• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sprare Part Pendukung Panel

Dalam dokumen BAB II LANDASAN TEORI (Halaman 36-46)

Adalah komponen-komponen yang biasa digunakan sebagai pendukung pada sebuah panel kontrol seperti pemutus, magnetic kontactor, relay, thermal overload relay, time delay relay, power supply, engine hours, push button, pilot lamp, selectror switch dan sirine (baby siren). Spare part pendukung tersebut terdiri dari beragam jenis pilhan dan merk yang dapat digunakan, pada perancangan modifikasi sistem kontrol panel mesin boiler ini menggunakan spare part yang mudah didapat pada gudang spare part di PT.Gajah Tunggal Tbk tanpa mengabaikan syarat-syarat yang telah ditetapkan pada PUIL 2000 (Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000), sehingga kedepan diharapkan dapat memudahkan dalam perawatan, perbaikan, dan penggantiannya jika terjadi kerusakan.

Dasar pemilihan spare part pendukung kontrol panel agar lebih tepat guna dan aman sesuai dengan kebutuhan seperti dijelaskan pada PUIL 2000 adalah pemakaian beban dari spare part utama, dengan memperhatikan KHA (kemampuan hantar arus) atau spesifikasi elektrik dari spare part utama.

2.16.1 Pemutus

Adalah komponen yang berfungsi untuk mengamankan arus lebih yang disebabkan terjadinya beban lebih atau adanya hubung singkat dengan demikian prinsip kerjanya yaitu untuk pemutusan hubungan yang disebabkan beban lebih dengan relay thermis digunakan bimetal, dan pengaman hubung singkat dengan relay arus lebih seketika digunakan elektro magnet.

Pemutus pada panel kontrol terdiri dari dua jenis yaitu pemutus rangkaian kontrol listrik menggunakan MCB ( miniature circuit breaker ) dan pemutus rangkaian daya atau power menggunakan NFB (no fuse breaker) dengan prinsip

kerja keduanya sama yaitu sebagai pengaman beban lebih atau pembatas arus dan sebagai pengaman hubung singkat, keduanya digunakan untuk melokalisasi proteksi pada suatu rangkaian baik rangkaian kontrol atau rangkaian daya, sehingga lebih memudahkan menganalisa kerusakan yang terjadi.

Jenis pemutus yang digunakan pada perancangan panel ini adalah seperti pada gambar 2.38 dengan spesifikasi sebagai berikut:

MCB merk : SCHNEIDER

Type : C60N ; Rating : 2, 4 dan 6 Amper (untuk rangkaian kontrol)

NFB merk : MITSUBISHI

Rating 100 A : Type NF100-CW ; kapasitas : 100 Amper

(untuk power electro motor water feed pump 2 buah dan power electro motor blower burner boiler 1 buah)

Rating 250 A : Type NF250-CW ; kapasitas : 250 Amper (untuk main power kontrol panel 1 buah)

a.MCB b. NFB Gambar 2.38 Pemutus

2.16.2 Kontaktor (Magnetic Contactor)

Alat ini merupakan pendistribusi arus listrik yang digunakan pada rangkaian daya yang bekerja secara mekanis dengan bantuan induksi magnet, delengkapi dengan gulungan yang akan menghasilkan magnet jika diberi arus listrik baik AC atau DC, sehingga katup yang sebelumnya terbuka menjadi tertutup atau sebaliknya karena gaya tarik magnet tersebut dan arus listrik yang dibutuhkan akan mengalir melalui pertemuan katup-katupnya.

Pemilihan kontaktor berdasarkan beban atau dalam hal ini electro motor yang digunakan, dengan rating kemampuan menghantarkan arus harus lebih besar dibandingkan dengan beban yang dikendalikan.

