Keterangan
Pokja ULP menguraikan Spesifikasi Teknis dan Gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan.
SFESIFIKASI TEKNIS
KELOMPOK KERJA : PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA KONSTRUKSI DINAS PERIKANAN DAN PETERNAKAN KABUPATEN MUARO JAMBI
PEMBUAT KOMITMEN : DINAS PERIKANAN DAN PETERNAKAN KABUPATEN MUARO JAMBI
PEKERJAAN : SUMUR BOR DAN INSTALASI AIR
TAHUN ANGGARAN : 2011
Pasal 1 Penjelasan Umum
¤ Lapangan kerja akan diserahkan kepada kontraktor dalam keadaan seperti pemberian penjelasan dan sebelum memulai pekerjaan dianggap mengetahui benar letak batas tanah maupun situasi tanah pada waktu itu. ¤ Kontraktor wajib menyelesaikan pekerjaan hingga lengkap yaitu dengan
membuat, menyuruh membuat, memasang dan menyediakan bahan-bahan bangunan, alat-alat dan sebagainya yang berhubungan dengan pelaksanaan pembangunan tersebut.
¤ Setiap pekerjaan yang akan dimulai kontraktor maupun yang sedang dilaksanakan kontraktor wajib berhubungan dangan pengawas untuk menyaksikan sejauh tidak ditentukan lain untuk mengesahkan.
¤ Sebelum pekerjaan dimulai kontraktor harus mengajukan jadwal waktu pelaksanaan secra terperinci (Net Work Planning Bar Chart).
¤ Setiap permohonan dari kontraktor maupun pengesahan dari pengawas dianggap sah dan berlaku serta mengikat, jika dilakukan secara tertulis. ¤ Ketelitian dan kerapian kerja akan dinilai oleh pengawas apabila yang
menyangkut penyelesaian dan kerapian pekerjaan (finishing work).
¤ Penimbunan bahan-bahan dilapangan harus memenuhi syarat-syarat teknis serta dapat dipertanggung jawabkan dan tidak menimbulkan bahaya.
¤ Jika terdapat perbedaan antara gambar dengan uraian pekerjaan, kontraktor wajib menghubungi pengawas guna mendapatkan pemecahannya.
Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muaro Jambi
¤ Jika terdapat perbedaan ukuran pada skala gambar yang terdapat dalam gambar kerja skala yang terbesar yang berlaku.
¤ Jika terdapat gambar kerja dan penjelasan yang kurang atau tidak, kontraktor boleh melengkapi atau atas petunjuk dan persetujuan pengawas. ¤ Semua uraian yang dimaksud dalam persyaratan pelaksanaan ini adalah
mengikat dan dinyatakan lebih lanjut mengenai masing-masing bagian dalam pasal-pasal selanjutnya yang digunakan sebagai dasar atau pedoman pelaksanaan.
Pasal 2
Tenaga Kerja, Peralatan dan Bahan
Untuk melaksanakan Pekerjaan Pembangunan Sumur Bor, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Kontraktor harus menyediakan :
¤ Menempatkan tenaga ahli yang berpengalaman dan selalu berada dilokasi selama pelaksanaan pekerjaan.
¤ Dalam penugasan / penempatan tenaga ahli tersebut Surat Penugasan tembusannya harus disampaikan kepada Konsultan Pengawas dan Pemimpin Pelaksana Kegiatan.
¤ Tenaga-tenaga kerja, tenaga ahli yang cukup memadai baik kualitas maupun kuantitas untuk tiap jenis pekerjaan.
¤ Alat-alat yang cukup untuk setiap jenis pekerjaan.
¤ Bahan-bahan yang memenuhi persyaratan dalam jumlah yang cukup dan didatangkan tepat pada waktunya, sehingga tidak terjadi straguasi yang menyebabkan keterlambatan pada waktu pertama penyerahan pekerjaan.
