• Tidak ada hasil yang ditemukan

Stakeholder terkait

Dalam dokumen BAB 4 DATA DAN ANALISIS (Halaman 29-33)

4.2.3 Informasi Mengenai Obyek Wisata

4.2.4.1 Stakeholder terkait

Dalam penyelenggaraan aksesibilitas wisata di Kabupaten Karanganyar bagian Timur stakeholder yang berperan langsung dalam manajemen aksesibilitas wisata Khususnya di Kabupaten Karanganyar bagian Timur adalah DISHUP-PKP dan DISPARPORA Kabupaten Karanganyar. Berikut merupakan hasil analisis penulis terhadap Peran Stakeholder terkait dalam mengelola aksesibilitas wisata dalam upaya mengintegrasikan obyek wisata di Karanganyar Bagian Timur :

Tabel 4.11 Analisis Peran Stakeholder terkait dalam mengelola aksesibilitas wisata dalam upaya mengintegrasikan obyek wisata di Karanganyar Bagian Timur tahun 2018

No Nama Program dan Kegiatan Target Kinerja

Terlaksana/

Tidak

Lembaga 1 Peningkatan Pengelolaan Terminal

Angkutan darat

12 bulan Terlaksana DISHUB-PKP

2 Pengaturan, Pengendalian dan Penataan Kegiatan Perparkiran

12 bulan Terlaksana DISHUB-PKP

3 Pengadaan Guard rill jalan menuju Candi Cetho

1 Kali Terlaksana DISHUB-PKP

4 Pengadaan Rambu Lalu Lintas Kawasan Terminal Wisata

- Terlaksana DISHUB-PKP

5 Penyelenggaraan WTN 12 bulan Terlaksana DISHUB-PKP

6 Peningkatan Pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran pariwisata

1 Kali Terlaksana DISPARPORA

7 Pengembangan Jaringan Kerjasama promosi pariwisata

1 Kegiatan Terlaksana DISPARPORA 8 Pengembangan Promosi dan

Penyediaan Materi Promosi Wisata

Menghasilkan sebanyak 2500 leaflet pariwisata, 1174

kalender of event, 1 paket video promosi pariwisata

Terlaksana DISPARPORA

9 Fasilitasi Media Promosi Wisata 1 Kegiatan Terlaksana DISPARPORA 10 Pengembangan Daya Tarik Wisata

Candi Sukuh, Ngargoyoso

Telaksana di 1 Lokasi (Candi Sukuh)

Terlaksana DISPARPORA 11 Peningkatan Pembangunan sarana dan

Prasarana Pariwisata di Candi Sukuh, Candi Ceto dan Taman Saraswati

Terlaksana di 3 lokasi : (Candi sukuh, Candi Ceto,

dan Taman Saraswati)

Terlaksana DISPARPORA

12 Rehabilitasi Sarana Prasarana Daya Tarik Wisata Sapta Tirta Pablengan, Matesih

Telaksana di 1 Lokasi (Sapta Tirta Pablengan)

Terlaksana DISPARPORA

13 Pendataan dan Monev Usaha Pariwisata

6 KSPK Terlaksana DISPARPORA

14 Pemantauan Pos Retribusi di Obyek Wisata Kabupaten Karanganyar

1 Tahun Terlaksana DISPARPORA

15 Pengembangan Sarana Prasarana Destinasi Pariwisata di Sekipan, Pertapaan Pringgondani, dan Cemoro Kandang

Terlaksana di 3 lokasi : (Sekipan, Pertapaan pringgondani, dan cemoro

kandang)

Terlaksana DISPARPORA

16 Pengembangan Saka Pariwisata 1 Kegiatan Terlaksana DISPARPORA

17 Penyediaan Tiket Retribusi Masuk daya Tarik Wisata

Menyediakan 5062 buku tiket

Terlaksana DISPARPORA 18 Pembinaan dan Pengembangan

Kelompok Usaha Ekonomi Kreatif di Kawasan Wisata

1 kegiatan Terlaksana DISPARPORA

commit to user

digilib.uns.ac.id

79 19 Pemantauan Penerapan Standar

Kelayakan Usaha Pariwisata

1 tahun (12 bulan) Terlaksana DISPARPORA

20 Pengembangan Sadar Wisata 2 kegiatan Terlaksana DISPARPORA

21 Penyusunan Perda Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

1 kegiatan Terlaksana DISPARPORA

Sumber : Hasil Analisis Peneliti, 2021 Dari tabel di atas diketahui bahwa pada tahun 2018 kedua stakeholder tersebut dapat melaksanakan seluruh tugasnya terutama dalam mengelola aksesibilitas wisata dalam upaya mengintegrasikan obyek wisata di Karanganyar Bagian Timur tahun 2018. Namun kedua stakeholder tersebut masih kualahan dalam melakukan pengawasan dan pemeliharaan. Hal tersebut dapat diketahui dari beberapa hal diantaranya :

