• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Lampiran 5 Spesifikasi Bondcrete

Universitas Kristen Maranatha 93

Universitas Kristen Maranatha 94

Universitas Kristen Maranatha 95

Universitas Kristen Maranatha 1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Penelitian

Beton adalah salah satu bahan struktur yang banyak dipakai dan dimanfaatkan dalam pekerjaan bangunan dewasa ini. Selain beton masih ada juga material-material lain yang dapat digunakan untuk struktur bangunan seperti baja dan kayu. Penggunaan beton sebagai struktur utama bangunan lebih banyak keuntungannya dibandingkan dengan komponen lainnya. Keuntungan dari beton antara lain adalah beton mudah dibentuk, material pembentuknya mudah didapat, biaya pembuatan relatif murah, dan tidak memerlukan perawatan khusus, serta kekuatannya dapat diatur sesuai kebutuhan di lapangan.

Struktur beton direncanakan sesuai dengan standar yang ada dan diharapkan dapat digunakan dalam kurun waktu yang cukup lama. Oleh karena itu dari segi perencanaan, perhitungan, sampai dengan pelaksanaan konstruksi di lapangan harus dilakukan dengan tepat dan benar, karena dapat merugikan dari segi biaya maupun faktor keselamatan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka pengerjaan beton menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Dalam pelaksanaan pengecoran beton di lapangan, ada kalanya tertunda ditengah-tengah pengecoran baik karena cuaca yang tidak mendukung, terhentinya pengiriman beton ready mix, maupun karena masalah rusaknya alat-alat penunjang pengecoran, sehingga pengerjaan pengecoran harus dilakukan secara bertahap. Selain itu adanya perubahan rencana, yang memerlukan suatu sambungan beton. Untuk itu dilakukan penelitian mengenai kekuatan sambungan beton lama dengan beton baru.

Dalam penelitian ini digunakan bondcrete sebagai bahan tambahan penyambung beton lama dengan beton baru. Dalam pemakaiannya, bondcrete dicampur air dengan perbandingan tertentu lalu dioleskan pada beton lama sebelum dilakukan pengecoran beton baru. Dengan adanya bahan perekat ini diharapkan beton lama dan beton baru memiliki daya ikat yang lebih baik.

Universitas Kristen Maranatha 2

1.2Tujuan Penelitian

Secara umum, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pengaruh umur beton pada saat penyambungan dengan menggunakan bondcrete terhadap kuat lentur beton dengan fc’ = 25 MPa.

2. Untuk mengetahui pengaruh sudut kemiringan sambungan pada beton yang akan disambung terhadap kuat lentur beton.

Hasil penelitian kuat lentur sambungan beton tersebut akan dibandingkan dengan kuat lentur beton tanpa sambungan.

1.3Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian yang dilakukan dibatasi ruang lingkupnya sebagai berikut: 1. Rencana campuran beton adalah beton dengan mutu fc’ = 25 MPa

2. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur beton 7, 14, 21 dan 28 hari dengan masing-masing 3 buah benda uji berbentuk silinder berukuran 150x300 mm.

3. Pengujian kuat lentur tanpa sambungan dilakukan pada hari ke-28 dengan masing-masing 3 buah benda uji berbentuk balok dengan ukuran 600x150x150 mm3. Untuk beton dengan sambungan uji kuat lentur dilakukan 28 hari setelah beton baru dicor.

4. Pengecoran beton baru dilakukan pada beton lama yang berumur 14 dan 28 hari, dengan 3 buah benda uji untuk masing-masing umur beton lama. Sudut kemiringan sambungan dibuat 2 macam yaitu kemiringan 45° dan 60°. Sebelum beton baru dicor, bagian dari beton lama dilapisi dengan bondcrete. 5. Sebagai perbandingan, dibuat benda uji balok yang disambung tanpa

dilapisi bondcrete.

6. Bahan perekat yang digunakan adalah bondcrete dari PT. Bondall Kumala

Jaya.

7. Pengujian agregat kasar dan halus berdasarkan ASTM.

8. Semen yang digunakan adalah Semen Portland PCC tipe I merk Tiga Roda. 9. Agregat kasar berupa batu pecah dengan ukuran agregat maksimum 20 mm. 10. Agregat halus yang digunakan adalah pasir beton dari Galunggung.

