• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN A Tempat dan Waktu Penelitian

D. Teknik Pengumpulan Data 1 Jenis dan Sumber Data

2. Skala Pengukuran Data

Untuk mengukur variabel-variabel penelitian ini digunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Kuesioner disusun dalam kalimat pertanyaan dan responden diminta memberikan tanggapannya dengan memberikan chek list (√)

pada obsi yang tersedia. Kemudian penskoran dari tanggapan responden

digunakan “Skala Likert”.

Skala pengukuran menurut Sugiyono (2007:84) merupakan “kesepakatan

yang digunakan sebagai acuan untuk memenentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam

pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif”. Skala likert digunakan untuk

mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang sosial.

Mengenai cara penilaian terhadap kuesioner yang dipakai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Setiap pertanyaan terdiri dari empat pilihan jawaban.

b. Dalam menjawab pertanyaan, responden memilih salah satu alternatif

jawaban yang sesuai, dengan cara memberikan tanda chek ( √ ) pada kolom

jawaban yang dipilih.

c. Dalam hal ini, digunakan skala 4 tingkat (likert) yang terdiri 1) Jawaban sangat setuju (SS) diberi bobot 4

3) Jawaban tidak setuju (TS) diberi bobot 2

4) Jawaban sangat tidak setuju (STS) diberi bobot 1 3. Metode Pengumpulan Data

Dalam suatu penelitian, untuk memecahkan masalah diperlukan adanya data kemudian diolah yang mana hasilnya merupakan jawaban atas hipotesis yang ada. Sedangkan untuk memperoleh data diperlukan suatu teknik agar diperoleh data yang benar-benar obyektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

a. Kuesioner

1) Pengertian kuesioner

Menurut Sugiyono(2007:135) “kuesioner merupakan teknik pengumpulan

data yang digunakan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau

pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya”. Berdasar pengertian

tersebut data disimpulkan kuesioner adalah daftar pertanyaan yang dijadikan sarana untuk mendapatkan keterangan dari responden.

2) Macam kuesioner

Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 151) “kuesioner adalah sejumlah

pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden baik laporan tentang pribadinya atau hal-hal lain yang ia ketahui”.

Jenis-jenis kuesioner menurut Suharsimi Arikunto (2006: 152) adalah: 1. Dari cara menjawab

a) Kuesioner terbuka, yaitu memberikan kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri.

b) Kuesioner tertutup, kuosioner yang sudah disediakan jawabanya. 2. Dari jawaban yang diberikan

a) Kuesioner langsung, yaitu responden menjawab tentang dirinya. b) Kuesioner tidak langsung, yaitu jika responden menjawab tentang

orang lain. 3. Dari bentuknya

a) Kuesioner pilihan ganda, sama dengan kuesioner tertutup. b) Kuesioner isian, sama dengan kuesioner terbuka.

c) Check list, daftar dimana responden tinggal memberi tanda chek () d) Rating-scale, yaitu sebuah pertanyaan diikuti oleh kolom-kolom yang

menunjukkan tingkatan misalnya dimulai dari sangat setuju sampai ke sangat tidak setuju.

Pada penelitian ini digunakan jenis angket langsung dan tertutup dengan

Rating-scale karena agar dapat lebih mudah responden dalam mengisi kuesioner. Responden tinggal memilih jawaban yang sesuai pada kolom yang tersedia.

3) Kelebihan dan kelemahan kuesioner

Menurut Sutrisno Hadi (2000:61) anggapan-anggapan penting yang perlu dipegang dalam menggunakan metode ini adalah:

a) Bahwa subyek adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri. b) Bahwa apa yang dinyatakan oleh subyek kepada penyelidik

adalah benar dan dapat dipercaya.

c) Bahwa interpretasi subyek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan

kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan oleh penyelidik.

Kelemahan kuesioner menurut Sutrisno Hadi (2000:63) yaitu: a) Unsur-unsur yang tidak disadari tdak dapat diungkapkan.

b) Besar kemungkian jawabannya dipengaruhi oleh keinginan-keinnan pribadi.

c) Ada hal-hal diatas yang tidak perlu dinyatakan misalnya hal-hal memerlukan atau kadang tidak penting untuk dikemukakan. d) Kesukaran merumuskan keadaan diri sendiri dalam bahasa.

e) Ada kecenderungan untuk merekontruksi ekologis unsure-unsur yang dirasa kurang berhubungan secara logis.

