BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Lampiran 2 Skala Penerimaan Diri Sesudah Analisis Aitem
Skala Penerimaan Diri
Sesudah Analisis Aitem
disusun oleh:
Sheilla Ardhistia
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
Salam sejahtera.
Saya adalah Sheilla Ardhistia, mahasiswi tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Bersama dengan ini, saya ingin meminta bantuan Anda untuk terlibat dalam penelitian saya, dalam rangka pemenuhan tugas akhir mengenai perkembangan usia lanjut dengan mengisi skala penelitian ini. Semua jawaban dan identitas yang Anda berikan kepada saya akan sangat dijaga kerahasiaannya. Oleh karena itu, saya berharap Anda dapat memberikan jawaban dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya, sesuai dengan keadaan diri Anda yang sebenarnya.
Jika anda bersedia untuk terlibat dalam penelitian ini, Anda dapat memberikan paraf (tanpa nama) pada tempat yang telah disediakan di bawah ini. Atas perhatian dan kerjasamanya, saya mengucapkan banyak terima kasih.
Saya bersedia terlibat dalam penelitian:
.…….………..
Hormat saya,
Inisial :
Jenis Kelamin : P / L (lingkari yang sesuai)
Pendidikan :
Usia :
Lama tinggal di Panti Werdha :
Masuk ke Panti Werdha berdasarkan : (lingkari yang sesuai)
Kemauan sendiri
Kemauan anak
Kemauan saudara
Skala ini terdiri dari 55 pernyataan dan Anda diminta untuk menjawab 55 pernyataan yang paling sesuai dengan diri Anda. Dalam skala ini tidak ada jawaban yang benar ataupun salah. Jawablah setiap pernyataan dengan jujur sesuai dengan keadaan diri Anda. Berilah
tanda (√) pada jawaban yang Anda anggap paling sesuai dengan diri Anda. Terdapat empat
pilihan jawaban, yaitu: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS).
Perhatikan contoh berikut ini :
NO. PERNYATAAN SS S TS STS
1. Saya senang karena masih diberi kesempatan yang sama seperti orang lain.
√
Setelah saya menjadi tua :
NO. PERNYATAAN SS S TS STS
1. Saya merasa banyak penurunan yang terjadi dalam diri saya, sehingga saya lebih memilih untuk berdiam diri dan meratapinya.
2. Saya merasa cukup puas dengan segala sesuatu yang sudah saya capai hingga saat ini.
3. Saya menyesal karena harus terpisah dari keluarga dan menghabiskan masa tua di panti wreda.
4. Saya sering marah dan kecewa terhadap diri saya sendiri karena tidak dapat melakukan sesuatu yang saya
harapkan.
5. Saya merasa ragu dengan beberapa keputusan yang saya ambil, sehingga saya kurang siap menerima konsekuensinya.
6. Ketika saya merasa kecewa, saya akan melakukan aktivitas yang menyenangkan bagi saya.
7. Saya tetap merasa senang dan bersyukur walaupun saya tidak tinggal bersama dengan anak atau saudara, karena saya mendapatkan lebih banyak bantuan yang saya butuhkan di panti wreda ini.
8. Saya merasa orang-orang hanya sering merasa kasihan dengan kondisi saya.
saya di panti wredaa.
10. Saya merasa orang lain kurang puas dengan hasil kerja saya karena kondisi saya yang sudah mulai menurun. 11. Saya merasa orang lain tetap memperlakukan saya sama
seperti orang tua pada umumnya.
12. Sebelum memutuskan atau melakukan sesuatu, saya selalu melihat minat dan kemampuan diri saya, sehingga saya tidak menyerahkan tanggung jawab saya kepada orang lain.
13. Saya merasa minder ketika orang-orang membicarakan kekurangan saya.
14. Saya siap dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi di masa usia lanjut ini.
15. Saya merasa bahwa sakit yang saya alami di masa tua akan semakin membuat saya terlihat tidak berguna.
16. Saya selalu yakin dengan keputusan yang saya ambil, sehingga nantinya saya siap menerima konsekuensinya. 17. Saya yakin bahwa segala perubahan yang saya alami saat
ini adalah perubahan yang wajar terjadi pada kaum usia lanjut pada umumnya.