Universitas Kristen Maranatha 3

12. Material yang digunakan untuk semua percobaan ini adalah sama, untuk beton lama maupun beton baru.

1.4Metodologi Penelitian

1. Studi literatur sebagai bahan kajian teoritis.

2. Studi eksperimental di Laboratorium Struktur Universitas Kristen Maranatha. 3. Pembahasan hasil penelitian.

1.5Sistematika Penulisan

Sistematika penelitian adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN

Berisi latar belakang, tujuan, ruang lingkup, metodologi penulisan, dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN LITERATUR

Berisi bahan penyusun adukan beton, Bondcrete, penyambungan beton, kuat tekan beton, dan kuat lentur beton.

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN

Berisi tentang alat dan bahan, pemeriksaan agregat, perencanaan campuran beton, pengujian beton segar, dan pengujian beton keras.

BAB IV ANALISIS DATA HASIL PENELITIAN

Membahas analisis hasil penelitian uji kuat tekan beton dan kuat lentur beton. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Universitas Kristen Maranatha 61

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1Kesimpulan

Dari penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Pada pengujian kuat tekan didapatkan mutu beton memenuhi mutu beton yang direncanakan yaitu 26,141 MPa.

2. Untuk balok tanpa sambungan didapat kuat lentur rata-rata 3,747 MPa. Nilai ini memenuhi standar korelasi kuat lentur dan kuat tekan yang ditetapkan yaitu fr = 0,773 √fc’.

3. Untuk balok dengan sambungan, korelasi kuat lentur dan kuat tekan yang didapat tidak mencapai standar minimum fr = 0,7 √fc’. Nilai korelasi terbesar

pada balok dengan sambungan adalah fr = 0,625 √fc’, yaitu pada balok beton

dengan sudut penyambungan 45º, umur beton lama 14 hari dan menggunakan

bondcrete.

4. Semakin bertambahnya umur beton lama saat penyambungan akan menghasilkan nilai kuat lentur beton yang semakin kecil.

5. Beton yang disambung dengan sudut kemiringan penyambungan 45º menghasilkan nilai kuat lentur yang lebih besar daripada beton yang disambung dengan sudut kemiringan penyambungan 60º.

6. Penggunaan bondcrete sebagai perekat beton lama dan beton baru dapat menambah kekuatan lentur balok beton sebesar 15,572%.

Universitas Kristen Maranatha 62

5.2Saran

Dalam Pekerjaan konstruksi dilapangan terutama pada pekerjaan beton, diharapkan pengecoran dilakukan sekaligus sampai seluruh bagian selesai dikerjakan. Jika harus dilakukan penyambungan beton, diperlukan perhitungan yang sangat teliti agar tidak terjadi penurunan kuat lentur yang terlalu besar. Selang waktu pengecoran beton lama dengan beton baru seharusnya tidak terlalu lama agar beton tetap monolit. Sudut kemiringan penyambungan 45º merupakan sudut yang paling efektif. Penggunaan bahan perekat beton seperti bondcrete juga sangat dianjurkan untuk menambah kekuatan lentur dari balok beton tersebut.

Universitas Kristen Maranatha 63

DAFTAR PUSTAKA

1. SNI (1990), Standar Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton

Normal SK SNI T-15-1990-03, Departemen Pekerjaan Umum, Yayasan

LPMB, Bandung.

2. SNI (1990), “Metode Pembuatan dan Perawatan Benda uji Beton di

Laboratorium SK SNI 62-1990-01”, Departemen Pekerjaan Umum, Yayasan

LPMB, Bandung.

3. ASTM (1993), Annual Book of ASTM Standards vol 04.02, American Society for Testing and Materials, Philadelphia, Pennsylvania.

4. ACI (2005), Manual of Concrete Practice, American Concrete Institute, California.

5. Neville, A.M. (1995), Properties of concrete 4th Ed., Addison Wesley Longman Limited, England.

6. Metha, P. K. (1986), Concrete Structures Properties and Materials, University of California, Berkeley.

7. Chu-Kia Wang & Charles G.Salmon (1998), Reinforced Concrete Design, Addison Wesley Educational Publisher, Inc.

8. Mulyono, T. (2004), Teknologi Beton, Andi Offset, Yogyakarta.

9. Murdock, L.J., Brook, K.M. (1979), Concrete Materials and Practice, Wiley. 10. Sagel, R., Kole, P., Kusuma, G.H. (1993), Pedoman Pengerjaan Beton,

Erlangga, Jakarta.

11. Samekto, W., Rahmadiyanto, C. (2002), Teknologi Beton, Kanisius, Yogyakarta.

12. http://www.bondall.com/bondcrete/Bondall_Bondcrete.html diakses Juni 2012

Dokumen terkait