BAB II KAJIAN TEOR
B. Kepemimpinan
4. Standar Kualifikasi dan Kompetensi Kepala Sekolah
Standar Kepala Sekolah Madrasah ditetapkan dalam Permendiknas RI Nomor 13 Tahun 2007, tentang kualifikasi dan kompetensi Kepala sekolah/ Madrasah. Dalam Permendiknas tersebut disebutkan tentang kualifikasi Kepala Sekolah/Madrasah, yang terdiri atas kualifikasi umum dan kualifikasi khusus.
1) Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau non kependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi; 2) Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun; 3) Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnnya 5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing, kecuali di TK/RA memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA; dan
4) Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disertakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang.
b. Kualifikasi Khusus Kepala Sekolah/Madrasah
Adapun tentang kualifikasi kepala sekolah/madrasah adalah:47
1) Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA) adalah sebagai berikut:
Berstatus sebagai guru TK/RA
Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru TK/RA, dan
Memiliki sertifikasi Kepala TK/RA yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan pemerintah
2) Kepala Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) adalah sebagai berikut:
Berstatus sebagai guru SD/MI
Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SD/MI, dan
Memiliki sertifikasi Kepala SD/MI yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan pemerintah
3) Kepala Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) adalah sebagai berikut:
Berstatus sebagai guru SMP/MTs
Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMP/MTs, dan
Memiliki sertifikasi Kepala SMP/MTs yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan pemerintah
47
Heri Gunawan, Pendidikan Karakter “Konsep dan Implementasi (Bandung: Alfabeta, 2012), h. 173-174
4) Kepala Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) adalah sebagai berikut:
Berstatus sebagai guru SMA/MA
Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMA/MA, dan
Memiliki sertifikasi Kepala SMA/MA yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan pemerintah
5) Kepala Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) adalah sebagai berikut:
Berstatus sebagai guru SMK/MAK
Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK, dan
Memiliki sertifikasi Kepala SMK/MAK yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan pemerintah
6) Kepala Sekolah Dasar Luar Biasa/ Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa/ Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SDLB/SMPLB/SMALB) adalah sebagai berikut:
Berstatus sebagai guru SDLB/SMPLB/SMALB
Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SDLB/SMPLB/SMALB, dan
Memiliki sertifikasi Kepala SDLB/SMPLB/SMALB yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan pemerintah
7) Kepala Sekolah Indonesia Luar Negeri adalah sebagai berikut:
Memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 3 tahun sebagai kepala sekolah;
Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru pada salah satu satuan pendidikan;dan
Memiliki sertifikat kepala sekolah yang diterbitkan oleh lembaga yang telah ditetapkan pemerintah.48
Sebagaimana termaktub pada Permendikan Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah yaitu: bahwa standar kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah paling tidak memiliki lima kompetensi, yakni kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervise dan kompetensi social. Secara rinci
48
kompetensi-kompetensi yang dimiliki oleh kepala sekolah dapat dilihat pada table berikut ini:49
Tabel. 2.1 Kompetensi Guru
Dimensi Kompetensi Uraian Kompetensi
1. Kompetensi Kepribadian
o Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan
tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah;
o Memiliki integritas kepribadian sebagai
pemimpin;
o Memiliki keinginan yang kuat dalam
pengembangan diri sebagai kepala sekolah/madrasah;
o Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas
pokok dan fungsi;
o Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah
dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah/madrasah;
o Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai
pemimpin pendidikan 2. Kompetensi
Manajerial
o Menyusun perencanaan sekolah/mdrasah untuk
berbagai tingkatan perencanaan;
o Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah
sesuai dengan kebutuhan;
o Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka
pendayagunaan sumber daya sekolah/madrasah secara optimal;
o Mengelola perubahan dan pengembangan
49
sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajaran yang lebih efektif;
o Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah
yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik;
o Mengelola guru dan staf dalam rangka
pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal;
o Mengelola sarana dan prasarana sekolah/madrasah
dalam rangka pendayagunaan secara optimal;
o Mengelola hubungan sekolah/madrasah dan
masyarakat dalam rangka pendirian dukungan ide, sumber belajar dan pembinaan sekolah/madrasah;
o Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik;
o Mengelola pengembangan kurikulum dan
kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional;
o Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai
dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan dan efisien;
o Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam
mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah;
o Mengelolah unit layanan khusus
sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah;
o Mengelolah system informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan program dan
pengambilan keputusan;
o Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi
peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah;
o Melakukan monitoring, evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjut.
3. Kompetensi Kewirausahaan
o Menciptakan inovasi yang berguna bagi
pengembangan sekolah/madrasah;
o Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan
sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif;
o Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam
melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah;
o Pantang menyerah dan selalu mencari solusi
terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah;
o Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola
kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik.
4. Kompetensi Supervisi
o Merencanakan program supervise akademik
dalam rangka peningkatan profesionalisme guru;
o Melaksanakan supervise akademik terhadap guru
dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervise yang tepat;
o Menindaklanjuti hasil supervise akdemik terhadap
guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.
5. Kompetensi Sosial o Bekerja sama dengan pihak lain untuk
kepentingan sekolah/madrasah;
o Berpartisipasi dalam kegiatan social
kemasyarakatan;
o Memiliki kepekaan social terhadap orang atau
kelompok lain.
Pada dasarnya ada 33 kompetensi kepala sekolah yang harus mampu dilaksanakan oleh kepala sekolah. Mengingat begitu banyaknya kompetensi yang harus dilakukan, maka perlu kiranya kepala sekolah memiliki sebuah prosedur yang jelas untuk melakukan dan mengevaluasinya. Dengan demikian pada pembahasan ini akan dideskripsikan mengenai pendekatan, strategi, instrument evaluasi, pelaksanaan evaluasi, analisis hasil evaluasi dan merumuskan rencana tindak lanjut (RKTL) yang harus dilakukan oleh seorang kepala sekolah.50
Semua kompetensi di atas diharapkan tercermin pada diri seorang Kepala Sekolah/Madrasah dalam melaksanakan tugas dan perannya untuk menciptakan sekolah yang berkualitas dan unggul dan kompetitif, mampu berdaya saing dan berdaya
sanding. Baik dengan sekolah/madrasah pada level yang lebih tinggi. Standar minimal
tugas dan peran seorang kepala sekolah harus melaksanakan pengembangan sekolah oleh karena itu kepala sekolah harus tahu betul apa yang menjadi target keberhasilan dari kegiatan pengembangan sekolah yang dilakukannya.
5. Peran kepala Sekolah dalam Menyukseskan Implementasi Pendidikan