PESERTA KB BARU
SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN
A. SARANA KESEHATAN 1. Jumlah Rumah Sakit Umum
Jumlah Rumah Sakit di Kabupaten Blora sebanyak 6 Unit, terdiri dari 2 unit RSU Pemerintah yaitu RS dr. R.Soetijono Blora dan RS dr. R.Soeprapto Cepu, 3 unit RS Swasta yaitu RS Permata, RS PKU Muhammadiyah Cepu, RS PKU Muhammadiyah Blora dan 1 unit RS Tentara yaitu RS Berbantuan / RS Wira Husada.
2. Jumlah Puskesmas dan Jaringannya
Jumlah Puskesmas dan jaringannya di Kabupaten Blora pada tahun 2019 adalah sebagai berikut : Puskesmas Rawat Inap 10 unit dengan jumlah Tempat Tidur sebanyak 148 Tempat Tidur, Puskesmas Non Rawat Inap 16 unit, Puskesmas Keliling 32 unit, Puskesmas Pembantu 56 unit.
PEM.KAB/KOTA TNI/POLRI SWASTA 2
1
3 JUMLAH RUMAH SAKIT UMUM DI KABUPATEN BLORA TAHUN 2015
Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2019 - 44 -
3. Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Menurut Kepemilikan/Pengelola
Sarana Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Blora tahun 2019 terdiri dari Rumah Sakit
Umum milik Pemerintah 2 ( dua) unit yaitu RS dr. R.Soetijono Blora dan RS dr. R.Soeprapto Cepu, RSU milik TNI 1 (satu) unit yaitu RS Berbantuan / RS Wira Husada dan RSU milik Swasta 3 (tiga) unit, yaitu RS Permata, RS PKU Muhammadiyah Cepu dan RS PKU Muhammadiyah Blora. Puskesmas dan jaringannya yaitu terdiri dari Puskesmas Rawat Inap, Puskesmas Rawat Non Rawat Inap, Puskesmas Keliling dan Puskesmas Pembantu. Sarana Pelayanan Lain terdiri dari Rumah Bersalin, Balai Pengobatan/Klinik, Praktik Dokter Bersama, Praktik Dokter Perorangan, Praktik Pengobatan tradisional, bank darah rumah sakit dan unit transfusi darah. Sarana produksi dan distribusi kefarmasian terdiri dari industru farmasi, industri obat tradisional, usaha kecil obat tradisional, produksi alat kesehatan, pedagang besar famasi, apotek, toko obat, dan penyalur alat kesehatan. Proporsinya dapat dilihat di tabel berikut :
TABEL 4
JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN KABUPATEN BLORA
PEMILIKAN/PENGELOLA
KEMENKES PEM.PROV PEM.KAB/KOTA TNI/POLRI BUMN SWASTA JUMLAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 RUMAH SAKIT UMUM 2 1 3 6
2 RUMAH SAKIT KHUSUS
-1 PUSKESMAS RAWAT INAP 10 10
- JUMLAH TEMPAT TIDUR 148 148
2 PUSKESMAS NON RAWAT INAP 16 16
3 PUSKESMAS KELILING 32 32 4 PUSKESMAS PEMBANTU 56 56 1 RUMAH BERSALIN -2 KLINIK PRATAMA 2 2 2 20 26 3 KLINIK UTAMA 2 2 4 BALAI PENGOBATAN
-5 PRAKTIK DOKTER BERSAMA
-6 PRAKTIK DOKTER UMUM PERORANGAN
-7 PRAKTIK DOKTER GIGI PERORANGAN
-8 PRAKTIK DOKTER SPESIALIS PERORANGAN
-9 PRAKTIK PENGOBATAN TRADISIONAL
-10 BANK DARAH RUMAH SAKIT
-11 UNIT TRANSFUSI DARAH
-1 INDUSTRI FARMASI
-2 INDUSTRI OBAT TRADISIONAL
-3 USAHA MIKRO OBAT TRADISIONAL
-4 PRODUKSI ALAT KESEHATAN
-5 PEDAGANG BESAR FARMASI
-6 APOTEK 2 67 69
7 APOTEK PRB 9 9
8 TOKO OBAT
-9 TOKO ALKES 1 1
Sumber: SIE SDK DAN YANKES
TAHUN 2019
SARANA PELAYANAN LAIN
SARANA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN
NO FASILITAS KESEHATAN
RUMAH SAKIT
Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2019 - 45 -
4. Persentase Rumah Sakit dengan Kemampuan Pelayanan Gawat Darurat Level 1
Di Kabupaten Blora tahun 2019 terdapat 6 (enam) unit Rumah Sakit, dimana seluruh rumah
sakit tersebut mempunyai kemampuan pelayanan gawat darurat level l. Karena sudah menjadi kewajiban bahwa sesuai klasifikasi rumah sakit dengan standar minimal Rumah Sakit Tipe D diharuskan menyediakan pelayanan gawat darurat.
5. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat a. Posyandu
Di Kabupaten Blora strata posyandu mengalami peningkatan sejak tahun 2017 – 2019. Hal
ini dapat dilihat pada tabel diatas, bahwa strata posyandu pratama tahun 2019 (14,2%) naik dibanding tahun 2018 (10,56%) dan strata posyandu madya tahun 2019 menurun (53,9%) dibanding tahun 2018 (57,83%), strata posyandu purnama turun, tahun 2018 (24,13%) tahun 2019 (22,2%) dan strata posyandu mandiri tahun 2018 ( 7,48%) tahun 2019 turun menjadi 6,8%.
b. Poliklinik Kesehatan Desa
Perkembangan Poliklinik Kesehatan Desa sejak tahun 2017 s/d 2019 terus berkembang, saat ini jumlahnya mencapai 214 PKD dari 295 desa/Kelurahan di Kabupaten Blora, sementara untuk Pondok Bersalin Desa (Posbindu) di Kabupaten Blora baru mulai berkembang sejak tahun 2017 (50 posbindu) dan meningkat menjadi 331 posbindu di tahun 2019. Dapat dilihat pada tabel berikut :
Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2019 - 46 -
B. TENAGA KESEHATAN
1. Jumlah dan Rasio Tenaga Medis (dokter, spesialis, dokter gigi) di Sarana Kesehatan Dalam standar Target Rasio Kebutuhan SDMK Tahun 2015 telah ditentukan bahwa target
rasio untuk dokter spesialis adalah 10 per 100.000 penduduk, target rasio untuk dokter umum adalah 40 per 100.000 penduduk dan target rasio dokter gigi adalah 12 per 100.000 penduduk. Bila dilihat dari tabel dibawah ini jumlah dan rasio dokter spesialis, rasio dokter umum dan rasio dokter gigi di Kabupaten Blora masih dibawah target.
Jumlah Dr.Umum, Dr.Spesialis, Dr.Gigi/Dr.Spesialis Gigi
Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2019 - 47 -
2. Jumlah dan Rasio Tenaga Bidan dan Perawat di sarana Kesehatan
Tenaga Keperawatan terdiri atas Bidan, dan tenaga perawat. Jumlah tenaga keperawatan di
Kabupaten Blora tahun 2019 tercatat sebanyak 1.707 orang.
Jumlah tenaga bidan Kabupaten Blora tahun 2019 adalah 741 orang. Rasio tenaga bidan sebesar 80,05/100.000 penduduk. Rasio tersebut masih di bawah target nasional 100/100.000 penduduk. Jumlah tenaga perawat tahun 2019 di Kabupaten Blora 966 orang, rasio tenaga perawat 104,36/100.000 penduduk. Rasio tersebut masih di bawah target Nasional 117/100.000 penduduk.. Dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Jumlah Bidan dan Perawat
Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2019 - 48 -
3. Jumlah dan Rasio Tenaga Kefarmasian di Sarana Kesehatan
Tenaga kefarmasian terdiri dari apoteker,S-1 Farmasi, DIII Farmasi dan Asisten Apoteker. Jumlah tenaga Kefarmasian di Kabupaten Blora pada tahun 2019 yang bekerja di sarana kesehatan adalah 38 orang. Rasio tenaga teknik kefarmasian adalah 7,8/100.000 penduduk, tenaga apoteker 3,8/100.000 penduduk. Rasio ini dibawah target nasional yaitu untuk apoteker 10/100.000 penduduk dan Assisten Apoteker 30/100.000 penduduk.
Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2019 - 49 -
4. Jumlah dan Rasio Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan di Sarana Kesehatan
Jumlah tenaga kesehatan masyarakat di Kabupaten Blora tahun 2019 sebanyak 42 orang dan tenaga kesehatan lingkungan 42 orang. Rasio tenaga kesehatan masyarakat per 100.000 penduduk tahun 2019 sebesar 4,53, rasio tersebut masih di bawah target nasional 40/100.000 penduduk. Sedangakan rasio tenaga kesehatan lingkungan per 100.000 penduduk sebesar 4,53. Rasio tersebut masih jauh di bawah target nasional 40/100.000 penduduk. Dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan
Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2019 - 50 -
5. Jumlah dan Rasio Tenaga Gizi di Sarana Kesehatan
Tenaga gizi terdiri dari Nutrisionis dan Dietisien. Jumlah tenaga gizi di Kabupaten Blora pada tahun 2019 yang bekerja di sarana kesehatan adalah 61 orang. Rasio tenaga gizi per 100.000 penduduk pada tahun 2019 sebesar 6,5. Angka tersebut masih dibawah target nasional 22 per 100.000 penduduk.
Jumlah Tenaga Gizi
Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2019 - 51 -
6. Jumlah dan rasio Teknisi Medis dan Tenaga Keterapian Fisik di sarana Kesehatan
Tenaga keterapian fisik meliputi tenaga fisioterapis, okupasi terapis, terapis wicara dan akupunktur. Jumlah tenaga keterapian fisik di Kabupaten Blora sejak tahun 2016 s/d tahun 2019 tenaga yang ada hanya tenaga fisioterapi. Rasio tenaga keterapian fisik pada tahun 2019 hanya 1,4 per 100.000 penduduk, hal ini masih dibawah target yang ditentukan yaitu 4 per 100.000 penduduk. Jumlah tenaga dan rasio Fisioterapis di Kabupaten Blora dapat dilihat pada tabel berikut :
Sedangkan untuk tenaga keteknisian medis di Kabupaten Blora tercatat tenaga yang ada adalah radiografer, radioterapies, teknisi elektromedis, analisis kesehatan, rekam medis dan informasi kesehatan. Untuk tenaga teknisi gigi pada laporan data ketenagaan, masuk pada data tenaga perawat gigi. Rasio tenaga keteknisian medis terhadap penduduk pada tahun 2019 sebesar 8,6, hal ini masih dibawah target yang sudah ditentukan yaitu 14 per 100.000 penduduk.
Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2019 - 52 -
7. Pembiayaan Kesehatan
a. Persentase Anggaran Kesehatan dalam APBD.
Data anggaran kesehatan di Kabupaten Blora diperoleh dari Sub Bag Keuangan DKK Blora, RS dr. R. Soetijono Blora dan RS dr. R. Soeprapto Cepu.
Total Anggaran Kesehatan : Rp. 268.341.237.713 Total APBD Kabupaten Blora : Rp. 2.215.590.593.677
Persentanse APBD Kesehatan terhadap APBD Kabupaten Blora : 11,36%
b. Anggaran Kesehatan per Kapita
Anggaran Kesehatan yang direkap dalam data profil ini adalah bersumber data yang diperoleh dari Sub Bag Keuangan DKK Blora, RS dr. R. Soetijono Blora dan RS dr. R. Soeprapto Cepu. Total Anggaran Kesehatan sebesar Rp. 268.341.237.713,-. Adapun anggaran kesehatan per kapita sebesar Rp. 289.897,74
TABEL 19
KABUPATEN/KOTA BLORA TAHUN 2019
ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN
Rupiah %
1 2 3 4
ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER:
1 APBD KAB/KOTA 268,341,237,713 100.00
a. Belanja Langsung 142,664,539,713 b. Belanja Tidak Langsung 92,158,570,000 c. Dana Alokasi Khusus (DAK) 16,759,064,000 - DAK fisik 1. Reguler
2. Penugasan 3. Afirmasi
- DAK non fisik 16,759,064,000
1. BOK 16,759,064,000
2. Akreditasi 3. Jampersal
2 APBD PROVINSI - 0.00
a. Belanja Langsung b. Belanja Tidak Langsung
c. Dana Alokasi Khusus (DAK) : BOK
3 APBN : - 0.00
a. Dana Dekonsentrasi
b. Lain-lain (sebutkan), misal bansos kapitasi
4 PINJAMAN/HIBAH LUAR NEGERI (PHLN) 0.00
(sebutkan project dan sumber dananya)
5 SUMBER PEMERINTAH LAIN* 0.00
268,341,237,713 2,215,590,593,677 12.11 289,897.74 TOTAL ANGGARAN KESEHATAN
TOTAL APBD KAB/KOTA % APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA
ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA
Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2019 - 53 -
BAB VI KESIMPULAN
A. DERAJAT KESEHATAN a. Mortalitas / Angka Kematian
1. Angka kematian bayi tahun 2019 adalah 11,1/1.000kh, angka ini naik dibanding tahun 2018 yaitu 5,14/1.000kh. target SPM 9,8/1000kh dan target MDGs tahun 2019 yaitu sebesar 8,5/1000kh.
