• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKEMA KERJA MASTER IDENTITAS

Dalam dokumen Penggunaan CSPro Untuk Entry Data (Halaman 48-58)

Persiapan yang harus dilakukan meliputi penyiapan data identitas untuk setiap propinsi atau kabupatennya sampai dengan nomor NKS, setelah itu simpanlah file master tersebut untuk dapat dibandingkan dengan identitas yang sedang dilakukan proses entry datanya. Apabila tidak sama, maka program akan memberikan pesan kesalahan yang menyatakan identitas yang dimasukkan tidak sesuai dengan identitas master. File data dalam format data ascii (*.txt), isinya seperti contoh berikut:

73121003301000521 73121500702000211 73121017803000621 73121032505000321 73131509003000511 73131011903000821 73133024605001221 73131039307001821 73131052410000121

Aplikasi Data Dictionary Dhsampel

Aplikasi data dictionary dhsampel dibuat dengan mengaktifkan CSPro 3.2 dari awal, sehingga dictionary dhsampel seolah-olah berdiri sendiri 1. Lanjutkan dengan membuka file shortcut CSPro.3.2 yang ada

desktop, sehingga muncul seperti gambar 2.48 dibawah ini.. Data

Master

Data Identitas

Gambar 2.48: Menu program CSPro

2. Klik menu file yang terdapat di pojok kiri atas, lalu arahkan ke new setelah itu akan muncul tampilan seperti gambar 2.49 dibawah ini.

Gambar 2.49: Menu data entry application

3. Dalam tampilan gambar 2.49, terdapat menu application dan other. Pilih other akan tersedia dua pilihan aplikasi yaitu data dictionary dan form specification. Tampilan seperti gambar 2.50.

Gambar 2.50: Tampilan data dictionary dan form specification 4. Arahkan save in pada directory yang sudah dipersiapkan, yaitu

Kor2007 Tuliskan nama file dictionary untuk program yang baru akan dibentuk tersebut pada file name, tuliskan DHSAMPEL, maka secara otomatis akan diberikan external file (*.dcf) seperti tampilan gambar 2.51 dibawah ini. Setelah itu pilih menu create untuk melanjutkan proses pembuatan data dictionary DHSAMPEL.

Gambar 2.52: Menu membuat isian di dalam file data dictionary. 6. Kalau sudah terbentuk file DHSAMPEL.dcf maka langkah

selanjutnya adalah membuat nama dictionary. Arahkan kursor ke jendela sebelah kiri lalu arahkan ke DHSAMPEL_DICT

Lakukan perubahan nama DHSAMPEL_DICT menjadi DHSAMPEL dengan mengarahkan kursor ke jendela sebelah kanan, kemudian doble clik pada DHSAMPEL dibagian Dictionary Label, gantilah dengan DHSAMPEL-2007, kemudian dibagian dictionary name DHSAMPEL_DICT diganti menjadi DHSAMPEL. Untuk level label diganti dari DHSAMPEL questionaire menjadi LEVEL 1 dan untuk level name dari DHSAMPEL_QUES menjadi LEVEL_1. Sehingga tampilan menjadi seperti berikut

Gambar 2.53: Tampilan setelah melakukan perubahan. 7. Langkah selanjutnya mempersiapkan nama variabel dengan

menempatkan kursos pada id items yang terdapat di jendela sebelah kiri, kemudian gantilah DHSAMPEL identification yang terdapat pada kolom item label dengan KODE PROPINSI, lalu lanjutkan mengganti DHSAMPEL_ID dengan HPROP, tekan enter lalu ganti star dari 2 menjadi 1 dan len dari 1 menjadi 2, yang lainnya pada bagian akhir di kolom zero fill gantilah dari format NO menjadi YES.

Pada tahapan ini juga di ubah isian record type dari isian start 1 dengan 0 dan len dari 1 menjadi 0. Selanjutnya lakukan penambahan items dengan menempatkan kursor pada posisi Id Items dan klik mouse kanan pilihlah add items sehingga tampilan sebagai berikut:

Gambar 2.54: Tampilan setelah melakukan perubahan.

