G. Metode Penelitian
1. Spesifikasi Penelitian
Spesifikasi penelitian90 dalam disertasi ini adalah suatu diuraikan yang disampaikan secara terperinci dengan menggunakan syarat-syarat dari suatu penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah diartikan sebagai suatu metode yang bertujuan untuk memperlajari suatu atau beberapa gejala, dengan jalan menganalisanya dan dengan mengadakan pemeriksaan yang mendalam terhadap fakta tersebut, untuk kemudian mengusahakan suatu pemecahan atas masalah-masalah yang ditimbulkan oleh fakta-fakta tersebut.91
Kajian penelitian ditulis berdasarkan kepada hukum yang terkait dengan praktik transaksi derivatif valuta asing di Indonesia terutama berasal dari pustaka hukum, peraturan perundang- undangan, putusan hukum, dokumen-dokumen, brosur-brosur, booklet, internet.
Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan analisa dan kontruksi, yang dilakukan secara metodologis, sistematis dan konsisten.92
89
Jujun S.Suria Sumantri, Filsafat Ilmu Suatu Pengantar Populer, (Jakarta, Pustaka Sinar Harapan) hal 328.
Dengan demikian penelitian hukum merupakan suatu kegiatan ilmiah, yang didasarkan pada metode, sistematis dan
90
Secara etimologi spesifikasi berasal dari bahasa Inggris “specific” kelompok kata sifat yang berarti berhubungan dengan sesuatu yang bersifat khusus. Spesific is relating to one particular thing, AS Hornby, Oxford Advanced Learner’s Dictionary Of Current English, (New York, Oxford University Press, 1987) hal 828. Bandingkan : “Specification” adalah kelompok kata benda yang berarti perincian atau syarat. Contoh pengunaan kata “specification”, “built to specification” artinya dibangun menurut perencanaan yang terperinci, atau memiliki arti syarat atau perincian dalam “specification of a contract” dapat diterjemahkan dalam arti “perincian dari syarat- syarat suatu kontrak”. John M. Echols dan Hassan Shadily, Op.Cit., hal 544.
91
Soerjono Soekanto . Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia, 1986), hal 2.
92
Metodologis berarti sesuai dengan metode atau cara tertentu, sistematis adalah berdasarkan suatu sistem, sedangkan konsisten berarti tidak adanya hal-hal yang bertentangan dalam suatu kerangka tertentu. Ibid., hal 42.
pemikiran tertentu, yang bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa gejala hukum tertentu, dengan jalan menganalisanya. Selain itu, juga diadakan pemeriksaan yang mendalam terhadap fakta hukum tersebut, untuk kemudian mengusahakan suatu pemecahan atas permasalahan- permasalahan yang timbul didalam gejala yang bersangkutan.93
Disertasi ini memakai metode penelitian hukum normatif. Data yang dipergunakan dalam menyusun disertasi ini dikumpulkan dari dukungan data sekunder baik berupa bahan primer, sekunder maupun tertier
94
yaitu berupa konsep, doktrin, perundang-undangan, yurisprudensi dan kedah hukum yang terkait dengan penelitian ini. Pendekatan yuridis normatif adalah pendekatan hukum dengan melihat peraturan-peraturan, baik bahan hukum primer maupun sekunder atau pendekatan terhadap masalah dengan cara melihat dari segi perundang-undangan yang berlaku.95
Penelitian perpustakaan dilakukan dengan memperhatikan hal-hal yang menunjang keakuratan data yang dikumpulkan dengan pertimbangan : Pertama, Penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif, khususnya dalam keterkaitan antara hukum, bisnis perbankan dibidang transaksi derivatif valuta asing. Kedua, pengumpulan data dilakukan dengan studi perpustakaan berupa ; buku, peraturan perundangan undangan yang berlaku, majalah, artikel, tabloit, surat kabar, internet dan studi terhadap semua dokumen yang
93
Ibid., hal 43.
