• Tidak ada hasil yang ditemukan

Standar Isi

Dalam dokumen Manajemen mutu madrasah ibtidaiyah (Halaman 39-45)

NO KOMPONEN ASPEK INDIKATOR SNP PETUNJUK SUPERVISI:

 Komponen, aspek, dan indikator yang disupervisi dianalisis dalam bidang-bidang: perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan tindak lanjut.  Pendalaman analisis

menggunakan strategi bertanya: apa, bagaimana,

mengapa, dimana, siapa, kapan, dan sebagainya.

 Petugas menulis hal-hal esensi di dalam kolom di bawah ini sesuai fakta di lapangan, baik dalam bentuk kualitatif maupun kuantitatif mengenai: keterlaksanaan, keberhasilan, hambatan, dukungan, dll 1. Kerangka Dasar Kurikulum Muatan Kurikulum

Isi muata kurikulum:  Mata Pelajaran.,  Muatan Lokal.,

 Pengaturan Beban Belajar,  Ketuntasan Belajar,  Kenaikan Kelas dan Kelulusan,  Pendidikan Kecakapan Hidup,  Pendidikan Berbasis

Keunggulan Lokal  Dan lainnya Jumlah atau jenis panduan pelaksanaan Muatan kurikulum sekolah, yaitu panduan:  Mata Pelajaran.,  Muatan Lokal.,

 Kegiatan Pengembangan Diri.,  Pengaturan Beban Belajar,  Ketuntasan Belajar,  Kenaikan Kelas dan Kelulusan,  Pendidikan Kecakapan Hidup,  Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal  Dan lainnya Prinsip Pengem-bangan Kurikulum Prinsip/keharusan melibatkan/bersama pihak-pihak

terkait (Guru serumpun,

MGMPS, MGMPK, PT, LPMP, Dinas Pendidikan, JarKur, Komite Sekolah, dll)

Prinsip/keharusan mengacu pada standar kompetensi lulusan dan standar isi dengan pedoman: panduan KURIKULUM, UUSPN 20/2003, PP 19/2005, Permen 22/2006, Permen 23/2006, Panduan KURIKULUM, dll Prinsip umum yang harus dipergunakan adalah mengacu kepada :

 Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan siswa dan lingkungannya.

 Beragam dan terpadu.  Tanggap terhadap

perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

 Relevan dengan kebutuhan kehidupan.

 Menyeluruh dan berkesinambungan.  Belajar sepanjang hayat,  Seimbang antara kepentingan

pusat dan daerah. Prinsip/keharusan ketersediaan referensi

Prinsip multi strategi dalam pengembangan kurikulum SNP melalui:

 Workshop/seminar orientasi, sosialisasi, dan pemahaman SKL, SI, dan lainnya yang relevan

 Workshop

pengembangan/penyusunan kurikulum

 Validasi hasil penyusunan kurikulum

 Workshop review dan penyempurnaan

 Pendokumentasian hasil akhir penyusunan kurikulum Prinsip

Pelak-sanaan kuriku-lum

Prinsip-prinsip umum dalam pelaksanaan kurikulum SNP dalam bentuk pengajaran adalah:  Siswa harus mendapatkan

layanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis, dan menyenangkan.

 Menegakkan 5 pilar belajar  Siswa mendapatkan layanan

yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan atau percepatan.

 Suasana hubungan siswa dan guru yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat.  Menggunakan pendekatan

multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.

 Mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya, serta kekayaan daerah.

 Diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antar kelas dan jenis serta jenjang pendidikan.

 Penggunaan multimedia dalam pelaksanaan kurikulum Ketersediaan

referensi/pedoman/acuan/sumb er daya umum

2. Struktur Kuriku-lum Pendi-dikan Umum Struktur kurikul-um

Isi/muatan struktur kurikulum SNP dan penyusunannya:  Memiliki struktur kurikulum

yang memuat 10 mata pelajaran umum dengan alokasi waktu (jumlah jam per mapel) tiap mapel  Memiliki struktur kurikulum

yang ditambah dengan muatan lokal dan alokasi waktunya

 Penyusunan muatan lokal yang melibatkan berbagai pihak

 Memiliki struktur kurikulum yang memuat program pengembangan diri.  Penyusunan program

pengembangan diri yang melibatkan berbagai pihak  Memiliki struktur kurikulum

yang memuat Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL)

 Penyusunan PBKL melibatkan berbagai pihak

Ketersediaan referensi umum Keterlaksanaan program muatan lokal Keberadaan program pengembangan diri Keterlaksanaan program pengembangan diri Keberadaan program PBKL Keterlaksanaan program PBKL Standar dan kompe-tensi dasar

Penjabaran KI dan KD mata pelajaran SNP: untuk 10 mata pelajaran pokok yaitu: Pendidikan Agama, PKn, Bhs Indonesia, Bhs Inggris, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, dan TIK/Keterampilan

Memiliki dokumen Kompetensi Inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap mata pelajaran/program pendidikan lain: Muatan Lokal

Memiliki dokumen Kompetensi Inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap mata pelajaran/program pendidikan lain: PBKL, 3. Beban belajar Tatap muka Penerapan kegiatan pembelajaran sesuai dengan

ketentuan beban belajar yaitu dengan 3 ketentuan tatap muka:  Satu jam pembelajaran tatap

muka berlangsung selama 40 menit.