18. Sebanyak apapun teman, saya merasa hidup saya tidak berharga lagi setelah saya masuk ke panti wreda karena saya tidak dapat berkumpul dengan keluarga saya.
dapat menghargai hasil kerja saya.
20. Saya mampu bertahan walaupun hidup terpisah dari keluarga.
21. Saya selalu berusaha untuk menjalankan tugas yang diberikan kepada saya sebaik mungkin, sesuai dengan kemampuan yang saya miliki.
22. Saya selalu ingin mengembangkan diri saya dengan segala kemampuan yang saya miliki.
23. Saya merasa hidup saya hanya sebatang kara karena tidak ada keluarga di sekitar saya.
24. Saya merasa takut menjalani masa tua ini karena saya sudah tidak bisa melakukan banyak hal seperti dulu. 25. Saya tetap merasa berharga dan mampu menjalani hidup
walaupun harus tinggal di panti wreda.
26. Saya merasa kesulitan dalam melakukan aktivitas, semenjak saya memasuki masa tua.
27. Saya merasa disingkirkan ke tempat ini karena keberadaan saya hanya merepotkan keluarga saya.
28. Ketika saya merasa kesepian, saya memilih untuk mengobrol atau menghabiskan waktu dengan teman- teman di panti wreda ini.
dialami oleh orang tua seperti saya dan saya tidak menyesali hal tersebut.
31. Saya merasa bahwa perubahan yang terjadi pada diri saya disebabkan karena kesalahan saya di masa lalu.
32. Saya selalu bersyukur karena masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk tetap menikmati hidup di dalam panti wreda ini.
33. Saya merasa semakin bijaksana ketika menemui beberapa hal yang kurang menyenangkan di panti wreda.
34. Saya merasa menjadi orang yang lemah dengan keadaan saya saat ini.
35. Saya merasa sedih dan sering menangis sendiri karena keadaan saya saat ini serta tanpa adanya keluarga di samping saya.
36. Saya selalu memaksa diri saya untuk dapat melakukan apapun yang saya inginkan.
37. Saya tidak terlalu memikirkan kewajiban yang telah diserahkan kepada saya karena saya merasa memiliki kekurangan.
38. Saya merasa terhambat dengan kondisi saya yang seperti ini.
39. Saya tetap merasa nyaman dengan keadaan saya saat ini. 40. Saya tetap percaya diri walaupun ada orang-orang yang
dan kondisi saya saat ini.
42. Saya merasa terbantu ketika suatu hal yang saya kerjakan kurang memuaskan, mendapatkan masukan dari orang lain.
43. Saya merasa kecewa karena di masa tua saya, saya harus dirawat oleh orang lain, bukan oleh anak atau saudara saya.
44. Saya merasa bahwa bantuan orang lain untuk saya hanya akan semakin membuat saya merasa lemah, karena saya terlihat tergantung pada orang lain.
45. Sejak tinggal di panti wreda, saya lebih sering merasa kesepian dan lebih memilih untuk menghabiskan waktu sendirian.
46. Saya merasa takut tidak dapat berbuat apa-apa dengan perubahan-perubahan yang saya alami di masa usia lanjut ini.
47. Saya merasa tertekan ketika hidup di panti wreda dan menemui beberapa hal yang tidak menyenangkan.
48. Saya merasa tidak dihargai ketika orang lain memberi masukan mengenai pekerjaan saya yang kurang baik. 49. Saya tetap merasa senang walaupun jauh dari keluarga
dan keadaan saya seperti ini, karena di panti wreda ini banyak orang yang peduli dengan saya.
saya capai, namun saat ini saya sudah tidak dapat melakukannya lagi.
Pastikan semua penyataan telah terisi
101