C. Langkah-langkah Penyusunan RPP
I. Standar Kompetensi :
Sebelum menuliskan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) telebih dahulu mengkaji SK dan KD mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi, dengan memperhatikan hal-hal berikut:
1) urutan berdasarkan hierarki
konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI dalam lingkup semester;
2) keterkaitan antara standar
kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;
3) keterkaitan antara standar
SILABUS Contoh:
Nama Sekolah : ... Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : V/1
Standar Kompetensi : 2. Menggunakan pengukuran waktu, sudut, jarak dan kecepatan dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar Materi Pokok PembelajaranKegiatan Indikator Penilaian AlokasiWaktu
Sumber/ Bahan/ Alat 2.1. Menuliskan tanda waktu dengan menggunakan notasi 24 jam
c. Mengidentifikasi Materi Pokok
Dalam mengidentifikasi materi pokok harus dipertimbangkan:
1) potensi peserta didik;
2) relevansi dengan karakteristik
daerah,
3) tingkat perkembangan fisik,
intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik;
4) kebermanfaatan bagi peserta
didik;
5) struktur keilmuan;
6) aktualitas, kedalaman, dan
keluasan materi pembelajaran;
7) relevansi dengan kebutuhan
peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan
8) alokasi waktu yang tersedia.
Selain itu juga harus memperhatikan:
b. Tingkat kepentingan (significance): materi yang diajarkan memang benar-benar diperlukan oleh siswa
c. Kebermanfaatan (utility): materi tersebut memberikan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan pada jenjang berikutnya
d. Layak dipelajari (learnability): materi layak dipelajari baik dari aspek tingkat kesulitan maupun aspek pemanfaatan bahan ajar dan kondisi setempat
e. Menarik minat (interest): materinya menarik minat siswa dan memotivasinya untuk mempelejari lebih lanjut
Contoh:
Nama Sekolah :
Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : V/1
Standar Kompetensi : 2. Menggunakan pengukuran waktu, sudut, jarak dan kecepatan dalam pemecahan masalah
Kompetensi
Dasar Materi Pokok
Kegiatan Pembe
lajaran Indikator Penilaian
Alokasi Waktu Sumber/ Bahan 2.1. Menuliskan tanda waktu dengan menggunakan notasi 24 jam Pengukuran (waktu, sudut, jarak dan kecepatan)
d. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.
1) Kegiatan pembelajaran disusun
untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
2) Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
3) Penentuan urutan kegiatan
pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
4) Rumusan pernyataan dalam
kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.
5) Kegiatan pembelajaran disusun
berdasarkan atas satu tuntutan kompetensi dasar secara utuh. e. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup: sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
Kriteria indikator:
Sesuai tingkat perkembangan berpikir siswa.
Berkaitan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Memperhatikan aspek manfaat dalam kehidupan sehari-hari (life skills)
Harus dapat menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa secara utuh (kognitif, afektif, dan psikomotor).
Memperhatikan sumber-sumber belajar yang relevan.
Dapat diukur/dapat dikuantifikasi.
Memperhatikan ketercapaian standar lulusan secara nasional.
Menggunakan kata kerja operasional.
• Tidak mengandung pengertian ganda (ambigu). f. Penilaian
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan prosentase pemenuhan indikator. Berdasarkan pada PP Nomor 19 tahun 2005 bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik terdiri atas ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian dilakukan dengan menggunakan teknik tes dan non tes. Penilaian dengan tes dapat berbentuk tertulis, lisan dan perbuatan (praktik). Adapun penilaian dengan non tes dapat dilakukan dengan pengamatan, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk. Dalam rangka mendukung pelaksanaan penilaian yang bermakna dapat dilengkapi portofolio untuk masing-masing anak.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah sebagai berikut.
1) Penilaian diarahkan untuk
mengukur pencapaian kompetensi.
2) Penilaian menggunakan acuan
kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
3) Sistem yang direncanakan
adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dikuasai dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.
4) Hasil penilaian dianalisis untuk
menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan kegiatan pembelajaran berikutnya, program remedial bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan minimal, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.
