KAYU
PENGERTIAN Panjang badan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menentukan panjang badan anak menggunakan alat ukur panjang badan
TUJUAN Mengetahui langkah-langkah dalam penggunaan alat panjang badan untuk mengetahui pertumbuhan dan status gizi balita
PROSEDUR A. Penggunaan Alat
Langkah – langkah persiapan
4. Cek kelayakan alat dengan melihat kelengkapan alat (papan badan, penyangga kepala, dan penyangga kaki) selain itu cek ada atau tidaknya keretakan dan pada alat apabila alat memiliki keretakan maka alat tidak layak untuk digunakan dan kejelasan angka hasil pengukuran.
5. Letakkan alat pada meja atau tempat yang datar.
6. Cek apakah penyangga pada kaki dapat di geser Langkah-langkah penggunaan alat
5. Baringkan anak dalam keadaan terlentang di papan badan yang rata.
6. Tempelkan kepala si anak ke bagian atas papan penyangga kepala sehingga si anak dapat memandang lurus kearah depan.
7. Pegang kedua lutut atau tibia anak sehingga posisi lurus, geser papan penyangga pada kaki sehingga tumit menyentuh bagian bawah alat ukur.
8. Baca angka di tepi luar pengukur
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERTAMEDIKA
Jl. Bintaro Raya No. 10, Tanah Kusir, Keb. Lama – Jakarta Selatan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGGUNAAN AMBU BAG
PENGERTIAN Ambu Bag adalah alat untuk membantu memberikan bantuan oksigen melalui mulut dan hidung pada saat pasien tidak mampu memenuhi kebutuhan
oksigennya dengan adequat.
TUJUAN Memastikan semua perawat dapat menggunakan ambu bag dengan tepat dan benar serta mampu memeliharanya dengan baik.
PROSEDUR Penggunaan A mbu B ag :
1.Pakai sarung tangan. Bersihkan mulut dari benda asing atau sumbatan.
2.Tempatkan pasien pada posisi CPR.
3.Tempatkan masker mengelilingi mulut.
4.Tekan masker dengan ibu jari dan telunjuk dan jari lain menekan dagu.
5.Pompa dewasa 12 – 15 x per menit.
6.Pompa anak-anak 18 – 20 x per menit.
7.Catat tindakan yang dilakukan pada catatan perkembangan.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGGUNAAN VENTILATOR
PENGERTIAN Melakukan pemasangan ventilator guna memberikan oksigen memakai alat nafas buatan.
TUJUAN Sebagai acuan langkah-langkah dalam melakukan pemasangan ventilator
PROSEDUR 1. Sambungkan Ventilator ke : a. Sumber listrik
b. Sumber O2 c. Sumber Air Way
2. Sambungkan humidifier ke sumber listrik
3. Tentukan pemakaian ventilator , apakah untuk Dewasa atau Bayi 4. Lalu set ventilator sesuai dengan kebutuhan
Untuk Dewasa
1) O2 sesuai dengan order dokter 2) Insp Flow batas maximal = 60
3) FiMV batas maximal=10 4) TI : TE = 1:2 5) Volume tidal sesuai dengan kebutuhan pasien 6) Frequensi rate sesuai dengan kebutuhan pasien
7) Tentukan Volume Ekspirasi dengan mengalirkan volume tidal dan Frequensi 8) Set Low dan Upper alarm sesuai dengan volume ekspirasi
Untuk Anak-anak
1) O2 sesuai dengan order dokter 2) Insp flow dibawah batas maximal
3) FiMV dibawah batas maximal 4) TI : TE = 1:2 4) Volume tidal sesuai dengan kebutuhan O2 5) Frequensi rate sesuai dengan kebutuhan OS
6) Tentukan Volume Ekspirasi dengan mengalirkan volume tidal dan Frequensi 7) Set Low dan Upper alarm sesuai dengan volume ekspirasi
5. Tentukan jenis pernafasan yang akan dipakai
6. Isi botol humidifier dengan aqua lebih kurang 150 Cc 7. Tombol power on
PERHATIAN :
1. Bila mau menghisap lendir pasien, sebelum perasat dilakukan
, berikan pasien O2 100% selama lebih kurang 5 detik dengan menekan tombol 100% O2 sampai lampu menyala.
