Pekerjaan : Rehab.Plengs.Kali Anyar Ds.Semampir Sedati
1. UMUM
1.01. Lokasi Pekerjaan
Lokasi pekerjaan yang meliputi pekerjaan tanah, pekerjaan pasangan dan pekerjaan beton dapat dilihat pada gambar perencanaan.
1.02. Ruang Lingkup Kontrak
Pekerjaan konstruksi termasuk perbaikan saluran yang ada dan bangunannya, pembuatan bangunan baru, perbaikan bendung, kantong lumpur, pintu-pintu, jalan tani serta menambah dan melengkapi bangunan aktifitas lainnya atau sesuai pekerjaan yang ada di daftar kuantitas dan harga yang ada di masing-masing pekerjaan.
1.03. Jalan Masuk
Jalan masuk ke dan melalui daerah kerja dapat menggunakan jalan-jalan setempat yang ada yang berhubungan dengan jalan raya yang berdekatan dengan daerah proyek. Penyedia jasa hendaknya berpegang pada semua peraturan dan ketentuan hukum yang berhubungan dengan penggunaan arah angkutan umum dan bertanggung jawab terhadap kerusakan akibat pembangunan jalan tersebut.
Penyedia jasa harus memperbaiki dan memperlebar jalan yang ada, memperbaiki dan memperkuat jembatan sehingga memenuhi kebutuhan pengangkutannya, sejauh yang dibutuhkan untuk pekerjaannya.
Semua pekerjaan yang dimaksudkan penyedia jasa untuk dikerjakan dalam hubungannya dengan jalan dan jembatan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu lalu lintas dan harus mendapat persetujuan direksi dan perlu pengaturan sebaik-baiknya dengan Badan Pemerintah setempat dan Swasta.
Penyedia jasa dapat menggunakan tanah yang sudah dibebaskan oleh pemberi tugas untuk keperluan jalan masuk ke daerah kerja apabila penyedia jasa memerlukan tambahan jalan masuk demi kemajuan pekerjaan.
Dalam hal ini Penyedia jasa diminta membuat permohonan tertulis kepada direksi selambat-lambatnya 7 hari setelah menerima SPK.
Pemberi tugas tidak bertanggung jawab terhadap pemeliharaan jalan masuk atau bangunan yang digunakan oleh penyedia jasa selama pelaksanaan pekerjaan.
Apabila penyedia jasa membutuhkan jalan lain yang tidak ditentukan oleh direksi maka harus dikerjakan oleh penyedia jasa atas bebannya sendiri, dan harga untuk semua pekerjaan tersebut sudah termasuk dalam Harga Satuan Pekerjaan.
1.04. Pekerjaan Pendahuluan Pekerjaan persiapan meliputi : 1. Sosialisasi
Penyedia jasa wajib melakukan sosialisasi dan konsultasi dengan pemerintah daerah, camat, kepala desa/lurah, GHIPPA dan HIPPA/ masyarakat setempat sebelum mulai pelaksanaan pekerjaan untuk membangun saling pengertian dan menghindari salah paham/masalah serta mengajak dan melibatkan masyarakat setempat utamanya HIPPA dalam hal penyediaan tenaga kerja selama pelaksanaan pekerjaan.
Sosialisasi dan konsultasi ini harus dilaksanakan penyedia jasa paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum pelaksanaan pekerjaan dan terlebih dahulu penyedia jasa harus menyerahkan jadwal, isi dan materi sosialisasi kepada PPK paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum sosialisasi dan konsultasi dilaksanakan guna mendapat persetujuan
Pekerjaan ini merupakan pekerjaan pembersihan lapangan dan dilaksanakan seawal mungkin sebelum pekerjaan yang lainnya dimulai. Tujuan dari pembersihan lapangan antara lain yaitu untuk memudahkan pelaksanaan pekerjaan pengukuran MC 0 %. Pelaksanaan pembersihan lapangan pada proyek ini dilakukan secara simultan untuk seluruh lokasi rencana proyek.
