• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Spesifikasi Parameter Model Data Panel Spasial Dinamis dan Model Data Panel Dinamis

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Inflasi

2.8. Uji Spesifikasi Model

2.8.1. Panel Unit Root Test

2.8.2.1. Uji Spesifikasi Parameter Model Data Panel Spasial Dinamis dan Model Data Panel Dinamis

Secara umum, permasalahan utama dalam aplikasi regresi data panel dinamis adalah penentuan variabel instrument yang akan digunakan untuk estimasi model empiris. Tahap awal dalam menentukan instrument variabel adalah seluruh variabel penjelas (explanatory variabel) selain lag dari variabel dependen diasumsikan strictly exogenous (merupakan variabel eksogen terbatas).

Sehingga dalam hal ini, penyusun menggunakan metode Generalized

Method of Moment (GMM), karena menurut Baltagi (2005) micro panel data

sangat besar kemungkinannya untuk mengalami kesalahan pengukuran (measurement error) dalam variabel penjelas sehingga menghasilkan bias dan inkonsistensi pada estimasi OLS. Tujuan lain penggunaan GMM adalah mengatasi downward (upward) biased pada OLS dan fixed effects (Badinger, Mtiller, dan Tondl, 2004). Disamping itu, menurut Wooldridge (2002) pemakaian metode GMM juga diperlukan karena terdapat lagged dependent variabel dalam model yang dapat menyebabkan problem endogenitas.

Keempat metode, FD-GMM, SYS-GMM, SCAB maupun SCAB harus diuji apakah variabel instrument yang digunakan adalah valid dengan menggunakan statistik uji Sargan.

1. Uji Sargan

Menurut Caselli dkk. (1996), pada model GMM penting untuk mengetahui validitas dari variabel instrument yang jumlahnya melebihi parameter yang diestimasi (kondisi overidentifying). Uji statistik Sargan menurut Caselli dkk. (1996) adalah sebagai berikut:

65 ̂ (∑ ̂ ̂ ) ̂ ̃ dengan merupakan matriks variabel instrumen, sedangkan ̂ adalah komponen error dari estimasi model, dimana ̂ [ ̂ ̂ ] dengan hipotesis nol adalah Statistik uji berdistribusi asimtotik dengan adalah jumlah instrumen dan jumlah parameter yang diestimasi. akan ditolak jika nilai

lebih besar dari khi quadrat tabel. Dengan uji hipotesis nol yang menyatakan bahwa variabel instrument yang digunakan adalah valid. Hasil pengujian yang diharapkan adalah hipotesis nol diterima, yang berarti tidak cukup bukti untuk menolak bahwa variabel instrument yang digunakan adalah valid (variabel instrument tidak berkorelasi dengan error). Jika hipotesis ditolak, maka perlu dilakukan penambahan variabel instrument dengan membuat kombinasi pasangan dengan variabel independen lainnya yang sebelumnya diasumsikan

strictly exogenous (variabel eksogen terbatas).

2. Uji Arellano-Bond (AB test)

Selain menggunakan uji Sargan, pengujian tambahan perlu dilakukan untuk model FD-GMM dan SYS-GMM, yaitu statistik uji Arelano-Bond “m1” dan “m2”. Hipotesis nol dari uji Arelano-Bond adalah terjadi autokorelasi pada

error. Diberikan persamaan model first differencing sesuai persamaan (2.28)

sebagai berikut:

dimana:

= variabel dependen pengamatan ke-i periode ke-t dengan ukuran N1

= vector error pada pengamatan ke-i periode ke-t dengan ukuran N1 = skalar

= matriks variabel independen pengamatan ke-i periode ke-t dengan ukuran N K

= vektor konstanta yang berukuran K1

dengan N

i

Ti2

. merupakan vektor yang berukuran ∑ dari error yang tidak berkorelasi yang menyatakan penggunaan level lag T-2 dan periode sebelumnya sebagai instrument untuk persamaan first differencing

66

(Arellano dan Bond, 1991). Sementara merupakan vektor error yang di lag sebanyak dua kali sehingga ukurannya menjadi ∑ . tidak harus bernilai nol, namun konsistensi estimator GMM bergantung pada asumsi . Hipotesis null menyatakan bahwa dan

tidak berkorelasi serial.