2. Angka Kematian Balita tahun 2019 sejumlah 2,1/1000kh, angka ini turun dibanding tahun 2018 yaitu 15/1000kh.Angka kematian ibu tahun 2019 sejumlah 94,6 / 100.000 kh, angka ini turun dibanding tahun 2018 yaitu 115 / 100.000 kh,sedangkan target SPM 102/100.000 kh. Penyebab Langsung Kematian ibu tahun 2019 cukup tinggi yaitu perdarahan 4 kasus, preeklamsia atau eklamsia 1 kasus, Decom Cordis 2 kasus, Jantung Coroner 2 Kasus, DM 1 Kasus, hyperemesis grade 4 1 kasus, Sepsis 1 kasus, dan Anemia 1 Kasus.
b. Angka Kesakitan
1. Angka keberhasilan pengobatan penderita TB paru BTA + tahun 2019 sebesar 89,6 meningkat dari tahun 2018 sebesar 78,01.
2. Cakupan penemuan dan penanganan penderita pneumonia balita tahun 2019 sebesar 2,6% 3. Penemuan Penderita HIV /AIDS th 2019 ada 312 kasus, HIV 208 kasus, AIDS 104 kasus. 4. Persentase penemuan kasus penderita diare tahun 2019 ditemukan dan ditangani sebanyak
33,4% dan sudah ditangani 100%. Kasus penderita diare masih cukup tinggi, menandakan bahwa masyarakat masih belum malakukan CTPS ( cuci tangan pakai sabun secara benar ), maka perlu di tingkatkan pengetahuan masyarakat tentang kebersihan lingkungan.
5. Case Detection Rate adalah Angka Penemuan kasus baru kusta diantara 100.000 penduduk di Kabupaten Blora, angka penemuan kasus baru yang dilaporkan pada tahun 2019 sejumlah 13,5/100.000 penduduk (125 kasus). Kasus baru kusta anak umur 0 – 14 tahun 0%. Angka kecacatan Tk.2 masih tinggi yaitu 11,2 % diantara penderita baru. Target Provinsi Jawa Tengah adalah kurang dari 5%.
6. Prevalensi adalah jumlah seluruh kasus kusta baik baru maupun lama, hasilnya adalah jumlah prevalensi kusta tahun 2019 di Kabupaten Blora 0,97/10.000 penduduk, target nasional adalah kurang dari 1/ 10.000.
7. Penderita kelumpuhan AFP (Accute Flaccid Paralysis) diperkirakan 2,83 diantara 100.000 anak usia <15 tahun. Di Kabupaten Blora tahun 2019 cakupan AFP Rate sebesar 0. Angka ini dibawah target dan turun dibandingkan capaian pada tahun 2018 (1,47).
8. Jumlah Kasus penyakit menular yang Dapat Dicegah Dengan Immunisasi (PD3I) yang ditemukan di Kabupaten Blora selama kurun waktu 2017 s/d 2019 adalah kasus campak klinis tahun 2018 sebanyak 9 penderita, tahun 2019 sebanyak 0 penderita.
9. Incident rate atau angka kejadian penderita DBD cukup tinggi, target nasional 2 per 100.000 penduduk, tahun 2019 ada 43,8 per 100.000 penduduk.
10. Tidak ditemukan Kasus filariasis di Kabupaten Blora tahun 2019.
11. Penyakit PTM tahun 2019 yang menonjol di Kabupaten Blora yaitu penyakit Hipertensi Essensial sebesar 184.889 kasus dan DM (Diabetes Mellitus) sebesar 11.659 kasus.
Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2019 - 54 -
12. Jumlah WUS usia 30 -50 tahun sebanyak 39.969 jiwa, yang dilakukan deteksi dini kanker leher rahim dan payudara sejumlah 4.098 jiwa (10,3 %), sedangkan IVA positif ada 78 jiwa (1,9 %).