Pembersihan terdiri dari penebangan pohon-pohon perdu, semak belukar yang ada di lokasi pekerjaan.
Penyedia jasa harus membongkar akar-akar, mengisi lubang-lubangnya dengan tanah kemudian membuang dari tempat pekerjaan semula bahan-bahan hasil pembersihan lapangan.
Untuk semua pohon dan semak-semak yang tidak harus dibersihkan / tidak harus ditebang dan tetap berada di tempatnya, maka penyedia jasa harus melindunginya dari kerusakan.
Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai semua, lokasi areal pekerjaan juga harus dibersihkan dari sisa-sisa semua material yang tidak terpakai, serta areal diratakan dan dirapikan kembali sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan.
3. Uitset trase saluran atau pengukuran MC
Pekerjaan ini dimulai sejak awal proyek, sebagai pekerjaan persiapan, pekerjaan ini meliputi pekerjaan pengukuran, secara ringkas dijelaskan sebagai berikut :
oMemasang titik ikat dan titik kontrol ( control point )
oMembuat patok dari beton yang diikatkan dengan sebuah titik referensi (bench mark) yang telah diketahui koordinatnya dan patok dari kayu 4/6 cm setinggi 1 m (0,5 m masuk kedalam tanah dan 0,5 m muncul di permukaan tanah) pada tiap sectionnya (tiap 50 m) untuk memudahkan pengecekan.
oMenentukan letak/posisi, elevasi rencana pengerukan
Hasil pengukuran tersebut diatas, kemudian diplot pada gambar rencana sebagai kontrol/cek kebenaran posisi dan elevasi dasar gambar rencana. Jika terdapat perbedaan segera dikonsultasikan kepada pihak direksi, jika sudah ada keputusan kemudian digambar sebagai gambar kerja (shop drawing).
4. Sewa Direksikeet
Penyedia jasa menyediakan kantor lapangan untuk para pelaksana lapangan dan gudang material tempat menyimpan bahan material serta alat-alat yang akan dan sedang dipakai selama pelaksanaan pekerjaan. Kantor lapangan yang dimaksud menggunakan sistem sewa yaitu selama proses pelaksanaan pekerjaan.
Barak kerja dan gudang material harus dipelihara dan dijaga sehingga bahan material yang akan dipakai tidak rusak saat akan digunakan
Semua sarana administrasi pendukung untuk pelaksanaan pekerjaan seperti gambar-gambar kerja, buku laporan kemajuan fisik, data cuaca, buku saran direksi, buku tamu, foto-foto pelaksanaan dan lain sebagainya harus selalu ada dan terpelihara serta disimpan secara baik di kantor lapangan.
Bentuk, ukuran, lokasi serta tata ruang barak kerja dan gudang material harus dipersiapkan oleh penyedia jasa dalam bentuk gambar rencana dan dikonsultasikan kepada direksi pekerjaan
5. Pembuatan dan Pemasangan Papan Nama Kegiatan
Pembuatan dan pemasangan papan nama kegiatan disesuaikan dengan format yang telah ditentukan oleh direksi.
Gambar diatas menunjukan standar pembuatan papan nama kegiatan, dimana :
o Batang utama : Kayu 6/10 cm
o Batang pengaku : Kayu 6/10 cm
o Papan Nama : Triplek 6 mm
o Pengaku papan nama : Kayu 2/3 cm
Batang penyangga utama masuk kedalam tanah ± 50 cm. 6. Gambar-gambar
a. Gambar-gambar Pekerjaan Tetap Umum
Semua gambar yang disiapkan oleh penyedia jasa haruslah gambar-gambar yang telah ditanda-tangani oleh direksi, dan apabila ada perubahan harus diserahkan kepada direksi untuk mendapat persetujuan sebelum pelaksanaan dimulai. Pekerjaan yang dilaksanakan sebelum ada persetujuan direksi adalah menjadi resiko penyedia jasa.
Persetujuan direksi terhadap gambar-gambar tersebut tidak akan meringankan tanggung jawab penyedia jasa atas kebenaran gambar-gambar tersebut.
