4.2.3 Informasi Mengenai Obyek Wisata
4.2.4.1 Stakeholder terkait
Dalam penyelenggaraan aksesibilitas wisata di Kabupaten Karanganyar bagian Timur stakeholder yang berperan langsung dalam manajemen aksesibilitas wisata Khususnya di Kabupaten Karanganyar bagian Timur adalah DISHUP-PKP dan DISPARPORA Kabupaten Karanganyar. Berikut merupakan hasil analisis penulis terhadap Peran Stakeholder terkait dalam mengelola aksesibilitas wisata dalam upaya mengintegrasikan obyek wisata di Karanganyar Bagian Timur :
Tabel 4.11 Analisis Peran Stakeholder terkait dalam mengelola aksesibilitas wisata dalam upaya mengintegrasikan obyek wisata di Karanganyar Bagian Timur tahun 2018
No Nama Program dan Kegiatan Target Kinerja
Terlaksana/
Tidak
Lembaga 1 Peningkatan Pengelolaan Terminal
Angkutan darat
12 bulan Terlaksana DISHUB-PKP
2 Pengaturan, Pengendalian dan Penataan Kegiatan Perparkiran
12 bulan Terlaksana DISHUB-PKP
3 Pengadaan Guard rill jalan menuju Candi Cetho
1 Kali Terlaksana DISHUB-PKP
4 Pengadaan Rambu Lalu Lintas Kawasan Terminal Wisata
- Terlaksana DISHUB-PKP
5 Penyelenggaraan WTN 12 bulan Terlaksana DISHUB-PKP
6 Peningkatan Pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran pariwisata
1 Kali Terlaksana DISPARPORA
7 Pengembangan Jaringan Kerjasama promosi pariwisata
1 Kegiatan Terlaksana DISPARPORA 8 Pengembangan Promosi dan
Penyediaan Materi Promosi Wisata
Menghasilkan sebanyak 2500 leaflet pariwisata, 1174
kalender of event, 1 paket video promosi pariwisata
Terlaksana DISPARPORA
9 Fasilitasi Media Promosi Wisata 1 Kegiatan Terlaksana DISPARPORA 10 Pengembangan Daya Tarik Wisata
Candi Sukuh, Ngargoyoso
Telaksana di 1 Lokasi (Candi Sukuh)
Terlaksana DISPARPORA 11 Peningkatan Pembangunan sarana dan
Prasarana Pariwisata di Candi Sukuh, Candi Ceto dan Taman Saraswati
Terlaksana di 3 lokasi : (Candi sukuh, Candi Ceto,
dan Taman Saraswati)
Terlaksana DISPARPORA
12 Rehabilitasi Sarana Prasarana Daya Tarik Wisata Sapta Tirta Pablengan, Matesih
Telaksana di 1 Lokasi (Sapta Tirta Pablengan)
Terlaksana DISPARPORA
13 Pendataan dan Monev Usaha Pariwisata
6 KSPK Terlaksana DISPARPORA
14 Pemantauan Pos Retribusi di Obyek Wisata Kabupaten Karanganyar
1 Tahun Terlaksana DISPARPORA
15 Pengembangan Sarana Prasarana Destinasi Pariwisata di Sekipan, Pertapaan Pringgondani, dan Cemoro Kandang
Terlaksana di 3 lokasi : (Sekipan, Pertapaan pringgondani, dan cemoro
kandang)
Terlaksana DISPARPORA
16 Pengembangan Saka Pariwisata 1 Kegiatan Terlaksana DISPARPORA
17 Penyediaan Tiket Retribusi Masuk daya Tarik Wisata
Menyediakan 5062 buku tiket
Terlaksana DISPARPORA 18 Pembinaan dan Pengembangan
Kelompok Usaha Ekonomi Kreatif di Kawasan Wisata
1 kegiatan Terlaksana DISPARPORA
commit to user
digilib.uns.ac.id
79 19 Pemantauan Penerapan Standar
Kelayakan Usaha Pariwisata
1 tahun (12 bulan) Terlaksana DISPARPORA
20 Pengembangan Sadar Wisata 2 kegiatan Terlaksana DISPARPORA
21 Penyusunan Perda Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
1 kegiatan Terlaksana DISPARPORA
Sumber : Hasil Analisis Peneliti, 2021 Dari tabel di atas diketahui bahwa pada tahun 2018 kedua stakeholder tersebut dapat melaksanakan seluruh tugasnya terutama dalam mengelola aksesibilitas wisata dalam upaya mengintegrasikan obyek wisata di Karanganyar Bagian Timur tahun 2018. Namun kedua stakeholder tersebut masih kualahan dalam melakukan pengawasan dan pemeliharaan. Hal tersebut dapat diketahui dari beberapa hal diantaranya :
1. Kondisi Sarana TIC Makuthoromo yang tidak terawat dan Pelayanannya yang kurang memuaskan
Kondisi sarana di TIC Makuthoromo cukup memprihatinkan dan kurang terawat.