Pasal 3 Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan yang dimaksud dalam uraian ini adalah Pembangunan Sumur Bor dan Instalasi Air di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
Pekerjaan yang harus dilakukan adalah meliputi : 3.1. Pekerjaan Persiapan
3.2. Pekerjaan Menara 3.3. Pekerjaan Sumur Bor
Pasal 4
Situasi
Lokasi bangunan yang akan dilaksanakan terletak di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Lahan untuk bangunan akan diserahkan kepada pelaksana sebagaimana adanya pada waktu rapat penjelasan, untuk itu para calon pemborong wajib meneliti situasi medan, terutama kondisi tanah bangunan, sifat dan luasnya pekerjaan dan hal-hal lain yang berpengaruh terhadap harga penawaran. Kelalaian dan kekurang-telitian dalam hal ini tidak dapat dijadikan alasan untuk claim dikemudian hari.
Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muaro Jambi Pasal 5
UKURAN TINGGI DAN UKURAN POKOK
Semua ukuran yang tercantum dalam rencana ini dinyatakan dalam cm dan m, kecuali ukuran baja / besi yang dinyatakan dalam mm.
Permukaan atas lantai (P 0.00) adalah 45 cm. Ukuran penduga dibuat dari papan / kayu terentang 5/7 cm x 3 m yang diratakan semua sisinya, kemudian sebagian ditanam ke tanah asli sedalam 1 m. Ukuran penduga tersebut merupakan titik ikat tetap yang harus dibuat pemborong di bawah pengamatan Direksi Lapangan dan dipelihara selama pelaksanaan.
Ketentuan letak bangunan diukur di bawah pengawasan Direksi dengan patok-patok yang dipancang dan papan bouwplank yang diketam pada sisinya.
Pemborong harus menyediakan paling sedikit 3 orang pembantu yang paham dalam pengukuran, penyipat datar, penunjukan, prima silang tali busur dan lainnya yang diperlukan.
Pasal 6 PEKERJAAN TANAH 6.1. Lingkup pekerjaan ini meliputi :
- Pembongkaran bangunan lama/ penebangan pohon dan pemindahan seluruh hal-hal yang merintangi pekerjaan.
- Pengeringan dan pengontrolan drainage. - Urugan kembali bekas galian dan penimbunan. - Pemadatan pada setiap lapisan timbunan. 6.2. Pembongkaran Dan Pembersihan
Pembersihan lapangan pekerjaan dilakukan dengan membuang rumput / tanah humus (top soil) 15 - 20 cm, sampah atau bahan lainnya yang mengganggu, menebang pohon-pohon, mencabut akarnya serta membuang ke tempat sesuai petunjuk Direksi.
6.3. Galian Tanah Untuk Pondasi Bangunan
- Galian tanah untuk pondasi harus sesuai ukuran dalam gambar atau sampai tanah keras. Apabila diperlukan untuk mendapatkan daya dukung yang baik, dasar galian harus dipadatkan / ditumbuk.
- Jika galian melampaui batas kedalaman, pemborong harus menimbun kembali dan dipadatkan sampai kepadatan maksimum.
- Hasil galian yang dapat dipakai untuk penimbunan harus diangkat langsung ke tempat yang direncanakan yang disetujui Direksi. Sedangkan hasil galian yang tidak dapat dipakai untuk penimbunan harus disingkirkan ke tempat yang disetujui Direksi. 6.4. Harga satuan yang tercantum dalam penawaran harus sudah mencakup semua biaya; pekerjaan-pekerjaan, pembersihan, sewa alat, penimbunan dan pembuangan hasil galian.
Pasal 7
PAPAN BOUWPLANK
7.1. Semua bouwplank menggunakan kayu kelas II / terenteng diserut rata dan terpasang waterpass dengan peil ( 0.00 ) m. Setiap jarak 2 meter papan bouwplank diperkuat dengan patok kayu berukuran 5/7 cm. Pada papan bouwplank ini harus dicatat sumbu- sumbu dinding, dengan cat yang tidak luntur pengaruh iklim.
