• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

5. Solusi Mengatasi Kesulitan Membaca

Mengajarkan membaca kepada anak-anak maupun peserta didik dan mendorong mereka untuk menghafalkannya merupakan sebuah tugas mulia dalam kehidupan. Seorang guru harus memiliki wawasan ilmiah yang luas perihal metode pengajaran yang akan membantunya dalam menunaikan tugas sehingga mampu merialisasikan hasil yang terbaik.

Untuk itu, pendidik harus membekali dirinya dengan berbagai keterampilan yang mempermudahnya dalam mencapai tujuan tanpa menimbulkan kerugian atau dampak negative dalam kondisi kejiwaan peserta didik maupun masyarakat secara umum.

Berikut adalah solusi yang dilakukan seorang guru atau orang tua dalam membantu peserta didik lebih mudah dalam mengajari membaca pada peserta didik.

a. Jadilah pendidik teladan

Ada beragam media dan metode dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Namun, eksperimen dan pengalaman menunjukan bahwa media terbaik untuk mengantarkan sebuah teori ilmiah agar menjadi relistis di kemudian hari adalah dengan memberikan contoh nyata.

Karena itu seorang guru harus memperlihatkan perilaku yang baik agar bisa menjadi teladan nyata, bukan hanya dengan perkataan, sehingga bisa dicintai anak-anak.

b. Pahami kateristik anak

Setiap pendidik perlu mengetahui berbagai kateristik anak dan perbedaan yang paling menonjol antara anak berdasarkan tahapan berkembagan yang berbeda. Berinteraksilah dengan anak dengan cara yang tepat dan sesuai.

c. Ciptakan suasana pembelajaran yang inovatif

Menanamkan rasa cinta dalam budaya membaca di hati anak termasuk tugas yang sulit. Salah satu sarana penujang yang dapat mempermudah pendidik dalam menunaikan tugas ini adalah dengan mengunakan berbagai media pembelajaran yang bervariasi dan berusaha untuk terus memperbarui metode pengajaran yang sesuai dengan peserta didik. Menginovasikan sebuah pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru harus bisa membuat peserta didik nyaman dan memgerti metode yang akan digunakan dalam membantu siswanya untuk belajar membaca, harus sesuai dengan para siswa.

d. Binalah rumah teladan.

Rumah merupakan tempat pertama bagi anak tumbuh. Di sana ia akan mendapatkan gizi yang cukup hingga beranjak dewasa. Rumah yang baik di harapkan bisa menghasilkan bibit unggul dan buah segar.

Bila anda menginginkan anak anda mencintai budaya membaca, jadikanlah rumah anda sebagai rumah yang disenangi oleh anak anak anda untuk membaca.

e. Raihlah cinta anak

Orang tua perlu menyadari bahwa cinta mereka kepada anak-anak adalah berdasarkan fitrah (naluri), namun bukan berarti mereka akan dicintai oleh anak-anak berdasarkan fitrah pula. Pada umumnya, perasaan tersebut merupakan reaksi anak terhadap sikap-siakap orang tua dalam berinteraksi. Oleh karena itu, hasilnya sangat tergantung pada kesan pertam anak terhadap kedua orang tua.

f. Kembangkan daya hafal anak

Menghafal huruf, angka, dan simbol-simbol sangat erat kaitannya dengan kekuatan hafalan dan sangat tergantung pada kemampuan otak.

Kecepatan memori menghafal sangat tergantung pada kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi.

g. Pilih saat yang tepat

Memilih waktu yang tepat untuk memotivasi anak merupakan salah satu faktor penting yang dapat membantu anak untuk mencintai budaya membaca. Setiap pendidik hendaknya membuang jauh anggapan bahwa peserta didik ibarat mesin yang diatur kapan saja, tanpa menghiraukan segala kebutuhan dan keinginan kepribadiannya. Atas dasar asumsi miring ini, sebagian orang berasumsi bahwa kewajiban anak-anak terhadap mata pelajaran yang pelajarinya kapan saja dalam suasan apa pun pertanyaan dan sanggahan. Asumsi ini adalah asumsi yang keliru, hal ini akan menimbulkan kebencian dalam jiwa anak kerena semakin menambah beban pendiritanya.

h. Lanjutkan potensi anak

Kecerdasan merupakan karunia yang diberikan yang maha kuasa kepada siapa saja yang di kehendakinya karena suatu hikmah yang hanya di ketahui-Nya, kecerdasaan dalam menghafal bacaan termasuk salah satu anugrah yang tidak di miliki oleh setia manusia. Agar anak-anak menyukai budaya membaca. Kita harus memerhatikan kecerdasaan setiap anak dan menjadikan anak yang cerdas dari sisi hafalan sebagai modal dalam mengembangkan potensi dirinya. Sebab,

kemampuannya sulit dikembangkan melalui bidang-bidang lain (Harjanto, 2011, hal. 169-173).

B. Studi Relevan

Dalam penelitian terdapat hasil penelitian yang relevan yang dapat dijadikan bahan kajian talaah pustaka antara lain :

1. Hasil penelitian Madasia (2017) dengan judul penelitian tentang Upaya Mengatasi Kesulitan Membaca Melalui Pengintegrasian Permainan Kartu Pada Siswa Kelas II SDN Koyobunga Kecamatan Peling Tengah Kabupaten Banggai Kepulauan Asriani. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengatasi kesulitan membaca melalui pengintegrasian permainan kartu pada siswa kelas II SDN Koyobunga Kecamatan Peling Tengah Kabupaten Banggai Kepulauan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis tindakan dapat diterima, dengan hasil tes akhir dari nilai rata-rata 58,75 pada saat tes awal menjadi 70,63 pada saat tes akhir siklus 1, dan 81,25 pada saat tes akhir siklus 2. Dari hasil yang diperoleh, maka pembelajaran membaca siswa kelas II SD Negeri Koyobunga Kecamatan Peling Tengah Kabupaten Banggai kepulauan dinyatakan tuntas.