13. Tahun 2019 tidak ada KLB (Kejadian Luar Biasa).
B. SITUASI UPAYA KESEHATAN a. Pelayanan Kesehatan
1. Capaian pelayanan kesehatan di Kabupaten Blora tahun 2019 meliputi : 1).Cakupan K1 sudah mencapai target yaitu 100 %, 2). Cakupan kunjungan ibu hamil K-4 mencapai 99,1%, sudah melebihi target SPM 96%, 3).Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani sudah mencapai target 100%. 4). Cakupan pertolongan kebidanan yang ditangani nakes yang memiliki kompetensi kebidanan 100%, sudah mencapai target SPM 96%. 5). Cakupan pelayanan nifas 99,9%, sudah mencapai target SPM 90%. 6). Cakupan Neonatus dengan komplikasi ditangani 100%. 7) Cakupan Kunjungan Nifas ( KF 3 ) adalah 99,9 % sudah mencapai dari target yaitu 97 %. 8). Cakupan vitamin A merah untuk ibu nifas mencapai 99,9%. 9). cakupan immunisasi TT pada ibu hamil dan WUS yg mendapat 1 = 6,7%, TT-2 = 10,9%, TT-3 = TT-24,TT-2%, TT-4 = TT-23,4% dan TT-5 = 1TT-2,TT-2%. 10). Cakupan ibu hamil yang mendapat Fe : 99,1 % sudah memenuhi standar pelayanan minimal ( SPM ) 90 %. 11). Cakupan penanganan komplikasi obstetri mencapai 100 % dari target yaitu 85 %.
2. Cakupan peserta KB di Kabupaten Blora tahun 2019 adalah sebagai berikut : 1). Cakupan peserta KB aktif untuk jenis MKJP sebesar 19,3% dan jenis Non MKJP sebesar 80,7%. 2). Cakupan peserta KB Baru jenis MKJP sebesar 12,5% dan jenis Non MKJP sebesar 87,5%. 3. Cakupan pelayanan kesehatan anak di Kabupaten Blora Tahun 2019 meliputi : 1). Persentase
BBLR sebesar 5,2%. 2). Cakupan Kunjungan Neonatus 100%. 3). Cakupan kunjungan bayi mencapai 99,9%. 4). Cakupan Pelayanan Anak Balita yang mendapatkan pelayanan 98,60%. 5) Cakupan penjaringan siswa SD dari tahun 2015 s/d tahun 2019 mengalami peningkatan, dan di tahun 2019 sudah mencapai target 100%.
4. Cakupan program gizi di Kabupaten Blora tahun 2019 meliputi : 1). Cakupan ASI Eksklusif mencapai 57,5%. 2). Cakupan vitamin A biru pada bayi usia 6 – 11 bulan sebesar 100 %. Cakupan vitamin A merah untuk balita 100 %. 3). Cakupan Baduta D/S yang ditimbang 77,4%. 4). Cakupan Balita Ditimbang 77,4 %.
5. Cakupan program imunisasi di Kabupaten Blora Tahun 2019 meliputi : 1). Pencapaian UCI Desa mencapai 100 %. 2). Cakupan imunisasi HBO 98%, BCG 102,8%, DPT-HB3-Hib 102,1%, Polio 4 sebesar 101,7%, campak 103,6%. 3). Cakupan Immunisasi Bayi yang mendapat Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada tahun 2019 mencapai 103,5 %.
6. Cakupan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Kabupaten Blora tahun 2019 adalah meliputi : 1). Cakupan pemeriksaan gigi murid SD/MI sebanyak 46,9%. 2). Cakupan perawatan gigi murid SD/MI yang perlu mendapatkan perawatan sebanyak 68,1%.
7. Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten Blora Tahun 2019 sebesar 81,2%, sudah mencapai target pelayanan kesehatan lansia yang sudah ditetapkan yaitu 60%.
Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2019 - 55 -
b. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan
Indikator akses dan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Blora tahun 2016 yaitu : 1. Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan di Kabupaten Blora tahun 2019 sebesar
620.423 jiwa (67%), terdiri dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan PBI Daerah dan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU/Mandiri ), Jamkesda.
2. Rata-rata pemakaian tempat tidur (BOR) tahun 2019 (63,9%) menurun dibanding tahun 2018 (67,8%). Nilai yang ideal untuk suatu BOR rumah sakit yaitu 60% - 80%.