7.2. Jarak papan bouwplank minimal 1,5 m dari garis bangunan terluar untuk mencegah kelongsoron terhadap galian tanah pondasi.
7.3. Setelah pekerjaan papan bouwplank selesai, pemborong wajib memintakan pemeriksaan dan persetujuan tertulis dari Direksi.
Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muaro Jambi
Pasal 8
PEKERJAAN PONDASI DAN SLOOF
8.1. Pondasi bangunan yang dipakai adalah pondasi plat setempat dan lajur batu bata terdiri dari :
- Dibawah pondasi dari pasir urug yang dipadatkan setebal 5 cm, ditimbris dan disiram air sampai kepadatan maksimum.
- Lantai kerja pondasi beton cor 1 : 3 : 5 adalah 5 cm. - Material batu kali, bermutu baik dan tidak retak.
- Adukan yang dipakai untuk pasangan pondasi adalah 1 pc : 3 ps untuk pondasi biasa. - Air yang digunakan harus bersih, tawar dan bebas dari bahan kimia yang dapat
merusak pondasi, asam alkali atau bahan organik.
- Pasir pasang harus bersih, tajam dan bebas lumpur tanah liat, kotoran organik dan bahan yang dapat merusak pondasi, untuk itu pasir yang akan dipakai terlebih dahulu diayak lewat lobang sebesar 5 mm.
8.2. Penggalian pondasi lajur dilakukan dengan terlebih dahulu penetapkan lay out, titik as pondasi tersebut dan ditentukan dengan teliti sesuai gambar dan disetujui Direksi. 8.3. Pemeriksaan tiap galian pondasi dilaksanakan terhadap betulnya penempatan,
kedalaman, besaran, lebar, letak dan kondisi dasar galian. Sebelum pemasangan pondasi dimulai izin dari Direksi mengenai hal itu harus didapat secara tertulis.
8.4. Pemborong harus memperhatikan adanya stek tulangan kolom, stek tulangan ke sloof dan sparing pipa plumbing yang menembus pondasi.
Pasal 9
PEKERJAAN PASANGAN DINDING DAN PLESTERAN
9.1. Yang termasuk lingkup pekerjaan ini adalah : - Pemasangan dinding batu bata 1/2 bata. - Plesteran dinding batu bata.
- Plesteran permukaan beton dan segala sesuatu yang nyata termasuk ke dalam pekerjaan ini.
9.2. Bahan yang dipakai adalah :
- Batu bata merah bermutu baik, pembakaran sempurna, bebas dari cacat dan retak, minimum belah menjadi 2 bagian, produk lokal dan memenuhi persyaratan bahan- bahan PUBBI 1970.
- Pasir pasangan harus bersih, tajam dan bebas lumpur tanah liat, kotoran organik dan bahan merusak, untuk itu pasir yang akan dipakai terlebih dahulu diayak lewat lobang sebesar 5 mm.
- Semen yang dipakai harus memenuhi persyaratan N.I.B. type I menurut ASTM dan memenuhi S 400 standard Portland Cement.
9.3. Adukan / Campuran
- Adukan 1 pc : 4 ps dilaksanakan untuk pasangan dinding dan plesteran. 9.4. Pelaksanaan Pekerjaan
- Pekerjaan pasangan dinding batu bata harus terkontrol waterpass baik arah vertikal maupun horizontal. Setiap 8 baris batu bata harus dipasang anker dari kolom. Pelaksanaan pasangan dinding batu bata tidak boleh melebihi ketinggian 1 meter setiap hari.
- Sebelum dinding diplester harus disemprot dahulu dengan campuran 1 pc : 3 ps dengan ketebalan (3 mm) untuk mendapatkan ikatan yaang lebih baik. Ketebalan plesteran harus dijaga, sehingga pengeringan bidang plesteran stabil dan kemudian diperhalus dengan acian.