Gambar-gambar Pelaksanaan/Gambar Kerja
Penyedia jasa harus menggunakan gambar-gambar kontrak sebagai dasar untuk mempersiapkan gambar-gambar pelaksanaan. Gambar pelaksanaan itu dibuat lebih detail untuk pelaksanaan pekerjaan. Untuk pekerjaan khusus seperti pekerjaan beton harus memperlihatkan penampang melintang dan memanjang beton, pengaturan batang pembesian termasuk rencana pembengkokan,
120 25 25 19 19 350 160 100 54
pemotongan dan daftar besi beton, tipe bahan yang digunakan, mutu, tempat dan ukuran yang tepat.
b. Gambar-gambar Pekerjaan Sementara
Semua gambar yang disiapkan oleh penyedia jasa harus terinci dan diserahkan kepada direksi untuk mendapat persetujuan sebelum pelaksanaan pekerjaan. Gambar-gambar harus menunjukkan detail dari pekerjaan sementara seperti kisdam, tanggul sementara, pengalihan aliran dan sebagainya.
Gambar perencanaan yang diusulkan penyedia jasa yang dipakai dalam pelaksanaan konstruksi juga harus diserahkan kepada Direksi sebanyak 3 (tiga) rangkap.
c. Gambar-gambar yang sebenarnya terbangun/terpasang (asbuilt drawing)
Selama masa pelaksanaan, penyedia jasa harus menyiapkan dan menyimpan satu set gambar yang dilaksanakan paling akhir untuk tiap-tiap pekerjaan. Pada gambar yang memperlihatkan perubahan yang sudah dikerjakan sesuai dengan kontrak, sejauh gambar tersebut sudah dilaksanakan dengan benar kemudian dicap “ sudah dilaksanakan “.
Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai, penyedia jasa harus menyerahkan gambar as-built drawing dalam 3 set cetakan ukuran A3 yang dijilid berikut 1 set negatifnya.
7. Standar
Semua bahan dan mutu pekerjaan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari Standar Nasional Indonesia (SNI).
Bila ada pasal-pasal pekerjaan yang tidak ada di Standar Indonesia, maka dapat dipakai standar lain yang disetujui oleh direksi dan sesuai dengan spesifikasi ini. Direksi akan menetapkan apakah semua atau sebagian bahan yang dipesan atau diantarkan untuk penggunaan dalam pekerjaan, sesuai untuk pekerjaan tersebut dan keputusan direksi dalam hal ini pasti dan menentukan.
8. Program Pelaksanaan dan Laporan a. Rencana Kerja
Penyedia jasa harus menyerahkan 3 (tiga) rangkap Rencana Kerja Mingguan setiap akhir minggu untuk minggu berikutnya dan rencana kerja bulanan untuk setiap akhir bulan untuk bulan berikutnya yang disetujui oleh direksi. Rencana tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah, pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan, yang disetujui direksi.
b. Program Pelaksanaan
Penyedia jasa harus melaksanakan program pelaksanaan dengan menggunakan bar-chart yang memperlihatkan kegiatan sebagai berikut :
i) Tanggal dimulainya pekerjaan ii) Tanggal selesainya pekerjaan iii) Waktu yang diperlukan
iv) Jumlah dan kualifikasi tenaga kerja, jumlah dan jenis bahan dan peralatan. c. Laporan Kemajuan Pelaksanaan
Penyedia jasa harus membuat laporan kemajuan pekerjaan mingguan dan bulanan yang disampaikan kepada pengawas lapangan dan Direksi sebanyak 3 rangkap. Bentuk/format laporan ditentukan oleh Direksi.
d. Rapat Evaluasi Kemajuan Pekerjaan
Rapat antara Direksi Lapangan dan Penyedia jasa diadakan seminggu sekali pada tempat dan waktu yang telah disetujui oleh Direksi. Maksud dari rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang telah, sedang dan akan dilakukan, dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diselesaikan.
