Jawablah pertanyaaan berikut dengan tepat!
1. Apa yang Anda ketahui tentang piutang? Jelaskan!
2. Hal-hal apa yang harus dipertimbangkan apabila perusahaan memutuskan untuk menjual barang dagangannya secara kredit?
3. Apa perbedaan pokok antara piutang dagang dengan piutang non dagang? Jelaskan! 4. Kapan piutang usaha diakui? Apakah ada kaitannya dengan pengakuan pendapatan? 5. Apakah yang anda ketahui dengan piutang wesel?
6. Apa yang anda ketahui tentang 3/10, n/30 pada penjualan kredit? Jelaskan!! 7. Apakah yang dimaksud dengan pendiskontoan piutang wesel?
8. Jelaskan prosedur pendiskontoan wesel ! SOAL PRAKTIK
Kerjakan soal-soal berikut dengan tepat !
1. Berikut ini terdapat data tentang pendiskontoan wesel :
URAIAN WESEL I WESEL II WESEL III
Nilai Nominal
Tanggal Pendiskontoan Tanggal jatuh Tempo % diskonto Diskonto Nilai Tunai Rp 9.000.000,- 5 januari 2010. 6 maret 2010. 12 % Rp ………. Rp. ………….… Rp. 10.000.000,- 1 Mei 2010. ……… 15 % Rp ………. Rp 9.625.000,- Rp 12.000.000,- 6 Juni 2010. 4 Juli 2010 ……… Rp ……… Rp 11.800.000,-
Isilah titik-titik di atas dengan melampirkan perhitungan ! 2. Dari Toko Maju Bangun diperoleh data sebagai berikut :
o Saldo piutang (awal) Rp 6.200.000,-
o Saldo Piutang (akhir) 8.400.000,-
o Penjualan selama 1 periode 46.800.000,- ( 20% penjualan tunai) Dari data tersebut hitung jumlah kas yang diterima dari piutang usaha, apabila piutang yang dihapuskan sejumlah Rp 750.000,-!
3. Pada awal periode tanggal 1 Januari 2009 UD Makmur Abadi mempunyai data sebagai berikut :
Piutang Dagang ( D ) Rp 35.400.000,-
Cadangan Penghapusan Piutang ( K ) Rp 1.770.000,-
|Akuntansi Piutang 30 a. 14 Juli 2009, Dijual barang dagangan pada CV Murah, Jln Anggrek 12A Rp
15.000.000,- dengan syarat pembayaran 2/10, n/30.
b. 5 Agustus 2009, Piutang kepada Tn Amir pemilik Toko barokah sebesar Rp 500.000,- dihapus karena usahanya baru mengalami kerugian.
c. 10 September 2009, Diterima dari Fa. Amanah Rp 1.300.000,- dengan menganggap lunas semua utangnya senilai Rp 1.650.000,-
d. 15 September 2009, Diterima sebuah promes 90 hari dari debitur Bondet pemilik Toko Pojok, senilai Rp 4.000.000,- berbunga 6 %.
e. 5 Oktober 2009, Debitur Doni dengan jumlah utangnya senilai Rp 500.000,- oleh tim analisis piutang perusahaan dinyakan jatuh pailit, maka kreditur hanya akan dibayar 20 % dari jumlah tagihan debiturnya.
f. 10 November 2009, Diterima pelunasan dari debitur Doni sebatas kesanggupannya sebesar 20 % dari jumlah utangnya.
Berdasarkan data di atas buatlah :
a. Jurnal Umum yang diperlukan atas transaksi tersebut di atas.
b. Akun Piutang Usaha dan Cadangan Kerugian Piutang per 31 Desember 2009
c. Jurnal penyesuaian akhir periode apabila besanya CKP untuk periode berikutnya
ditetapkan 6 % dari saldo piutang akhir periode.
