NO KOMPONEN ASPEK INDIKATOR SNP PETUNJUK SUPERVISI:
Komponen, aspek, dan indikator yang disupervisi dianalisis dalam bidang-bidang: perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan tindak lanjut. Pendalaman analisis
menggunakan strategi bertanya: apa, bagaimana,
mengapa, dimana, siapa, kapan, dan sebagainya.
Petugas menulis hal-hal esensi di dalam kolom di bawah ini sesuai fakta di lapangan, baik dalam bentuk kualitatif maupun kuantitatif mengenai: keterlaksanaan, keberhasilan, hambatan, dukungan, dll 1. Kerangka Dasar Kurikulum Muatan Kurikulum
Isi muata kurikulum: Mata Pelajaran., Muatan Lokal.,
Pengaturan Beban Belajar, Ketuntasan Belajar, Kenaikan Kelas dan Kelulusan, Pendidikan Kecakapan Hidup, Pendidikan Berbasis
Keunggulan Lokal Dan lainnya Jumlah atau jenis panduan pelaksanaan Muatan kurikulum sekolah, yaitu panduan: Mata Pelajaran., Muatan Lokal.,
Kegiatan Pengembangan Diri., Pengaturan Beban Belajar, Ketuntasan Belajar, Kenaikan Kelas dan Kelulusan, Pendidikan Kecakapan Hidup, Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal Dan lainnya Prinsip Pengem-bangan Kurikulum Prinsip/keharusan melibatkan/bersama pihak-pihak
terkait (Guru serumpun,
MGMPS, MGMPK, PT, LPMP, Dinas Pendidikan, JarKur, Komite Sekolah, dll)
Prinsip/keharusan mengacu pada standar kompetensi lulusan dan standar isi dengan pedoman: panduan KURIKULUM, UUSPN 20/2003, PP 19/2005, Permen 22/2006, Permen 23/2006, Panduan KURIKULUM, dll Prinsip umum yang harus dipergunakan adalah mengacu kepada :
Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan siswa dan lingkungannya.
Beragam dan terpadu. Tanggap terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
Menyeluruh dan berkesinambungan. Belajar sepanjang hayat, Seimbang antara kepentingan
pusat dan daerah. Prinsip/keharusan ketersediaan referensi
Prinsip multi strategi dalam pengembangan kurikulum SNP melalui:
Workshop/seminar orientasi, sosialisasi, dan pemahaman SKL, SI, dan lainnya yang relevan
Workshop
pengembangan/penyusunan kurikulum
Validasi hasil penyusunan kurikulum
Workshop review dan penyempurnaan
Pendokumentasian hasil akhir penyusunan kurikulum Prinsip
Pelak-sanaan kuriku-lum
Prinsip-prinsip umum dalam pelaksanaan kurikulum SNP dalam bentuk pengajaran adalah: Siswa harus mendapatkan
layanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis, dan menyenangkan.
Menegakkan 5 pilar belajar Siswa mendapatkan layanan
yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan atau percepatan.
Suasana hubungan siswa dan guru yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat. Menggunakan pendekatan
multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.
Mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya, serta kekayaan daerah.
Diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antar kelas dan jenis serta jenjang pendidikan.
Penggunaan multimedia dalam pelaksanaan kurikulum Ketersediaan
referensi/pedoman/acuan/sumb er daya umum
2. Struktur Kuriku-lum Pendi-dikan Umum Struktur kurikul-um
Isi/muatan struktur kurikulum SNP dan penyusunannya: Memiliki struktur kurikulum
yang memuat 10 mata pelajaran umum dengan alokasi waktu (jumlah jam per mapel) tiap mapel Memiliki struktur kurikulum
yang ditambah dengan muatan lokal dan alokasi waktunya
Penyusunan muatan lokal yang melibatkan berbagai pihak
Memiliki struktur kurikulum yang memuat program pengembangan diri. Penyusunan program
pengembangan diri yang melibatkan berbagai pihak Memiliki struktur kurikulum
yang memuat Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL)
Penyusunan PBKL melibatkan berbagai pihak
Ketersediaan referensi umum Keterlaksanaan program muatan lokal Keberadaan program pengembangan diri Keterlaksanaan program pengembangan diri Keberadaan program PBKL Keterlaksanaan program PBKL Standar dan kompe-tensi dasar
Penjabaran KI dan KD mata pelajaran SNP: untuk 10 mata pelajaran pokok yaitu: Pendidikan Agama, PKn, Bhs Indonesia, Bhs Inggris, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, dan TIK/Keterampilan
Memiliki dokumen Kompetensi Inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap mata pelajaran/program pendidikan lain: Muatan Lokal
Memiliki dokumen Kompetensi Inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap mata pelajaran/program pendidikan lain: PBKL, 3. Beban belajar Tatap muka Penerapan kegiatan pembelajaran sesuai dengan
ketentuan beban belajar yaitu dengan 3 ketentuan tatap muka: Satu jam pembelajaran tatap
muka berlangsung selama 40 menit.