2. Bila ada alarm pada alat, harap dilihat dilayar monitor (apa yang menyebabkan alat alarm) sambil kita mencari, tekan dahulu tombol yang bergambar lonceng untuk menghilangkan bunyi alarm, setelah kelainan pada alat kita temukan dan diperbaiki, jangan lupa menekan tombol RESET CHECK.
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERTAMEDIKA
Jl. Bintaro Raya No. 10, Tanah Kusir, Keb. Lama – Jakarta Selatan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGGUNAAN ALAT EKG PENGERTIAN EKG merupakan alat elektronik untuk merekam aktifitas kelistrikan/jantung
dalam waktu tertentu
TUJUAN Untuk merekam aktifitas kelistrikan jantung PROSEDUR 1. Hidupkan alat dengan menekan tombol ON.
2. Dengan menggunakan kapas alcohol, bersihkan daerah dada, pergelangan tangan dan kedua tungkai di lokasi pemasangan eletroda, lalu oleskan dengan K – Y atau EKG jelly.
3. Pasang manset elektoda pada kedua lengan dan tungkai : warna merah pada tangan kanan, dan warna hijau pada kaki kiri.
4. Memasang elektroda dada untuk merekam precardial lead dengan cara : V1 : Intercosta ke-4 pada garis sternum kanan
V2 : Intercosta ke-4 pada garis sternum kiri V3 : Pertengahan V2 dan V4
V4 : Pada mid clavikula kiri.
V5 : Pada axila sebelah kiri depan V6 : Pada intercosta ke-5 mid axial.
5. Pastikan pasien tenang dan tidak bersentuhan peralatan dari logam,keluarga pasien dan petugas.
6. Tekan tombol start untuk mulai perekaman.
7. Pastikan hasil rekaman jelas,jika tidak ulangi.
8. Matikan dan bersihkan alat.
PENGGUNAAN BED ELEKTRIK
PENGERTIAN Bed patient elektrik adalah tempat tidur pasien yang menggunakan sistem kerja hidrolik untuk menggerkan beberapa crank sesuai dengan alat yang ditinjau.
TUJUAN 1. Memudahkan dalam melakukan tindakan asuhan keperawatan.
2. Memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien yang akan dirawat di ICU PROSEDUR Posisikan tempat tidur sesuai dengan nomor tempat tidur yang diinginkan.
Letakkan tiang infus pada bagian tempat tidur sebelah kanan atas dekat kepala pasien.
Hubungkan kabel stop kontak ke listrik.
Lakukan cek fungsi tempat tidur.
Gunakan tombol yang ada pada remote atau pada side rails untuk menaikkan dan menurunkan tempat tidur:
- Perhatikan gambar di remote jika bagian kepala gunakan tombol ↑ untuk menaikkan bagian kepala dan ↓ menurunkan bagian kepala.
- Perhatikan gambar lurus putus putus gunakan ↑ untuk menaikkan seluruh bagian tempat tidur dan ↓ untuk menurunkan seluruh tempat tidur.Pada gambar lengkungan bagian kaki gunakan ↑ untuk menaikkan bagian kaki ↓ untuk menurunkan bagian kaki.
- Pada gambar terdapat lengkungan kaki dan kepala tanda ↑ untuk menaikan bagian kaki dan kepala secara bersama – sama dan ↓ untuk menurunkan bagian kepala dan kaki secara bersama – sama.
Bersihkan tempat tidur dengan menggunakan cairan desifektan yang ditentukan.
Pasang set laken dan selimut.
Pasang side rails pelindung besi pada kedua sisi tempat tidur.
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERTAMEDIKA
Jl. Bintaro Raya No. 10, Tanah Kusir, Keb. Lama – Jakarta Selatan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGGUNAAN TROLLY EMERGENCY
PENGERTIAN Seperangkat meja yang berisi obat-obatan dan alat-alat yang digunakan pada pasien yang mengalami kegawatan/emergency
TUJUAN Untuk memudahkan dengan segera memberikan pertolongan dalam keadaan darurat PROSEDUR Persiapan Alat : liat di lembaran alat dan obat emergency
Hal yang perlu diperhatikan :
Obat dan alat harus selalu tersedia dan lengkap
Obat dan alat yang dipakai harus segera diganti /dikembalikan
Mengontrol kembali kesiapan alat-alat bila rusak segera diganti/diperbaiki
Setelah penggunaan alat laryngoscope segera bersihkan dan dikembalikan ketempat semula
Penggadaan obat-obat emergency dipertanggungjawabkan oleh kepala ruangan
Apabila obat dan alat emergency lengkap trolly emergency dalam keadaan terkunci
Apabila trolly emergency digunakan kunci di buka dan dianggap obat dan alat sudah ada yang terpakai
PENGGUNAAN ALAT SUCTION
PENGERTIAN Bila terdapat sumbatan jalan nafas oleh benda cair. Pengisapan dilakukan dengan alat bantu pengisap (pengisap manual atau dengan mesin)
TUJUAN Mengeluarkan secret/cairan pada jalan nafas. Melancarkan jalan nafas.