Alasan peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berupa kuesioner adalah sebagai berikut:

a) Jumlah responden tidak mungkin ditemui satu per satu serta untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya.

b) Dengan kuesioner dapat leluasa menjawab karena karena tidak dipengaruhi oleh sikap peneliti terhadap responden.

c) Dalam menjawab pertanyaan dapat dipertimbangkan dengan matang karena ada kesempatan untuk berpikir terlebih dahulu.

d) Data yang terkumpul lebih mudah untuk dianalisis karena pertanyaan yang diajukan adalah sama dan telah ditentukan dahulu standar nilainya.

4) Langkah-langkah penyusunan kuesioner

Sebelum kuesioner dibuat, maka perlu disusun langkah-langkah pembuatan kuesioner, langkah-langkah penyusunannya adalah sebagai berikut: a) Menetapkan tujuan kuesioner

Memberikan tujuan kuesioner terlebih dahulu akan memberikan arah dalam langkah penelitian untuk mendapatkan item-item pertanyaan.

b) Menyusun matrik spesifik data/indikator

Hal ini dimaksudkan untuk menjelaskan permasalahan yang dituangkan dalam kuesioner termasuk batasan konsep yang akan diteliti, variabel-variabel apa saja yang perlu diidentifikasi.

c) Menyusun kisi-kisi kuesioner

Penyusunan kisi-kisi kuesioner dalam tujuan agar dalam menyusun butur- butir item angka dapat menyebar pada seluruh variable maupun indikator yang telah ditetapkan.

d) Merumuskan item kuesioner

Pada saat merumuskan item kuesioner dengan menunjukan kata-kata yang menunjukan tindakan sesuai dengan indikator yang telah ditentukan.

e) Uji coba kuesioner (try out kuesioner )

Uji coba kuesioner dilaksanakan untuk mengetahui kelemahan kuesioner yang dibuat termasuk berbagai kesulitan yang ada, serta untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas. Adapun syarat-syarat validitas dan reliabilias kuesioner adalah sebagai berikut:

1) Validitas alat ukur

Menurut Suharsimi Arikunto (2006:144) “Validitas adalah suatu ukuran

yang menunujukkan tingkat kevalidan dan kesahihan suatu instumen”. Untuk menguji validitas angket menggunakan korelasi product moment, dengan rumus sebagai berikut : xy r =

 

 

2 2 2 2

Y Y N X X N Y X XY N           (Suharsimi Arikunto, 2006:146) Keterangan : xy

r : Koefisien korelasi x dan y XY : Jumlah perkalian X dan Y N : Jumlah subjek

X : Skor masing-masing item Y : Skor total

2

X : Jumlah kwadrat dari X

2

Kemudian hasil dari rxydikonsultasikan dengan harga kritis product moment, apabila hasil yang diperoleh rhitung> rtabel , maka kuesioner tersebut valid. 2) Reliabilitas alat ukur.

Dalam penelitian ini untuk mengukur tingkat reliabilitas menggunakan rumus sebagai berikut :

11 r =

              2 1 2 1 1  b K K Keterangan : 11 r : reliabilitas item K : jumlah total 2 b

 : jumlah varian butir

2 1

 : varian total

(Suharsimi Arikunto, 2006:171)

Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencari reliabilitas instrumen adalah sebagai berikut :

a. Menyusun tabel hasil try out kuesioner. b. Mencari varians setiap butir soal. c. Mencari jumlah varians butir soal. d. Mencari varians total.

e. Mencari dalam rumus alpha.

f. Mengkonsultasikan hasil no. e dengan r (tabel Product moment), apabila hasil yang diperoleh rhitung> rtabel, maka angket tersebut reliabel.

b. Dokumentasi

Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 158) ”Dokumentasi, berasal kata

dokumen artinya barang-barang tertulis”. Didalam melaksanakan metode ini dapat dilakukan dengan meneliti benda-benda tertulis seperti buku, majalah, surat kabar,

notulen rapat, catatan harian dan sebagainya”.

Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dengan dokumentasi dari data sekunder yang diperoleh dari arsip dan dokumen resmi perusahaan mengenai daftar tata tertib karyawan dan jadwal masuk shift.

4. Hasil Try Out

Dokumen terkait