4. Dalam Neraca saldo Toko Maju Bangun pada tanggal 31 Desember 2010 terdapat antara lain sebagian rekening berikut ini:
o Piutang Dagang Rp. 45.600.000,-
o Cadangan kerugian Piutang (D) 1.824.000,-
o Penjualan 132.500.000,-
o Retur Penjualan 2.400.000,-
o Potongan Penjualan 3.600.000,-
o Beban Piutang Tak Tertagih 1.200.000,-
Buatlah jurnal penyesuaian untuk mencatat taksiran piutang tak tertagih jika : Besarnya kerugian piutang ditetapkan :
2% dari penjualan bersih.
3% dari penjualan kredit (30% dari total penjualan di atas diantaranya
secara tunai).
Cadangan Kerugian Piutang Ditetapkan
Ditambah 3 % dari saldo piutang
Dinaikkan menjadi 5 % dari saldo piutang.
5. Pada tanggal 1 Maret 2011 Fa Makmur menerima sebuah promes per 60 hari dari Toko Rejeki sebesar Rp 7.450.000,- untuk pembayaran faktur bulan lalu. Tanggal 25 Maret 2011, wesel tersebut didiskontokan kepada Bank Bukopin Cabang Yogya dengan diskonto 10 %. Tanggal 30 April 2011 Toko Rejeki melunaskan promesnya.
|Akuntansi Piutang 31
Berdasarkan transaksi tersebut buatlah jurnal untuk Fa. Makmur , Toko rejeki dan
Bank BUKOPIN.
Jika wesel di atas berbunga 12 % buatlah jurnalnya !
6. Berikut ini transaksi-transaksi yang terjadi pada PT Menoreh Jaya pada tahun 2011: 01 Feb Dijual kepada Toko serayu Barang dagangan Rp 2.800.000,-
10 Feb Diterima sehelai promes per 30 April 2011 dari Toko serayu atas transaksi tanggal 01 Februari 2011 senilai Rp 2.800.000,-
15 Feb: Dibeli dan dibayar dengan sehelai promes per 2 bulan atas nama Tn Maskur, Pemilik CV Indah Jaya berupa barang dagangan senilai Rp 3.500.000,-
21 Feb Didiskontokan kepada BRI wesel Toko Serayu dengan diskonto 9 % 02 Mart Diterima sehelai wesel per 60 hari dengan bunga 12 % per tahun atas
penjualan barang dagang kepada Toko Jelita Rp 5.600.000,-
01 Aprl Didiskontokan wesel Toko Jelita kepada BRI dengan diskonto 10%. 15 Aprl Dilunaskan promes Rp 3.500.000,-
20 Aprl Diterima pelunasan wesel per hari ini Rp 4.000.000,- ditambah 3 bulan bunga dengan bunga 10,5 % per tahun.
Dari data tersebut buatlah jurnal umum !
7. UD Makmur Abadi bergerak dalam bidang usaha dagang barang elektronik. Dari buku
besar perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 diperoleh sebagian data sebagai berikut :
Piutang Dagang Rp 22.750.000,-
Cadangan Kerugian Piutang ( D ) 1.137.500,-
Penjualan 56.500.000,-
Retur Penjualan 2.800.000,-
Potongan Penjualan 3.760.000,-
Beban Kerugian Piutang 800.000,-
Dari data tersebut diminta perhitungan dan jurnal yang diperlukan apabila perusahaan pada akhir periode menetapkan Cadangan Kerugian Piutang sebesar :
a. 2,5% dari penjualan bersih
b. Cadangan Kerugian Piutang mencerminkan 4% dari saldo Piutang. Kemudian sajikan dalam Neraca
8. Pada tanggal 1 Januari 2010 dari CV Menoreh memiliki sebagian data yang berkaitan dengan utang sebagai berikut :
Piutang Dagang Rp 19.750.000,-
|Akuntansi Piutang 32
Sebagian transaksi selama tahun 2010 adalah sebagai berikut :
Penjualan bulan Maret sebesar Rp 28.750.000, 60% diantaranya dilakukan secara kredit.