94
Bahan hukum primer, yaitu bahan-bahan hukum yang mengikat, dan terdiri dari (untuk Indonesia), a.norma atau kaedah dasar, yakni Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, b. Peraturan dasar, i. Batang tubuh UUD 45, ii. Ketetapan-ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat, c. Peraturan Undang-Undang : i. Undang-Undang dan Peraturan yang setaraf, ii. Peraturan Pemerintah dan peraturan yang setaraf, iii. Keputusan Presiden dan peraturan yang setaraf, vi. Keputusan menteri dan peraturan yang setaraf, v. Peraturan-peraturan daerah, d. bahan hukum yang terkodefikasi misalnya hukum adat, Yurisprudensi, e. Traktat, Bahan hukum dari zaman penjajahan yang hingga kini masih berlaku, seperti misalnya, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (yang merupakan terjemahan yang secara yuridis formil bersifat tidak resmi dari Wetboek van Strafrecht). 2. Bahan hukum sekunder, yang memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer, seperti misalnya, Undang-Undang , hasil-hasil penelitian, hasil karya dari kalangan hukum, dan seterusnya. 3. Bahan hukum tertier, yakni bahan yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan sekunder; contohnya adalah kamus, ensiklopedia, indeks komulatif, dan seterusnya. Ibid., hal 52.
95
Ronitijo Soemitro, Methodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri, (Semarang, Ghalatia Indonesia, 1988), hal 11.
berkaitan dengan penelitian. Ketiga, studi perpustakaan tersebut tidak terbatas pada bahan-bahan hukum yang ada di Indonesia tetapi juga dibandingkan dengan aturan bahan-bahan hukum luar negeri tentang yurisprudensi kasus derivatif valuta asing di Amerika Serikat. Selain itu untuk memperkaya khasanah, maka bahan baku pembanding juga termaksud didalamnya bahan-bahan pembanding tambahan dari internet yang terkait perbandingan bidang hukum dan transaksi derivatif valuta asing.
Penelitian perpustakaan dilakukan sebanyak mungkin untuk mengumpulkan data dan teori yang berkaitan dengan pengumpulan pendapat, konsep para ahli yang lebih dahulu melakukan penelitian atau tulisan lebih dulu yang berkenaan dengan kaitan hukum dan Transaksi derivatif valuta asing.
Penelitian juga memasuki tahap-tahap awal hubungan antara bank dan nasabah dalam bentuk kontrak baku96
Meskipun bukan yang utama bahan perpustakaan tersebut kemudian akan dilengkapi dengan wawancara kepada pejabat bank yang kompeten yang terkait dengan transaksi derivatif valuta asing. Tujuan utama adalah menditeksi permasalahan yang timbul dan sebagai saluran untuk mengkonfirmasi data terkait derivatif valuta asing. Disamping itu peneliti juga akan mengadakan diskusi dan wawancara dengan para pakar yang ahli dibidang perbankan yang memahami derivatif valuta asing, dan para praktisi untuk meminta pandangan-pandangan yang berkenaan dengan penelitian.
transaksi derivatif valuta asing, kemudian akan dilanjutkan dengan kajian mendalam segala peraturan terkait, berusaha menemukan kelemahan dan kelebihan hukum positif berupa norma-norma hukum dalam rangka menemukan solusi bila terjadi masalah dalam transaksi derivatif valuta asing.
96
In the complex structure of modern society the devise of the standard form contract has become prevalen and pervasive. Cheshire, Fifoot and Furmston, Law Of Contract,(London : Butterworths, 1985) hal 22.
Semua data di atas akan digabung dan disarikan dengan pengetahuan dan pengalaman peneliti selaku praktisi perbankan sejak tahun 1996. Juga pengalaman dari komunitas perbankan yang menangani organisasi Persatuan Bank-Bank Umum Nasional Daerah Sumatera Utara (Perbanas Sumut) selaku Mantan Ketua Umum sejak tahun 2009. Dengan demikian informasi dari hasil diskusi antar komunitas perbankan berkaitan dengan penelitian ini, dapat dimaksimalkan.