2. Hasil penelitian Sunarti (2018) dengan judul penelitian tentang Upaya Peningkatan Motivasi dan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Media Kartu Huruf Pada Siswa Kelas 1 SD Negeri 1 Pakis Kecamatan Kradenan Tahun Pelajaran 2017/2018. Tujuan penelitian yang akan dicapai adalah untuk mengetahui apakah media kartu huruf dapat meningkatkan motivasi dan kemapuan membaca permulaan di kelas I SD Negeri 1 Pakis Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan. Berdasarkan hasil tindakan siklus I diperoleh hasil belajar membaca permulaan siswa dengan nilai rata-ratanya 69 dengan presentase siswa 52%. Hasil tindakan siklus II diperoleh hasil belajar membaca permulaan siswa dengan nilai rata-ratanya 78,67 dengan presentase siswa 92%. Dengan demikian dapat disimpulkan pembelajaran Bahasa Indonesia (membaca permulaan)

dengan penggunaan media kartu huruf dapat meingkatkan kemampuan membaca permulaan di kelas I SD Negeri Pakis Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan..

3. Hasil penelitian Udhiyanasari (2019) dengan judul penelitian tentang Upaya Penanganan Kesulitan Membaca Permulaan Pada Anak Berkesulitan Membaca Kelas II Di SDN Manahan Surakarta. Tujuan Penelitian ini diantaranya adalah mengetahui: 1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan anak mengalami kesulitan membaca (Dyslexia) pada siswa kelas II SD N Manahan Surakarta, 2) Untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan oleh guru dan orangtua untuk mengatasi kesulitan membaca (Dyslexia) siswa II SD N Manahan Surakarta. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas II SD N Manahan Surakarta sudah berjalan dengan baik.

faktor penyebab kesulitan membaca (Dyslexia) pada siswa diantaranya faktor intelegensi, kurikulum pelajaran yang sangat padat, harapan guru dan orang tua yang snagat tinggi dan kurangnya perhatian serta kerjasama dari pihak keluarga terhadap proses belajar anak. 2. Upaya untuk mengatasi kesulitan membaca (dyslexia) di kelas II SD N Manahan Surakarta yakni, dengan memberikan les tambahan diluar jam kelas dan penggunaan berbagai metode yang bervariasi. 3. Hambatan untuk mengatasi kesulitan membaca (dyslexia) di kelas II SD N Manahan Surakarta yakni kesibukan yang dimiliki orangtua yang mengakibatkan tidak adanya waktu untuk mendampingi anak dalam belajar sehingga siswa memiliki motivasi belajar terutama membaca yang rendah.

Ketidakmampuan sekolah yang harus memantau siswa satu persatu.

4. Hasil penelitian Maghfiroh (2019) dengan judul penelitian tentang Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SDN Pembina Liang Melalui Penerapan Strategi Survey Questions Reading Recite Review ( SQ3R). Tujuan Penelitian ini diantaranya adalah mengetahui: (1) Kemampuan siswa dalam belajar membaca. (2) Proses belajar mengajar bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar membaca

(3) Faktor pendukung dan penghambat upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa (4) Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa kelas I di MIN 1 Ogan Ilir.

Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan berikut (1) Kemampuan siswa dalam belajar membaca di kelas I MIN 1 Ogan Ilir berberda-beda disetiap kelasnya namun memiliki persamaan yang hampir sama terlihat dari hasil persentase data yang diperoleh hampir sama. (2) Proses belajar mengajar bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar membaca di MIN 1 Ogan Ilir juga memiliki perbedaan di ketiga kelas 1 tergantung dengan tindakan yang dilakukan guru di kelas. (3) Faktor pendukung dan penghambat upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa kelas I di MIN 1 Ogan Ilir juga memiliki permasalahan yang berbeda dan sama (4) Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa juga berbeda-beda. Kata.

5. Hasil penelitian Artu (2018) dengan judul penelitian tentang Upaya Mengatasi Kesulitan Membaca Melalui Pengintegrasian Permainan Kartu Pada Siswa Kelas II SDN Koyobunga Kecamatan Peling Tengah Kabupaten Banggai Kepulauan Asriani. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Pembina Liang. Berdasarkan hasil penelitian Pada siklus I berada pada kategori kurang, siklus II berada pada kategori cukup dan siklus III mengalami peningkatan dan berada pada kategori sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes setiap proses pembelajaran menunjukkan pada siklus I nilai rata-rata kelas mencapai 66,13 dengan ketuntasan belajar mencapai 50%, siklus II nilai rata-rata kelas mencapai 72,27 dengan ketuntasan belajar mencapai 63,63%, dan siklus III nilai rata-rata kelas mencapai 77,95 dengan ketuntasan belajar mencapai 86,36%.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan strategi SQ3R dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Pembina Liang yang dilihat dari hasil tes kemampuan membaca pemahaman setiap siklusnya.

Berdasarkan dari beberapa hasil studi relevan yang peneliti gunakan dalam penelitian ini, maka dapat simpulkan bahwa kesamaan dan perbedaan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan yakni: Kesamaan dengan penelitian yang akan dilakukan yakni sama-sama ingin melihat kesulitan-sulitan yang dialami siswa dalam membaca, dan ingin melihat faktor penghambat kesulitan yang dialami siswa dalam membaca, serta upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi siswa yang mengalami kesulitan membaca. Sedangkan perbedaan dari studi penelitian yang relevan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan yaitu dari lokasi penelitian dan jumlah subjek penelitian.

Dokumen terkait