• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDAR PENELITI

Dalam dokumen STANDAR NASIONAL PENELITIAN (Halaman 52-68)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAMBI

Proses Penanggung Jawab Tanggal

Nama Jabatan Tandatangan

1. Perumusan Nuraidah, S.Pd, M.Kes

Kasub UPPM Kebidanan

16 Agustus 2014

2. Pemeriksaan Junita, S.Pd, M.Kes Ka UPM 25 Agustus 2104

3. Persetujuan Hj. Linda Marlia, SPd, M.Kes

Ka UPPM 25 Agustus

2104

4. Penetapan Asmuni HS, SKM, MM Direktur

5. Pengendalian Hj. Taty Nurti, S.Pd, M.Kes

Pudir I

1 September 2014

1 September 2014

1. VISI DAN MISI POLITEKNIK KESEHATAN JAMBI Visi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jambi

Institusi Pendidikan Yang Mampu Menghasilkan Tenaga Kesehatan yang berkualitas dan profesional pada tahun 2018

Misi Politeknik Kesehatan Jambi

a. Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang terampil, mandiri dan professional.

b. Menyelenggarakan kegiatan penelitian guna pengembangan pengetahuan dan teknologi sesuai kompetensi.

c. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.

d. Menciptakan budaya mutu di lingkungan Poltekkes Kemenkes Jambi.

a. DEFINISI ISTILAH

a. Peneliti adalah seseorang atau kelompok ahli yang berusaha secara sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap suatu masalah.

b. Penelitian dosen adalah kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh dosen dengan ketentuan persyarakat yang telah diatur dalam pedoman

c. Penelitian mahasiswa adalah penelitian yang dilaksnakan oleh mahasiswa dalam rangka mengerjakan tugas akhir perkuliahan.

2. RASIONAL

a. Penelitian dosen merupakan upaya yang secara sadar diarahkan untuk mengetahui atau mempelajari fakta-fakta baru yang ditujukan pada penyediaan informasi untuk menyelesaikan masalah-masalah.

b. Standar penelitian merupakan kriteria minimal kemampuan peneliti (dosen maupun mahasiswa) untuk melaksanakan penelitian dan peguasaan metodologi sesuai dengan keilmuan.

3. PERNYATAAN ISI STANDAR

1) Standar penilaian penelitian merupakan kriteria minimal penilaian terhadap proses dan hasil penelitian.

2) Penilaian proses dan hasil penelitian dilakukan secara terintegrasi dengan prinsip penilaian paling sedikit:

3) edukatif, yang merupakan penilaian untuk memotivasi peneliti agar terus meningkatkan mutu penelitiannya;

4) objektif, yang merupakan penilaian berdasarkan kriteria yang bebas dari pengaruh subjektivitas;

5) akuntabel, yang merupakan penilaian penelitian yang dilaksanakan dengan kriteria dan prosedur yang jelas dan dipahami oleh peneliti; dan

6) transparan, yang merupakan penilaian yang prosedur dan hasil penilaiannya dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan.

7) Penilaian proses dan hasil penelitian, selain memenuhi prinsip penilaian juga harus memperhatikan kesesuaian dengan standar hasil, standar isi, dan standar proses penelitian.

8) Penilaian penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan metode dan instrumen yang relevan, akuntabel, dan dapat mewakili ukuran ketercapaian kinerja proses dan pencapaian kinerja hasil penelitian.

9) Penilaian penelitian yang dilaksanakan oleh mahasiswa dalam rangka penyusunan laporan tugas akhir, skripsi, tesis, atau disertasi diatur berdasarkan ketentuan dan peraturan di perguruan tinggi.

4. STRATEGI

a. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes jambi harus mengadakan pelatihan tentang metodologi penelitian dan aplikasi pengolahan data b. Dosen harus mengembangkan kemampuan meneliti melalui kegiatan seminar dan

pelatihan dan diskusi-diskusi tentang jurnal secara internal.