PROSEDUR 1. Persiapan Alat
- Bak instrument berisi: pinset anatomi 2, kasa secukupnya.
- NaCl atau air matang.
- Canule section.
- Perlak dan pengalas.
- Mesin suction.
- Sarung tangan.
2. Persiapan untuk melakukan tindakan suction/pengisapan 1. Lakukan pengecekan program terapi pasien.
2. Cuci tangan.
3. Tempatkan alat di dekat pasien.
4. Persiapan Pasien:
5. Pastikan identitas pasien.
6. Kaji kondisi pasien.
7. Beritahu dan jelaskan pada pasien atau keluarganya tentang tindakan yang akan dilakukan.
8. Jaga privasi pasien.
LANGKAH - LANGKAH
1. Pasien tiba di UGD
2. Perawat melakukan asepsis dan antisepsis pada diri sendiri
3. Memberi penjelasan kepada pasien tentang maksud dan tujuan tindakan.
4. Perawat memberi tahu pasien bahwa tindakan akan segera dimulai.
5. Cek alat-alat yang akan digunakan.
6. Dekatkan alat-alat ke sisi tempat tidur pasien.
7. Perawat memberikan posisi yang nyaman pada pasien dengan kepala sedikit ekstensi 8. Perawat meletakkan pengalas di bawah dagu pasien
9. Hidupkan mesin, mengecek tekanan dan botol penampung
10. Masukan kanul section dengan hati-hati (hidung ± 5 cm, mulut ±10 cm)
11. Hisap lendir dengan menutup lubang kanul, menarik keluar perlahan sambil memutar (+ 5 detik untuk anak, + 10 detik untuk dewasa)
12. Bilas kanul dengan NaCl,berikan kesempatan pasien bernafas 13. Ulangi prosedur tersebut 3-5 kali suctioning (jika lendir masih banyak) 14. Perawat melakukan Observasi keadaan umum pasien dan status pernafasannya 15. Perawat melakukan Observasi secret tentang warna, bau dan volumenya Bereskan alat.
16. Lepaskan handscoen.
17. Rapihkan kembali pasien.
18. Berikan reinforcement positif pada pasien.
19. Kembalikan dan rapihkan peralatan.
20. Cuci tangan.
21. Perawat melakukan pencatatan ke dalam buku register harian IGD, dan cacatan keperawatan
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERTAMEDIKA
Jl. Bintaro Raya No. 10, Tanah Kusir, Keb. Lama – Jakarta Selatan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ALAT NEBULIZER
PENGERTIAN Pemberian inhalasi uap dengan obat/tanpa obat menggunakan nebulator.
TUJUAN 1. Mengencerkan sekret agar mudah dikeluarkan 2. Melonggarkan jalan nafas
3. Selaput lendir pada saluran nafas menjadi tetap lembab 4. Mengobati peradangan pada saluran pernafasan bagian atas
PROSEDUR
Memperhatikan jenis alat nebulizer yang akan digunakan (sumber tegangan, tombol OFF/ON), memastikan masker ataupun mouthpiece terhubung dengan baik, persiapan obat)
Cuci tangan sebelum melakukan tindakan
Mempersilakan penderita untuk duduk, setengah duduk atau berbaring (menggunakan bantal), posisi senyaman mungkin.
Meminta penderita untuk santai dan menjelaskan cara penggunaan masker (yaitu menempatkan masker secara tepat sesuai bentuk dan mengenakan tali pengikat). Bila menggunakan
mouthpiece maka mouthpiece tersebut dimasukkan ke dalam mulut dan mulut tetap tertutup
Menjelaskan kepada penderita agar penderita menghirup uap yang keluar secara perlahan-lahan dan dalam hingga obat habis
Memastikan penderita mengerti dan berikan kesempatan untuk bertanya.
