• Tidak ada hasil yang ditemukan

SPO PENGELOLAAN EMERGENCY KIT Kebijakan :

Dalam dokumen MMU, Panduan Implementasi (Halaman 29-34)

30 1. Emergency kit hanya boleh digunakan untuk kejadian gawat darurat dan disimpan

dalam troli/bag sesuai kebutuhan.

2. Daftar obat dan alat kesehatan dalam troli/bag emergensi beserta lokasi penempatan troli/bag emergensi disusun oleh bidang Pelayanan Medis dan Pelayanan Keperawatan. 3. Persediaan perbekalan farmasi untuk emergency kit disediakan oleh Instalasi Farmasi. 4. Troli/bag emergensi ditempatkan di area yang mudah diakses bila diperlukan mendadak

dan harus selalu dalam keadaan dikunci/disegel jika sedang tidak digunakan untuk memastikan keamanan penyimpanannya.

5. Troli/bag emergensi beserta isinya harus selalu dalam keadaan bersih & berfungsi dengan baik.

6. Pengelolaan troli/bag emergensi menjadi tanggung jawab Kepala Ruang, yang dikoordinasikan dengan apoteker/petugas farmasi.

Prosedur :

1. Dokter dan atau Perawat (saat kejadian gawat darurat)

 Saat pasien masuk ruang rawat inap, dokter melakukan asesmen awal dan menanyakan obat-obat apa yang saat ini sedang dikonsumsi pasien dan / atau di bawa ke rumah sakit.

 Buka troli/bag emergensi dengan cara menggunting segel.  Ambil obat atau alat kesehatan sesuai kebutuhan.

 Tuliskan obat atau alat kesehatan yang telah digunakan pada resep/Kartu Obat Pasien (KOP) disertai keterangan “untuk emergensi”

 Catat obat dan alat kesehatan yang sudah dipakai pada Formulir Pemakaian Obat/Alat Kesehatan Emergensi.

 Simpan segel yang sudah digunting bersama dengan formulir pemakaian. 2. Petugas depo farmasi

 Setelah mendengar panggilan code blue atau setelah menerima telepon kejadian gawat darurat dari ruangan, petugas depo farmasi segera datang ke ruang perawatan dengan membawa emergency kit (obat dan alat kesehatan) yang telah tersedia di depo untuk cadangan dan untuk mengganti perbekalan farmasi yang terpakai.

 Jika tidak memungkinkan untuk segera datang, maksimal dalam 2 jam petugas depo farmasi harus sudah sampai di ruang perawatan.

31  Ambil Formulir Pemakaian Obat dan Alat Kesehatan Emergensi yang sudah diisi,

dan ganti dengan formulir yang baru.

 Ambil segel yang sudah terpakai dan simpan bersama formulir pemakaian yang sudah diisi.

 Lakukan penggantian obat dan alat kesehatan yang sudah dipakai, dan catat tanggal kadaluwarsa penggantinya di daftar obat dan alat kesehatan emergensi yang ada di troli/bag emergensi.

 Segel kembali troli/bag emergensi.

 Lakukan entri penggunaan obat ke dalam billing pasien. 3. Apoteker klinik ruang perawatan

 Lakukan pemeriksaan penyimpanan obat dan alat kesehatan emergensi setiap kunjungan kerja, minimal satu minggu sekali.

 Lakukan koordinasi dengan kepala ruang/perawat ruang perawatan dalam pengawasan pemakaian obat dan alat kesehatan emergensi.

 Periksa tanggal kadaluwarsa di daftar obat dan alat kesehatan emergensi yang ada di troli/bag emergensi untuk memastikan tidak ada perbekalan farmasi yang kadaluwarsa.

 Jika dalam 3 bulan tempat penyimpanan emergensi masih tersegel, maka segel dibuka untuk memeriksa kondisi obat/alat kesehatan yang tersimpan.

4. Kepala Ruang/perawat ruangan

 Lakukan pengecekan kelengkapan dan kesiapan obat dan alat kesehatan emergensi setiap hari, dengan cara memeriksa keutuhan segel dan memeriksa tanggal kadaluwarsa di daftar obat dan alat kesehatan emergensi.

 Jika menemukan bahwa troli/bag dalam keadaan terbuka, lakukan investigasi obat/alat kesehatan apa yang tidak lengkap & siapa pasien yang mendapat obat/alat kesehatan tersebut.

 Hubungi apoteker/petugas farmasi untuk mengisi kembali & menyegel troli/bag emergensi.

 Jika menemukan ada obat dengan tanggal kadaluwarsa dekat (dalam tiga bulan), hubungi apoteker/petugas farmasi untuk mengganti obat tersebut.

32 SPO PENARIKAN DAN PEMUSNAHAN PERBEKALAN FARMASI KARENA DITARIK DARI PEREDARAN

Pengertian :

1. Yang dimaksud dengan ditarik dari peredaran adalah perbekalan farmasi yang karena alasan tertentu ditarik dari peredaran oleh pemegang regulasi.

