• Tidak ada hasil yang ditemukan

SPESIFIKASI TEKNIS BAHAN DAN PERALATAN

Dalam dokumen Rencana Kerja Dan Syarat-syarat (Rks) (Halaman 186-192)

Pasal 7 Pekerjaan Perkerasan Jalan

5.3.0 SPESIFIKASI TEKNIS BAHAN DAN PERALATAN

5.2.3 Sistem Pengolahan Limbah

Lingkup pekerjaan pengolahan air limbah adalah pengadaan dan pemasangan tangki

dan pelatan sebagai berikut :

1. Perpipaan.

2. Tanki pengolah limbah Sewage Treatment Plant

5.3.0 SPESIFIKASI TEKNIS BAHAN DAN PERALATAN

5.3.1 Pipa dan Fitting ( sesuai BAB III “ PERPIPAAN “)

5.3.2 Sistem Air Bersih

1. Tangki Air Bawah

Tangki air berfungsi untuk menyediakan air selama jangka waktu pemakaian

sebesar pemakaian rata-rata sehari.

Tangki air harus dibuat dengan konstruksi higeinis sebagai berikut :

a. Membuat penyekat sehingga terjadi aliran air.

b. Menghilangkan sudut tajam.

c. Mencegah air tanah masuk ke dalam tangki.

d. Membuat permukaan dinding licin dan bersih.

e. Membuat manhole dengan konstruksi water tight.

Tangki air harus dibuat minimum menjadi dua bagian untuk memungkinkan

pengurasan dan perbaikan.

Untuk memperkecil volume air mati setebal 750 mm pada pipa isap pompa , maka

harus dibuat suction pit sedalam 750 mm untuk setiap tangki air.

Tangki air dipisahkan menjadi 2 buah tangki yaitu :

1) Row Water yaitu Tanki yang menampung air yang disuplai dari PDAM atau

sumber lain.

2) Clean Water yaitu tanki yang menampung dari Raw Water dan sudah melalui

filter yang siap digunakan untuk kebutuhan air bersih.

Tangki air harus mempunyai perlengkapan sebagai berikut :

a. Manhole.

b. Tangga monyet.

c. Pipa vent penghubung maupun vent ke udara luar.

d. Level indikator.

e. Pipa peluap.

f. Sleeve untuk masuk, pipa isap, pipa penguras dan kabel.

2. Sand Filter

a. Sand filter berfungsi untuk menurunkan kekeruhan air sampai 25 micrron.

b. Back wash harus dilakukan setiap hari selama 5 sampai 10 menit pada saat

beban pemakaian air surut.

c. Sand filter yang dipergunakan adalah dari jenis pressure type, multi media,

manual back wash.

d. Laju aliran maksimum adalah 9 m3/jam

e. Bahan tangki dibuat dari wound polyester, sedangkan screen dari bronze atau

stainless steel.

f. Sand filter antara lain terdiri dari :

1) tangki termasuk screen

2) filter media

3) valves

4) interconnecting piping

5) controls

6) life indicator.

3. Pompa Booster

a. Pompa Booster harus mampu memasok kebutuhan air kepada pemakai setiap

variasi laju aliran pada setiap saat secara otomatis.

b. Pompa Transfer harus mempunyai paling sedikit 3 pompa. Sedangkan laju

aliran masing-masing pompa berdasarkan standard pabrik perakit.

___________________________________________________________________________________________________________

c. Peralatan kendali untuk laju aliran sampai dengan 350 liter / menit boleh

mempergunakan flow monitor control system.

d. Setiap Pompa Booster terdiri dari peralatan sebagai berikut :

1) End suction self priming lengkap dengan motornya

2) pressure tank.

3) inlet and outlet valves.

4) check valve against water hamer.

5) inlet strainer.

6) power and control panel.

7) flow regulator.

8) pressure switch/flow monitor switch.

9) pressure gauge.

10) hydraulic connections.

11) electrical connections.

12) base frame.

5.3.3 Sistem Air Limbah

1. Perpipaan

a. Perpipaan yang dimaksud adalah perpipaan air limbah saniter, air limbah

dapur dan air hujan.

b. Jenis pipa yang digunakan dapat dilihat dalam “spesifkasi perpipaan“.

c. Perpipaan air hujan mulai dari atap atau canopy dan apabila belum ada

sampai saluran kota.

d. Perpipaan air limbah saniter mulai dari alat saniter, antara lain kloset, urinal,

lavatory dan floor dain, sampai pipa utama air kotor yang menuju ke pengolah

limbah ( STP).