3. Frekwensi penggunaan Tempat Tidur (BTO) tahun 2019 mencapai 114,7 kali per tahun. Nilai ideal BTO pertahun adalah 40 – 50 kali.
4. Rata-rata lama dirawat seorang pasien (ALOS) pada tahun 2019 (3 hari), menurun dibanding tahun 2018 (4,3 hari). Secara umum ALOS yang ideal adalah antara 6-9 hari.
c. Keadaan Lingkungan
Pencapaian indikator keadaan lingkungan di Kabupaten Blora tahun 2019 meliputi :
1. Persentase Penduduk yang Memiliki Akses Air Minum yang Layak
Dari jumlah penduduk Kabupaten Blora tahun 2019 sekitar 925.641 jiwa (6,7%) yang telah mendapatkan akses air minum layak.
2. Persentase Penyelenggara Air minum Memenuhi Syarat Kesehatan
Untuk menjaga kwalitas air minum yang dikonsumsi masyarakat di Kabupaten Blora, dilakukan pengawasan dan pemeriksaan sampel air minum. Tahun 2019 yang diperiksa 494 sampel dan yang memenuhi syarat sebanyak 350 (70,3%).
3. Persentase Penduduk yang Memiliki Akses Sanitasi yang Layak
Persentase penduduk yang sudah akses sanitasi yang layak dari tahun ke tahun semakin meningkat. tahun 2019 meningkat menjadi 100 %. Target capaian yang ditetapkan 76%. 4. Persentase Desa STBM
Tahun 2019 ini sudah ada 295 desa (100%) di Kabupaten Blora yang sudah melaksanakan STBM. Target kriteria desa STBM 27%.
5. Persentase Tempat-Tempat Umum Memenuhi Syarat Kesehatan
Tahun 2019 persentase TTU yang memenuhi syarat kesehatan sebesar 55,946%, target 79%
C. SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN a. Sarana Kesehatan
1. Jumlah Rumah Sakit Umum
Jumlah Rumah Sakit di Kabupaten Blora sebanyak 6 Unit, terdiri dari 2 unit RSU Pemerintah yaitu RS dr. R.Soetijono Blora dan RS dr. R.Soeprapto Cepu, 3 unit RS Swasta yaitu RS Permata, RS PKU Muhammadiyah Cepu, RS PKU Muhammadiyah Blora dan 1 unit RS Tentara yaitu RS Berbantuan / RS Wira Husada.
2. Jumlah Puskesmas dan Jaringannya
Jumlah Puskesmas dan jaringannya di Kabupaten Blora pada tahun 2019 adalah sebagai berikut : Puskesmas Rawat Inap 10 unit dengan jumlah Tempat Tidur sebanyak 148 Tempat Tidur, Puskesmas Non Rawat Inap 16 unit, Puskesmas Keliling 32 unit, Puskesmas Pembantu 56 unit.
3. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat
1). Strata posyandu mengalami peningkatan di tahun 2019. Jumlah Posyandu sebesar 1.313. Strata posyandu pratama 14,2%, strata posyandu madya 53,9%, strata posyandu purnama
Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2019 - 56 -
22,2% dan strata posyandu mandiri 6,8%. 2). Poliklinik Kesehatan Desa jumlahnya mencapai 214 PKD dari 295 desa/Kelurahan di Kabupaten Blora, Pondok Bersalin Desa (Posbindu) 331 posbindu.
b. Tenaga Kesehatan
1. Rasio Tenaga Medis (dokter, spesialis, dokter gigi) di Sarana Kesehatan di Kabupaten Blora tahun 2019 meliputi dokter spesialis 7,24 per 100.000 penduduk. Dalam standar Target Rasio Kebutuhan SDMK Tahun 2014 telah ditentukan bahwa target rasio untuk dokter spesialis adalah 10 per 100.000 penduduk. Untuk dokter umum 16,96 per 100.000 penduduk, target rasio untuk dokter umum 40 per 100.000 penduduk dan dokter gigi 2,81 per 100.000 penduduk, target rasio dokter gigi 12 per 100.000 penduduk. Rasio tersebut masih dibawah standar kebutuhan SDMK.
2. Rasio Tenaga Bidan dan Perawat di sarana Kesehatan di Kabupaten Blora tahun 2019, meliputi : Rasio tenaga bidan sebesar 80,05/100.000 penduduk. Rasio tersebut masih di bawah target nasional 100/100.000 penduduk, rasio tenaga perawat 104,36/100.000 penduduk. Rasio tersebut masih di bawah target Nasional 117/100.000 penduduk. Sedangkan rasio perawat gigi 3,2/100.000 penduduk.