5. INDIKATOR

a. Adanya kegiatan pelatihan minimal setahun sekali .

b. Adanya peningkatan penelitian baik kualitas maupun kuantitas c. Adanya jurnal berlangganan baik nasional maupun internasional

6. STANDAR TURUNAN/SOP YANG DIBUTUHKAN a. SOP pencairan dana penelitian

b. SOP seleksi proposal c. SOP Seminar hasil

7. DOKUMEN TERKAIT a. Sertifikat pelatihan

b. Jurnal nasional dan internsional

8. REFERENSI

a. UU No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi

b. Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi, 2010.

c. Panduan pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat edisi XI tahun 2013

d. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

POLITEKNIK

KESEHATAN Kode/No : SPMI/SN_Lit/06 KEMENKES JAMBI Tanggal : 16 Agustus 2014

STANDAR SNPT

Revisi : 01 Halaman : 1 sd 4

STANDAR

SARANA DAN PRASARANA PENELITIAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAMBI

Proses Penanggung Jawab Tanggal

Nama Jabatan Tandatangan

1. Perumusan Drg. David Rudi,

M.Kes Kasub UPM

Kep. Gigi

16 Agustus 2014 2. Pemeriksaan Junita, S.Pd, M.Kes Ka UPM 25 Agustus

2104

3. Persetujuan Hj. Linda Marlia, SPd, M.Kes

Ka UPPM 25 Agustus

2104

4. Penetapan Asmuni HS, SKM, MM Direktur

5. Pengendalian Hj. Taty Nurti, S.Pd, M.Kes

Pudir I

1 September 2014

1 September 2014

1. VISI DAN MISI POLITEKNIK KESEHATAN JAMBI Visi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jambi

Institusi Pendidikan Yang Mampu Menghasilkan Tenaga Kesehatan yang berkualitas dan profesional pada tahun 2018

Misi Politeknik Kesehatan Jambi

a. Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang . terampil, mandiri dan professional.

b. Menyelenggarakan kegiatan penelitian guna pengembangan pengetahuan dan teknologi sesuai kompetensi.

c. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.

d. Menciptakan budaya mutu di lingkungan Poltekkes Kemenkes Jambi.

2. DEFINISI ISTILAH

Standar Sarana dan Prasarana Penelitian adalah sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menunjang proses penelitian dalam rangka memenuhi hasil penelitian.

3. RASIONAL

Agar pelaksanaan penelitian dapat terlaksana secara terarah dan dapat disempurnakan secara berkelanjutan, diperlukan suatu standar sarana dan prasarana yang menjadi acuan pelaksanaan penelitian sehingga dosen dan mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan penelitian secara tuntas dan mencapai kompetensi yang ditetapkan.

4. PERNYATAAN ISI STANDAR

1) Standar sarana dan prasarana penelitian merupakan kriteria minimal tentang sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menunjang proses penelitian dalam rangka memenuhi hasil penelitian.

2) Sarana dan prasarana penelitian merupakan fasilitas perguruan tinggi yang digunakan untuk:

a. memfasilitasi penelitian paling sedikit yang terkait dengan penerapan bidang ilmu dari program studi yang dikelola perguruan tinggi dan area sasaran kegiatan;

b. proses pembelajaran;

c. kegiatan penelitian.

3) Sarana dan prasarana harus memenuhi standar mutu, keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan, dan keamanan

5. PIHAK YANG BERTANGGUNG JAWAB a. Direktur Poltekkes Kemenkes Jambi b. Pembantu Direktur I dan Pudir II

c. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes dan Jurusan

d. Ketua Jurusan/Program Studi sebagai pimpinan Jurusan dan/atau Program Studi e. Dosen dan atau mahasiswa.

6. STRATEGI

a. Memanfaatkan secara optimal sarana dan prasarana penelitian yang ada di perguruan tinggi

b. UPPM membuat usulan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan penelitian berdasarkan usulan dari peneliti dan sub unit penelitian dari jurusan/ prodi.

c. UPPM melakukan pengawasan dalam penyediaan sarana dan prasarana

d. Poltekkes memenuhi sarana dan prasarana berdasarkan alokasi dana yang dianggarkan untuk kegiatan penelitian bagi dosen dan atau mahasiswa.

e. Melakukan kerjasama atau kemitraan dalam penyediaan sarana dan prasarana.

