BAB III METODE PENELITIAN
A. Spesifikasi Penelitian
Penelitian mengenai penegakan hukum insider trading di pasar modal Indonesia dalam sistem hukum pidana Indonesia merupakan penelitian hukum normatif, yang meliputi:129
1. penelitian terhadap asas-asas hukum; 2. perbandingan hukum; dan
3. sejarah hukum.
Dalam penelitian ini dilakukan penyadaran terhadap konsep hukum, doktrin, dan badan hukum lain yang telah berkembang pada masa kini. Oleh karena itu, penelitian ini bersifat mengungkap, dan deskriptif. Penggunaan penelitian hukum normatif bertujuan untuk menemukan konsep-konsep yang diterapkan agar dapat menyelesaikan masalah atau menguji teori yang ada terhadap situasi konkret. Penelitian ini mencakup analisis hukum tertulis yang didahului inventarisasi hukum positif.
Penelitian hukum normatif yang bersifat eksploratoris dan deskriptif tersebut diarahkan untuk menganalisis data sekunder. Data sekunder yang ditelaah meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Hasil kajian norma-norma hukum yang dilakukan dari inventaris hukum positif tersebut dapat membantu untuk mendapatkan pandangan yang tepat tentang penerapan doktrin pelaksanaan hukuman mati di Indonesia saat ini. Hal ini akan menjadi salah satu produk analisis abstraksi dari norma hukum positif sebagaimana dikatakan oleh Sutandyo Wignyosoebroto130. Penelitian ini dititikberatkan pada studi kepustakaan sehingga data sekunder
129 Soerjono Soekanto, 1985, Penelitian Hukum Normatif, Jakarta: Rajawali, hlm. 15-25
130 Sutandyo Wignyosoebroto, 1974, Penelitian Hukum (Surabaya: Pusat Studi Hukum dan Pembangunan FH Unair, hlm. 1-8.
atau bahan pustaka lebih diutamakan daripada data primer. Sedangkan pada bagian lainnya menurut Purnadi Purbacaraka131 dengan acuan pada teori Hans Kelsen, tentang Reine Rechtslehre (The Pure Theory of Law), menyatakan bahwa Kelsen sebenarnya mengakui hukum dipengaruhi oleh faktor-faktor politis, sosiologis, filosofis dan seterusnya. Akan tetapi, yang dikehendakinya adalah suatu teori yang murni mengenai hukum. Hans Kelsen mengatakan bahwa, pendekatan semacam itu penting guna menghindari pencampuran metodologi antara disiplin-disiplin yang berlainan yang dapat mengaburkan intisari ilmu pengetahuan hukum dan melenyapkan batasan-batasan dari hakikat objek studinya itu, dalam penelitian ini diterapkan sistem analisis utama secara yuridis normatif, sedangkan analisis secara “sosiologis” merupakan penunjang.
Data sekunder yang diteliti terdiri atas:
1. Bahan hukum primer, yaitu bahan hukum yang mengikat, antara lain berupa:
a. peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan hukum pidana khususnya menyangkut penerapan insider trading di pasar modal.
b. Yurisprudensi.
2. Bahan hukum sekunder, yaitu bahan yang memberikan penjelasan tentang bahan hukum primer, antara lain berupa:
a. tulisan atau pendapat pakar hukum pidana mengenai asas-asas berlakunya hukum pidana, khususnya insider trading di pasar modal.
b. rancangan kitab undang-undang hukum pidana baru tahun 2004/2005.
3. Bahan hukum tersier yang memberikan informasi lebih lanjut mengenai bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, antara lain:
a. Ensiklopedi Indonesia;
b. Kamus Besar Bahasa Indonesia;
131 Purnadi Purbacaraka dan Soerjono Soekanto, 1982, Perihal Kaidah Hukum, Bandung: Alumni hlm. 31.
c. Berbagai majalah hukum dan newsletter yang berkaitan dengan insider trading di Indonesia dan di luar negeri.132
Metode penelitian hukum normatif ini dianggap sesuai dengan penyelidikan terhadap hukum tertentu. Berdasarkan pada hal tersebut, maka penelitian ini sejauh mungkin didasarkan pada ajaran teori yang murni mengenai hukum dari Hans Kelsen.
Objek penelitiannya adalah berupa beberapa peraturan perundang-undangan dan peraturan lain mengenai insider trading di pasar modal yang harus diterapkan terhadap pelakunya sebagaimana diharapkan dalam penulisan penelitian ini, serta berbagai informasi bahan hukum yang tak tertulis, adalah bahan hukum primer. Menelaah bahan rancangan undang-undang, hasil penelitian yang pernah dilakukan dan pandangan dari para ahli yang bersumber pada karya tulis ilmiah diperlukan untuk memperjelas pemikiran bahan hukum primer agar dapat memperoleh gambaran yang luas tentang perkembangan-perkembangan baru sebagai bahan hukum sekunder.
Pemanfaatan bahan hukum lain yang relevan, di antaranya berupa majalah hukum, kamus hukum, dan lain-lain, merupakan bahan hukum tersier yang akan berguna untuk menambah kejelasan atau rujukan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Guna memperoleh data dan bahan hukum yang memadai dari penelitian hukum normatif tersebut, maka penelitian ini dilengkapi pula dengan data primer, baik yang diperoleh dari Kejaksaan Agung, maupun dari Kejaksaan Negeri.
Penelitian penunjang di luar bidang hukum, antara lain dari bidang sosiologi dan perbandingan hukum yang bersumber pada hasil pengamatan terhadap pelaku sebagai pihak yang diterapkan insider trading di pasar modal, dimaksudkan menjadi bahan penunjang atau rujukan data penelitian hukum normatif. Oleh karena itu, penelitian sosiologis-empiris yang terkait di bidang hukum beserta datanya mempunyai kedudukan sebagai bahan pendukung dalam penelitian hukum normatif ini.
Data primer tersebut dikumpulkan melalui studi pengamatan berlandaskan pedoman observasi guna mendukung data sekunder. Pengamatan tersebut dibantu dengan alat perekam yang juga mencakup penggunaan kamera film jika telah mendapat izin dari pihak-pihak yang terkait. Fakta-fakta yang relevan (premise minor) dikemukakan sehingga sistem analisis yang digunakan mengutamakan metode normatif kualitatif dan di samping itu juga metode analisis lain yang berkaitan. Berbagai jenis peraturan pelaksanaan tentang penerapan asas oportunitas dikumpulkan untuk dikaji dalam hubungannya dengan peraturan dasar pidana yang tidak sesuai dengan perkembangan pembaruan dalam penerapan asas ini. Di samping untuk mengetahui taraf keserasian di antara peraturan-peraturan tersebut, juga sekaligus menyangkut studi penerapan asas tersebut yang diberikan oleh jaksa. Atas dasar penggunaan suatu tipologi penelitian hukum normatif seperti uraian tersebut di atas, disusunlah metode pengumpulan data, penentuan sampel dan analisis data dalam subbab berikut ini. Dalam penelitian yang bersifat eksploratoris dan deskriptif mengenai penerapan insider trading di pasar modal serta perlakukan terhadap pelaku dengan salah satu alat pengumpulan data ialah pengamatan yang disusun dalam pedoman. Dengan demikian, telaah bahan pustaka yang merupakan kegiatan integral dianggap relevan dengan pengamatan dalam bentuk tidak terlibat.