• Tidak ada hasil yang ditemukan

IKU “APK SMP/SMPLB/Paket B” jika bandingkan dengan target yang ditetapkan, pada tahun 2014 tingkat capaian IKU ini belum mencapai target yang

e. Meningkatnya pengarusutamaan gender bidang pendidikan

2. IKU “APK SMP/SMPLB/Paket B” jika bandingkan dengan target yang ditetapkan, pada tahun 2014 tingkat capaian IKU ini belum mencapai target yang

ditetapkan. Dari target yang ditetapkan sebesar 79.53%, baru berhasil terealisasisebesar 74.24%, dengan persentase capaian kinerja sebesar 93.35%.

Pencapaian APK SMP/SMPLB/Paket B sebesar 74.24% tersebut berkat dukungan dan kontribusi dari baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat. Kemendikbud

memberikan kontribusi melalui program perluasan akses pendidikan pada jenjang/setara SMP. Indikator

kinerja pendukung upaya meningkatkan APK tersebut dilakukan melalui pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMP sebanyak 147 unit, pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP 1.677 ruang, Rehabilitasi Ruang Belajar SMP 2.832 ruang, Layanan SMP Terbuka di 1.532 sekolah, Pemberian Beasiswa Siswa Miskin sebanyak 2.673.404 siswa, rehabilitasi Ruang Belajar PKPLK 125 ruang, pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) PK-PLK sebanyak 10 Unit.

Berikut tren pencapaian angka partisipasi kasar SMP/SMPLB/Paket B selama lima tahun terakhir dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014.

Sesuai target rencana strategis Kemendikbud 2010-2014, pada tahun 2014 atau pada akhir periode perencanaan 2010-2014 Angka Partisipasi Kasar SMP/SMPLB/Paket B

Mendikbud Anies Baswedan sedang memberikan melakukan 

ramah tamah dengan murid sekolah menengah pertama di salah 

ditargetkan sebesar 79.53%. Dari target tersebut pada tahun 2014 atau akhir periode perencanaan 2010-1014 baru berhasil tercapai sebesar 74.24%. Dengan melihat data kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa pada akhir periode perencanaan 2010-2014 target IKU angka partisipasi kasar SMP/SMPLB/Paket B belum mencapai target yang ditetapkan.

Sedangkan untuk APK SMP/SMPLB/MTs/Paket B/Salafiyah Wustha untuk tahun 2014 adalah sebesar 96.91%. Jumlah penduduk usia 13-15 tahun sebanyak 13.303.300 sedangkan jumlah siswa SMP/SMPLB/MTs/Paket B/Salafiah Wustha sebanyak 10.183.770 siswa. Angka APK SMP/SMPLB/MTs/Paket B/Salafiah Wustha terkecil ada di provinsi Papua sebesar 52.91% sedangkan angka SMP/SMPLB/MTs/Paket B/Salafiah Wustha terbesar ada di provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 107.86%.

Selain APK, indikator lain yang digunakan untuk mengukur ketersediaan akses layanan pendidikan dasar adalah Angka Partisipasi Murni. Untuk tahun 2014 “APM SMP/SMPLB/Paket B” adalah sebesar 59.18%. Beberapa intervensi yang dilakukan Kemendikbud dalam meningkatkan APM, antara lain melalui pemberian bantuan siswa miskin (BSM-SMP) sebanyak 2.676.915 siswa, bantuan operasional sekolah (BOS) kepada 9.865.264 siswa, pembangunan USB SMP 147 unit, penambahan ruang kelas baru SMP 1.678 ruang, dan Layanan Kesetaraan Paket B sebanyak 145.644 siswa

.

Selain dari pemerintah pusat, kontribusi peningkatan APM juga berasal pemerintah daerah dan masyarakat.

Berikut grafik tren pencapaian angka partisipasi murni siswa SMP/SMPLB/Paket B selama lima tahun terakhir.

Sedangkan untuk tahun 2014 APM SMP/SMPLB/MTs/Paket B/Salafiyah Wustha sebesar 76.55%. Angka Partisipasi Murni SMP/SMPLB/MTs/Paket B/Salafiah Wustha terkecil ada di Provinsi Papua sebesar 31.59% sedangkan Angka Partisipasi Murni SMP/SMPLB/MTs/Paket B/Salafiah Wustha terbesar berada di Provinsi DKI Jakarta sebesar 94.66%.