Menghubungkan nebulizer dengan sumber tegangan
Menghubungkan air hose, nebulizer dan masker/mouthpiece pada main kit
Buka tutup cup, masukan aquabides ke dalam tabung nebulizer
Masukkan cairan obat ke dalam alat penguap sesuai dosis yang telah ditentukan.
Gunakan mouthpiece atau masker sesuai kondisi pasien
Mengaktifkan nebulizer dengan menekan tombol ON pada main kit. Perhatikan jenis alat, pada nebulizer tertentu, pengeluaran uap harus menekan tombol pengeluaran obat pada nebulizer kit.
Mengingatkan penderita, jika memakai masker atau mouthpiece, uap yang keluar dihirup perlahan-lahan dan dalam secara berulang hingga obat habis (kurang lebih 10-15 menit)
Tekan tombol OFF pada main kit, melepas masker/mouthpiece, nebulizer kit, dan air hose
Menjelaskan kepada penderita bahwa pemakaian nebulizer telah selesai dan bersihkan sekitar mulut dan hidung pasien dengan kertas tissue
Mengevaluasi penderita apakah pengobatan yang dilakukan memberikan perbaikan/mengurangi keluhan
PEMASANGAN OKSIGEN
PENGERTIAN Merupakan alat sederhana yang dimasukkan kedalam lubang hidung untuk memberikan trherapy o2 dan yangmemungkinkan klien untuk bernafas melalui mulut dan hidung . TUJUAN 1. mengatasi hipoksemia /hipoksia
2. sebagai tindakan pengobatan
3. untuk mempertahankan metabolisme PROSEDUR Langkah–langkah
Siapkan Kateter nasal, kanula nasal atau masker sesuai yang dibutuhkan dengan 1 set tabung oksigen ( oksigen central )
Hubungkan antara kanul binasal, Kateter nasal, atau masker dengan flowmeter pada tabung oksigen
Bersihkan lubang hidung pasien dengan cotten budd atau tissue
Cek fungsi dari slowmeter dengan memutar pengatur konsetrasi oksigen& mengamati adanya gelembung udara dalam humidifier
Cek aliran oksigen dgn cara mengalirkan oksigen lewat kanul binasal kepunggung tangan perawat
Pasang kanul binasal kelubang hidung pasien dengan tepat/sesuai
Atur pengikat kanul binasal dengan benar, janganlah terlalu kencang &jangan sampai terlalu kendur
Pastikkan kanul binasal terpasang dengan aman
Atur aliran oksigen sesuai dengan program yang telah ditentukan
Alat-alat dikembalikan di tempat yg sesuaitempatnya semula
Perawat mencuci tangan sesudah melaksanakan tindakan pemasangan therapy oksigen
Mengakhiri tindakan dengan mengucapkan salam kepada klien
Kontrak waktu selanjutnyaSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERTAMEDIKA
Jl. Bintaro Raya No. 10, Tanah Kusir, Keb. Lama – Jakarta Selatan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KURSI RODA
PENGERTIAN Kursi beroda dua yang dapat didorong yang berfungsi untuk memindahkan/mobilisasi pasien dari satu tempat ke tempat lain
TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah : Untuk transfortasi memindahkan pasien.
Mempercepat dan mempermudah proses pelayanan pasien.
PROSEDUR Pastikan kunci roda aman dan siap pakai
Kunci rem pada roda dengan benar
Bantu pasien untuk duduk diatas kursi roda dengan benar
Buka kunci rem roda sebelum menjalankan kursi roda
Dorong kursi dengan pasien diatasnya dengan tenang dan hati-hati
Sebelum menurunkan pasien kunci rem roda lagi
Bantu pasien untuk turun dari kursi roda
Bereskan kursi roda dan kembalikan ketempat semula
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR BRANKARD
PENGERTIAN Suatu Alat yang di gunakan untuk transportasi memindahkan pasien ke ruangan
TUJUAN Untuk mempermudah perawat dalam melakukan tindakan
PROSEDUR Penggunaan :
Brankard Harus Standbay Di Tempatnya
Jika Pasien Sudah Di Atas Brankard, Rem Roda Dibuka, Plang Pengaman Dipasang
Setelah Memakai Brankard, Perawat Atau Bidan Segera Meletakkan Kembali Brankard Pada Tempat Semula Dalam Keadaan Bersih, dan Dalam Setiap Pemakaian Rem Kaki Harus Dipasang.