3. Rasio Tenaga Kefarmasian di Sarana Kesehatan di Kabupaten Blora tahun 2019 terdiri dari Rasio tenaga teknik kefarmasian adalah 7,8/100.000 penduduk, tenaga apoteker 3,8/100.000 penduduk. Rasio ini dibawah target nasional yaitu untuk apoteker 10/100.000 penduduk dan Assisten Apoteker 30/100.000 penduduk.
4. Rasio Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan di Sarana Kesehatan di Kabupaten Blora tahun 2019 Rasio tenaga kesehatan masyarakat per 100.000 penduduk tahun 2019 sebesar 4,53, rasio tersebut masih di bawah target nasional 40/100.000 penduduk. Rasio tenaga kesehatan lingkungan per 100.000 penduduk sebesar 4,53. Rasio tersebut masih jauh di bawah target nasional 40/100.000 penduduk.
5. Rasio Tenaga Gizi di Sarana Kesehatan di Kabupaten Blora tahun 2019 meliputi : Rasio tenaga gizi per 100.000 penduduk sebesar 6,5. Angka tersebut masih dibawah target nasional 22 per 100.000 penduduk.
6. Rasio Teknisi Medis dan Tenaga Keterapian Fisik di sarana Kesehatan di Kabupaten Blora sejak tahun 2015 s/d tahun 2019 tenaga yang ada hanya tenaga fisioterapi. Rasio tenaga keterapian fisik pada tahun 2019 hanya 1,4 per 100.000 penduduk, hal ini masih dibawah target yang ditentukan yaitu 4 per 100.000 penduduk. Sedangkan untuk Rasio tenaga keteknisian medis terhadap penduduk sebesar 8,6, hal ini masih dibawah target yang sudah ditentukan yaitu 14 per 100.000 penduduk.
c. Pembiayaan Kesehatan
Data anggaran kesehatan di Kabupaten Blora Tahun 2019 diperoleh dari Sub Bag Keuangan DKK Blora, RS dr. R. Soetijono Blora dan RS dr. R. Soeprapto Cepu. Total APBD Kabupaten Blora Rp. 2.215.590.593.677. Persentanse APBD Kesehatan terhadap APBD Kabupaten Blora : 12,11%.
Sedangkan Anggaran Kesehatan sebesar Rp. 268.341.237.713,-. Adapun anggaran kesehatan per kapita sebesar Rp. 289.897,74
Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2019 - 57 -
TAHUN 2019
L P L + P Satuan
I GAMBARAN UMUM
1 Luas Wilayah 1,790 Km2 Tabel 1
2 Jumlah Desa/Kelurahan 295 Desa/Kel Tabel 1
3 Jumlah Penduduk 463,251 462,390 925,641 Jiwa Tabel 2
4 Rata-rata jiwa/rumah tangga #DIV/0! Jiwa Tabel 1
5 Kepadatan Penduduk /Km2 #DIV/0! Jiwa/Km2 Tabel 1
6 Rasio Beban Tanggungan #DIV/0! per 100 penduduk produktif Tabel 2
7 Rasio Jenis Kelamin #DIV/0! Tabel 2
8 Penduduk 10 tahun ke atas melek huruf #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! % Tabel 3
9 Penduduk 10 tahun yang memiliki ijazah tertinggi
a. SMP/ MTs 17.5 16.5 17.0 % Tabel 3
b. SMA/ SMK/ MA 17.6 13.8 15.7 % Tabel 3
c. Sekolah menengah kejuruan 0.0 0.0 0.0 % Tabel 3
d. Diploma I/Diploma II 0.1 0.2 0.1 % Tabel 3
e. Akademi/Diploma III 0.8 1.1 1.0 % Tabel 3
f. Universitas/Diploma IV 2.7 2.6 2.7 % Tabel 3
g. S2/S3 (Master/Doktor) 0.2 0.1 0.1 % Tabel 3
II SARANA KESEHATAN II.1 Sarana Kesehatan
10 Jumlah Rumah Sakit Umum 6 RS Tabel 4
11 Jumlah Rumah Sakit Khusus 0 RS Tabel 4
12 Jumlah Puskesmas Rawat Inap 10 Puskesmas Tabel 4
13 Jumlah Puskesmas non-Rawat Inap 16 Puskesmas Tabel 4
14 Jumlah Puskesmas Keliling 32 Puskesmas keliling Tabel 4
15 Jumlah Puskesmas pembantu 56 Pustu Tabel 4
16 Jumlah Apotek 69 Apotek Tabel 4
17 RS dengan kemampuan pelayanan gadar level 1 100.00 % Tabel 6
II.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan
18 Cakupan Kunjungan Rawat Jalan 0.0 0.0 0.0 % Tabel 5
19 Cakupan Kunjungan Rawat Inap 0.0 0.0 0.0 % Tabel 5
NO INDIKATOR ANGKA/NILAI No.