5) Sistem penilaian harus
disesuaikan dengan pengalaman belajar yang diperoleh dalam kegiatan pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses
(keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.
6) Penilaian dapat dilakukan
secara: tes tertulis, lisan, perbuatan, penugasan, produk, dan pengamatan.
Bentuk instrumen penilaian dipilih sesuai dengan teknik/jenis penilaiannya. Beberapa contoh bentuk instrumen penilaian yang dapat dipilih sebagai berikut.
No Teknik/jenis Bentuk instrumen
1 Tes Tertulis Tes isian
Tes uraian
Tes Pilihan Ganda
Menjodohkan
Jawaban singkat
Benar-Salah
Dan lain-lain
2 Tes Lisan daftar pertanyaan
3 Tes Perbuatan (Unjuk Kerja) Tes Simulasi
Uji petik kerja produk
Uji petik kerja prosedur 4 Pengamatan/observasi Lembar observasi
Kuesioner
Skala sikap
5 Penugasan Tugas rumah
Tugas proyek
6 Produk Uji petik
7 Portofolio Dokumen pekerjaan, karya,
prestasi siswa g. Alokasi Waktu
Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. Alokasi waktu termasuk alokasi penilaian yang terintegrasi dalam pembelajaran.
h. Menentukan Sumber Belajar
Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
2. Silabus Tematik
Dalam pelaksanaan pengembangan silabus tematik, perlu dilakukan beberapa hal yang meliputi tahap perencanaan yang mencakup pemetaan kompetensi dasar (KD) dan pengembangan jaringan tema.
a. Pemetaan Kompetensi Dasar
Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi, dan kompetensi dasar dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Kegiatan yang dilakukan adalah:
1) Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator
Melakukan kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran ke dalam indikator. Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a) Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik b) Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran c) Dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat
diamati.
2) Menentukan tema
a) cara penentuan tema
Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni:
Cara pertama, mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran, dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai.
Cara kedua, menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan, untuk menentukan tema tersebut, guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.
1) Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa: 2) Dari yang termudah menuju yang sulit
3) Dari yang sederhana menuju yang kompleks 4) Dari yang konkret menuju ke yang abstrak.
5) Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa
6) Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan siswa, termasuk minat, kebutuhan, dan kemampuannya.
b. Identifikasi dan analisis Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator
Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator terbagi habis.
c. Menetapkan Jaringan Tema
Buatlah jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu. Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat kaitan antara tema, kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema.
d. Penyusunan Silabus Tematik
Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus tematik. Adapun tahapan dalam pengembangan silabus tematik analog dengan tahapan pada pengembangan silabus mata pelajaran. Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/alat/bahan.
Penjelasan:
1) silabus tematik disusun sesuai dengan format silabus mata pelajaran.
2) Dalam menyusun silabus tematis, ciptakan berbagai kegiatan yang sesuai dengan kompetensi dan tema. Kegiatan-kegiatan itu misalnya:
mengadakan kunjungan ke pasar, warung, pabrik
mendatangkan narasumber ke sekolah, misalnya polisi, dokter, tukang pos, tukang sayur, dan lain-lain.
3) Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan, jangan dipaksakan untuk dipadukan. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri.
4) Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. 5) Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca,
menulis, dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral.
6) Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, minat, lingkungan, dan daerah setempat.
7) Pengalokasian waktu pada pembelajaran tematik diatur dengan pembobotan, misalnya 50% untuk membaca, menulis permulaan dan berhitung, 15 % Pendidikan Agama dan 35 % untuk mata pelajaran lainnya
IV. PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
A. Pengertian RPP
Sebagaimana ditegaskan dalam PP nomor 19 tahun 2005 pasal 20 bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dijabarkan dari silabus, dan merupakan skenario proses pembelajaran untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa dalam upaya mencapai KD. Di dalam RPP tercermin kegiatan yang harus dilakukan guru dan siswa untuk mencapai kompetensi dasar.