1. Kondisi Sarana TIC Makuthoromo yang tidak terawat dan Pelayanannya yang kurang memuaskan

Kondisi sarana di TIC Makuthoromo cukup memprihatinkan dan kurang terawat.

Bangunan yang menghabiskan dana sebanyak Rp 10.129.159.000,00 dan digadang-gadang pemerintah untuk menjadi gerbang masuk pariwisata dan sebagai sarana untuk mengintegrasikan pariwisata di Kabupaten Karanganyar ini nyatanya hanya beroperasi selama beberapa tahun sebelum pada akhirnya menjadi terbengkalai. Banyak kios-kios yang mulai ditinggalkan oleh pemiliknya, kondisi bangunan rusak, minimnya pelayanan yang diberikan (tidak ada pegawai kebersihan, pegawai TIC, dan staff lainnya yang berjaga di tempat selama 24 jam), dan tidak ada lagi wisatawan yang berhenti di terminal wisata ini untuk melanjutkan perjalanan dan berpindah moda dari Bus berskala besar ke moda transportasi pariwisata yang lebih kecil (angkutan L300) yang sudah disediakan oleh pemerintah.

Berikut merupakan kondisi sarana dan prasarana di TIC Makuthoromo yang cenderung terbengkalai :

Gambar 4.13 Kondisi TIC Makuthoromo yang kosong, banyak toko oleh-oleh yang tutup dan tidak ada Pegawai TIC yang berjaga untuk melayani pengunjung

Sumber : Dokumentasi Peneliti, 2021 commit to user

digilib.uns.ac.id

80

Gambar 4.14 Kondisi bangunan TIC Makuthoromo yang terbengkalai dan Kotor Sumber : Dokumentasi Peneliti, 2021

2. Kurangnya perawatan dan pemeliharaan terhadap Papan Informasi Wisata

Keberadaan Papan informasi wisata merupakan salah satu hal yang penting yang mendukung adanya integrasi antar obyek wisata. Namun terdapat beberapa papan informasi wisata di Kabupaten Karanganyar yang justru kondisinya memprihatinkan, mulai dari warnanya yang sudah mulai pudar, tertutup pohon sehingga tidak mudah dilihat, bahkan ada pula yang dibiarkan rusak dan terbengkalai seperti pada gambar di bawah ini :

Gambar 4.15 Kondisi papan informasi wisata yang Rusak dan Terbengkalai Sumber : Dokumentasi Peneliti, 2021

3. Kurangnya pemeliharaan dan perawatan pada sarana transportasi umum

Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga masih kurang memperhatikan kondisi sarana dan prasarana transportasi umum yang ada. Hal ini dibuktikan dengan hasil kuisioner yang menyatakan bahwa tingkat kenyamanan angkutan umum yang masih sedang), serta minimnya sarana prasarana bagi kaum berkebutuhan khusus (difabel, orang lanjut usia dan anak usia dini). Berikut merupakan gambaran mengenai kurangnya pemeliharaan dan perawatan pada sarana transportasi umum yang ada di Kabupaten Karanganyar Bagian Timur : commit to user

digilib.uns.ac.id

81 Gambar 4.16 Kondisi halte yang terbengkalai dan tidak ramah bagi wisatawan berkebutuhan khusus

Sumber : Dokumentasi Penelti, 2021

Berdasarkan hasil analisis di atas, Tingkat Kesiapan Aksesibilitas wisata di Kabupaten Karanganyar bagian Timur dalam hal keterlibatan Stakeholder terkait memiliki kesiapan yang sedang dengan perolehan 2 poin.

