• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. Tarif Kerja Lembur

2.7. Proses Produks

2.7.1. Standar Mutu Bahan /Produk

LNG adalah singkatan dari Liquified Natural Gas yang artinya adalah gas alam yang dicairkan. Seperti yang diketahui bahwa PT. Arun LNG adalah suatu perusahaan yang mengolah LNG, disamping menghasilkan Kondensat (Condensate) sebagai produk sampingan.

Adapun komposisi dari produk kilang gas PT. Arun LNG adalah sebagai berikut :

Liquified Natural Gas (LNG)

LNG mempunyai komposisi paling dominan adalah methane (CH4) serta

sedikit ethana (C2H6). Typical komposisi LNG yang dihasilkan PT. Arun LNG

Tabel 2.2. Komposisi LNG Komposisi % Mol N2 (Nitrogen) 0,957 CH4 (Metana) 70,747 CO2 (Karbon Dioksida) 22,369 C2H6 (Etana) 3,666 C3H8 (Propana) 1,183 i-C4H10 (Iso-Butana) 0,277 n-C4H10 (Normal-Butana) 0,322 i- C5H12 (Iso-Pentana) 0,149 n-C5H12 (Normal-Pentana) 0,091 nC6+ 0,239 Total 100

Sumber : Production Division Laboratory, PT. Arun LNG

Untuk mencairkan gas alam ini dilakukan dengan proses pendinginan dengan ekspansi pada temperature yang sangat rendah sekali yang disebut sebagai

Criyogenic Temperature yaitu -160o C pada tekanan atmosfir.

Gas alam pada kondisi tersebut diatas akan berubah menjadi cairan dengan perbandingan volume 630 : 1, yang artinya apabila 630 cuft gas alam tersebut dicairkan, maka akan mengasilkan 1 cuft gas alam cair. Jadi tujuan pencairan gas alam ini adalah untuk mempertinggi efisiensi penyimpanan dan pengangkutan (transportasi) dari negara penghasil ke negara konsumen.

Kondensat

Selain menghasilkan LNG, PT Arun LNG juga menghasilkan kondensat sebagai produk samping yang merupakan fraksi-fraksi hidrokarbon berat yang terikut bersama-sama gas alam dari sumber ladang gas Arun. Kondensat yang diproduksi harus memenuhi persyaratan yang ditentukan yaitu mempunyai RVP 13 Psia max, pada temperatur 100oF (37,8 oC) dan SG 0,75 (52 oAPI). Adapun

Komposisi kondensat yang diproduksi PT Arun LNG dapat dilihat pada Table 2.3. di bawah ini :

Tabel 2.3. Komposisi Kondensat

Komposisi % Mol % Volume % Berat

C2 (Etana) 0,294 0,190 0,100 C3 (propana) 0,445 0,296 0,223 Total C4 (Butana) 17,223 13,331 11,373 Total C5 (Pentana) 21,997 19,376 18,032 Total C6+ 60,041 66,807 70,271 Total 100 100 100

Sumber : Production Division Laboratory, PT. Arun LNG

Produk kondensat umumnya diekspor ke negara-negara seperti : Jepang, Singapura, Amerika, Australia, Perancis dan Selandia Baru. Di negara-negara tersebut, kondensat digunakan sebagai bahan baku industri petrokimia yang berguna sebagai penghasil polimer, plastik, pelarut dan sebagainya atau dapat juga diolah kembali pada kilang minyak untuk dijadikan bahan bakar minyak.

Liquified Petroleum Gas (LPG)

LPG adalah gas dari hasil destilasi Crude Oil yang dicairkan dan merupakan hasil sampingan dari hasil proses fraksinasi minyak bumi, dimana sebelumnya fraksi-fraksi hidrokarbon ringan ini hanya dibakar di flare. Tetapi dengan adanya diversifikasi energi, maka gas ini bermanfaat sebagi salah satu sumber energi.