2. Sumur Periksa

a. Sumur periksa harus dipasang pada setiap perubahan arah maupun setiap

jarak maksimum 20 meter pada pipa air limbah utama dalam tanah.

b. Sumur periksa harus dibuat konstruksi beton.

c. Dasar sumur bagian dalam berukuran minimal 600 x 600 mm serta harus

dibuat beralur sesuai dengan fungsi saluran yaitu, lurus, cabang dan belokan.

3. Manhole

a. Manhole terdiri dari rangka dan tutup dibuat dari besi tuang serta dilapis

dengan cat bitumen.

b. Rangka dan tutup berbentuk perangkap, sehingga setelah diisi gease akan

terbentuk penahan bau.

c. Diameter lubang untuk lewat orang sebesar minimum 600 mm, sedangkan

untuk lewat peralatan harus sesuai dengan besara peralatan tersebut.

d. Finishing permukaan manhole harus disesuaikan peruntukan lokasi.

4. Tangki Pengolahan Limbah

Tangki pengolah limbah sebelum dibuang ke saluran kota/ ke sungai

menggunakan biofiltrasi.

a. Tangki dengan kapasitas 127 m3/ hari.

b. Spesifikasi pengolah air limbah (lihat bab VI).

c. Pekerjaan pengolahan Air Limbah.

5. Floor Drain ( dan pipa air hujan termasuk pekerjaan sipil ).

a. Floor drain yang digunakan di sini harus jenis Bucket trap, water prooved

type, dengan 50 mm water seal

b. Floor drain terdiri dari :

1) Chromium plate bronze cover and ring.

2) PVC neck

3) Bitumen coated cast iron body screw outlet connection and with flange

for water proving

___________________________________________________________________________________________________________

c. Floor drain harus mempunyai ukuran :

Outlet diameter Cover diameter

2” 4”

3” 6”

4” 8”

6. Floor Clean Out

a. Floor clean out yang digunakan di sini adalah surface opening water proved

type.

b. Floor clean out terdiri dari :

1) Chromium plate bronze cover and ring heave duty type.

2) PVC neck

3) Bitumen coated cast iron body screw outlet connection and with flange

for water proving.

c. Cover and ring harus dengan sambungan ulir dilengkapi perapat karat

sehingga mudah dibuka dan ditutup.

7. Roof Drain (termasuk pekerjaan sipil)

a. Roof drain yang dipergunakan di sini harus dibuat dari cast iron dengan

konstruksi.

b. Luas yang dilewati air dari tutup roof drain ialah sebesar 2 kali luas

penamang pipa buangan.

c. Roof drain harus terdiri dari 3 bagian :

1) Bitumen coated cast iron body dengan water prooved flange.

2) Bitumen coated neck for adjustable fixing.

5.3.4 Data Peralatan

1. Pompa Transfer Air Bersih (TP 201 – 203 )

Kapasitas : 225 liter/menit

Tekanan : 58 meter

Putaran : 2900 rpm

Input Daya : 6,4 kw/380Volt/ 3phase 50 hz

Tipe : End suction Centrifugal

Jumlah : 3 unit

Operasional : 2 operasi 1 cadangan

2. Pompa Transfer Air Flush

Kapasitas : 260 liter/menit

Tekanan : 58 meter

Putaran : 2900 rpm

Input Daya : 7,45 kw/380Volt/ 3phase 50 hz

Tipe : Suction Centrifugal

Jumlah : 4 unit

Operasional : 3 Operasi 1 Cadangan.

3. Pompa Booster Air Bersih

Kapasitas : 100 liter/menit

Tekanan : 15 meter

Putaran : 2900 rpm

Input Daya : 1,1 kw/380Volt/ 3phase 50 hz

Tipe : Booster package

Jumlah : 2 unit

___________________________________________________________________________________________________________

4. Booster Air Flush

Kapasitas : 180 liter/menit

Tekanan : 15 meter

Putaran : 2900 rpm

Input Daya : 1,5 kw/380Volt/ 3phase / 50 hz

Tipe : Booster package

Jumlah : 2 unit

Operasional : Paralel Alternate.

5. Pompa Submersible Air Kotor

Kapasitas : 225 liter/menit

Tekanan : 20 meter

Putaran : 2900 rpm

Input Daya : 2,2 kw/3 80Volt/ 3phase 50 hz

Jumlah : 2 unit

Operasional : Paralel Alternate.

Dalam dokumen Rencana Kerja Dan Syarat-syarat (Rks) (Halaman 186-192)

Dokumen terkait