9. Bahan dan Perlengkapan a. Umum
Bila penyedia jasa dalam mengusulkan penyediaan bahan dan perlengkapan tidak sesuai dengan standar, penyedia jasa harus segera memberitahukan kepada direksi untuk mendapatkan persetujuan tertulis dari direksi.
b. Perlengkapan Konstruksi
Penyedia jasa harus segera menyediakan semua perlengkapan konstruksi yang diperlukan dalam pelaksanaan dengan jumlah yang cukup. Apabila direksi memandang belum sesuai dengan kontrak, maka penyedia jasa harus segera memenuhi kekurangannya.
c. Bahan Pengganti
Penyedia jasa harus mendatangkan bahan yang ditentukan, bila bahan tersebut tidak tersedia di pasaran maka dapat digunakan bahan pengganti dengan mendapat ijin tertulis dari direksi. Harga satuan dalam volume pekerjaan tidak akan disesuaikan dengan adanya pertambahan harga antara bahan yang ditentukan dengan bahan pengganti.
d. Pemeriksaan Bahan dan Perlengkapan
Pemeriksaan sesuai dengan ketentuan dalam kontrak di tempat pembuatan atau di lapangan sesuai yang disetujui direksi.
Penyedia jasa supaya menyerahkan penjelasan yang menyangkut perlengkapan dan bahan kepada pemberi tugas sesuai yang dimintanya untuk tujuan pemeriksaan, tetapi bagaimanapun juga tidak meringankan penyedia jasa dari tanggung jawabnya untuk menyediakan perlengkapan dan bahan sesuai dengan spesifikasi.
10. Survey dan Pengukuran Pekerjaan a.. Bench Marks
Untuk survey dan pengukuran pekerjaan dipakai Bench Mark atau titik tetap dan titik ketinggian yang ditetapkan oleh Direksi dan disetujui dalam peta dan data Bench Mark.
Bench Mark yang lain dan titik Referensi yang terlihat pada gambar diberikan kepada penyedia jasa sebagai referensi. Sebelum menggunakan suatu Bench Mark dasar untuk setting out pekerjaan, Penyedia jasa harus melakukan pengukuran/pemeriksaan atas penelitiannya. Pemberi tugas tidak bertanggung jawab atas ketelitian Bench Mark yang lain begitu juga dengan titik referensinya.
Penyedia jasa perlu mendirikan Bench Mark tambahan sementara untuk kemudahannya. Setiap Bench Mark sementara yang didirikan, rencana dan tempatnya harus disetujui oleh direksi.
b. Permukaan Tanah Asli untuk Tujuan Pengukuran
Muka tanah yang terlihat pada gambar akan dianggap betul sesuai dengan kontrak. Apabila terjadi keraguan dari penyedia jasa kebenaran dari muka tanah, sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelum mulai bekerja penyedia jasa memberitahukan kepada direksi secara tertulis untuk menyesuaikan dan melaksanakan pengukuran kembali ketinggian muka tanah tersebut yang biayanya dibebankan kepada penyedia jasa.
Dalam segala hal sebelum memulai melaksanakan pekerjaan tanah penyedia jasa akan mengukur dan mengambil ketinggian lokasi pekerjaaan, dengan menggunakan Bench Mark atau titik referensi yang disetujui direksi. Pengukuran volume yang dikerjakan dibuat berdasarkan ketinggian yang disetujui.
c. Peralatan untuk Pengukuran
Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara peralatan pengukuran untuk dipakai sendiri dan direksi. Alat dan perlengkapan itu harus baik menurut direksi dan harus diganti jika hilang atau rusak. Semua alat-alat dan perlengkapan itu tetap menjadi milik penyedia jasa.