Komponen RPP:
1. Kolom Identitas Mata Pelajaran 2. Standar Kompetensi
3. Kompetensi Dasar
4. Indikator pencapaian kompetensi 5. Tujuan Pembelajaran
6. Materi Ajar (Materi Pokok) 7. Metoda Pembelajaran
8. Langkah-langkah Pembelajaran 9. Alat/Bahan/Sumber Belajar 10.Penilaian
B. Prinsip Penyusunan RPP:
1. Berorientasi pada silabus mata pelajaran atau tematik.
2. Perumusan indikator pencapaian kompetensi, pemilihan materi pembelajaran, penyusunan urutan penyajian materi, serta penilaian hasil pembelajaran dilakukan dengan mengacu pada SK dan KD yang ada dalam silabus.
3. Memperhatikan perbedaan individual siswa.
4. RPP disusun dengan memperhatikan kemampuan prasyarat, kemampuan awal, keragaman tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, keragaman latar belakang budaya, norma dan tata nilai serta lingkungan sekolah.
5. RPP disusun dengan mempertimbangkan kemungkinan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi dan sistematis dalam pembelajaran. 6. Mendorong adanya pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
7. Proses pembelajaran dirancang dengan berfokus pada siswa untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar, serta budaya membaca, menulis dan berhitung.
8. Dalam penyusunan RPP harus dirancang adanya pemberian penguatan, umpan balik positif, pengayaan, dan remedial terhadap siswa untuk mengatasi hambatan belajar siswa.
9. RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar dalam satu keutuhan kegiatan.
10.RPP disusun dengan mengakomodasikan keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
C. Langkah-langkah Penyusunan RPP
Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mencakup langkah-langkah sebagai berikut:
1. Menuliskan identitas, meliputi: a. nama mata pelajaran, b. kelas/ semester,
c. jumlah pertemuan/pertemuan ke ... d. Alokasi Waktu
2. Menuliskan SK dan KD dari silabus mata pelajaran yang akan dicapai pada kegiatan pembelajaran tertentu.
3. Menuliskan indikator pencapaian kompetensi yang telah dirumuskan dalam silabus. 4. Merumuskan tujuan pembelajaran.
a. Merumuskan tujuan yang hendak dicapai setelah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan kalimat operasional yang dapat diamati dan diukur.
b. Rumusan tujuan terfokus pada pencapaian kompetensi dasar (KD) mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dikuasai siswa
setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran yang menjadi satu-kesatuan kompetensi yang utuh.
5. Merumuskan/memilih materi pokok pembelajaran
a. Rincian materi pokok pembelajaran berisikan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, yang dipilah, diklasifikasikan, dan atau dikelompokkan sebagai bahan/isi dalam kegiatan pembelajaran.
b. Rincian materi pembelajaran ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
6. Merumuskan metode pembelajaran
Merumuskan metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik kompetensi dasar, dan indikator pencapaian kompetensi dasar, dengan memanfaatkan berbagai metode yang sesuai dengan materi/bahan yang ada, lingkungan dan tingkat perkembangan anak.
7. Langkah pembelajaran
Menyusun secara sistematik rencana kegiatan pembelajaran yang meliputi kegiatan awal, inti, dan kegiatan akhir.
a. Kegiatan Awal
Kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian siswa agar siswa siap untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Kegiatan awal ini dilakukan dalam bentuk:
1) Menghubungkan pengalaman belajar atau pengetahuan awal siswa dengan cakupan materi yang akan dipelajari.
2) Penyampaian cakupan materi, kompetensi, indikator pencapaian kompetensi, dan relevansinya dengan praktik kehidupan sehari-hari.
b. Kegiatan Inti
Kegiatan inti merupakan proses di mana siswa mendapatkan fasilitas atau bantuan untuk mengembangkan potensi anak secara optimal dengan mencerna dan mempelajari materi dan atau struktur pembelajaran melalui pengaktifan respon dan kinerja siswa disertai penguatan dan umpan balik positip. Dalam merencanakan pelaksanaan proses pembelajaran pada tahapan kegiatan inti, pendidik perlu:
1) Menetapkan model, strategi, metode atau teknik pembelajaran sesuai dengan pendekatan yang berfokus pada siswa, ranah pembelajaran, serta karakteristik mata pelajaran.