Tanggal 4 April perusahaan menghapus piutang UD Pandawa sebesar Rp 430.000,- karena yang bersangkutan jatuh pailit.
Tanggal 25 Juni menerima piutang, yang telah dihapuskan pada tahun lalu sebesar Rp 350.000,-
Tanggal 10 Agustus perusahaan menghapus piutang dari Toko Kurnia sebesar Rp 250.000,-
Bulan September menerima Piutang dari langganan sebesar Rp 6.200.000,-
Dari data tersebut di atas diminta :
a. Jurnal yang diperlukan
b. Besar beban kerugian piutang tahun 2010
c. Apabila manajemen menetapkan besar Cadangan kerugian piutang akhir periode 3% dari saldo piutang per 31 Desember 2010 maka tentukan :
Ayat Jurnal Penyesuaian yang diperlukan
Sajikan piutang dan CKP dalam neraca per 31 Desember 2010.
9. Berikut ini data transaksi yang diambil dari CV Mekar Abadi selama tahun 2011 : 27 Februari dijual barang dagangan secara kredit pada Toko Kembar sebesar Rp
4.850.000,-
6 Maret Perusahaan menarik wesel pada Toko Kembar atas transaksi tanggal 27 Februari per 2 bulan dengan bunga 12%
28 Maret Didiskontokan wesel Toko Kembar pada BNI Cabang Wates dengan diskonto 10%, dan perusahaan bertanggung jawab atas pendiskontoan ini.
5 Mei Toko Kembar dinyatakan jatuh pailit, sehingga tidak mampu melunasi hutangnya. Bank menagih pada perusahaan dengan membebani biaya inkaso sebesar 1% dari nominal wesel yang didiskontokan.
1 September Tn Badu, pemilik Toko Kembar datang dan melunasi semua hutang-hutangnya besarta denda sebesar 15%
Dari data tersebut buatlah perhitungan dan jurnal yang diperlukan :
a. Fa Kusuma b. Toko Kembar c. BNI Cabang Wates.
10. Pada tanggal 26 Desember 2010 CV Megah Persada mendiskontokan seluruh piutang weselnya ke Bank BNI Cabang Wates. Tingkat bunga yang berlaku umum pada tanggal ini adalah 10%. Wesel-wesel yang didiskontokan adalah sebagai berikut:
|Akuntansi Piutang 33
Wesel CV Arjuna senilai Rp 3.500.000,- 30 hari, tanpa bunga tertanggal 11 Desember.
Wesel UD Barokah senilai Rp 4.200.000,- 60 hari, 15%, tertanggal 2 Desember.
Wesel PD Jelita senilai Rp 6.730.000,- 60 hari, 12%, tertanggal 12 November.
Wesel Tn Budiman senilai Rp 2.380.000,- 90 hari, 8%, tertanggal 28 November.
Dari data tersebut diminta jumlah kas bersih yang diterima CV Megah Persada dari masing-masing wesel yang didiskontokan. Buat perhitungan dan jurnalnya!!
11. Pada tanggal 31 Desember 2004 PT Amanah memiliki beberapa hasil transaksi sebagai berikut selama satu periode :
o Penjualan tunai Rp 12.200.000,-
o Penjualan kredit 35.560.000,-
o Beban kerugian piutang 800.000,- Dari Neraca per 31 Desember 2010 diperoleh data sebagai berikut :
o Piutang Dagang Rp 22.400.000,-
o Cadangan Kerugian Piutang (CKP) 1.120.000,-
Diminta :
a. Buat jurnal penyesuaian untuk mencatat Cadangan Kerugian Piutang (CKP) dengan asumsi – asumsi terpisah sebagai berikut :
o CKP ditaksir 2,5% dari jumlah penjualan
o CKP ditaksir 3% dari jumlah penjualan kredit
o Analisis kredit menetapkan bahwa 6% dari piutang dagang yang beredar per 31 Desember 2010 tidak akan dapat ditagih.
b. Sajikan piutang dagang dan Cadangan Kerugian Piutang (CKP) dengan ketentuan nomor a yang kedua diatas.