Jumlah jam pembelajaran per minggu minimal 32 jam. Junlah minggu efektif per
tahun minimal 34 minggu. Jumlah jam mbelajaran per minggu
Jumlah minggu efektif per tahun Penugasan
terstruktur
Pemberian tugas-tugas terstruktur kepada siswa digunakan untuk : (1) Mencapai standar
kompetensi minimal nasional.
(2) Mendalami materi ajar. Kegi-atan
mandiri tidak terstruktur
Program kegiatan mandiri/tidak terstruktur :
Merupakan kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi oleh siswa.
Dirancang guru untuk mencapai kompetensi tertentu.
Waktu penyelesaiannya diatur oleh siswa sendiri. Waktu kegiatan bagi siswa
maksimal sesuai dengan ketentuan beban belajar pada tingkat SD/MI
Keberadaan program tidak terstruktur mapel SNP Keberadaan tujuan program tidak terstruktur mapel SNP
4. Kuriku-lum Tingkat Satuan Pendi-dikan (KTSP) Pe-ngem-bangan KTSP Pengembangan KTSP memenuhi ketentuan-ketentuan: Berdasarkan kerangka dasar
kurikulum, standar kompetensi, dan panduan penyusunan kurikulum. Di bawah koordinasi dan
supervisi Dinas Pendidikan yang bersangkutan untuk SD.MI.
Sesuai dengan potensi daerah, sosial budaya masyarakat, dan siswa. Dilakukan bersama Komite
Sekolah. Disahkan oleh Dinas
Pengem-bangan Silabus
Ketentuan penyusunan silabus mapel SNP adalah:
Penyusun/pengembang silabus mapel SNP: guru sendiri, MGMP sekolah, MGMP di luar sekolah. Dinas Pendidikan , pihak lain seperti: Puskur, Dit. PSMP, dsb
Dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Permendikbud No 22/2016
Disahkan sesuai dengan ketentuan
Sesuai dengan kondisi dan kemampuan sekolah Penggunaan referensi, buku,
dan pendukung relevan Penggandaan dan kepemilikian silabus mapel SNP didistribusikan kepada:
Guru yang bersangkutan Kepala sekolah/sekolah Dinas Pendidikan Kab/Kota Lainnya yang memerlukan Pendokumentasian silabus mapel SNP oleh sekolah:
Bentuk cetakan Bentuk file
Oleh semua pihak terkait Pengemba
ngan RPP
Ketentuan penyusunan RPP mapel SNP adalah: Penyusun/pengembang
silabus mapel SNP: guru sendiri, MGMP sekolah, MGMP di luar sekolah. Dinas Pendidikan , pihak lain seperti: Puskur, Dit. PSMP, dsb
Dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Permendiknas No 22/2016
Dikembangkan berdasarkan silabus masing-masing mapel Disahkan sesuai dengan
ketentuan
Sesuai dengan kondisi dan kemampuan sekolah Penggunaan referensi, buku,
dan pendukung relevan Penggandaan dan kepemilikian RPP mapel SNP didistribusikan kepada:
Guru yang bersangkutan Kepala sekolah/sekolah Dinas Pendidikan Kab/Kota
Lainnya yang memerlukan Pendokumentasian RPP mapel SNP oleh sekolah:
Bentuk cetakan Bentuk file
Oleh semua pihak terkait Kriteria
Ketun-tasan Minimal (KKM)
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) =75 untuk setiap mata pelajaran yang ditetapkan Faktor-faktor sebagai dasar menetapkan KKM untuk setiap mata pelajaran SNP 5. Kalen-der Pendi-dikan Alokasi waktu dan penetapan kalen-der pendi-dikan
Ketentuan dalam menyusun kalender pendidikan Sekolah. : Mencantumkan awal tahun
pelajaran.
Mengalokasikan minggu efektif belajar. Mengalokasikan waktu
pembelajaran efektif Mencantumkan hari libur. Disusun berdasarkan standar
isi dengan memperhatikan ketentuan dari
pemerintah/pemerintah daerah.