4.2.4.2 Pembiayaan

Berdasarkan hasil analisis penulis, pendanaan dalam mendukung penyelenggaraan aksesibilitas wisata di Kabupaten Karanganyar pada Tahun 2018 dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.12 Ketersediaan dan Sumber Pembiayaan dalam Pengelolaan Aksesibilitas Wisata di Kabupaten Karanganyar Tahun 2018

No Uraian Kegiatan Besar Anggaran Lembaga Sumber

Dana 1 Peningkatan Pengelolaan Terminal

Angkutan darat

Rp 352.800.000,00 DISHUB-PKP APBD 2018 2 Pengaturan, Pengendalian dan Penataan

Kegiatan Perparkiran

Rp 60.000.000,00 DISHUB-PKP APBD 2018 3 Pengadaan Guard rill jalan menuju Candi

Cetho

Rp 150.000.000,00 DISHUB-PKP APBD 2018 4 Pengadaan Rambu Lalu Lintas Kawasan

Terminal Wisata

Rp 20.000.000,00 DISHUB-PKP APBD 2018

5 Penyelenggaraan WTN Rp 40.000.000,00 DISHUB-PKP APBD 2018

6 Peningkatan Pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran pariwisata

Rp 10.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 7 Pengembangan Jaringan Kerjasama promosi

pariwisata

Rp 25.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 8 Pengembangan Promosi dan Penyediaan

Materi Promosi Wisata

Rp 185.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 9 Fasilitasi Media Promosi Wisata Rp 50.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 10 Pengembangan Daya Tarik Wisata Candi

Sukuh, Ngargoyoso

Rp 1.080.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 11 Peningkatan Pembangunan sarana dan

Prasarana Pariwisata di Candi Sukuh, Candi Ceto dan Taman Saraswati

Rp 20.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018

commit to user

digilib.uns.ac.id

82 12 Rehabilitasi Sarana Prasarana Daya Tarik

Wisata Sapta Tirta Pablengan, Matesih

Rp 57.500.000,00 DISPARPORA APBD 2018 13 Pendataan dan Monev Usaha Pariwisata Rp 31.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 14 Pemantauan Pos Retribusi di Obyek Wisata

Kabupaten Karanganyar

Rp 244.964.000,00 DISPARPORA APBD 2018 15 Pengembangan Sarana Prasarana Destinasi

Pariwisata di Sekipan, Pertapaan Pringgondani, dan Cemoro Kandang

Rp 91.250.000,00 DISPARPORA APBD 2018

16 Pengembangan Saka Pariwisata Rp 10.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 17 Penyediaan Tiket Retribusi Masuk daya

Tarik Wisata

Rp 53.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 18 Pembinaan dan Pengembangan Kelompok

Usaha Ekonomi Kreatif di Kawasan Wisata

Rp 25.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 19 Pemantauan Penerapan Standar Kelayakan

Usaha Pariwisata

Rp 10.686.000,00 DISPARPORA APBD 2018 20 Pengembangan Sadar Wisata Rp 25.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 21 Penyusunan Perda Pengembangan Sumber

Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Rp 45.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 TOTAL PEMBIAYAAN RP 2.586.200.000,00

Sumber : Laporan Realisasi Anggaran SKPD Kabupaten Karanganyar tahun 2018

Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa sumber pembiayaan untuk Pengelolaan Aksesibilitas Wisata di Kabupaten Karanganyar Tahun 2018 hanya berasal dari APBD Kabupaten Karanganyar, tepatnya berasal dari Dana Alokasi Khusus APBD Tahun anggaran 2018 sebesar Rp 2.586.200.000,00. Hal ini selaras dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk memanfaatkan pendanaan pariwisata untuk memaksimalkan penyelenggaraan sarana dan prasarana pariwisata di Kabupaten Karanganyar. Selain untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, strategi ini juga bertujuan untuk menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Karanganyar khususnya di bidang Pariwisata. Sedangkan untuk pembiayaan yang berasal dari swasta/ investor lebih banyak mengarah ke pembiayaan untuk membangun daya tarik wisata baru salah satu contohnya adalah Obyek Wisata Tenggir Park yang terletak di Dusun Pabongan, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Untuk itu, dapat disimpulkan bahwa sub variabel pembiayaan juga hanya mendapatkan 2 poin dengan tikat kesiapan yang sedang.

Dalam dokumen BAB 4 DATA DAN ANALISIS (Halaman 29-33)

Dokumen terkait