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERTAMEDIKA
Jl. Bintaro Raya No. 10, Tanah Kusir, Keb. Lama – Jakarta Selatan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR NECK COLLAR
PENGERTIAN Alat neck collar untuk immobilisasi leher (mempertahankan tulang servikal), mencegah pergerakan tulang servik yang patah.
TUJUAN Sebagai acuan untuk menetapkan langkah-langkah dalam pemasangan neck collar guna mencegah bertambahnya kerusakan tulang servik dan spinal cord dan mengurangi rasa sakit PROSEDUR Indikasi :
Pasien cedera kepala disertai dengan penurunan kesadaran
Adanya jejas daerah klavikula ke arah cranial
Pasien multi trauma
Biomekanika trauma yang mendukung
Patah tulang leher Persiapan Alat :
Neck collar sesuai ukuran
Bantal pasir
Handscoen Pelaksanaan :
Petugas menggunakan masker, handscoen
Pegang kepala dengan cara satu tangan memegang bagian kanan kepala mulai dari mandibula ke arah temporal, demikian juga bagian sebelah kiri dengan tangan yang lain dengan cara yang sama
Petugas lainnya memasukkan neck collar secara perlahan kebagian belakang leher dengan sedikit melewati leher.
Letakkan bagian Neck collar yang berlekuk tepat pada dagu
Rekatkan 2 sisi neck collar satu sama lain Pasang bantal pasir di kedua sisi kepala pasien.
PENGGUNAAN ALAT PENIMBANG BERAT BADAN (DIGITAL)
PENGERTIAN
Alat yang digunakan untuk mengetahui berat badan seseorang.
TUJUAN
Mengetahui langkah-langkah dalam penggunaan alat berat badan digital untuk mengetahui pertumbuhan dan status seseorang
PROSEDUR
A. Penggunaan Alat
Langkah – langkah persiapan
5. Letakkan alat timbang di bagian yang rata/datar dan keras.
6. Geser knoc yang terdapat pada belakang timbangan ke posisi ‘’ON’’
7. Sebelum melakukan penimbangan hendaknya timbangan digital/jarum dikalibrasi terlebih dahulu menggunakan berat standar, jika hasilnya sesuai maka alat timbangan dapat digunakan, jika hasilnya tidak sesuai maka ganti batrai dengan batrai baru.
8. Pastikan alat timbangan menunjukkan angka ‘’00.00’’ sebelum melakukan penimbangan dengan menekan alat timbang tersebut.
Langkah-langkah penggunaan alat
4. Setelah alat siap, mintalah subjek untuk melepaskan alas kaki.
5. Setelah itu mintalah subjek untuk naik ke atas timbangan.
6. Pada layar timbangan akan muncul angka hasil penimbangan.
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERTAMEDIKA
Jl. Bintaro Raya No. 10, Tanah Kusir, Keb. Lama – Jakarta Selatan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGGUNAAN TENSIMETER JARUM (ANEROID)
PENGERTIAN Tensimeter (Sphygmomanometer) Aneroid adalah alat diagnostik untuk mengukur tekanan darah yang bekerja secara manual saat memompa maupun mengurangi tekanan pada manset dengan skala ukur manometer (penunjukkan jarum) yang tentunya lebih aman dibandiingkan tensimeter air raksa.
TUJUAN Untuk mengetahui berapa hasil tekanan darah PROSEDUR Prosedur penggunaan :
1. Kenakan manset pada pergelangan tangan kiri.
2. Stetoskop ditempatkan pada lipatan siku bagian dalam.
3. Kantong karet kemudian dikembangkan dengan cara memompakan udara ke dalamnya. Kantong karet yang membesar akan menekan pembuluh darah lengan (brachial artery) sehingga aliran darah terhenti sementara.