8. Tambahkan variabel berikutnya yaitu:

KODE KABUPATEN HKAB 3 2 NUM NO YES NOMOR KODE SAMPEL HNKS 5 5 NUM NO YES

Lalu kembali melakukan perubahan di LEVEL 1 dari format

a. DHSAMPELS Record pada kolom record label menjadi SAMPELS

b. DHSAMPEL_REC pada kolom record name menjadi SAMPELS

Lanjutkan pemberian nama variabel yang lainnya, sehingga tampilan menjadi berikut ini:

9. Berikan nama item lainnya pada kelompok sampels sebagai berikut:

KODE KECAMATAN HKEC 10 3 NUM NO YES

KODE DESA HDES 13 3 NUM NO YES

KODE DAERAH HDAERAH 16 1 NUM NO YES

KODE GANTI HGANTI 17 1 NUM NO YES

Dengan demikian terdapat penambahan data untuk master sampel yang harus disiapkan dalam file master identitas sesuai dengan urutan pemasukan dan posisi datanya. Simpanlah file dhsampel tersebut sehingga dalam folder kor2007 terdapat dua buah dictionary file. Tampilan akhir dari dictionary DHSAMPEL sebagai berikut:

Gambar 2.56: Tampilan setelah melakukan penambahan. Mengkaitkan data dictionary dhsampel dengan dictionary Kor2007

Program entry kor2007 akan menggunakan DHSAMPEL sebagai exsternal file untuk mengaktifkan master identitas dengan data entry-nya. Adapun cara mengaitkan kedua program tersebut dengan cara sebagai berikut:

1. Masuk ke sub direktori kor2007 lalu doble klik kor2007 dengan lambang komputer sehingga tampilan ke CSPro, sebagai berikut:

Gambar 2.57: Tampilan file manager subdir kor2007. 2. Pilih tampilan lambang pada pojok kiri bawah, kemudian

pada pojok kiri atas klik file, dan pilih add files, sehingga tampilan sebagai berikut:

Gambar 2.58: Tampilan penambahan file.

Awal sebelum mengaitkan tambahan file dictionary DHSAMPEL posisi kor2007 kalau dilihat dari diagram aplikasinya, untuk file dictionary hanya ada satu, untuk DHSAMPEL belum terlihat dalam diagram seperti tampilan berikut ini:

Gambar 2.59: Tampilan dictionary sebelum terkait

3. Setelah melakukan add files, maka tampilan meminta external dictionary yang tersedia 3 buah external, pilih yang pertama kemudian pada pojok paling kana nada lambang klik sehingga tampilan enter or select file, pilihlah lalu tekan tombol save. Tampilan sebagai berikut

Gambar 2.60: Tampilan proses mengait file manager

Kalau diperhatikan pada jendela sebelah kiri setelah proses mengaitkan file dhsampel menjadi file ekternal, maka dictionary ada 2 buah yaitu vsen2007.k dan DHSAMPEL, bentuk tampilannya menjadi seperti gambar ini sebagai berikut

Gambar 2.61: Tampilan dictionary sesudah terkait

4. Tahapan selanjutnya memberikan aplikasi untuk mengaitkan data ekternal dengan program sebagai berikut:

PROC GLOBAL set implicit; alpha(9) sampkey; alpha(30) fname; alpha(2) alpha1; alpha(2) alpha2; alpha(3) alpha3; alpha(3) alpha4; alpha(1) alpha5; alpha(4) alpha7; alpha(2) alpha8; alpha(26) alphalst; alpha(21) alphakey; alpha(18) alph; alpha(24) fnamex; numeric cla; alpha(9) keluar; alpha(5) clo; alpha(2) alpha10; alpha(3) alpha11; alpha(3) alpha12; alpha(4) alpha14; alpha(4) alp14; PROC KOR2007_FF preproc MAXMEMB=20; alphalst = "ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ";

fname = filename(KOR2007); pra=tonumber(fname[18:2]); rma=tonumber(fname[20:2]); cla=tonumber(fname[22:5]); HPROP = pra; HKAB = rma; HNKS = cla;

sampkey= concat( edit("99",HPROP), edit("99",HKAB), edit("99999",HNKS) );

if !loadcase(DHSAMPEL, sampkey) then

e=errmsg(0001, HPROP, HKAB, HNKS, sampkey); endlevel

Dalam dokumen Penggunaan CSPro Untuk Entry Data (Halaman 48-58)

Dokumen terkait