BAB VI KESIMPULAN A. SITUASI DERAJAT KESEHATAN
B. SITUASI UPAYA KESEHATAN 1. Pelayanan Kesehatan
Secara keseluruhan pelayanan kesehatan di Provinsi Banten tahun 2016 sudah cukup baik. Secara rinci capaian pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut : (1) Cakupan K1 sebesar 96,4 persen;
(2) Cakupan K4 sebesar 86,4 persen; (3) Cakupan persalinan ditolong tenaga kesehatan sebesar 88,2 persen; (4) Cakupan pelayanan nifas sebesar 91,6 persen; (5) Cakupan pemberian vitamin A pada ibu nifas sebesar 91,64 persen; (6) Cakupan pemberian 90 tablet Fe sebesar 78,21 persen; (7) Cakupan penanganan komplikasi kebidanan sebesar 71,63 persen. Indikator tersebut seluruhnya sudah mencapai target standar pelayanan minimal, akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah masih tingginya angka kematian ibu maternal. Hal ini perlu mendapat perhatian dan perlu kajian lebih lanjut tentang penyebab kematian ibu yang tinggi tersebut. Selain itu diperlukan upaya terobosan yang bersifat kebijakan guna percepatan penurunan angka kematian ibu di Provinsi Banten.
Cakupan pelayanan keluarga berencana di Provinsi Banten tahun 2016 adalah sebagai berikut: (1) Persentase peserta KB aktif di Provinsi Banten tahun 2016 sebesar 73,6 persen; (2) Persentase peserta KB baru sebesar 13,9 persen.
Cakupan pelayan kesehatan anak di Provinsi Banten tahun 2016 adalah sebagai berikut : (1) Persentase bayi berat badan lahir rendah di Provinsi Banten tahun 2016 sebesar 2,1 persen; (2) Cakupan kunjungan neonatus pertama sebesar 97,7 persen, KN lengkap 100,9 persen; (3) Cakupan pelayanan kesehatan bayi sebesar 95,1 persen; (4) Cakupan pelayanan anak balita sebesar 69,8 persen; (5) Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat sebesar 88,15 persen.
Cakupan baduta ditimbang sebesar 91,5 persen; (4) Cakupan balita ditimbang sebesar 75,9 persen; (5) Jumlah kasus gizi buruk sebanyak 1.722 kasus, seluruhnya mendapat perawatan.
Profil Kesehatan Provinsi Banten Tahun 2016 100 Cakupan program imunisasi di Provinsi Banten tahun 2016 adalah sebagai berikut: (1) Persentase desa/kelurahan UCI sebesar 84,1 persen; (2) Cakupan imunisasi BCG sebesar 105,5 persen, DPT-HB3 sebesar 93,98 persen, Polio 4 sebesar 120,54 persen, dan Campak sebesar 78,72 persen; (3) Cakupan imunisasi dasar lengkap sebesar 76,47 persen.
Cakupan pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah sebagai berikut: (1) Persentase SD/MI yang melaksanakan sikat gigi massal sebesar 55,3 persen; (2) Persentase SD/MI mendapat pelayanan gigi sebesar 106,5 persen; (3) Cakupan pemeriksaan kesehatan gigi murid SD/MI sebesar 60,61 persen. Cakupan ini masih sangat rendah sehingga perlu ditingkatkan upaya program UKGS.
Cakupan pelayanan kesehatan usila di Provinsi Banten tahun 2016 sebesar 48,09 persen, cakupan ini masih sangat rendah sehingga diperlukan terobosan program pelayanan kesehatan lansia.
3. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan
Indikator akses dan mutu pelayanan kesehatan yang masih belum mencapai target adalah:
Cakupan peserta jaminan kesehatan di Provinsi Banten tahun 2016 sebesar 18,44 persen terdiri atas peserta JKN, Jamkesda, Asuransi Swasta, dan Asuransi Perusahaan. Pada 1 Januari 2019 seluruh masyarakat Indonesia tanpa kecuali harus sudah menjadi peserta. Ini berarti setiap tahun, kepesertaan JKN harus meningkat terus hingga mencapai 100 persen pada 2019.
Angka BTO di Provinsi Banten tahun 2016 adalah 47,27 kali per tahun, sementara BTO ideal adalah 40-50 kali. Tahun 2016 ALOS di Provinsi Banten rata-rata sebesar 1,97 hari, sementara ALOS ideal adalah 6-9 hari.
4. Perilaku Hidup Masyarakat
Pencapaian indikator PHBS di Provinsi Banten tahun 2016 sebesar 72,2 persen, pencapaian tersebut sedikit lebih tinggi dari target Renstra 2015 yaitu 67,3 persen.