4. Udara kemudian dikeluarkan secara perlahan dengan memutar sumbat udara.
5. Tempatkan lengan kiri membentang di dada dan luruskan manset dekat dengan jantung.
6. Pasien duduk pada kursi dengan badan tegak.
7. Pasien Mengambil 5 sampai 6 napas dalam kemudian relaks.
8. Mulailah pengukuran. Tahan siku kiri anda dengan tangan kanan untuk menjaga posisi lengan.
9. Jaga posisi dan jangan berbicara selama pengukuran.
10. Saat tekanan udara dalam kantong karet diturunkan, ada dua hal yang harus diperhatikan pemeriksa. Pertama, jarum penunjuk tekanan, kedua bunyi denyut pembuluh darah lengan yang dihantarkan lewat stetoskop. Saat terdengat denyut untuk pertama kalinya, nilai yang ditunjukkan jarum penunjuk tekanan adalah nilai tekanan sistolik.
11. Seiring dengan terus turunnya tekanan udara, bunyi denyut yang terdengar lewat stetoskop akan menghilang. Nilai yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk tekanan saat bunyi denyut menghilang disebut tekanan diastolik.
PENGGUNAAN STETOSKOP
PENGERTIAN Stetoskop adalah instrumen atau alat medis yang digunakan untuk mendengarkan bunyi jantung, paru-paru, dan perut.
TUJUAN Untuk mendiagnosa suatu penyakit tertentu yang kita dengar.
PROSEDUR
Pastikan selang tidak bocor dengan mengetuk diafragma (sisi datar pada logam berbentuk lingkaran) stetoskop. Saat Anda mengetuknya, gunakan alat pendengar (earpiece) stetoskop untuk mendengarkan suaranya. Jika Anda tidak mendengar apa pun, mungkin selang tersebut bocor.
Pastikan alat pendengar menghadap ke depan. Jika Anda memakainya menghadap ke belakang, Anda tidak akan bisa mendengar bunyi apa pun.
Pastikan alat pendengar memiliki bantalan yang ukurannya pas dan dapat
“mengunci” dengan baik di telinga Anda untuk menghindari suara-suara dari lingkungan sekitar. Jika ukurannya tidak pas, biasanya bantalan tersebut dapat dilepas. Kunjungi toko penyedia alat medis untuk membeli bantalan baru.
Pada beberapa jenis stetoskop, Anda juga dapat memiringkan atau menekuk gagang alat pendengar ke depan untuk membuatnya pas di telinga.
Setelah semua sudah dipastikan dengan benar, kemudian pasang stetoskop dengan nyaman
Posisikan diaftagma sesuai dengan tempat atau bagian mana yang ingin diperiksa
Untuk mendengarkan bunyi jantung dan perut, posisikan pasien Anda dalam keadaan telentang. Untuk mendengarkan bunyi paru-paru, posisikan pasien dalam keadaan telungkup.Bunyi jantung, paru-paru, dan perut bisa
terdengar berbeda tergantung dari posisi pasien: misalnya duduk, berdiri, berbaring ke kiri/kanan, dan sebagainya.
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERTAMEDIKA
Jl. Bintaro Raya No. 10, Tanah Kusir, Keb. Lama – Jakarta Selatan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGGUNAAN LAMPU TINDAKAN
PENGERTIAN Lampu tindakan adalah alat yg digunakan untuk membantu menambah pencahayaan pada saat melakukan tindakan
.TUJUAN
1. Untuk memberikan penerangan sewaktu melakukan tindakan 2. Untuk memperlancar berjalannya tindakanPROSEDUR
Penggunaan :o Stop kontak tekan kearah “on”
o Bila lampu belum menyala putar light intensity control ke kanan o Putar focus untuk penerangan yang tepat pada lokasi tindakan / operasi
(focus contol)
o bila tindakan / operasi selesai tekan ke arah “of” untuk mematikan lampu
SYRINGE PUMP
PENGERTIAN Syringe pump adalah alat yang digunakan untuk memberikan terapi dengan dosis tertentu yang tidak bisa dilakukan dengan menggunakan syringe biasa.
TUJUAN Agar dosis yang diberikan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh atau dapat menghasilkan efek terapi yang maksimal.
PROSEDUR -Persiapan alat : a. Mesin syringe pump
b. Spuit khusus untuk syringe pump c. Selang perfusor
d. Bengkok -Pelaksanaan :
a. Sambungkan kabel listrik
b. Tekan tombol on/off sampai keluar – xx.x pada layar.
c. Tarik klem syringe dan pasang syringenya.
d. Tutup klem dan tekan F hingga dilayar tampil 000.00 e. Masukkan data rate yang dikehendaki.
f. Tekan start/stop untuk memulai/menjalankan pump.
-Penggantian rate pada saat pump berhenti :