Data peralatan pengukuran yang dilengkapi dengan penjelasan secukupnya harus diserahkan bersama penawaran, untuk memungkinkan direksi menilai mutu dari pada alat-alat dan perlengkapan yang akan diadakan penyedia jasa. Alat-alat dan perlengkapan itu tidak boleh ditukar dalam waktu pelaksanaan kontrak, kecuali dengan ijin atau atas perintah direksi.
d. Pengukuran gambar konstruksi di lapangan
Pekerjaan ini dimulai sejak awal proyek, sebagai pekerjaan persiapan, pekerjaan ini meliputi pekerjaan pengukuran, secara ringkas dijelaskan sebagai berikut :
oMemasang titik ikat dan titik kontrol ( control point )
oMembuat patok dari beton yang diikatkan dengan sebuah titik referensi (bench mark) yang telah diketahui koordinatnya dan patok dari kayu 4/6 cm setinggi 1 m (0,5 m masuk kedalam tanah dan 0,5 m muncul di permukaan tanah) pada tiap sectionnya (tiap 50 m) untuk memudahkan pengecekan.
oMenentukan letak/posisi, elevasi rencana pengerukan
Hasil pengukuran tersebut diatas, kemudian diplot pada gambar rencana sebagai kontrol/cek kebenaran posisi dan elevasi dasar gambar rencana. Jika terdapat perbedaan segera dikonsultasikan kepada pihak direksi, jika sudah ada keputusan kemudian digambar sebagai gambar kerja (shop drawing).
11. Pekerjaan sementara a. Umum
Penyedia jasa akan bertanggung jawab terhadap perencanaan spesifikasi, pelaksanaan dan berikut pemindahan semua pekerjaan sementara untuk pelaksanaan pekerjaan sebaik-baiknya. Detail dari pekerjaan sementara dimana Penyedia jasa bermaksud untuk melaksanakan dilapangan, pertama-tama diserahkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan sesuai dengan prosedur dalam Spesifikasi Teknis. Apabila Penyedia jasa bermaksud mengajukan alternative untuk pekerjaan sementara diluar daerah lapangan seperti terlihat pada gambar, semua biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan termasuk pembebasan tanah, sewa tanah dan sebagainya, ditanggung oleh Penyedia jasa dan biayanya sudah termasuk pada uraian pekerjaan pada daftar volume pekerjaan.
Keterlambatan tidak akan meringankan Penyedia jasa terhadap tanggung jawab untuk memenuhi ketentuan dalam kontrak. Dalam hal tersebut tidak diberikan perpanjangan waktu bila terjadi keterlambatan.
b. Lapangan Kerja
Lapangan kerja seperti terlihat pada gambar yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan, dijamin oleh pemberi tugas dan bebas biaya pembebasan tanah. Penyedia jasa sedapat mungkin melaksanakan pekerjaan sementara pada lokasi seperti pada gambar atau petunjuk Direksi. Penyedia jasa hendaknya membatasi kegiatan peralatan dan pekerjaannya pada tanah yang sudah dibebaskan, termasuk arah jalan masuk yang disetujui Direksi sehingga mengurangi kerusakan tanaman/pemilikan dan kerusakan tanah. Kerusakan yang diakibatkan oleh kegiatan pelaksanaan harus diperbaiki sebelum diterimanya oleh Pemberi Tugas. Penyedia jasa mengganti kerugian terhadap semua kehilangan dan tuntutan karena kerusakan tersebut sesuai ketentuan dalam kontrak.
c. Pengerjaan Pengeringan selama Pelaksanaan
Pengeringan air harus dilakukan selama pelaksanaan pekerjaan saluran, drainase dan bangunan. Penyedia jasa harus memasang, memelihara semua pipa dan peralatan lain yang diperlukan untuk pengeringan air agar lokasi pekerjaan bebas dari air sehingga pekerjaan konstruksi dapat dilakukan sesuai dengan syarat-syarat. Penyedia jasa bertanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan akibat kegagalan pengeringan air.
Kisdam semua tanggul atau pengeringan air sementara harus segera dibongkar atau diratakan sehingga kelihatan baik dan tidak mengganggu kelancaran aliran air setelah pekerjaan perbaikan bangunan dan saluran selesai.