Dalam hal ini, uji statistik “m1” dan uji statistik “m2” mengacu pada komponen error yang digunakan dalam model, dimana hipotesis nol untuk uji statisik “m1” yaitu adanya pengaruh efek individu yang menyebabkan heterogenitas antar observasi i, sedangkan hipotesis nol untuk uji statisik “m2yaitu adanya pengaruh lag variabel dependent pada observasi ke-i peride ke-t.

Secara umum, uji statistik Arellano Bond untuk korelasi serial komponen error order ke-m pada persamaan first difference adalah sebagai berikut:

̂ ̂

̂ (2.98)

Dengan ̂ menyatakan estimasi komponen error lag ke-m dan ̂ menyatakan komponen error dari estimasi model. Statistik uji A berdistribusi asimtotik N(0,1), dimana hipotesis akan tolak jika .

Statistik uji “m1” merupakan pengujian untuk menguji bahwa tidak terdapat korelasi serial orde pertama dari error pada persamaan first difference. Statistik uji “m2” merupakan pengujian untuk menguji bahwa tidak terdapat korelasi serial orde kedua dari error pada persamaan first difference. Uji statistik Arellano dan Bond untuk korelasi serial komponen order ke dan ke pada first

differencing adalah sebagai berikut :

̂ ̂

( ̂ ) ̃ (2.99)

̂ ̂

( ̂ ) ̃ (2.100)

dimana :

̂ : vektor error orde pertama dari serial error yang tidak saling berkorelasi dengan ukuran ∑

̂ : vektor error orde kedua dari serial error yang tidak saling berkorelasi dengan ukuran ∑

67

̂ : vektor error terpangkas yang bersesuaian dengan berukuran dan mempunyai ukuran yang sama dengan variabel penjelas ̂ ∑ ̂ ̂ ̂ ̂

̂ [ ̂ ] [∑

̂ ] ̂ ̂ ̂ ̂ .

= matriks instrumen berukuran , yaitu matriks yang berisi variabel-variabel instrumen dan telah memenuhi syarat-syarat sebagai variabel-variabel instrumen. didefinisikan sebagai berikut:

[ ].

̂ = matriks penimbang optimal yang digunakan untuk memperoleh two-step

consistent estimator bagi .

Konsistensi GMM pada ditunjukkan nilai statistik yang signifikan (tolak sedangkan konsistensi GMM pada ditunjukkan nilai statistik yang tidak signifikan (gagal tolak .

3. Granger Causality Test

Tujuan dari uji kausalitas Granger antara inflasi dengan beberapa variabel yang diteliti adalah untuk mengetahui variabel-variabel mana yang lebih dahulu mempengaruhi inflasi atau sebaliknya inflasi yang lebih dahulu mempengaruhi variabel-variabel lainnya. Hasil pengujian kausalitas Granger juga memperlihatkan bahwa antar variabel saling mempengaruhi dengan inflasi atau justru tidak saling mempengaruhi. Akan tetapi, hal ini tidak berarti bahwa jika suatu variabel signifikan mempengaruhi inflasi bukan berarti variabel tersebut berpengaruh siginifikan terhadap model data panel (Subekti, 2011).

Hubungan kausalitas dapat dibagi atas tiga kategori, yaitu hubungan kausalitas satu arah, hubungan kausalitas dua arah, dan hubungan timbal balik. Menurut Solihin (2011), persamaan uji kausalitas Granger data panel atas regresi model pooled dapat diuraikan sebagai berikut:

(2.101)

(2.102)

Persamaan (2.101) merupakan hubungan kausalitas satu arah dari X ke Y apabila koefisien . Begitu pula untuk persamaan (2.102) merupakan

68

hubungan kausalitas satu arah dari Y ke X apabila koefisien . Jika kedua persamaan tersebut terjadi maka terjadi hubungan kausalitas dua arah antara X dan Y atau hubungan timbal balik antara X dan Y. Dengan uji hipotesis adalah X tidak mempengaruhi Y dan Y tidak mempengaruhi X.

4. Wald Test

Statistik uji ini digunakan untuk menguji signifikansi parameter yang digunakan dalam model secara serentak antara variabel dependen dan variabel independen yang berdistribusi asimtotik chi-square dengan null hypothesis yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan dalam model estimasi dan H0 ditolak jika

p-value < α.