• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode

1. menjelaskan standar pemeriksaan pajak;

2. menjelaskan standar umum pemeriksa pajak;

3. menjelaskan standar pelaksanaan pemeriksa pajak;

4. menjelaskan standar pelaporan pemeriksa pajak.

Materi 4

Dalam Bab 1 dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan pemeriksaan serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data, keterangan, dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Dengan demikian, salah satu unsur yang melekat pada pemeriksaan pajak adalah adanya standar dalam pemeriksaan.

Standar pemeriksaan adalah capaian niinimum yang harus dicapai dalam melaksanakan pemeriksaan sehingga menjadi ukuran mutu pelaksanaan pemeriksaan pajak.

Standar pemeriksaan meliputi standar umum pemeriksaan, standar pelaksanaan pemeriksaan, dan standar pelaporan hasil pemeriksaan (Peraturan Dirjen Pajak nomor PER-23/PJ/2013).

Standar Umum Pemeriksaan

Standar umum pemeriksaan adalah standar yang bersifat pribadi dan berkaitan dengan persyaratan untuk menjadi seorang Pemeriksa Pajak. Apabila diperlukan, pemeriksaan dapat dilaksanakan oleh tenaga ahli dari luar DJP yang ditunjuk oleh Dirjen Pajak.

Standar Pelaksanaan Pemeriksaan

Pada bagian ini akan dijelaskan standar pelaksanaan pemeriksaan dalam rangka menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan, yaitu:

1. Pemeriksaan didahului dengan persiapan yang baik sesuai dengan tujuan pemeriksaan, minimal kegiatan mengumpulkan dan mempelajari data Wajib Pajak, menyusun Rencana Pemeriksaan (audit plan), dan menyusun Program Pemeriksaan (audit program), serta mendapat pengawasan yang saksama.

2. Pemeriksaan dilaksanakan dengan melakukan pengujian berdasarkan metode pemeriksaan dan teknik pemeriksaan sesuai dengan program pemeriksaan (audit program) yang telah disusun.

3. Temuan hasil pemeriksaan didasarkan pada bukti kompeten yang cukup dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

- 47 -

4. Pemeriksaan dilakukan oleh tim Pemeriksa Pajak yang terdiri dari Supervisor, Ketua Tim, dan seorang atau lebih Anggota Tim.

5. Tim Pemeriksa Pajak dapat dibantu oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian tertentu, baik dari DJP maupun dari luar DJP.

6. Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dapat dilakukan bersama-sama dengan tim pemeriksa dari instansi lain.

7. Pemeriksaan dapat dilaksanakan di kantor DJP, tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak, tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas Wajib Pajak, atau tempat lain yang dianggap perlu.

8. Pemeriksaan dilakukan pada waktu jam kerja bila perlu dapat dilanjutkan di luar jam kerja.

9. Pemeriksaan didokumentasikan dalam Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP).

Standar Pelaporan Hasil Pemeriksaan

Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan harus dilaporkan dalam bentuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang disusun sesuai dengan standar pelaporan hasil pemeriksaan.

- 48 - Rangkuman 4

1. Standar pemeriksaan adalah capaian niinimum yang harus dicapai dalam melaksanakan pemeriksaan sehingga menjadi ukuran mutu pelaksanaan pemeriksaan pajak.

2. Standar pemeriksaan meliputi standar umum pemeriksaan, standar pelaksanaan pemeriksaan, dan standar pelaporan hasil pemeriksaan.

3. Standar umum pemeriksaan merupakan standar yang bersifat pribadi dan berkaitan dengan persyaratan Pemeriksa Pajak:

a. Telah mendapat pendidikan dan pelatihan teknis yang cukup serta memiliki keterampilan sebagai Pemeriksa Pajak.

b. Menggunakan keterampilannya secara cermat dan seksama.

c. Jujur dan bersih dari tindakan-tindakan tercela serta senantiasa mengutamakan kepentingan negara.

d. Taat terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

4. Standar pelaksanaan pemeriksaan disesuaikan dengan tujuan pemeriksaan.

Standar pelaksanaan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan:

a. Pelaksanaan pemeriksaan harus didahului dengan persiapan yang baik sesuai dengan tujuan pemeriksaan.

b. Pemeriksaan dilaksanakan dengan melakukan pengujian berdasarkan metode pemeriksaan dan teknik pemeriksaan sesuai dengan program pemeriksaan (audit program) yang telah disusun.

