METODE PENELITIAN
2. SPMB 3. BUD
Nominal Sebaran contoh 5. IPK 1. Memuaskan ( ≤ 2.75)
2. Sangat memuaskan (2.76–3.50)
3. Cumlaude (≥3.50)
Ordinal Ketentuan IPB
6. Uang saku per bulan (Rp)
1. Rendah (<500.000) 2. Sedang
(500.000-750.000) 3. Tinggi (>750.000)
Ordinal Sebaran contoh
7. Frekuensi membaca media cetak
1. Setiap hari 2. 2-3 hari sekali 3. Satu minggu sekali 4. Tidak tentu (di atas satu
minggu sekali)
Ordinal Ketentuan peneliti
8. Frekuensi membaca rubrik gizi dan kesehatan 1. Sering (≥ 9 kali) 2. Sedang (5-8 kali) 3. Jarang (< 4 kali)
Ordinal Ketentuan peneliti
9. Tingkat kesukaan terhadap rubrik gizi dan kesehatan 1. Suka 2. Biasa 3. Tidak Suka
Ordinal Pilihan rubrik
10. Persepsi terhadap rubrik gizi dan kesehatan 1. Baik (>66) 2. Sedang (55–66) 3. Kurang (< 55)
Ordinal Standar deviasi
11. Sikap terhadap rubrik gizi dan kesehatan
1. Positif (> 40) 2. Netral (32–40) 3. Negatif (<32)
Ordinal Standar deviasi 12. Pengetahuan gizi
dan kesehatan 1. Baik (>80%) 2. Sedang (60-80%) 3. Kurang (<60%)
Ordinal Teknik pengukuran
pengetahuan gizi (Khomsan 2000) 13. Perilaku sehat 1. Baik (>28)
2. Sedang (22–28) 3. Kurang (<22)
Ordinal Standar deviasi
Tingkat pengetahuan gizi dan kesehatan contoh diketahui dari kemampuan contoh menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disediakan. Pertanyaan pengetahuan gizi dan kesehatan dijawab oleh semua contoh, baik yang pernah membaca rubrik gizi dan kesehatan maupun yang tidak pernah membaca rubrik tersebut. Pertanyaan terdiri atas 20 pertanyaan multiple choice
dengan cara penentuan skor pengetahuan menggunakan persentase jawaban benar dari total pertanyaan. Untuk setiap jawaban benar diberi nilai satu, jika salah adalah nol. Kisaran nilai pengetahuan adalah 0-20 yang kemudian diubah dalam bentuk persen. Pengetahuan dikategori menjadi baik, sedang dan kurang (Khomsan 2000).
Kuesioner persepsi dan sikap terhadap rubrik gizi dan kesehatan menggunakan skala Likert. Skala Likert adalah skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat atau persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu variabel, konsep, gejala atau fenomena. Skala Likert terdiri dari pernyataan positif yang menjadi indikasi positif dan sebaliknya bentuk pernyataan negatif menjadi indikasi negatif. Setiap pernyataan disediakan lima alternatif pilihan dengan skor berurutan, yaitu sangat setuju (5) sampai sangat tidak setuju (1) untuk pernyataan positif dan sangat tidak setuju (5) sampai sangat setuju (1) untuk pernyataan negatif (Djaali dan Muljono 2004).
Persepsi terhadap rubrik gizi dan kesehatan didasarkan pada penilaian terhadap materi atau topik rubrik, penyajian dan narasumber. Pernyataan persepsi hanya dijawab oleh contoh yang pernah membaca rubrik gizi dan kesehatan dalam tiga bulan terakhir. Menurut Mowen dan Minor (2002) persepsi terbentuk jika seseorang terpapar stimulus. Dalam penelitian ini stimulus adalah rubrik gizi dan kesehatan di media cetak dan setelah membaca rubrik yang dimaksud maka contoh dapat memberi penilaian. Dengan alasan tersebut maka tidak tepat meminta contoh berpersepsi jika contoh tidak pernah membaca sebelumnya. Pengukuran skor persepsi berdasarkan data kuesioner dengan ketentuan penilaian untuk pernyataan positif: sangat tidak setuju (1), tidak setuju (2), ragu-ragu (3), setuju (4) dan sangat setuju (5), sedangkan untuk pernyataan negatif: sangat tidak setuju (5), tidak setuju (4), ragu-ragu (3), setuju (2) dan sangat setuju (1). Jumlah pernyataan 15 buah maka diperoleh skor terendah 15 dan tertinggi 75, kemudian persepsi dikategori menjadi baik, sedang dan kurang berdasarkan standar deviasi.
Sikap terhadap rubrik gizi dan kesehatan juga hanya dijawab oleh contoh yang pernah membaca rubrik gizi dan kesehatan dalam tiga bulan terakhir. Skor sikap ditentukan dengan cara yang sama seperti penentuan skor persepsi. Jumlah pernyataan sebanyak 10 buah maka diperoleh skor terendah 10 dan tertinggi 50. Skor sikap kemudian dikategorikan menjadi positif, netral dan negatif berdasarkan standar deviasi.
Perilaku sehat mencakup aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh contoh dalam satu minggu. Perilaku sehat yang diteliti dikembangkan dari PUGS dan disesuaikan dengan aktivitas kelompok dewasa awal yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Aktivitas tersebut terdiri dari: sarapan, makan beragam, minum air, tidur, olahraga, membaca label kemasan, merokok, konsumsi suplemen, minum susu dan mencuci tangan. Penentuan skor perilaku berdasarkan ketentuan: tidak pernah (1), jarang (2), sering (3) dan selalu (4), sedangkan khusus untuk item merokok penilaian dibalik menjadi tidak pernah (4), jarang (3), sering (2) dan selalu (1). Jumlah perilaku sebanyak 10 buah maka diperoleh skor terendah 10 dan tertinggi 40, kemudian skor perilaku dikategori menjadi baik, sedang dan kurang dengan standar deviasi.