- Pasangan batu bata yang selesai harus terus menerus dibasahi selama 14 hari. Untuk itu plesteran trasram dilakukan pada kedua sisi luar dalam.
Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muaro Jambi
- Untuk finishing beton expose, sebelum diperhalus / afwerking permukaan beton perlu dikasarkan / dikamprot terlebih dahulu dengan campuran 1 pc : 3 ps dengan ketebalan (3 mm) untuk mendapatkan ikatan yang lebih baik.
- Seluruh pekerjaan pasangan dan plesteran yang tidak lurus, berombak dan retak-retak harus dibongkar dan diperbaiki, atas biaya pemborong.
9.5. Sistematika Kerja
- Sebelum dilakukan plesteran terlebih dahulu dipasang papan mal agar plesteran tidak lepas.
Pasal 10
PEKERJAAN BETON BERTULANG DAN TIDAK BERTULANG
10.1. Lingkup Pekerjaan
Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah :
- Pekerjaan beton bertulang terdiri dari pondasi, sloof beton, kolom struktur dan kolom praktis, balok gantung, ring balok dan balok lintel.
- Pekerjaan beton tidak bertulang terdiri dari :
* Rabat beton tumbuk sekeliling bangunan.
10.2. Bahan / Material
- Pasir beton dan koral harus bermutu baik, tidak mengandung bahan organik, lumpur dan sejenisnya. Koral yang digunakan mempunyai gradasi 2 - 3 cm dan dapat memenuhi persyaratan PBI 71.
- Air yang dipakai harus tawar dan bersih, bebas dari zat-zat kimia yang termasuk beton.
- Tulangan besi beton yang digunakan harus bebas dari minyak, kotoran, cat, karat lepas dan lain-lain yang dapat merusak. Semua tulangan menggunakan tulangan baja U-24 dengan ukuran sesuai dengan gambar.
10.3. Bekisting
- Bahan bekisting dipakai kayu terentang / kelas II yang cukup kering dan keras serta untuk penggunaannya harus mendapatkan persetujuan Direksi.
- Pasangan bekisting harus rapi, cukup kuat dan kaku untuk menahan getaran dan kejutan gaya yang diterima tanpa berubah bentuk. Kerapihan dan ketelitian pemasangan bekisting harus diperhatikan agar setelah bekisting dibongkar memberikan bidang-bidang yang rata.
- Celah-celah antara papan harus rapat agar pada waktu pengecoran, air tidak merembes keluar. Sebelum pengecoran, bagian dalam bekisting harus bersih dari kotoran.
10.4. Adukan
- Adukan beton bertulang dengan perbandingan 1 pc : 2 ps : 3 kr harus dilaksanakan pada kolom-kolom, sloof, ring balok, dan segala sesuatu yang masuk pekerjaan beton bertulang.
- Adukan dengan perbandingan 1 pc : 3 ps : 5 kr digunakan untuk beton tidak bertulang seperti lantai bangunan (tebal 5 cm), lantai kerja bawah lantai dan lainnya. 10.5. Pelaksanaan Pekerjaan
- Penyetelan dan pemasangan besi tulangan. Semua tulangan harus dipasang pada posisi yang tepat hingga tidak dapat berubah dan digeser pada waktu adukan digetarkan. Penyetelan besi tulangan harus diperhitungkan dengan tebal selimut beton terhadap ukuran yang ditentukan. Hubungan sloof dan pondasi batu bata dan kolom dengan dinding harus dipasang besi anker (steek) setiap antara 75 cm sesuai dengan gambar. - Pengecoran
Sebelum pengecoran dilaksanakan, bekisting harus dicek terhadap kelurusan, baik arah vertikal maupun horizontal.
Alat penggetar pada waktu pengecoran dapat digunakan bambu bulat dengan diselingi pengetukan bekisting secara perlahan.
Pengadukan harus rata dan sama kentalnya setiap kali membuat adukan, sisakan adukan yang mengeras tidak boleh dipakai.
Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muaro Jambi
Pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan ini harus dibongkar dan diperbaiki atas biaya pemborong.
Sebelum pengecoran dilakukan, sisi dalam papan bekisting harus bebas dari segala macam kotoran dan harus tersiram dengan air sampai rata.
Pasal 11
PEKERJAAN TANGGA BESI
Pekerjaan tangga besi harus dilaksanakan Penyetelan dan pemasangan anak tangga besi pada posisi yang tepat hingga tidak dapat berubah dan digeser. Serta pemsanagan relling tangga harus pada posisi yang tetap sesuai dengan yang telah di tentukan dalam gambar.
Pasal 12
PEKERJAAN TEDMOND
Pekerjaan pemasangan Tedmond harus pada posisi yang tetap sesuai dengan yang telah di tentukan dalam gambar.
Pasal 13
PEKERJAAN PENGECATAN
13.1. Pekerjaan Pengecatan Kayu
- Pekerjaan cat kayu dilaksanakan adalah semua kozen-kozen, list kaca, list plafond, papan jelusi, skoor oversteek, atap dan seluruh permukaan kayu yang diexpose. - Cat kayu yang dipakai adalah setara Glotek. Contoh bahan cat yang akan digunakan
terlebih dahulu harus diajukan pemborong untuk disetujui Direksi, warna cat ditentukan kemudian.
- Pekerjaan dempulan, menie, plamur dan penghalusan (diampelas) harus dilaksanakan hingga rapi dan halus sebelum pengecatan dilaksanakan.
- Pekerjaan solignum / teer / residu dilaksanakan pada konstruksi atap, rangka atap dan gording, ikatan angin (bagian yang tidak dicat).
- Pekerjaan pengecatan kayu dilaksanakan minimal 3 kali, cat dasar menie 2 kali. - Pekerjaan yang ternyata retak, belang dan tidak rata harus diulang dan diperbaiki. 13.2. Pengecatan Tembok Dan Plafond.
- Pengecatan dilaksanakan pada semua dinding yang tampak, permukaan beton yang tidak dilindungi bahan lain, ring balok dan plafond.
- Cat tembok yang digunakan adalah setaraf Metrolite. Semua contoh cat terlebih dahulu harus mendapat persetujuan Direksi.
- Semua dinding, plafond yang akan dicat harus diplamur atau didempul dari jenis yang sama dari cat tembok, dihaluskan dengan ampelas hingga licin dan rata. Pekerjaan cat dapat dilaksanakan setelah mendapatkan izin dari Direksi.
- Khusus pendempulan plafond untuk dicat harus dijaga terhadap neut yang telah terbentuk, sehingga tetap lurus dan rata.
- Pengecatan dilakukan minimal 3 kali dengan kuas atau rooller.
- Semua pekerjaan cat yang tidak rata, belang, pecah-pecah serta masih tipis harus diulang dan diperbaiki atas biaya pemborong.
Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muaro Jambi Pasal 14
PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
14.1. Lingkup Pekerjaan
Seperti pada gambar rencana, pemborong pekerjaan listrik harus melakukan pengadaan dan pemasangan instalasi listrik untuk siap dipergunakan.
Adapun lingkup pekerjaan ini meliputi :
- Pembuangan shop drawing sebelum pekerjaan dilaksanakan. - Instalasi penerangan, stop kontak termasuk fixture.
- Panel penerangan dan instalasinya. - Pekerjaan pengecatan dan perapohan. - Pengujian / test / keer dan percobaan.
- Pembuatan as built drawing dan segala pekerjaan yang termasuk ke dalam pekerjaan ini.
14.2. Persyaratan Umum
- Pekerjaan ini harus dilaksanakan oleh pemborong pekerjaan listrik yang memiliki izin dari PLN yang masih berlaku.
- Pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik ini pada dasarnya harus memenuhi persyaratan yang dikeluarkan oleh PLN dan instalasi berwenang lainnya (PUTL 1977, Peraturan Menteri PUTL No. 023 & 024 PRT 1978, PUIL, PUIPP DPMB dan Depnaker).