Cara pengeringan air yang dilakukan oleh penyedia jasa harus mendapat persetujuan Direksi, dan tidak boleh mengganggu jalannya air yang dibutuhkan untuk pengairan pada jaringan pengairan yang ada.
Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan pengeringan diperlukan pompa, Penyedia jasa harus menyediakan.
Penyedia jasa tidak diperbolehkan mengganggu saluran Irigasi yang ada selama pelaksanaan pekerjan. Direksi akan meminta Penyedia jasa untuk mengerjakan pekerjaan pengalihan sementara pada saluran Irigasi yang ada sebelum melaksanakan pekerjaan saluran serta bangunan yang berhubungan.
Penyedia jasa supaya menyerahkan rencana pengalihan sementara untuk mendapatkan persetujuan Direksi. Setelah rencana itu disetujui oleh Direksi, pelaksanaan pekerjaan pengalihan sementara harus sesuai dengan rencana yang telah distujui.
12. Keamanan dan Keselamatan Kerja a. Umum
Semua keamanan dan keselamatan kerja yang perlu selama pelaksanaan pekerjaan, antara lain pengaturan kesehatan, pembersihan lapangan, bahan peledak dan bensin, pemagaran sementara, keamanan dan pencegahan kebakaran,dibuat dan dipelihara oleh Penyedia jasa atas biaya Penyedia jasa. Penyedia jasa harus bertanggung jawab terhadap semua keamanan dan keselamatan kerja. Tidak ada pembayaran tambahan, dan dalam hal ini semua biaya sudah termasuk dalam harga kontrak.
b. Sistem Pengawasan Keamanan
Penyedia jasa supaya mengatur sistim pengawasan keamanan dan organisasinya dan diserahkan untuk mendapatkan persetujuan kepada Direksi. Sistim pengawasan keamanan dengan kapasitas peralatan dan tenaga yang cukup untuk menghindari kecelakaan dan kerusakan terhadap manusia dan barang milik yang bersangkutan. Sistim pengawasan keamanan harus dilaksanakan sesuai dengan program yang disetujui dan berpegang pada hukum/peraturan yang berlaku di Indonesia.
c. Peraturan Kesehatan
Penyedia jasa harus mengusahakan lapangan kerja dalam keadaan bersih dan keadaan sehat serta memperlengkapi/memelihara kemudahan untuk penggunaan tenaga yang dikerjakan pada suatu tempat yang telah disetujui oleh Direksi dan oleh penguasa setempat.
Penyedia jasa hendaknya juga membuat pengumuman dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang perlu untuk menjaga agar lapangan kerja tetap bersih. d. Pencegahan Kebakaran
Penyedia jasa harus melakukan pencegahan terhadap kebakaran pada atau sekitar lapangan kerja dan harus menyiapkan peralatan secukupnya. Dalam pelaksanaan, Penyedia jasa harus memelihara peralatan dan perlengkapan pemadam kebakaran tersebut dalam keadaan baik dan siap dipakai pada saat dibutuhkan.
13. Mutual Check (MC) a. Pelaksanaan Mutual Check
Pelaksanaan Mutual Check dilaksanakan bersama-sama oleh pihak direksi dan penyedia jasa atas biaya penyedia jasa.
b. Mutual Check I
i) Mutual Check I diadakan dengan dasar gambar kontrak ii) Uraian Pekerjaan Mutual Mutual Check I
- Pengukuran kembali semua rencana kegiatan-kegiatan pekerjaan dengan mencocokkan kembali pada titik tetap dengan ketelitian 10 VL mm. - Membuat gambar-gambar hasil pengukuran kembali (uitsetten) profil
memanjang dan melintang dengan mengikuti standar penggambaran yang berlaku.
- Membuat gambar-gambar bangunan dengan mengikuti standar penggambaran yang berlaku.
- Membuat perhitungan hidrolis, apabila ada perubahan bentuk.