Hubungan antar variabel yang diteliti menggunakan uji korelasi Spearman untuk data-data yang berskala ordinal. Data berskala nominal yaitu asal departemen diuji menggunakan analisis Chi Square. Tabel 2 pada halaman selanjutnya menyajikan secara lengkap hubungan berbagai variabel yang dianalisis dan cara analisisnya.
Tabel 2 Cara analisis data
No. Variabel yang dianalisis Cara analisis data
1. Hubungan karakteristik mahasiswa (lama studi dan IPK) dengan pengetahuan gizi dan kesehatan
Uji korelasi Spearman Tabulasi silang 2. Hubungan karakteristik mahasiswa yaitu asal
departemen dengan pengetahuan gizi dan kesehatan
Uji Chi Square Tabulasi silang 2. Hubungan frekuensi membaca dan tingkat
kesukaan terhadap rubrik gizi dan kesehatan dengan persepsi terhadap rubrik gizi dan kesehatan
Uji korelasi Spearman Tabulasi silang
3. Hubungan tingkat pengetahuan dan persepsi dengan sikap terhadap rubrik gizi dan kesehatan
Uji korelasi Spearman Tabulasi silang 4. Hubungan tingkat uang saku mahasiswa dan
pengetahuan dengan perilaku sehat mahasiswa
Uji korelasi Spearman Tabulasi silang 5. Hubungan persepsi dan sikap terhadap rubrik
gizi dan kesehatan dengan perilaku sehat mahasiswa
Uji korelasi Spearman Tabulasi silang
Definisi Operasional
Contoh: mahasiswa FEMA IPB semester empat dan enam pada tahun ajaran 2007/2008
Karakteristik individu: ciri individu yang meliputi jenis kelamin, suku/etnis, lama studi, jalur masuk IPB, IPK, uang saku per bulan, keikutsertaan dalam organisasi dan ada tidaknya penyakit pernah diderita.
• Jenis kelamin : perbedaan contoh berdasarkan ciri biologis dengan kategori laki-laki dan perempuan
• Suku/etnis : suku asal yang diakui contoh
• Lama studi : diukur melalui jumlah semester dari awal masuk IPB sampai dengan yang sedang ditempuh contoh
• Jalur masuk IPB : jalur yang digunakan contoh ketika masuk IPB
• IPK : nilai rata-rata contoh selama melakukan studi sampai dengan semester ganjil 2007/2008
• Uang saku per bulan : jumlah nilai dalam rupiah yang diperoleh contoh yang bersumber dari orang tua, saudara, beasiswa dan bekerja dalam satu bulan
• Keikutsertaan dalam organisasi : terdaftar atau tidak contoh pada salah satu organisasi baik internal IPB maupun luar IPB
• Penyakit pernah diderita: pernah atau tidak pernahnya contoh menderita suatu penyakit
Media cetak : surat kabar, tabloid dan majalah yang dibaca oleh contoh dalam tiga bulan terakhir.
Kebiasaan membaca media cetak: pola kegiatan membaca koran/majalah/tabloid contoh yang diukur dengan pernah atau tidak membaca media tersebut dan frekuensi membaca dalam tiga bulan terakhir.
Kebiasaan membaca rubrik gizi dan kesehatan: pola kegiatan membaca yang mencakup pernah atau tidak membaca rubrik gizi dan kesehatan dan frekuensi membaca dalam tiga bulan terakhir.
Rubrik gizi dan kesehatan: kolom atau halaman dalam surat kabar/majalah/tabloid yang berisi tentang masalah gizi dan kesehatan, baik pada kolom khusus atau dalam naungan keluarga, makanan, wanita dan sebagainya.
Tingkat kesukaan: urutan rubrik gizi dan kesehatan berdasarkan pilihan rubrik yang disukai dalam tiga bulan terakhir. Ketentuan penilaian tingkat
kesukaan yaitu suka (rubrik gizi dan kesehatan pada pilihan pertama), biasa (rubrik gizi dan kesehatan pada urutan kedua) dan tidak suka (rubrik gizi dan kesehatan selain urutan pertama dan kedua).
Pengetahuan gizi dan kesehatan: Tingkat pemahaman contoh terhadap gizi dan kesehatan yang dilihat dari kemampuan menjawab dengan benar 20 pertanyaan berhubungan dengan gizi dan kesehatan.
Persepsi terhadap rubrik gizi dan kesehatan: Penilaian contoh yang pernah membaca rubrik gizi dan kesehatan di media cetak terhadap materi, penyajian dan narasumber rubrik dalam tiga bulan terakhir yang diukur melalui 15 pernyataan menggunakan skala Likert.
• Persepsi terhadap materi: penilaian pada isi yang disajikan dalam rubrik yang mempengaruhi kemudahan untuk dimengerti.
• Persepsi terhadap cara penyajian: penilaian terhadap cara penyajian berita yang mencakup segi bahasa dan gambar.
• Persepsi terhadap narasumber berita: penilaian pada narasumber berita.
Sikap terhadap rubrik gizi dan kesehatan: Keyakinan dan kepercayaan contoh terhadap rubrik gizi dan kesehatan dan memberikan kecenderungan bertindak yang diukur melalui 10 pernyataan menggunakan skala Likert.
Perilaku sehat: Frekuensi aktivitas contoh yang dilakukan dalam satu minggu, terdiri dari: sarapan, makan beragam, minum air, tidur, olahraga, membaca label kemasan, merokok, konsumsi suplemen, minum susu dan mencuci tangan.