2) Model, strategi, metode atau teknik yang dipilih harus interaktif, inspiratif, menantang, menyenangkan, memotivasi, dan mendorong minat siswa untuk secara mandiri, kritis, kreatif dan berkelanjutan menemukan sendiri pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang harus dikuasai.
3) Menyusun tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa secara individual maupun kelompok sebagai bagian terpadu dari pengalaman belajar siswa. Tugas yang dikembangkan hendaknya dapat menumbuhkan kreativitas, kemandirian, dan kemampuan berpikir kritis siswa, sesuai dengan karakteristik individu dan karakteristik tiap-tiap mata pelajaran.
Beragam pendekatan dan metode yang harus digunakan untuk mencapai pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
c. Kegiatan Akhir
Kegiatan ini dilakukan untuk mengakhiri suatu aktifitas pembelajaran. Kegiatan akhir yang dapat dilakukan oleh pendidik dan siswa, antara lain:
1) Membuat rangkuman tentang apa yang telah dibahas atau dipelajari. 2) Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap apa yang sudah dipelajari.
3) Melaksanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedial, penguatan, program pengayaan, atau penugasan baik secara individual maupun kelompok.
8. Menentukan media/alat dan sumber belajar
a. Menetapkan media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar baik buatan guru maupun pabrikan.
b. Menetapkan sarana prasarana yang diperlukan dalam kegiatan belajar (seperti lapangan olahraga, perpustakaan, kebun sekolah, laboratorium, dan sarana lainnya).
c. Menentukan sumber belajar, buku teks pelajaran, film, nara sumber, dan bahan referensi lain yang relevan dengan SK, KD, dan materi pembelajaran.
CONTOH
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : IV/1 Jumlah Pertemuan/ Pertemuan ke: I
Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit Standar Kompetensi 1.
Memahami dan menggunakan sifat – sifat operasi hitung bilangan dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar 1.2 Mengurutkan bilangan Indikator 1.2.1
Mengurutkan dan menyusun bilangan dari yang terkecil atau sebaliknya. I. Tujuan Pembelajaran:
1. Siswa dapat mengurutkan 10 bilangan cacah dari terkecil ke besar atau sebaliknya. 2. Siswa dapat mengurutkan sekelompok bilangan yang besarnya tidak berurutan. II Materi Pokok/Pembelajaran:
Operasi hitung bilangan III Metode Pembelajaran:
Diskusi, Tanya jawab, Pemberian tugas. IV Langkah-Langkah Pembelajaran:
A. Kegiatan Awal: ( 5 menit )
1. Memotivasi siswa dengan lagu “Rajin Belajar” ( Satu, dua, tiga … ) 2. Memberi tugas kepada siswa untuk menghitung secara urut
B. Kegiatan Inti : ( 40 menit )
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok
Setiap kelompok diberikan 5 kartu angka (1, 2, 3, 4, dan 5) Contoh :
Siswa dalam kelompok menyusun kartu angka membentuk 10 bilangan lima angka yang berbeda.
Siswa membaca dan mencatat bilangan yang terbentuk.
Siswa mengurutkan 10 bilangan yang terbentuk dari yang terkecil ke yang terbesar. Siswa meneruskan 8 bilangan selanjutnya dari sebuah bilangan yang dipilihnya sendiri secara berurutan.
Contoh: 12.54
4 ……. ……. ……. ……. …….
12.54 3
Permainan antar kelompok:
Satu orang siswa mewakili kelompoknya untuk berlomba menyusun kartu bilangan di depan kelas
Siswa yang dapat menyelesaikan tugas paling cepat yang dinyatakan menang dan beri hadiah.
C. Kegiatan Akhir: ( 5 menit )
Siswa membuat rangkuman hasil belajar tentang mengurutkan bilangan dari terkecil atau sebaliknya, serta hasil urutan bilangan yang tidak berurutan Misalnya ;
1. Urutan bilangan dari yang terbesar adalah bilangan yang dimulai dari nilai angka terbesar, diikuti oleh nilai angka terbesar berikutnya dan seterusnya.
