalam Rencana Umum Tata Ruang Kawasan Perkotaan Redelong, zona ini diproyeksikan menjadi kawasan perumahan. Belum ada fasilitas drainase terbangun pada zona ini.
• Zona 5, pada bagian utara dari zona ini terdapat lapangan terbang yang saat ini tengah dilakukan pelaksanaan perpanjangan landasan. Bagian selatan zona ini diproyeksikan untuk menjadi pusat Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah. Saat ini masih dalam proses pembangunan kantor Bupati dan kantor lainnya.
6.4. Identifikasi Permasalahan
Permasalahan genangan bukan masalah utama untuk kawasan Kota Redelong, yang perlu diperhatikan bahwa perlunya saluran drainase adalah untuk dapat menyalurkan air limpasan hujan ke badan air yang ada dengan tidak menyebabkan erosi pada saluran itu sendiri atau erosi pada badan jalan atau erosi pada permukaan lainnya. Sehingga perlunya saluran drainase adalah untuk mencegah terjadinya erosi pada badan jalan akibat limpasan air hujan.
Permasalahan drainase juga terjadi di Kota Podok Baru yang berjarak 6 km dari Simpang Tiga. Permasalahan yang terjadi bukan genangan tetapi berkaitan ketersediaan saluran drainase yang memadai pada jalan utama kota Pondok Baru.
6.4.1. Genangan Air Hujan
Permasalahan banjir yang terjadi di kawasan kota Redelong sangat minim, karena kondisi topografinya yang berbukit sangat memudahkan pengaliran air. Genangan banjir yang terjadi adalah karena tidak tersedia saluran drainase yang memadai.
Permasalahan genangan yang utama terjadi di kawasan Simpang Tiga, genangan yang terjadi karena kawsana ini belum memiliki sistem drainse yang baik.
Genangan terjadi setiap hujan lebat dengan luas genangan mencapai 1,5 Ha dan tinggi genangan 0,3 m dan lama genangan sekitar 4 jam.
6.4.2. Kondisi Saluran
Saluran drainase di kawasan rencana Kota Redelong baru pada Kawasan Simpang Tiga yang telah dilakukan pembenahan. Pada kota Simpang Tiga terdapat saluran irigasi non teknis yang mengalirkan air dari arah Babussalam ke arah lahan pertanian di sekitar Reje Guru. Saluran ini berupa saluran dengan perkerasan, ketika memasuki kota Simpang Tiga saluran ini juga berfungsi sebagai saluran drainase. Saluran drainase di pusat komersial di pasar Ikan baru dibenahi secara swadaya dengan dana dari PPK. Dalam membuat saluran ini tidak mempertimbangkan aliran dari kawasan lainnya, sehingga saluran yang dibuat hanya cukup untuk mengeringkan secara lokal.
6.5. Penanganan Masalah
Untuk mengatasi masalah drainase di Kota Simpang Tiga dan Podok Baru tidak diperlukan penyusunan skala prioritas berdasarkan genagnan, karena masalah genangan hanya terjadi pada satu lokasi saja. Pada tempat lainnya tidak terjadi genangan tetapi masalahnya adalah tidak ada saluran dan air limpasan mengalir pada permukaan tanah dan jalan. Penangan masalah untuk kedua kota tersebut adalah sebagai berikut:
6.5.1. Penanganan Masalah Kota Simpang Tiga
Untuk menyelesaikan permasalahan drainase di Kota Simpang Tiga adalah dengan menata ulang aliran drainase, dengan mengarahkan saluran drainase ke badan air terdekat. Untuk melakukan hal ini adalah dengan membuat saluran baru atau melakukan rehabilitasi saluran yang ada.(lihat gambar 6.2.)