7. INDIKATOR

a. Adanya dokumen usulan kegiatan penelitian yang mencantumkan rencana penggunaan sarana prasarana.

b. Terpenuhinya sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan penelitian.

c. Sarana dan prarasarana penelitian memenuhi standar mutu, keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan dan keamanan

d. Adanya dokumen kerjasama terkait sarana dan prasarana.

8. STANDAR TURUNAN

a. SOP penggunaan alat (disesuaikan dengan alat yang digunakan) b. SOP analisis hasil pengukuran

9. DOKUMEN TERKAIT

a. Rencana Induk Pengembangan Penelitian b. Pedoman Pelaksanaan kegiatan Penelitian

c. Panduan Penulisan Laporan Kemajuan Penelitian

d. Panduan Penulisan Laporan Akhir Penelitian

10. REFERENSI

a. UU No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi

b. Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi, 2010.

c. Panduan pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat edisi XI tahun 2013

d. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

POLITEKNIK

KESEHATAN Kode/No : SPMI/SN_Lit/07 KEMENKES JAMBI Tanggal : 16 Agustus 2014 POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAMBI

Proses Penanggung Jawab Tanggal

Nama Jabatan Tandatangan

1. Perumusan Nuraidah, S.Pd, M.Kes

3. Persetujuan Hj. Linda Marlia, SPd, M.Kes

Ka UPPM 25 Agustus

2104

4. Penetapan Asmuni HS, SKM, MM Direktur

5. Pengendalian Hj. Taty Nurti, S.Pd, M.Kes

1. VISI DAN MISI POLITEKNIK KESEHATAN JAMBI Visi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jambi

Institusi Pendidikan Yang Mampu Menghasilkan Tenaga Kesehatan yang berkualitas dan profesional pada tahun 2018

Misi Politeknik Kesehatan Jambi

a. Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang terampil, mandiri dan professional.

b. Menyelenggarakan kegiatan penelitian guna pengembangan pengetahuan dan teknologi sesuai kompetensi.

c. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.

d. Menciptakan budaya mutu di lingkungan Poltekkes Kemenkes Jambi.

2. DEFINISI ISTILAH

Pengelolaan penelitian adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh unit pengelola dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan kegiatan penelitian

3. RASIONAL

Standar pengelolaan penelitian ini disusun untuk memberikan acuan kepada unit dkerja dalam melakukan pengelolaan penelitian, sehingga kegiatan penelitian dapat dilaksanakan dengan baik sesuai aturan yang berlalu di Lingkungan Poltekkes Kemenkes Jambi

4. PERNYATAAN ISI STANDAR

1) Standar pengelolaan penelitian merupakan kriteria minimal tentang perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan kegiatan penelitian.

2) Pengelolaan penelitian dilaksanakan oleh unit kerja dalam bentuk kelembagaan yang bertugas untuk mengelola penelitian.

3) Kelembagaan adalah lembaga penelitian, lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, atau bentuk lainnya yang sejenis sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan perguruan tinggi.

4) Kelembagaan wajib:

a. menyusun dan mengembangkan rencana program penelitian sesuai dengan rencana strategis penelitian perguruan tinggi;

b. menyusun dan mengembangkan peraturan, panduan, dan sistem penjaminan mutu internal penelitian;

c. memfasilitasi pelaksanaan penelitian;

d. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penelitian;

e. melakukan diseminasi hasil penelitian;

f. memfasilitasi peningkatan kemampuan peneliti untuk melaksanakan penelitian, penulisan artikel ilmiah, dan perolehan hak kekayaan intelektual (HKI); dan g. memberikan penghargaan kepada peneliti yang berprestasi.

h. melaporkan kegiatan penelitian yang dikelolanya.