Pada perancangan modifikasi ini, kontaktor dihubungkan secara star-delta pada EM blower burner dan EM water feed pump, jenis kontaktor yang digunakan seperti pada gambar 2.39 dengan spesifikasi sebagai berikut :

Merk : TELEMECANIQUE

Type : LC1D80 (kontaktor utama dan delta) Type : LC1D65 (kontaktor star)

Power : 230 VAC/50 Hz

Gambar 2.39 Magnetic contactor merk TELEMECANIQUE

2.16.3 Relay

`Prinsip kerja sebuah relay sama dengan kontaktor, hanya pada relay kemampuan hantar arusnya relatif lebih kecil dibandingkan dengan kontakor, jadi relay biasa digunakan untuk rangkaian kendali dan sebagai kontak bantu rangkaian output pada smart relay.

Ada dua jenis relay yang digunakan, yaitu seperti pada gambar 2.40 dengan spesifikasi sebagai berikut :

a. Merk : OMRON

Type : MY4 (200-240 VAC 50 Hz) dan 24 VDC (14R9)

b. Merk : SIEMENS

Type : 3TH42 (200-240 VAC/50 Hz)

a. Relay merk Omron b. Kontaktor relay merk Siemens Gambar 2.40 Relay dan kontaktor relay

2.16.4 TOR (Thermal Overload Relay)

Adalah relay yang digunakan untuk pengaman terhadap beban lebih dalam hal ini elektro motor, bekerja berdasarkan panas akibat arus yang melebihi nilai nominal, karena panas bimetal yang terdapat pada TOR akan merubah energi panas tersebut menjadi energi mekanis untuk menggerakan kontak-kontak yang

terintegrasi didalamnya, jika terjadi beban lebih maka kontak tersebutlah yang akan memutuskan atau memberikan informasi pada rangkaian kontrol telah terjadi beban lebih pada elektro motor. Untuk mengembalikan kontak ke posisi semula dengan menekan tombol reset yang terdapat pada bagian depan TOR tersebut.

Jenis TOR yang digunakan adalah seperti pada gambar 2.41 dengan spesifikasi sebagai berikut :

Merk : FUJI ELECTRIK TYPE : TR-N5/3

Rating : 26 – 34 A (2 buah) untuk water feed pump 18 – 26 A (1 buah) untuk blower burner

Gambar 2.41 Thermal over load relay

2.16.5 TDR (Time Delay Relay)

Biasa disebut dengan timer switch adalah alat yang digunakan untuk memutuskan atau menghubungkan arus listrik dalam selang waktu yang ditentukan, pada perancangan ini timer switch digunakan adalah jenis ON delay yang berfungsi sebagai pemutus hubungan bintang pada rangkaian star-delta EM.

Jenis TDR yang digunakan adalah seperti pada gambar 2.42 dengan spesifikasi sebagai berikut :

Merk : OMRON

TYPE : H3CR

Power : 100 – 240 VAC/50–60 Hz

Gambar 2.42 Time delay relay merk OMRON Type H3CR

2.16.6 Power Supply

Power supply atau catu daya adalah rangkaian atau piranti alat yang berfungsi memberikan supply tegangan listrik pada peralatan lain sesuai dengan spesifikasi atau kebutuhan peralatan yang dilayani, power supply yang dimaksud disini adalah suatu penyearah dari rangkaian AC (arus bolak balik) ke DC (arus searah).

Jenis power supply yang digunakan adalah seperti pada gambar 2.43 dengan spesifikasi sebagai berikut :

Merk : IDEC TYPE : PS5R-SF-24

Power Input : 100 – 240 Vac / 50 – 60 Hz (1,8 Amper) Power Output : 24 VDC (5 Amper / 120 Watt)

Gambar 2.43 Power supply merk IDEC

2.16.7 Engine Hours

Engine hours disebut juga hours meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur seberapa lama suatu mesin telah beroperasi dalam satuan jam, dipasang bisanya untuk menentukan atau mengetahui jadwal dari perawatan suatu mesin.

