PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKASANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN PERTANIAN
4. Situs Web Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin)
Saran dan tindak lanjut
1. Kegiatan Pengembangan website kementan merupakan hal yang rutin dilakukan setiap tahun dan terus dilakukan mengikuti perkembangan teknologi serta memenuhi kebutuhan pengguna aplikasi web di lingkup Kementerian Pertanian serta masyarakat 2. Setiap eselon 1 bertanggungjawab terhadap websitenya
masing-masing terutama isi dan berita yang ditampilkan untuk selalu diupdate;
3. Pengawalan situs web maupun aplikasi berbasis web yang telah dikembangkan perlu dilakukan secara terus menerus, baik dalam hal redesign, upgrading fitur-fitur yang ada, peremajaan content maupun back-up datanya;
4. Ketersediaan dan kesiapan sumber daya manusia yang memadai untuk menangani pengembangan website dapat ditingkatkan melalui pelatihan maupun workshop yang melibatkan unit kerja terkait;
e. Laporan Pengawalan Unit Pelayanan Informasi Pertanian di Daerah
Jaringan informasi Pertanian merupakan konsep yang melandasi pembentukan Unit Pelayanan Informasi Pertanian (UPIP) baik di Dinas Pertanian atau Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian di Kabupaten maupun Balai Penyuluhan Pertanian di Kecamatan atau di tingkat Desa. Pengembangan UPIP merupakan salah satu langkah untuk penguatan akses petani dan penyuluh pertanian terhadap informasi Pertanian. UPIP diharapkan berfungsi sebagai pusat informasi Pertanian, one stop browse yang menfasilitasi untuk terjadinya pertukaran informasi melalui teknologi informasi (IT) sehingga kontak tani dan pelaku agribisnis lainnya mudah melakukan akses informasi.
Dalam rangka mengatasi kesenjangan digital (the digital devide) pada sektor pertanian, Kementerian Pertanian melalui Pusdatin juga sedang membangun UPIP baik di Dinas Pertanian Kabupaten, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (Bapeluh) Kabupaten maupun di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di Kecamatan. UPIP di daerah diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat informasi pertanian baik di kabupaten maupun kecamatan sehingga penyuluh pertanian, kontak tani serta pelaku agribisnis lainnya dapat melakukan akses terhadap sumber-sumber informasi pertanian nasional maupun lokal.
Replikasi UPIP di daerah merupakan salah satu langkah upaya penguatan akses petani dan pelaksana pembangunan pertanian terhadap informasi pertanian. Kegiatan ini akan didukung oleh pemberdayaan petani melalui peran para penyuluh pertanian lapangan (PPL) di kabupaten dan kecamatan dalam melakukan akses sumber-sumber informasi baik nasional maupun lokal (spesifik lokasi), terkait dengan pengembangan dan diseminasi informasi/inovasi pertanian yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian.
Melalui Program Peningkatan Pendapatan Petani melalui Inovasi (P4MI) Kementerian Pertanian, tahun 2008 dan 2009 telah meresmikan UPIP Kabupaten (UPIP) Temanggung, Kabupaten Blora (Prov. Jawa Tengah), Kabupaten Donggala (Prov. Sulawesi Tengah), Kabupaten Lombok Timur (Prov. NTB), Kabupaten Ende (Prov. NTT) serta Unit Pelayanan Informasi Pertanian Desa (UPIPD/Telecenter) di desa Toaya (Kab. Donggala), desa Nduaria (Kab. Ende), desa
Kelayu Selatan (Kab. Lombok Timur), dandesa Mandisari (Kab.
Temanggung). UPIPD dibangun untuk mendekatkan layanan informasi Pertanian ke petani, yang diupayakan untuk menjadi mandiri dengan
memberikan layanan seperti jasa pengetikan, pelatihan komputer, pembuatan leaflet dan lain-lain sesuai permintaan masyarakat sekitar. UPIPD telah bekerjasama dengan lembaga/layanan usaha yang telah ada, misalnya: di Donggala bekerjasama dengan BMT atau lembaga keuangan desa, di Temanggung dengan Komite Investasi Desa (KID), Ende dengan Klinik Teknologi binaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Prov. NTT. Setelah program P4MI berakhir, dibuat kesepakatan exit strategy untuk keberlanjutan UPIP dan UPIPD antara lain dengan melakukan pengawalan.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas serta dalam rangka perbaikan pelayanan teknologi dan informasi pertanian serta memperkuat kapasitas SDM pengelola Unit Pelayanan Informasi Pertanian (UPIP) di daerah, Pusdatin dituntut untuk melaksanakan pendampingan kepada pengelola UPIP dan UPIPD di kabupaten Lombok Timur, Donggala, Ende dan Temanggung. Disamping itu melalui kegiatan ini Pusdatin juga melakukan upaya replikasi fungsi UPIP di daerah dengan cara sosialisasi fungsi UPIP baik di Bapeluh Kabupaten maupun BPP Kecamatan yang mendapatkan program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP) / Farmer Empowerment Through Agricultural Technology and
Information (FEATI), atau sebagai kegiatan pendamping dari program
Feati.