c. Temuan hasil pemeriksaan harus didasarkan pada bukti kompeten yang cukup dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

d. Pemeriksaan dilakukan oleh suatu tim Pemeriksa Pajak yang terdiri dari seorang Supervisor, seorang Ketua Tim, dan seorang atau lebih Anggota Tim, dan dalam keadaan tertentu Ketua Tim dapat merangkap sebagai Anggota Tim.

e. Tim Pemeriksa Pajak dapat dibantu oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian tertentu, baik yang berasal dari Direktorat Jenderal Pajak maupun yang berasal dari instansi di luar Direktorat Jenderal Pajak yang telah ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak sebagai tenaga ahli, seperti penerjemah bahasa, ahli di bidang teknologi informasi, dan pengacara.

f. Apabila diperlukan, pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dapat dilakukan secara bersama-sama dengan tim pemeriksa dari instansi lain.

g. Pemeriksaan dapat dilaksanakan di kantor Direktorat Jenderal Pajak, tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak, tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas Wajib Pajak, dan/atau tempat lain yang dianggap perlu oleh Pemeriksa Pajak.

h. Pemeriksaan dilaksanakan pada jam kerja dan apabila diperlukan dapat dilanjutkan di luar jam kerja.

i. Pelaksanaan pemeriksaan didokumentasikan dalam bentuk Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP).

5. Standar pelaporan hasil pemeriksaan disesuaikan dengan tujuan pemeriksaan

- 49 -

Kegiatan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan harus dilaporkan dalam bentuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang disusun sesuai standar pelaporan hasil pemeriksaan, yaitu:

a. LHP disusun secara ringkas dan jelas, memuat ruang lingkup dan pos-pos yang diperiksa sesuai dengan tujuan pemeriksaan, memuat simpulan Pemeriksa Pajak, dan memuat pula pengungkapan informasi lain yang terkait dengan Pemeriksaan.

b. LHP untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan sekurang-kurangnya memuat:

1) penugasan Pemeriksaan;

2) identitas Wajib Pajak;

3) pembukuan atau pencatatan Wajib Pajak;

4) pemenuhan kewajiban perpajakan;

5) data/informasi yang tersedia;

6) buku dan dokurnen yang dipinjam;

7) materi yang diperiksa;

8) uraian hasil Pemeriksaan;

9) ikhtisar hasil Pemeriksaan;

10) penghitungan pajak terutang; dan 11) simpulan dan usul Pemeriksa Pajak.

c. LHP disusun dan ditandatangani oleh tim Pemeriksa Pajak.

d. LHP ditandatangani oleh Kepala UP2 untuk mengetahui apakah:

1) Pos-pos yang diperiksa telah sesuai dengan Rencana Pemeriksaan dan perubahannya.

2) Dasar hukum koreksi telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan.

- 50 - Latihan 4

1. Sebutkan 3 (tiga) standar pemeriksaan pajak.

2. Sebutkan standar umum pemeriksaan pajak.

3. Sebutkan standar pelaksanaan pemeriksa pajak.

Jawaban Latihan 4

1. Tiga standar pemeriksaan pajak:

a. standar umum pemeriksaan;

b. standar pelaksanaan pemeriksaan; dan c. standar pelaporan hasil pemeriksaan.

2. Standar umum pemeriksaan merupakan standar yang bersifat pribadi dan berkaitan dengan persyaratan Pemeriksa Pajak:

a. Telah mendapat pendidikan dan pelatihan teknis yang cukup serta memiliki keterampilan sebagai Pemeriksa Pajak.

b. Menggunakan keterampilannya secara cermat dan seksama.

c. Jujur dan bersih dari tindakan-tindakan tercela serta senantiasa mengutamakan kepentingan negara.

d. Taat terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

3. Standar pelaksanaan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan:

a. Pelaksanaan pemeriksaan harus didahului dengan persiapan yang baik sesuai dengan tujuan pemeriksaan.

b. Pemeriksaan dilaksanakan dengan melakukan pengujian berdasarkan metode pemeriksaan dan teknik pemeriksaan sesuai dengan program pemeriksaan (audit program) yang telah disusun.

c. Temuan hasil pemeriksaan harus didasarkan pada bukti kompeten yang cukup dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

d. Pemeriksaan dilakukan oleh suatu tim Pemeriksa Pajak yang terdiri dari seorang Supervisor, seorang Ketua Tim, dan seorang atau lebih Anggota Tim, dan dalam keadaan tertentu Ketua Tim dapat merangkap sebagai Anggota Tim.

e. Tim Pemeriksa Pajak dapat dibantu oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian tertentu, baik yang berasal dari Direktorat Jenderal Pajak maupun yang berasal dari instansi di luar Direktorat Jenderal Pajak yang telah ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak sebagai tenaga ahli, seperti penerjemah bahasa, ahli di bidang teknologi informasi, dan pengacara.

f. Apabila diperlukan, pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dapat dilakukan secara bersama-sama dengan tim pemeriksa dari instansi lain.

g. Pemeriksaan dapat dilaksanakan di kantor Direktorat Jenderal Pajak, tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak, tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas Wajib Pajak, dan/atau tempat lain yang dianggap perlu oleh Pemeriksa Pajak.

h. Pemeriksaan dilaksanakan pada jam kerja dan apabila diperlukan dapat dilanjutkan di luar jam kerja.