Persentase peserta didik SMP/SMPLB putus sekolah pada tahun 2014 sebesar 1,42% dari target yang ditetapkan sebesar 1%. Jumlah siswa SMP/SMPLB/Paket B tahun 2014 adalah 9.987.510 siswa, sedangkan peserta didik yang putus sekolah adalah 137.436 siswa. Masih tingginya angka putus sekolah ini disebabkan oleh faktor sosial dan budaya masyarakat, seperti adanya siswa SMP yang tidak mau menyelesaikan sekolahnya dengan alasan bekerja membantu perekonomian orang tua meskipun Pemerintah telah menyediakan beberapa program untuk meningkatkan partisipasi sekolah antara lain: Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Siswa Miskin (BSM), program paket B dan program SMP terbuka dan program afirmasi untuk daerah khusus.

Angka putus sekolah peserta didik SMP/SMPLB selama lima tahun terakhir mengalami penurunan secara terus menerus, dari 2.06% pada tahun 2010, menurun menjadi 1.8%, turun menjadi 1.57%, turun menjadi 1.43%, dalam turun menjadi 1.42% pada tahun 2014. Berikut grafik tren penurunan siswa SMP/SMPLB yang putus sekolah selama lima tahun terakhir dari tahun 2010-2014.

Persentase lulusan SMP/SMPLB melanjutkan ke sekolah menengah pada tahun 2014 telah mencapai 95,82%. Pada tahun 2014 Jumlah lulusan SMP/SMPLB/Paket B sebanyak 3.060.211 siswa. Jumlah lulusan SMP/SMPLB/Paket B

yang melanjutkan ke SMA/SMK sebanyak 2.928.609 siswa. Masih adanya lulusan SMP/SMPLB/Paket B yang tidak melanjutkan ke SMA/SMK disebabkan antara lain adalah faktor sosial dan budaya masyarakat, seperti adanya siswa lulusan SMP/SMPLB/Paket B yang tidak melanjutkan sekolah dengan alasan bekerja membantu perekonomian orang tua, dan di beberapa daerah masih ada tradisi kawin muda.

Berikut grafik tren pencapaian persentase peserta didik SMP/SMPLB yang melanjutkan pendidikan selama lima tahun dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014.

Melihat capaian-capaian indikator kinerja utama yang digunakan untuk mengukur sasaran strategis meningkatnya akses layanan pendidikan dasar, dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2014 atau periode akhir perencanaan 2010-2014 sasaran strategis meningkatnya akses layanan pendidikan dasar yang ditetapkan telah tercapai.

Beberapa program yang dilaksanakan dalam upaya pencapaian sasaran strategis meningkatnya akses layanan pendidikan dasar antara lain:

1. Pemberian Bantuan Operasional Sekolah; 2. Pemberian Bantuan Siswa Miskin;

3. Pemberian Beasiswa Bakat dan Prestasi; 4. Pembangunan sekolah baru;

5. Penambahan Ruang Kelas baru; 6. Rehabilitasi ruang kelas;

Berikut rincian pencapaian beberapa program yang mendukung pencapaian sasaran strategis meningkatnya akses layanan pendidikan dasar.

No  Program  Pencapaian Sasaran 

SD  SMP  Paket A  SDLB/SMPLB

Pemberian Beasiswa Bakat 

dan Prestasi; 

370  10.252 siswa  

Pembukaan sekolah baru  15  147 sekolah 10 sekolah 

Pemberian Subsidi siswa 

miskin 

6.606.334 siswa 2.673.404 siswa

Penambahan Ruang Kelas 

Baru; 

2173 ruang 1678 ruang 214 ruang 

Rehabilitasi ruang kelas;  9877 ruang 2832 ruang 134 ruang 

SD‐SMP satu atap    407 sekolah

Bantuan operasional paket A    880 siswa  

Biaya operasional SMP 

Terbuka  ‐ 

1.532 Sekolah

   

b. Meningkatnya kualitas pendidikan dasar

Meningkatnya kualitas pendidikan dasar merupakan sasaran strategis untuk mendukung terjaminnya kepastian memperoleh layanan pendidikan dasar bermutu dan berkesetaraan. Untuk melihat tingkat ketercapaian sasaran strategis ini dilihat melalui IKU “

Persentase SD/SDLB yang berakreditasi” dan IKU “Persentase SMP/SMPLB

yang berakreditasi”.