 Jumlah jam pembelajaran per minggu minimal 32 jam.  Junlah minggu efektif per

tahun minimal 34 minggu. Jumlah jam mbelajaran per minggu

Jumlah minggu efektif per tahun Penugasan

terstruktur

Pemberian tugas-tugas terstruktur kepada siswa digunakan untuk : (1) Mencapai standar

kompetensi minimal nasional.

(2) Mendalami materi ajar. Kegi-atan

mandiri tidak terstruktur

Program kegiatan mandiri/tidak terstruktur :

 Merupakan kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi oleh siswa.

 Dirancang guru untuk mencapai kompetensi tertentu.

 Waktu penyelesaiannya diatur oleh siswa sendiri.  Waktu kegiatan bagi siswa

maksimal sesuai dengan ketentuan beban belajar pada tingkat SD/MI

Keberadaan program tidak terstruktur mapel SNP Keberadaan tujuan program tidak terstruktur mapel SNP

4. Kuriku-lum Tingkat Satuan Pendi-dikan (KTSP) Pe-ngem-bangan KTSP Pengembangan KTSP memenuhi ketentuan-ketentuan:  Berdasarkan kerangka dasar

kurikulum, standar kompetensi, dan panduan penyusunan kurikulum.  Di bawah koordinasi dan

supervisi Dinas Pendidikan yang bersangkutan untuk SD.MI.

 Sesuai dengan potensi daerah, sosial budaya masyarakat, dan siswa.  Dilakukan bersama Komite

Sekolah.  Disahkan oleh Dinas

Pengem-bangan Silabus

Ketentuan penyusunan silabus mapel SNP adalah:

 Penyusun/pengembang silabus mapel SNP: guru sendiri, MGMP sekolah, MGMP di luar sekolah. Dinas Pendidikan , pihak lain seperti: Puskur, Dit. PSMP, dsb

 Dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Permendikbud No 22/2016

 Disahkan sesuai dengan ketentuan

 Sesuai dengan kondisi dan kemampuan sekolah  Penggunaan referensi, buku,

dan pendukung relevan Penggandaan dan kepemilikian silabus mapel SNP didistribusikan kepada:

 Guru yang bersangkutan  Kepala sekolah/sekolah  Dinas Pendidikan Kab/Kota  Lainnya yang memerlukan Pendokumentasian silabus mapel SNP oleh sekolah:

 Bentuk cetakan  Bentuk file

 Oleh semua pihak terkait Pengemba

ngan RPP

Ketentuan penyusunan RPP mapel SNP adalah:  Penyusun/pengembang

silabus mapel SNP: guru sendiri, MGMP sekolah, MGMP di luar sekolah. Dinas Pendidikan , pihak lain seperti: Puskur, Dit. PSMP, dsb

 Dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Permendiknas No 22/2016

 Dikembangkan berdasarkan silabus masing-masing mapel  Disahkan sesuai dengan

ketentuan

 Sesuai dengan kondisi dan kemampuan sekolah  Penggunaan referensi, buku,

dan pendukung relevan Penggandaan dan kepemilikian RPP mapel SNP didistribusikan kepada:

 Guru yang bersangkutan  Kepala sekolah/sekolah  Dinas Pendidikan Kab/Kota

 Lainnya yang memerlukan Pendokumentasian RPP mapel SNP oleh sekolah:

 Bentuk cetakan  Bentuk file

 Oleh semua pihak terkait Kriteria

Ketun-tasan Minimal (KKM)

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) =75 untuk setiap mata pelajaran yang ditetapkan Faktor-faktor sebagai dasar menetapkan KKM untuk setiap mata pelajaran SNP 5. Kalen-der Pendi-dikan Alokasi waktu dan penetapan kalen-der pendi-dikan

Ketentuan dalam menyusun kalender pendidikan Sekolah. :  Mencantumkan awal tahun

pelajaran.

 Mengalokasikan minggu efektif belajar.  Mengalokasikan waktu

pembelajaran efektif  Mencantumkan hari libur.  Disusun berdasarkan standar

isi dengan memperhatikan ketentuan dari

pemerintah/pemerintah daerah.

Dalam dokumen Manajemen mutu madrasah ibtidaiyah (Halaman 39-45)

Dokumen terkait