- 51 -

i. Pelaksanaan pemeriksaan didokumentasikan dalam bentuk Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP).

- 52 - Tes Formatif 4

1. Berikut yang bukan termasuk standar dalam Pemeriksaan Pajak:

a. Standar umum.

b. Standar pelaksanaan.

c. Standar pelaporan.

d. Standar penetapan.

2. Yang merupakan standar umum pemeriksaan pajak:

a. Pemeriksaan harus didahului dengan persiapan yang baik sesuai dengan tujuan pemeriksaan.

b. Pemeriksaan dilaksanakan dengan melakukan pengujian berdasarkan metode pemeriksaan dan teknik pemeriksaan sesuai dengan program pemeriksaan (audit program) yang telah disusun.

c. Temuan hasil pemeriksaan harus didasarkan pada bukti kompeten yang cukup dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

d. Jujur dan bersih dari tindakan-tindakan tercela serta senantiasa mengutamakan kepentingan negara.

3. Di bawah ini adalah standar pelaksanaan pemeriksaan, kecuali:

a. Pemeriksaan dilakukan oleh suatu tim Pemeriksa Pajak yang terdiri dari seorang Supervisor, seorang Ketua Tim, dan seorang atau lebih Anggota Tim, dan dalam keadaan tertentu Ketua Tim dapat merangkap sebagai Anggota Tim.

b. Taat terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

c. Pemeriksaan dapat dilaksanakan di kantor Direktorat Jenderal Pajak, tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak, tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas Wajib Pajak, dan/atau tempat lain yang dianggap perlu oleh Pemeriksa Pajak.

d. Pemeriksaan dilaksanakan pada jam kerja dan apabila diperlukan dapat dilanjutkan di luar jam kerja.

4. Yang termasuk standar pelaporan pemeriksaan:

a. LHP disusun secara ringkas dan jelas, memuat ruang lingkup dan pos-pos yang diperiksa sesuai dengan tujuan pemeriksaan, memuat simpulan Pemeriksa Pajak, dan memuat pula pengungkapan informasi lain yang terkait dengan Pemeriksaan.

b. Pemeriksaan dilakukan oleh tim Pemeriksa Pajak yang terdiri dari 1 (satu) orang Supervisor, 1 (satu) orang Ketua Tim, dan 1 (satu) orang atau lebih Anggota Tim, dan dalam keadaan tertentu Ketua Tim dapat merangkap sebagai Anggota Tim.

c. Temuan hasil pemeriksaan harus didasarkan pada bukti kompeten yang cukup dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

d. Jawaban a dan b benar.

5. Di bawah ini adalah pernyataan yang benar mengenai standar pemeriksaan, kecuali:

a. Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan Pemeriksaan untuk tujuan lain harus dilaksanakan sesuai dengan Standar Pemeriksaan.

b. Standar Pemeriksaan digunakan sebagai ukuran mutu Pemeriksaan.

c. Standar Pemeriksaan meliputi standar umum Pemeriksaan, standar pelaksanaan Pemeriksaan, dan standar pelaporan hasil Pemeriksaan.

d. Hanya jawaban a yang benar.

- 53 -

Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi modul 3.

Jumlah jawaban yang benar

Tingkat penguasaan = --- x 100%

Jumlah soal

Arti tingkat penguasaan:

90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik

70 – 79% = cukup

< 70% = kurang

- 54 - Jawaban Tes Formatif 4

1. d. Standar penetapan.

2. d. Jujur dan bersih dari tindakan-tindakan tercela serta senantiasa mengutamakan kepentingan negara.

3. b. Taat terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

4. a. LHP disusun secara ringkas dan jelas, memuat ruang lingkup dan pos-pos yang diperiksa sesuai dengan tujuan pemeriksaan, memuat simpulan Pemeriksa Pajak, dan memuat pula pengungkapan informasi lain yang terkait dengan Pemeriksaan.

5. d. Hanya jawaban a yang benar.

- 55 -