Bangunan yang menghabiskan dana sebanyak Rp 10.129.159.000,00 dan digadang-gadang pemerintah untuk menjadi gerbang masuk pariwisata dan sebagai sarana untuk mengintegrasikan pariwisata di Kabupaten Karanganyar ini nyatanya hanya beroperasi selama beberapa tahun sebelum pada akhirnya menjadi terbengkalai. Banyak kios-kios yang mulai ditinggalkan oleh pemiliknya, kondisi bangunan rusak, minimnya pelayanan yang diberikan (tidak ada pegawai kebersihan, pegawai TIC, dan staff lainnya yang berjaga di tempat selama 24 jam), dan tidak ada lagi wisatawan yang berhenti di terminal wisata ini untuk melanjutkan perjalanan dan berpindah moda dari Bus berskala besar ke moda transportasi pariwisata yang lebih kecil (angkutan L300) yang sudah disediakan oleh pemerintah.
Berikut merupakan kondisi sarana dan prasarana di TIC Makuthoromo yang cenderung terbengkalai :
Gambar 4.13 Kondisi TIC Makuthoromo yang kosong, banyak toko oleh-oleh yang tutup dan tidak ada Pegawai TIC yang berjaga untuk melayani pengunjung
Sumber : Dokumentasi Peneliti, 2021 commit to user
digilib.uns.ac.id
80
Gambar 4.14 Kondisi bangunan TIC Makuthoromo yang terbengkalai dan Kotor Sumber : Dokumentasi Peneliti, 2021
2. Kurangnya perawatan dan pemeliharaan terhadap Papan Informasi Wisata
Keberadaan Papan informasi wisata merupakan salah satu hal yang penting yang mendukung adanya integrasi antar obyek wisata. Namun terdapat beberapa papan informasi wisata di Kabupaten Karanganyar yang justru kondisinya memprihatinkan, mulai dari warnanya yang sudah mulai pudar, tertutup pohon sehingga tidak mudah dilihat, bahkan ada pula yang dibiarkan rusak dan terbengkalai seperti pada gambar di bawah ini :
Gambar 4.15 Kondisi papan informasi wisata yang Rusak dan Terbengkalai Sumber : Dokumentasi Peneliti, 2021
3. Kurangnya pemeliharaan dan perawatan pada sarana transportasi umum
Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga masih kurang memperhatikan kondisi sarana dan prasarana transportasi umum yang ada. Hal ini dibuktikan dengan hasil kuisioner yang menyatakan bahwa tingkat kenyamanan angkutan umum yang masih sedang), serta minimnya sarana prasarana bagi kaum berkebutuhan khusus (difabel, orang lanjut usia dan anak usia dini). Berikut merupakan gambaran mengenai kurangnya pemeliharaan dan perawatan pada sarana transportasi umum yang ada di Kabupaten Karanganyar Bagian Timur : commit to user
digilib.uns.ac.id
81 Gambar 4.16 Kondisi halte yang terbengkalai dan tidak ramah bagi wisatawan berkebutuhan khusus
Sumber : Dokumentasi Penelti, 2021
Berdasarkan hasil analisis di atas, Tingkat Kesiapan Aksesibilitas wisata di Kabupaten Karanganyar bagian Timur dalam hal keterlibatan Stakeholder terkait memiliki kesiapan yang sedang dengan perolehan 2 poin.