2. Urutan bilangan dari yang terkecil adalah bilangan yang dimulai dari nilai angka terkecil, diikuti oleh nilai angka terkecil berikutnya dan seterusnya
Kegitan penguatan
V. Alat dan Sumber Belajar Alat : Kartu bilangan
Sumber: Buku Mata Pelajaran Matematika VI Penilaian : ( 20 menit )
Tes tertulis:
Soal Tes
1. Urutkan bilangan – bilangan di bawah ini mulai dari yang terkecil ! 10.234, 10.240, 10.238, 10.241, 10.236, 10.239, 10.235, 10.242, 10.237, 10.243.
2. Lengkapilah urutan bilangan di bawah ini !
. . . , . . . , . . . , 23.456, 23, 458, 23, 460, . . . , . . . , . . . .
3. Urutkan bilangan-bilangan dibawah ini mulai dari yang terbesar ! 30.946, 30.954, 30.949, 30.953, 30.948, 30.950, 30.952, 30.947, 30.951, 30.945.
4. Urutkan bilangan – bilangan di bawah ini mulai dari yang terkecil ! 15.025, 15,075, 14.000, 15.000, 14.250, 14.225, 14.275, 15.050, 16.000, 13.275.
5. Urutkan bilangan-bilangan di bawah ini mulai dari yang terbesar! 31.245, 42.252, 45.132, 22.245, 13.524, 23.245, 45.531, 32.542, 24.225, 24.235.
……….., ……….. 2007
Mengetahui: Guru Kelas,
Kepala Sekolah,
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 1. Urutkan bilangan-bilangan berikut mulai dari yang terkecil !
BILANGAN URUTAN 4.236, 2.137, 3.245 13.708, 11.465, 10.893 . . . , . . . , . . . , . . . . . . . , . . . ., . . ., . . . . . . . , . . . , . . . , . . . .
2. Urutkan bilangan-bilangan berikut mulai dari yang terbesar!
BILANGAN URUTAN
a. 17.261, 9.875, 13.062. b. 33.998, 40.025, 25.724
. . . , . . . , . . . . . . , . . . ., . . . .
Buatlah bilangan 5 angka dari angka – angka berikut:
Langkah-langkah Penyusunan RPP Tematik
Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) tematik mencakup langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menuliskan identitas, meliputi:
1) Tema,
2) kelas/ semester,
3) jumlah pertemuan/pertemuan ke ...
4) Alokasi Waktu
b. Menuliskan SK dan KD dari silabus tematik (beberapa matapelajaran) yang akan dicapai pada kegiatan pembelajaran tertentu.
c. Menuliskan indikator pencapaian kompetensi yang telah dirumuskan dalam silabus. d. Merumuskan tujuan pembelajaran.
1) Merumuskan tujuan yang hendak dicapai setelah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan kalimat operasional yang dapat diamati dan diukur.
2) Rumusan tujuan terfokus pada pencapaian kompetensi dasar (KD) mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dikuasai siswa setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran yang menjadi satu-kesatuan kompetensi yang utuh.
e. Merumuskan/memilih materi pokok/pembelajaran
1) Rincian materi pokok/pembelajaran berisikan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, yang dipilah, diklasifikasikan, dan atau dikelompokkan sebagai bahan/isi dalam kegiatan pembelajaran tematik. 2) Rincian materi pokok/pembelajaran ditulis dalam bentuk
butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
f. Merumuskan metode pembelajaran
Merumuskan metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik kompetensi dasar, dan indikator pencapaian kompetensi dasar, dengan memanfaatkan berbagai metode yang sesuai dengan materi/bahan yang ada, lingkungan dan tingkat perkembangan anak.
g. Langkah pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan kegiatan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan kurang lebih satu jam pelajaran (1 x 35 menit), kegiatan inti 3 jam pelajaran (3 x 35 menit) dan kegiatan penutup satu jam pelajaran (1 x 35 menit)
1) Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan
Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong siswa menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
Sifat dari kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita, kegiatan fisik/jasmani, dan menyanyi
2) Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca, tulis dan hitung. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal, kelompok kecil, ataupun