Pada perancangan ini ada lima buah engine hours yang dipasang diantaranya digunakan untuk burner operation, dua buah untuk feed pump operation, oil operation dan gas operation. Jenis dari engine hours yang dimaksud adalah seperti pada gambar 2.44 dengan spesifikasi sebagai berikut :

Merk : GRASSLIN

Type : taxxo 10223050 UWZ48 Power : 220 – 240 VAC / 50 Hz

Gambar 2.44 Engine hours merk GRASSLIN

2.16.8 Pilot Lamp and Illuminated Push Button

Pilot lamp, pilot light atau indicator lamp adalah lampu yang biasanya digunakan pada panel untuk mengetahui statusnya. Push button atau command switch dalah sebuah tombol tekan yang berfungsi sebagai saklar yang didalamnya terdapat kontak - kontak baik NO (normally open) ataupun NC (normally close) yang apabila ditekan knopnya blok kontak tersebut akan berpindah posisi dan jika dilepas kontak akan kembali keposisi awal. Push button bersifat hanya memberikan trigger pada rangkaian kontrol dan digunakan biasanya untuk start dan stop suatu mesin. Sedangkan illuminated push button adalah push button yang terintegrasi pilot lamp didalamnya.

Jenis dari pilot lamp dan illuminatted push button yang dimaksud adalah seperti pada gambar 2.45 dengan spesifikasi sebagai berikut :

Merk : FUJI ELECTRIC Type : DR22DOL (Pilot lamp)

AR22EOL (illuminatted push button) Spesifikasi : 220 VAC / 50 Hz

a. Pilot lamp b. Illuminate push button Gambar 2.45 Pilot lamp and illuminate push button

2.16.9 Selector Switch

Adalah saklar pilih yang digunakan pada kontrol panel listrik untuk memilih atau menentukan operasional suatu mesin. Ada beberapa jenis dan merk dari selector switch yang beredar dipasaran, pada perancangan modifikasi sistem kontrol panel boiler ini ada tiga jenis selector switch yang digunakan antara lain dua, tiga dan empat posisi seperti pada gambar 2.46 dengan spesifikasi sebagai berikut :

Merk : KRAUS & NAIMER

Type : CA4 S00 (2 posisi) ; CL4 (3 posisi) ; CA4-1 (4 posisi)

Gambar 2.46 Selector switch merk KRAUS & NAIMER

2.16.10 Amper Meter Digital

Adalah alat yang digunakan untuk mengukur besaran arus listrik baik AC maupun DC yang mengalir melalui suatu rangkaian listrik, dalam hal ini digunakan untuk mengukur arus bulak balik atau AC ( alternating current ).

Amper meter dipasang untuk memudahkan operator tidak hanya untuk memonitor besaran arus listrik, tetapi juga untuk mengetahui besarnya pembakaran yang sedang berlangsung pada burner boiler, artinya semakin besar pembakaran, semakin besar arus yang akan ditampilkan pada amper meter digital.

Suatu amper meter pasti memerlukan sebuah input yaitu trafo arus atau curent transformator (CT), dalam hal ini menggunakan jenis low voltage curent transformator (LVCT) karena hanya dapat bekerja pada kisaran tegangan rendah maksimum 1000 VAC, kedua komponen ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, artinya amper meter tidak akan berfungsi tanpa CT, pada perancangan modifikasi panel ini menggunakan CT dengan ratio 200/5 A yang disesuaikan dengan kapasitas beban maksimum pada rangkain. Jenis dari amper meter digital dan CT yang digunakan adalah seperti pada gambar 2.47 dengan spesifikasi sebagai berikut:

Merk : OMRON

Type : K3HB-XAA Power : 100-230 VAC

a. Amper meter digital b. Trafo arus Gambar 2.47 Amper meter digital dan trafo arus

2.16.11 Baby Siren

Disebut juga dengan bell, sirene, buzzer atau horn adalah alat yang dipasang pada kontrol panel yang berfungsi sebagai alarm atau tanda peringatan jika terjadi gejala diluar batas kewajaran suatu mesin atau lingkungan sekitar,

sehingga gejala ketidak wajaran tersebut diharapkan dapat segera diketahui dan diatasi.

Jenis baby siren yang dimaksud diatas adalah seperti pada gambar 2.48 dengan spesifikasi sebagai berikut :

Merk : YAHAGI

Type : BS-230 ; 230 VAC / 50 Hz

Gambar 2.48 Baby siren merk YAHAGI

Dalam dokumen BAB II LANDASAN TEORI (Halaman 36-46)

Dokumen terkait