12. PT Prima Persada mendiskontokan wesel-weel berikut ini pada bulan Mei 2010 :
o Wesel nominal Rp 5.000.000,- 12%, 8 bulan tertanggal 29 April 2010. Wesel ini disiskontokan pada BNI tanggal 29 Mei dengan suku diskonto 15%
o Wesel nominal Rp 4.600.000,- 9%, 6 bulan tertanggal 10 Maret 2010. Wesel ini disiskontokan pada BNI tanggal 29 Mei dengan suku diskonto 6%
o Wesel nominal Rp 7.500.000,- 0%, 12 bulan tertanggal 1 Februari 2010. Wesel ini disiskontokan pada BNI tanggal 1 Mei dengan suku diskonto 6%
Dari data tersebut diminta :
a. Hitunglah jumlah diskonto pada setiap tanggal pendiskontoan
b. Hitung jumlah kas bersih yang diterima PT Prima Persada pada setiap tanggal pendiskontoan.
c. Dengan anggapan bahwa wesel-wesel di atas diterima oleh PT Prima Persada dari transaksi penjualan barang dagangan, maka buatlah jurnal-jurnalnya :
o Pada waktu menerima wesel
o Pada waktu mendiskontokan ke bank
|Akuntansi Piutang 34 13. Berikut ini data rekening debitur dari buku pembantu piutang CV Pelangi Jaya per 31
Desember 2010 :
Toko Muria sejumlah Rp 6.320.000,- yang terdiri atas faktur tanggal 26 Nov 2010 sejumlah Rp 4.200.000,- dan faktur tertanggal 21 Desember 2010 sejumlah Rp 2.120.000,-.
UD Semangat sejumlah Rp 4.500.000,- untuk faktur tertanggal 26 Desember 2010.
CV Sido Mumbul sejumlah Rp 5.800.000,- untuk faktur tertanggal 10 Oktober 2010.
PD Mandiri sejumlah Rp 8.600.000,- yang terdiri atas Rp 3.400.000,- untuk faktur tertanggal 1 Juli 2010, Rp 2.200.000,- untuk faktur tertanggal 2 Agustus 2010 dan Rp 3.000.000,- untuk faktur tertanggal 14 Desember 2010.
Berdasarkan pengalaman tahun yang lalu menunjukkan bahwa jumlah piutang yang tidak dapat ditagih adalah sebagai berikut :
UMUR PIUTANG TAK TERTAGIH
(%)
0 s/d 30 hari 0,50
31 s/d 60 hari 1,50 61 s/d 90 hari 2,50 91 s/d 360 hari 4,00 Dari data tersebut diminta :
a. Buatlah skedul umur piutang CV Pelangi Jaya! b. Tentukan jumlah taksiran piutang yang tak tertagih! c. Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan!
14. CV Maju Mandiri menerima wesel Rp 7.200.000,- 90 hari, 12,5% tertanggal 10
September 2011 dari hasil penjualan mesin produksi kepada salah satu pelanggannya yakni PT Barata. Harga perolehan mesin produksi tersebut adalah Rp 8.600.000,- dan telah didepresiasi 40%. Pada tanggal 25 Oktober 2011, CV Maju Mandiri mendiskontokan wesel tersebut kepada Bank NIAGA Yogyakarta dengan tingkat diskonto 15%. Pelanggan (PT Barata) membayar wesel tersebut tepat pada saat tanggal jatuh tempo.