- Pemborong listrik harus membuat gambar-gambar revisi (as built drawing) dan menyerahkan ke Direksi dalam rangkap 5 (lima).
- Pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik harus bekerja sama dengan pemborong bidang lainnya.
- Sumber daya yang digunakan berasal dari PLN kapasitas 900 watt. 14.3. Bahan / Meterial
- Semua barang yang akan dipasang adalah barang baru dan terlebih dahulu mengajukan untuk disetujui Direksi.
- Panel penerangan terbuat dari plat besi, tebal 1,0 mm dicat anti karat dan dilengkapi dengan kunci. Panel penerangan harus ditanahkan (grounding) dengan tahanan 5 ohm, merk yang dipakai setara Mitsubishi, BBC, MG atau Siemens.
- Kabel instalasi listrik.
Kabel instalasi penerangan dan stop kontak dipakai jenis NYA, NYM dan NYY dengan diameter sesuai dengan gambar, setara Kabelindo, Sucoco, Kabel metal atau Suphin.
Penyambungan kabel harus menggunakan terminal box dan harus dipasang inbouw. Untuk memasang instalasi yang tercantum harus dilengkapi dengan conduit / pipa beng / PVC dengan (3/8") atau sesuai keperluan. Demikian juga dengan sambungan listrik antara bangunan.
- Saklar dan stop kontak.
Saklar dan stop kontak harus dipasang inbouw setara Bronco. Saklar dan stop kontak harus mempunyai kapasitas minimal 10 ampere.
Ketinggian pemasangan saklar & stop kontak ( 150 cm ) dari permukaan lantai. - Lighting fixture.
Lighting fixture yang memakai XL. Pasal 15
PEKERJAAN PENYELESAIAN HALAMAN
Lingkup pekerjaan ini :
- Pekerjaan penyelesaian halaman adalah pembersihan segala kotoran bekas-bekas pekerjaan, pembuangan keluar kompleks.
Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muaro Jambi Pasal 16
PEKERJAAN LAIN-LAIN
16.1. Sebelum penyerahan pertama, pemborong wajib meneliti semua bagian pekerjaan yang belum sempurna dan harus diperbaiki, semua ruangan harus bersih dipel, halaman harus ditata rapih dan semua barang yang tidak berguna harus disingkirkan dari proyek. 16.2. Meskipun telah ada pengawas dan unsur-unsur lainnya, semua penyimpangan dari
bestek dan gambar menjadi tanggungan pelaksana, untuk itu pelaksanan harus menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin.
16.3. Selama masa pemeliharaan, pemborong wajib merawat, mengamankan dan memperbaiki segala cacat yang timbul, sehingga sebelum penyerahan ke II dilaksanakan pekerjaan benar-benar telah sempurna.
16.4. Guna melengkapi data-data laporan, kepada kontraktor diwajibkan membuat photo- photo atas kemajuan pekerjaan mulai dari pelaksanaan pertama serta tiap-tiap bagian pekerjaan hingga proyek selesai dilaksanakan.
16.5. Semua yang belum tercantum dalam peraturan ini (RKS) akan ditentukan kemudian dalam rapat penjelasan (Aanwijzing).
PERATURAN PENUTUP
¤ Pekerjaan yang dinyatakan perlu dan menjadi bagian pekerjaan pembangunan ini, akan tetapi tidak dapat diuraikan atau dimuat dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini harus diselesaikan oleh Kontraktor dianggap seakan-akan pekerjaan diuraikan dan dimuat dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) untuk mencapai suatu penyelesaian yang lebih baik.
¤ Semua syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini, termasuk Berita Acara Penjelasan Pekerjaan adalah syah dan Mengikat.
Ditetapkan oleh : Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Perikanan dan Peternakan
Kab. Muaro Jambi DTO
--- NIP.
Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muaro Jambi