2. Penarikan dan Pemusnahan Perbekalan Farmasi adalah kegiatan penarikan kembali perbekalan farmasi dari peredaran di RSUP Dr. Kariadi dan proses pemusnahannya. Prosedur :

1. Kepala Instalasi Farmasi

 Menerima informasi adanya penarikan perbekalan farmasi dari Kemenkes, Badan POM, Direktur RSUP Dr. Kariadi, Produsen, dan Distributor perbekalan farmasi.  Membuat edaran penarikan perbekalan farmasi kepada seluruh unit terkait di RSUP

Dr. Kariadi, agar menyerahkan perbekalan farmasi yang ditarik dari peredaran kepada Gudang Farmasi.

2. Kepala Instalasi, Unit, Ruang

 Menginventarisir perbekalan farmasi yang ditarik dari peredaran dan menyerahkan kepada Depo Farmasi terkait atau ke Gudang Farmasi.

3. Petugas depo farmasi

 Melakukan supervisi ke ruang perawatan untuk memastikan semua perbekalan farmasi yang ditarik dari peredaran sudah diserahkan ke gudang farmasi.

4. Petugas gudang farmasi

 Menginventarisasi perbekalan farmasi yang ditarik dari peredaran dan menyimpan dalam tempat tersendiri.

 Mengembalikan / menukarkan kepada Distributor apabila memungkinkan.

 Melaporkan perbekalan farmasi yang ditarik dari peredaran kepada Kepala Instalasi Farmasi dan mengusulkan untuk dimusnahkan.

5. Kepala Instalasi Farmasi

 Mengusulkan penghapusan perbekalan farmasi yang ditarik dari peredaran kepada Direktur Medik dan Keperawatan.

6. Direktur Medik & Keperawatan

 Menugaskan kepada Panitia Penghapusan untuk melaksanakan penghapusan perbekalan farmasi yang ditarik dari peredaran.

33 SPO PENGENDALIAN PERBEKALAN FARMASI YANG HAMPIR DAN SUDAH EXPIRED DATE (ED)

Pengertian :

1. Yang dimaksud dengan Expired Date (ED) adalah waktu kadaluarsa perbekalan farmasi.

2. Pengendalian Perbekalan Farmasi yang hampir kadaluarsa (3 bulan) adalah melakukan inventarisasi dan menginformasikan kepada pengguna serta upaya penggantian dengan waktu kadaluarsa lebih panjang ke distributor.

3. Pengelolaan Perbekalan Farmasi yang kadaluarsa adalah melakukan inventarisasi dan mengusulkan pemusnahan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Prosedur :

1. Petugas Farmasi

 Melakukan supervisi secara periodik kepada seluruh perbekalan farmasi yang menjadi tanggung jawabnya.

 Apabila menemukan adanya perbekalan farmasi yang mendekati ED yaitu perbekalan farmasi yang ED-nya tinggal 3 (tiga) bulan lagi maka melakukan sebagai berikut :

a. Memberikan tanda khusus dengan menempelkan label berwarna kuning dan menuliskan tanggal kadaluwarsanya pada perbekalan farmasi tersebut pada bagian yang mudah dilihat (tengah atas pada kemasan obat).

b. Menempatkan perbekalan farmasi hampir ED tersebut di barisan paling depan pada tempat penyimpanan sehingga memudahkan untuk dilihat dan digunakan untuk pelayanan.

c. Memberitahukan kepada petugas farmasi lain baik dalam satu bagian atau bagian lain sehingga apabila ada permintaan untuk pelayanan dapat dipergunakan terlebih dahulu.

d. Mengembalikan ke Gudang Farmasi apabila dimungkinkan perbekalan farmasi tersebut dapat ditukarkan dengan ED yang lebih panjang kepada distributor

e. Apabila perbekalan farmasi mendekati ED tersebut berada di dalam emergensi kit maka harus diambil dan segera menggantikan dengan ED yang lebih panjang.

34  Apabila menemukan perbekalan farmasi yang telah melampaui ED segera mengambil perbekalan tersebut dari tempat penyimpanan dan mengembalikan kepada Gudang Farmasi.

2. Petugas gudang farmasi

 Menginventarisasi perbekalan farmasi yang telah melampaui ED dan menyimpan dalam tempat tersendiri.

 Melaporkan perbekalan farmasi ED kepada Kepala Instalasi Farmasi dan mengusulkan untuk dimusnahkan.

3. Kepala Instalasi Farmasi

 Mengusulkan perbekalan farmasi hampir ED kepada Direktur Medik & Keperawatan untuk diinformasikan kepada pengguna agar diresepkan.

 Mengusulkan penghapusan perbekalan farmasi ED kepada Direktur Medik dan Keperawatan.

4. Direktur Medik & Keperawatan

 Mendisposisikan kepada Bidang Penunjang dan Sarana untuk membuat surat edaran tentang penggunaan perbekalan farmasi hampir ED.

 Menugaskan kepada Panitia Penghapusan untuk melaksanakan penghapusan perbekalan farmasi ED.

SPO PERESEPAN OBAT PASIEN RAWAT INAP

Dalam dokumen MMU, Panduan Implementasi (Halaman 29-34)

Dokumen terkait