- Membuat perhitungan Bill of Quantity (BOQ) dan RAB perubahan tambahan/ pengurangan.
iii) Semua produk-produk hasil uitsetten (data pengukuran kembali, gambar-gambar, Bill of Quantity, RAB tambahan biaya/pengurangan biaya) disampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen untuk selanjutnya
diteliti/diperiksa kebenarannya dan setelah mendapat persetujuan dari direksi maka penyedia jasa dapat melaksanakan pekerjaan tersebut.
iv) Dari hasil pengukuran kembali/uitsetten akan didapat perbandingan volume dengan gambar kontrak.
v) Gambar-gambar hasil uitsetten adalah sebagai dasar untuk pelaksanaan konstruksi lapangan.
vi) Semua gambar-gambar hasil Mutual Check diperbanyak 4 kali. c. Mutual Check ke II
i) Mutual Check ke II dilaksanakan untuk mendapatkan pekerjaan yang sebenarnya dilaksanakan/gambar terpasang (Asbuilt Drawing).
ii) Dari hasil Mutual Check II dengan gambar terpasang (Asbuilt Drawing) sebagai dasar pembayaran volume pekerjaan yang telah selesai dikerjakan. iii) Semua gambar-gambar terpasang (Asbuilt Drawing) dibuat cetakan rangkap 3. d. Jangka Waktu Pelaksanaan Mutual Check
i) Jangka waktu Mutual Check akan diatur/ditentukan direksi.
ii) Jika tidak ditentukan lain pengajuan biaya tambahan/pengurangan biaya, paling lambat 1 bulan sebelum jangka waktu pelaksanaan berakhir sudah harus disampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen melalui direksi. iii) Segala ketentuan-ketentuan yang belum diatur dalam Mutual Check ini akan
ditentukan kemudian oleh direksi. 1.05. Dokumentasi dan Foto
Penyedia jasa harus menyerahkan foto untuk laporan progress pekerjaan pada lokasi yang ditentukan oleh direksi.
Untuk dokumentasi dan foto pada setiap titik (patok) lokasi dengan jarak 50 m yang memperlihatkan keadaan sebelum mulai pekerjaan (0%), keadaan dalam tahap konstruksi (50%) dan keadaan telah selesai (100%). Foto-foto pada lokasi harus diambil dengan arah yang tertentu dan tetap dalam ketiga-tiganya keadaan tersebut diatas dengan latar belakang yang mudah dipakai sebagai tanda dari lokasi tersebut.
Ketiga gambar untuk tahapan itu harus diletakkan dalam album disertai dengan tanggal pengambilan, dan penjelasan secukupnya, foto negatif yang bersangkutan harus diserahkan dalam album terpisah yang mudah dihubungkan satu sama lain. Enam set album-album harus diserahkan kepada direksi pada penyelesaian pekerjaan. Selain dokumentasi berupa foto yang telah dicetak dan diletakkan dalam album gambar, foto diletakkan juga pada kepingan CD dan untuk beberapa pekerjaan galian berupa video proses pelaksanaan pekerjaan dari kondisi 0% sampai 100%.
Pekerjaan Penggalian 2.01. Galian pada Pondasi Bangunan
1. Dasar dan sisi galian, dimana akan didirikan bangunan harus selesai dengan rapi menurut duga/tingkat dan dimensi yang dikehendaki direksi. Jika waktu penggalian material yang digali melampaui garis dan tingkat yang telah dilakukan, galian yang melampaui batas tadi harus ditimbuni lagi seluruhnya dengan material yang terpilih kemudian ditumbuk dan digilas lapis demi lapis yang tebalnya tidak lebih dari 15 cm.
Jika tanah pondasi asli (natural foundation) terganggu atau longsor karena pekerjaan-pekerjaan penggalian penyedia jasa, ia harus dipadatkan dengan menumbuknya atau menggilasnya atau jika direksi menghendakinya ia harus dipindahkan dan diganti dengan bahan yang terpilih yang seluruhnya harus dipadatkan.
2. Penyedia jasa harus menjaga agar galian bebas dari air selama masa pembangunan. Cara menjaga galian bebas dari air, pengeringan dan pembuangan air harus dengan cara yang dapat disetujui direksi