Tujuan
1. Mereplikasi UPIP yang berfungsi sebagai pusat informasi pertanian di Badan Pelaksana Penyuluhan (Bapeluh) Kabupaten, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan, serta Unit Pelaksana
Farmers Manage Extension Activity (UP FMA) di Desa, pada
program P3TIP / FEATI dengan cara melakukan sosialisasi fungsi UPIP di daerah;
2. Memantapkan lokasi UPIP yang terbentuk untuk dijadikan success
story pada tahun 2014 Sasaran
1. Tersosialisasinya Fungsi Unit Pelayanan Informasi Pertanian di Bapeluh Kabupaten maupun BPP Kecamatan serta UP-FMA Desa (di 2 Propinsi dan 9 Kabupaten)
2. Terdampinginya kegiatan pengawalan e-Petani kepada petugas UPIP di 2 Propinsi dan 9 Kabupaten
3. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan penyuluh Pertanian kecamatan dalam menggunakan komputer, pemanfaatan internet dalam mengakses sumber-sumber informasi dan teknologi Pertanian;
4. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan penyuluh Pertanian kecamatan dalam menggunakan dan mengisi konten di portal e-Petani.
Output
1. Pelaksanaan hasil sosialisasi fungsi UPIP, yang akan difungsikan sebagai pusat informasi pertanian baik di Bapeluh Kabupaten maupun BPP kecamatan. Identifikasi meliputi keberadaan ruang jabatan fungsional penyuluh pertanian, ruang yang berfungsi untuk pengolah data, ruang perpustakaan, ruang konsultasi dan kordinasi, serta fasilitas pengolah data yang ada misalnya: Personal komputer, printer, modem USB untuk akses online dan lain-lain.
2. Terselenggaranya pendampingan UPIP kepada pengelola UPIP di 2 Propinsi dan 9 Kabupaten dengan materi pengawalan Portal Multimedia, Sosialisasi Elektronik Petani (e-Petani).
Permasalahan
1. Kurangnya koleksi tercetak (liptan, leaflet, poster, brosur, buku tentang teknologi pertanian), CD/VCD yang teralokasi sampai ke BPP Kecamatan maupun Desa. (khususnya dari komponen-C BBP2TP, BPTP Prov)
2. Pada saat sosialisasi e-Petani (upload), sering terkendala pada minimnya sinyal telepon sehingga pada saat mengakses internet sering terkendala.
Tindak lanjut
1. Berkoordinasi dengan Dinas Kominfo untuk menjadwalkan/menghadirkan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (M PLIK) di kecamatan
2. Agar para penyuluh dan petani yang telah mempunyai hak akses (login) pada portal ePetani diminta secara aktif menggunakan portal ePetani untuk berkomunikasi, menuliskan naskah dan bertukar (sharing) pengalaman dengan petani atau penyuluh lainnya di Indonesia
3. Saran kepada BP4K/Bapeluh Kabupaten untuk dapat mewujudkan Unit Pelayanan Informasi Petanian di Kabupaten maupun di BPP/BP3K di Kecamatan maupun di kantor UP-FMA di desa yang dapat difungsikan sebagai pusat informasi pertanian dimana petani, kontak tani atau masyarakat luas dapat melakukan akses terhadap sumber-sumber informasi baik secara online maupun offline, dengan cara menyediakan media informasi tercetak maupun elektronik (CD/VCD) serta menjamin keberlanjutan pusat informasi pertanian ini walaupun program Feati telah berakhir.
4. Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pertanian (BBP2TP) dan Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi agar dapat menambah
distribusi informasi teknologi tepat guna spesifik lokasi dalam bentuk tercetak (buku, leaflet, folder, flyer, poster, majalah, koran tani, dll) kepada BP4K/Bappeluh di Kabupaten maupun BPP/BP3K di Kecamatan Feati, karena beberapa BPP Kecamatan (hasil survei random oleh Pusdatin) belum pernah mendapatkan distribusi media informasi tercetak dan CD/VCD teknologi pertanian dimaksud.
f. Laporan Pengembangan dan pengawalan sistem informasi manajemen