20 Angka kematian kasar/Gross Death Rate (GDR) di RS 20.2 11.0 14.8 per 1.000 pasien keluar Tabel 7
21 Angka kematian murni/Nett Death Rate (NDR) di RS 9.0 5.0 6.7 per 1.000 pasien keluar Tabel 7
22 Bed Occupation Rate (BOR) di RS 63.9 % Tabel 8
23 Bed Turn Over (BTO) di RS 114.68 Kali Tabel 8
24 Turn of Interval (TOI) di RS 1.15 Hari Tabel 8
25 Average Length of Stay (ALOS) di RS 3.02 Hari Tabel 8
26 Puskesmas dengan ketersediaa obat vaksin & essensial 1.0 % Tabel 9
II.3 Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)
27 Jumlah Posyandu 1,313.00 Posyandu Tabel 10
28 Posyandu Aktif 31.84 % Tabel 10
29 Rasio posyandu per 100 balita 2.67 per 100 balita Tabel 10
30 Posbindu PTM 325.00 Posbindu PTM Tabel 10
III SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN
31 Jumlah Dokter Spesialis 0 0 0 Orang Tabel 11
32 Jumlah Dokter Umum 2 2 4 Orang Tabel 11
33 Rasio Dokter (spesialis+umum) 0.0 per 100.000 penduduk Tabel 11
34 Jumlah Dokter Gigi + Dokter Gigi Spesialis 0 0 0 Orang Tabel 11
35 Rasio Dokter Gigi (termasuk Dokter Gigi Spesialis) 0.0 per 100.000 penduduk Tabel 11
36 Jumlah Bidan 12 Orang Tabel 12
37 Rasio Bidan per 100.000 penduduk 18.0 per 100.000 penduduk Tabel 12
38 Jumlah Perawat 16 3 9 Orang Tabel 12
39 Rasio Perawat per 100.000 penduduk 9.0 per 100.000 penduduk Tabel 12
40 Jumlah Tenaga Kesehatan kesehatan 0 1 1 Orang Tabel 13
41 Jumlah Tenaga Sanitasi 0 1 1 Orang Tabel 13
42 Jumlah Tenaga Gizi 0 2 2 Orang Tabel 13
43 Jumlah Tenaga Kefarmasian 1 0 1 Orang Tabel 15
IV PEMBIAYAAN KESEHATAN
44 Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 67.03 % Tabel 17
45 Desa yang memanfaatkan dana desa untuk kesehatan 100.00 % Tabel 18
46 Total Anggaran Kesehatan 0 Rp Tabel 19
47 APBD Kesehatan terhadap APBD Kab/Kota #DIV/0! % Tabel 19
V KESEHATAN KELUARGA V.1 Kesehatan Ibu
49 Jumlah Lahir Hidup 6,069 5,563 11,632 Orang Tabel 20
50 Angka Lahir Mati (dilaporkan) 9.5 7.8 8.7 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 20
51 Jumlah Kematian Ibu 11 Ibu Tabel 21
52 Angka Kematian Ibu (dilaporkan) 94.6 per 100.000 Kelahiran Hidup Tabel 21
53 Kunjungan Ibu Hamil (K1) 100.0 % Tabel 23
54 Kunjungan Ibu Hamil (K4) 99.1 % Tabel 23
55 Ibu hamil dengan imunisasi Td2+ 70.7 % Tabel 24
56 Ibu Hamil Mendapat Tablet Tambah Darah 90 99.1 % Tabel 27
57 Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan 100.0 % Tabel 23
58 Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan di Fasyankes 100.0 % Tabel 23
59 Pelayanan Ibu Nifas KF3 99.9 % Tabel 23
60 Ibu Nifas Mendapat Vitamin A 99.9 % Tabel 23