Dari data tersebut di atas diminta :
Jurnal seluruh transaksi baik yang dibuat oleh CV Maju Mandiri, PT Barata dan Bank NIAGA Yogyakarta!
|Akuntansi Piutang 35
BAB IV KESIMPULAN
Piutang dagang muncul sebagai akibat dari transaksi penjualan secara kredit. Penjualan secara kredit ini digemari oleh konsumen, karena konsumen tidak harus membayar penuh saat terjadinya transaksi. Namun sebaliknya bagi perusahaan, hal ini merupakan sesuatu yang harus dianalisis secara tepat, sehingga disamping dapat meningkatkan omset penjualan besarnya kerugian piutang yang tak tertagih dapat diminimalisir.
Piutang atau tagihan adalah tagihan kepada pihak lain yang pelunasannya akan diterima
dalam bentuk kas. Piutang timbul apabila perusahaan atau seseorang menjual barang atau jasa kepada pihak lain (individu, perusahaan atau organisasi) secara kredit ( on account ). Sehingga dari sudut pandang terjadinya, maka piutang diklasifikasikan menjadi dua yaitu :
1. Piutang Dagang ( Trade receivable ), yakni piutang yang terjadi karena penjualan barang
dan atau jasa secara kredit
2. Piutang Non Dagang, yakni piutang yang teerjadi bukan karena penjualan barang dan
jasa sercara kredit.
Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI), piutang dagang harus dicatat dan dilaporkan sebesar nilai kas ( netto ) yang bisa direalisasi, yakni jumlah kas bersih yang diperkirakan dapat diterima. Untuk tujuan pelaporan, Piutang dinilai pada jumlah yang diharapkan dapat direalisir/ dapat diterima pembayarannya. Sedangkan bagian yang diperkirakan tidak dapat ditagih lagi merupakan kerugian/beban bagi perusahaan. Ada dua metode untuk mencatat kerugian piutang tak tertagih :
1. Metode Langsung, yaitu metode pencatatan kerugian piutang yang langsung mengurangi
jumlah piutang yang bersangkutan.
2. Metode tidak langsung ( metode Cadangan ), yaitu metode pencatatan kerugian piutang
tidak tertagih, tidak langsung mengurangi piutang yang bersangkutan, tapi dicatat dalam satu rekening yaitu Rekening Cadangan Kerugian Piutang.
Agar suatu piutang yang terjadi mempunyai kedudukan hukum yang kuat, maka transaksi piutang yang terjadi, tidak hanya didasarkan pada dasar kepercayaan semata, namun perlu dibuat suatu perjanjian tertulis. Bentuk yang dimaksud adalah Wesel ( Note ) dan Promes (
Promisory Note ).
Jika inisiatif pembuatan perjanjian tertulis itu timbul dari kreditur ( yang berhutang ) disebut
wesel, sedang jika timbul dari pihak yang berutang ( debitur ) disebut Promes. Sehingga dari
pengertian tersebut dapat disimpulkan :
1. Wesel adalah perintah tertulis dari yang berpiutang (kreditur) kepada yang yang berutang (debitur) untuk membayar sejumlah uang tertentu pada suatu tanggal yang telah ditentukan, kepada orang atau badan tertentu/ pembawa.
|Akuntansi Piutang 36 2. Promes adalah surat pengakuan dari yang berutang untuk membayar sejumlah uang
tertentu pada tanggal yang telah ditentukan kepada orang atau badan tertentu / pembawa. Sementara itu wesel dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yakni :
1. Wesel Tidak Berbunga
Yaitu wesel yang nilai pada saat jatuh tempo sama dengan nilai nominalnya, sehingga apabila wesel tersebut didiskontokan, maka nilai tunai pada saat wesel tersebut diperjualbelikan akan berkurang sebesar bunga diskonto yang diperhitungkan.
2. Wesel Berbunga
Yaitu wesel yang nilai nominalnya merupakan nilai pada saat penarikan yang meliputi nilai nominal ditambah dengan bunga wesel yang diperhitungkan, sehingga nilai tunai pada saat jatuh tempo atau pada saat wesel diperjualbelikan sama dengan nilai nominal ditambah dengan bunga yang diperhitungkan dikurangi dengan bunga diskonto.
|Akuntansi Piutang 37