Adapun secara umum LPG dapat diperoleh dari dua sumber : a. Dari sumber gas alam (Gas Field)

b. Dari hasil sampingan kilang minyak (Petroleum Refinery)

Khususnya LPG yang dihasilkan oleh kilang Arun tergolong berasal dari sumber gas alam. Adapun komposisi LPG yang dihasilkan terdiri atas dua macam yaitu :

1. LPG propana dengan typical komposisi : C2 : 2 % max

C3 : 96 % min RVP maksimum 200 Psi / 100O F

C4 : 2.5 % max

2. LPG butana dengan typical komposisi : C3 : 3 % max

C4 : 96 % min RVP maksimum 70 Psi / 100o F

iC5 : 1 %

Sebenarnya masih ada jenis LPG yang lain, yang disebut dengan LPG

Mixed, yaitu merupakan campuran LPG propana dan butana dengan komposisi tertentu, tetapi jenis ini tidak diproduksi oleh kilang LPG Arun. Saat ini sejak tahun 1996 LPG tidak diproduksi lagi melihat faktor kurangnya ketersediaan bahan baku dan alasan ekonomis lainnya.

Bahan Yang Digunakan

PT. Arun LNG memproduksi gas alam cair (LNG). Dalam produksi gas alam cair bahan-bahan yang digunakan meliputi tiga bagian, yaitu :

2.7.2.1. Bahan Baku

Yang dimaksud bahan baku yaitu bahan yang digunakan dalam suatu produk dimana komponen-komponennya jelas terlihat pada produk tersebut. Pada pengolahan gas alam menjadi LNG mempunyai bahan baku utama yaitu gas alam yang berasal dari Point A di Lhoksukon yang dieksplorasi oleh Exxon Mobil dan gas alam yang di ambil dari NSO (North Sumatera Offshore) yang diambil dari laut yang dikelola oleh PT. Arun LNG. Adapun komposisi gas dari masing- masing sumber adalah sebagai berikut:

a. Gas alam dari Point A Lhoksukon.

Tabel 2.4. Komposisi gas alam dari sumur Lhoksukon

Komponen Arun (% mol)

Heksana plus 0.242 Nitrogen 0.516 Metana 74.233 Carbondioksida 16.932 Etana 5.058 Hidrogen Sulfida 80 ppm Propana 1.702 Iso-Butana 0.398 N-Butana 0.498 Iso-Pentana 0.231 N-Pentana 0.150

b. Gas alam dari NSO

Tabel 2.5. Komposisi gas alam dari NSO

Komponen NSO (% mol)

Heksana plus 0.119 Nitrogen 0.959 Metana 69.870 Carbondioksida 25.004 Etana 2.903 Hidrogen Sulfida 0.039 Propana 0.719 Iso-Butana 0.125 N-Butana 0.125 Iso-Pentana 0.084 N-Pentana 0.054

Sumber : Production Division Laboratory, PT. Arun LNG

2.7.2.2. Bahan Tambahan

Yang dimaksud dengan bahan tambahan yaitu bahan yang ditambahkan dalam pembuatan suatu produk dimana komponennya merupakan bagian dari produk akhir fungsinya meningkatkan mutu produk. Pada pengolahan gas LNG ini bahan tambahan yang digunakan sebagai additive boleh dikatakan tidak ada karena produk gas yang diharapkan benar-benar diasumsikan murni dari zat-zat yang tidak diperlukan sesuai dengan standar komposisi yang telah ditentukan.

2.7.2.3. Bahan Penolong

Yang dimaksud dengan bahan penolong yaitu bahan yang ditambahkan dalam produk yang berguna dalam rangka memeperlancar proses produksi bahan ini bukan merupakan bagian dari produk akhir. Bahan penolong digunakan dalam pengolahan gas oleh PT. Arun LNG antara lain:

a. Karbon Aktif

Merkuri dalam jumlah kecil bereaksi dengan sulfur dan membentuk mercuri sulfide yang diardsorbsi kedalam karbon aktif. Fungsi dari senyawa ini adalah untuk memisahkan mercuri yang menyebabkan terjadinya korosi dalam tubing dan dalam pipa alumunium.

b. Pottasium Carbonate (KCO3)

Fungsi untuk menyerap CO2 dan H2S yang terdapat dalam feed gas.

c. Larutan DEA(DiEthanolAmine)

Fungsi untuk menyerap CO2 dan H20 kurang dari 100 ppm d. Pottasium Methafanadate

Fungsi mencegah korosi pada lapisan baja e. Sea Water (air laut)

Fungsi : mendinginkan propana dan semua semua aliran panas dari mesin- mesin exchanger terhadap LNG.

f. Chlorine.

Fungsi : untuk mencegah masuknya kotoran-kotoran laut, seperti ganggang laut dsb, dari sea water intake yang digunakan dalam proses pendinginan.

Dokumen terkait