• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. Tinjauan Tentang Mutu Pendidikan

4. Standar Nasional Pendidikan

Dalam Undang-undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IX pasal 35 dan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) Bab II pasal 2 menyatakan bahwasanya ada 8 standar nasional pendidikan yang dapat dijadikan sebagai pedoman dan acuan bagi setiap praktisi, dan penyelenggara pendidikan tentang standar minimal mutu pendidikan yang harus dicapai. Dinyatakan dalam pasal 1 ayat 1 PP nomor 19 tahun 2005 tentang SNP bahwasanya yang dimaksud dengan standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.34

Sebagai perwujudan dari diberlakukannya UU No. 20 Tahun 2003 dan PP No. 19 Tahun 2005, maka operasionalisasi ketentuan mengenai komponen-komponen pendidikan yang memerlukan standarisasi ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. Masing-masing komponen dijelaskan sebagai berikut: a. Standar Isi

Standar isi disusun dan dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) dan ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional, dipahami sebagai ruang

34 Perauran Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 1 ayat (1)

lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Hal ini selanjutnya diatur dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang standar isi.35

Standar isi sebagaimana disebutkan dalam PP No. 19 Tahun 2005 Bab III pasal 5 ayat (2) memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, bahan belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan/akademik.36

b. Standar Proses

Standar proses berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada suatu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.37 Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.38

35 Onisimus Amtu, Manajemen Pendidikan di Era Otonomi Daerah: Konsep, Strategi,

dan Implementasi (Bandung: Alfabeta, 2011), hlm. 244

36 Perauran Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 5 ayat (2)

37 Onisimus Amtu, loc.cit.

38 Perauran Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 19 ayat (2)

Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.39

c. Standar Kompetensi Lulusan

Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana yang dimaksud dalam PP No. 19 Tahun 2005 adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.40

d. Standar Tenaga Kependidikan

Standar Tenaga Kependidikan adalah kualifikasi atau kriteria yang harus dimiliki oleh pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.41

e. Standar Sarana dan Prasarana

Standar Sarana dan Prasarana merupakan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat

39 Perauran Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 19 ayat (3)

40 Onisimus Amtu, loc.cit.

41 Perauran Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 28 ayat (1)

beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berekreasi, serta sumber belajar lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.42

f. Standar Pengelolaan

Dalam PP No. 19 Tahun 2005 pasal 49 ayat (1) disebutkan bahwasanya pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. 43

Sedangkan pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi menerapkan otonomi perguruan tinggi yang dalam batas-batas yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku memberikan kebebasan dan mendorong kemandirian dalam pengelolaan akademik, pengelolaan, personalia, keuangan, dan area fungsional kepengelolaan lainnya yang diatur oleh masing-masing perguruan tinggi.44

42 Onisimus Amtu, op.cit., hlm. 245

43 Perauran Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 49 ayat (1)

44 Perauran Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 49 ayat (2)

g. Standar Pembiayaan

Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. Adapun pembagian golongan pembiayaan seperti yang tercantum dalam PP No. 19 Tahun 2005 pasal 62 dari ayat (1) sampai dengan ayat (5) adalah sebagai berikut:

a) Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal.

b) Biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumberdaya manusia, dan modal kerja tetap.

c) Biaya personal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan.

d) Biaya operasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji; b. bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan; c. biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana,

uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan lain sebagainya.

e) Standar biaya operasi satuan pendidikan ditetapkan dengan Peraturan Menteri berdasarkan usulan BSNP. 45 h. Standar Penilaian

Standar penilaian menurut Onisimus Amtu sesuai dengan PP No. 19 Tahun 2005 adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.46

Sesuai dengan penjelasan yang telah dituliskan di atas tentang apa itu manajemen berbasis sekolah dan mutu pendidikan maka peneliti membuat suatu batasan penelitian karena terkendala oleh keterbatasan waktu, agar penelitian ini lebih fokus dan lebih mudah dipahami serta mampu menggali lebih dalam tentang bagaimana implementasi manajemen berbasis sekolah dapat meningkatkan mutu Pendidikan.

Dalam hal ini Standar isi, Standar proses, dan Standar pendidik dan kependidikan lah yang akan peneliti kaji lebih dalam. Dengan diterapkannya manajemen berbasis sekolah di MTs Ihyaul Ulum apakah benar terjadi peningkatan mutu pendidikan di sekolah tersebut, khususnya pada tiga standar mutu pendidikan yang telah disebutkan di atas.

45 Perauran Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 62 ayat (1) sampai dengan ayat (5)

C. Tinjauan Manajemen Berbasis Sekolah dan Mutu Pendidikan