4.2.4.2 Pembiayaan
Berdasarkan hasil analisis penulis, pendanaan dalam mendukung penyelenggaraan aksesibilitas wisata di Kabupaten Karanganyar pada Tahun 2018 dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.12 Ketersediaan dan Sumber Pembiayaan dalam Pengelolaan Aksesibilitas Wisata di Kabupaten Karanganyar Tahun 2018
No Uraian Kegiatan Besar Anggaran Lembaga Sumber
Dana 1 Peningkatan Pengelolaan Terminal
Angkutan darat
Rp 352.800.000,00 DISHUB-PKP APBD 2018 2 Pengaturan, Pengendalian dan Penataan
Kegiatan Perparkiran
Rp 60.000.000,00 DISHUB-PKP APBD 2018 3 Pengadaan Guard rill jalan menuju Candi
Cetho
Rp 150.000.000,00 DISHUB-PKP APBD 2018 4 Pengadaan Rambu Lalu Lintas Kawasan
Terminal Wisata
Rp 20.000.000,00 DISHUB-PKP APBD 2018
5 Penyelenggaraan WTN Rp 40.000.000,00 DISHUB-PKP APBD 2018
6 Peningkatan Pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran pariwisata
Rp 10.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 7 Pengembangan Jaringan Kerjasama promosi
pariwisata
Rp 25.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 8 Pengembangan Promosi dan Penyediaan
Materi Promosi Wisata
Rp 185.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 9 Fasilitasi Media Promosi Wisata Rp 50.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 10 Pengembangan Daya Tarik Wisata Candi
Sukuh, Ngargoyoso
Rp 1.080.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 11 Peningkatan Pembangunan sarana dan
Prasarana Pariwisata di Candi Sukuh, Candi Ceto dan Taman Saraswati
Rp 20.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018
commit to user
digilib.uns.ac.id
82 12 Rehabilitasi Sarana Prasarana Daya Tarik
Wisata Sapta Tirta Pablengan, Matesih
Rp 57.500.000,00 DISPARPORA APBD 2018 13 Pendataan dan Monev Usaha Pariwisata Rp 31.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 14 Pemantauan Pos Retribusi di Obyek Wisata
Kabupaten Karanganyar
Rp 244.964.000,00 DISPARPORA APBD 2018 15 Pengembangan Sarana Prasarana Destinasi
Pariwisata di Sekipan, Pertapaan Pringgondani, dan Cemoro Kandang
Rp 91.250.000,00 DISPARPORA APBD 2018
16 Pengembangan Saka Pariwisata Rp 10.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 17 Penyediaan Tiket Retribusi Masuk daya
Tarik Wisata
Rp 53.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 18 Pembinaan dan Pengembangan Kelompok
Usaha Ekonomi Kreatif di Kawasan Wisata
Rp 25.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 19 Pemantauan Penerapan Standar Kelayakan
Usaha Pariwisata
Rp 10.686.000,00 DISPARPORA APBD 2018 20 Pengembangan Sadar Wisata Rp 25.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 21 Penyusunan Perda Pengembangan Sumber
Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Rp 45.000.000,00 DISPARPORA APBD 2018 TOTAL PEMBIAYAAN RP 2.586.200.000,00
Sumber : Laporan Realisasi Anggaran SKPD Kabupaten Karanganyar tahun 2018
Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa sumber pembiayaan untuk Pengelolaan Aksesibilitas Wisata di Kabupaten Karanganyar Tahun 2018 hanya berasal dari APBD Kabupaten Karanganyar, tepatnya berasal dari Dana Alokasi Khusus APBD Tahun anggaran 2018 sebesar Rp 2.586.200.000,00. Hal ini selaras dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk memanfaatkan pendanaan pariwisata untuk memaksimalkan penyelenggaraan sarana dan prasarana pariwisata di Kabupaten Karanganyar. Selain untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, strategi ini juga bertujuan untuk menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Karanganyar khususnya di bidang Pariwisata. Sedangkan untuk pembiayaan yang berasal dari swasta/ investor lebih banyak mengarah ke pembiayaan untuk membangun daya tarik wisata baru salah satu contohnya adalah Obyek Wisata Tenggir Park yang terletak di Dusun Pabongan, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Untuk itu, dapat disimpulkan bahwa sub variabel pembiayaan juga hanya mendapatkan 2 poin dengan tikat kesiapan yang sedang.