5. Keadaan Lingkungan
Pencapaian indikator keadaan lingkungan di Provinsi Banten tahun 2016 adalah sebagai berikut :
Persentase Rumah Sehat Dari keseluruhan yang dibina yang menjadi rumah memenuhi syarat sebesar 60,02 persen, sehingga total rumah memenuhi syarat di tahun 2016 sebesar 74,26 persen dari keseluruhan rumah yang ada. Persentase Penduduk yang Memiliki Akses Air Minum yang Layak Pada tahun 2016 capaian akses air minum yang memenuhi syarat 63,92 persen. Persentase Penyelenggara Air Minum Memenuhi Syarat Kesehatan Di Provinsi Banten pada tahun 2016 terdapat 428.597 penyelenggara air minum. Sedangkan jumlah sampel air yang diperiksa sebanyak 107.914 sampel. Dari sampel yang diperiksa, 3.532 (3,27 persen) sampel yang memenuhi syarat fisik, bakteriologi, dan kimia.
Persentase Penduduk yang Memiliki Akses Sanitasi yang Layak Capaian penduduk dengan akses jamban sehat pada tahun 2016 adalah 37,0 persen. Persentase desa melaksanakan STBM di Provinsi Banten tahun 2016 sebesar 63,60 persen. Dari yang melaksanakan STBM, yang memenuhi kriteria sebagai desa STBM sebesar 23,40 persen. Persentase TTU yang memenuhi syarat di Provinsi Banten tahun 2016 sebesar 66,33 persen. Persentase TPM yang memenuhi syarat di provinsi Banten tahun 2015 sebesar 59,75 persen.
Profil Kesehatan Provinsi Banten Tahun 2016 102 C. SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN
1. Sarana Kesehatan
Jumlah rumah sakit umum dan rumah sakit khusus pada tahun 2016 adalah 78 unit dan 35 unit. Bila dibandingkan dengan tahun 2015, jumlah rumah sakit tahun 2015 mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan adanya rumah sakit yang baru operasional.
Rasio puskesmas terhadap 30.000 penduduk di Provinsi Banten pada tahun 2016 sebesar 1,05, masih dibawah target 1 puskesmas tiap 30.000 penduduk. Kondisi UKBM di Provinsi Banten tahun 2016 adalah sebagai berikut :(1) Jumlah Posyandu 10.417, sedangkan yang mencapai strata mandiri sebesar 6,29 persen; (2) Jumlah PKD sebanyak 386 buah dan jumlah Posbindu 1160 pos; (3) Jumlah desa siaga aktif sebanyak 1.551 desa, sedangkan yang mencapai strata mandiri sebesar 38 Buah.
Sarana produksi kefarmasian, Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) berjumlah 307 sarana, sedangkan sarana distribusi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) berjumlah 227. Sarana produksi dan distribusi di Provinsi Banten menunjukkan adanya perbedaan jumlah sarana signifikan di tiap Kabupaten/Kota Wilayah Provinsi Banten, terutama di wilayah Kabupaten/Kota Tangerang, Karena Wilayah Tangerang berdekatan dengan Ibu Kota Negara dan Pusat Pemerintahan Negara.
2. Tenaga Kesehatan
Rasio tenaga keperawatan per 100.000 penduduk di Provinsi Banten tahun 2016 adalah 74,68 untuk tenaga bidan, 41,50 untuk
perawat, dan 2,29 untuk perawat gigi. Rasio tersebut masih di bawah standar sehingga tenaga keperawatan di Provinsi Banten tahun 2016 masih belum mencukupi.
Rasio tenaga kefarmasian per 100.000 penduduk di Provinsi Banten tahun 2016 adalah 7,67 untuk teknis kefarmasian dan 2,58 untuk apoteker. Rasio tersebut masih di bawah standar sehingga tenaga kefarmasian di Provinsi Banten tahun 2016 masih belum mencukupi.
Rasio tenaga kesehatan masyarakat di Provinsi Banten tahun 2016 per 100.000 penduduk adalah 2,08, sedangkan rasio tenaga kesehatan lingkungan adalah 1,98 per 100.000 penduduk. Rasio tersebut masih di bawah target sehingga tenaga kesehatan masyarakat dan tenaga kesehatan lingkungan di Provinsi Banten tahun 2016 masih belum mencukupi.
Rasio tenaga Gizi di Provinsi Banten tahun 2016 sebesar 3,42 per 100.000 penduduk. Rasio tersebut masih di bawah standar sehingga tenaga gizi di Provinisi Banten tahun 2016 masih belum mencukupi.
Rasio tenaga Keterapian Fisik terhadap penduduk sebesar 2,22 tenaga per 100.000 penduduk. Sedangkan rasio tenaga keteknisan medis sebesar 10,72 per 100.000 penduduk. Rasio tersebut masih di bawah standar sehingga tenaga keterapian fisik dan keteknisan medis di Provinsi Banten tahun 2016 belum mencukupi.