5) Perguruan tinggi wajib:

a. memiliki rencana strategis penelitian yang merupakan bagian dari rencana strategis perguruan tinggi;

b. menyusun kriteria dan prosedur penilaian penelitian paling sedikit menyangkut aspek peningkatan jumlah publikasi ilmiah, penemuan baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dan jumlah dan mutu bahan ajar;

c. menjaga dan meningkatkan mutu pengelolaan lembaga atau fungsi penelitian dalam menjalankan program penelitian secara berkelanjutan;

d. melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap lembaga atau fungsi penelitian dalam melaksanakan program penelitian;

e. memiliki panduan tentang kriteria peneliti dengan mengacu pada standar hasil, standar isi, dan standar proses penelitian;

f. mendayagunakan sarana dan prasarana penelitian pada lembaga lain melalui program kerja sama penelitian;

g. melakukan analisis kebutuhan yang menyangkut jumlah, jenis, dan spesifikasi sarana dan prasarana penelitian; dan

h. menyampaikan laporan kinerja lembaga atau fungsi penelitian dalam menyelenggarakan program penelitian paling sedikit melalui pangkalan data pendidikan tinggi;

5. STRATEGI

a. Poltekkes membentuk unit penelitian di tingkat rektorat dan sub unit penelitian di tingkat jurusan/program studi

b. Poltekkes menyusun rencana strategis penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

c. Poltekkes menyusun panduan dan pedoman penelitian

d. Poltekkes membuat perencanaan penelitian bagi dosen setiap tahunnya e. Poltekkes melakukan sosialisasi kegiatan penelitian setiap tahunnya

f. Poltekkes melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap Unit penelitian dan kegiatan penelitian oleh dosen

g. Poltekkes merencanakan sarana prasarana yang digunakan untuk kegiatan penelitian

6. INDIKATOR

a. Terbentuknya unit penelitian di tingkat rektorat dan sub unit penelitian di tingkat jurusan/program studi

b. Adanya panduan dan pedoman penelitian

c. Adanya dokumen perencanaan penelitian bagi dosen setiap tahunnya d. Terlaksananya sosialisasi kegiatan penelitian setiap tahunnya

e. Adanya pedoman monitoring dan evaluasi kegiatan penelitian f. Adanya sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan penelitian

7. STANDAR TURUNAN/SOP YANG DIBUTUHKAN a. SOP penyusunan proposal penelitian

b. SOP seminar proposal c. SOP pelaksanaan penelitian d. SOP seminar hasil penelitian e. SOP Pelaporan penelitian f. SOP pencairan dana

g. SOP menitoring dan evaluasi penelitian

8. DOKUMEN TERKAIT

a. SK kelembagaan Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat b. Panduan dan pedoman penelitian

c. Dokumen perencanaan penelitian bagi dosen setiap tahunnya d. Pedoman monitoring dan evaluasi kegiatan penelitian

a. Buku inventaris sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan penelitian

9. REFERENSI

a. UU No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi

b. Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi, 2010.

c. Panduan pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat edisi XI tahun 2013

d. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

STANDAR

PEMBIAYAAN PENELITIAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAMBI

Proses Penanggung Jawab Tanggal

Nama Jabatan Tandatangan 1. Perumusan Hj. Sri Yun 2. Pemeriksaan Junita, S.Pd,

M.Kes

Ka UPM 25 Agustus

2104

3. Persetujuan Hj. Linda Marlia, SPd, M.Kes

Ka UPPM 25 Agustus

2104

4. Penetapan Asmuni HS, SKM, MM

Direktur 1 September

2014

5. Pengendalian Rusmimpong, S.Pd, M.Kes

Pudir II POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAMBI

Kode/No : SPMI/SN_Lit /08 Tanggal : 16 Agustus 2014

STANDAR SPMI Revisi : 01 Halaman : 1 s.d 4

1 September 2014

1. VISI DAN MISI POLTEKKES KEMENKES JAMBI Visi Poltekkes Kemenkes Jambi:

Institusi Pendidikan Yang Mampu Menghasilkan Tenaga Kesehatan yang berkualitas dan profesional pada tahun 2018

Misi Poltekkes Jambi:

a. Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan tenaga terampil, Mandiri dan professional.

b. Menyelenggarakan kegiatan penelitian guna pengembangan pengetahuan dan teknologi sesuai kompetensi.

c. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka meningkatkan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.

d. Menciptakan budaya mutu dilingkungan Poltekkes Kemenkes Jambi.

2. RASIONAL

Untuk mencapai visi dan misi serta tujuan Politekknik Kesehatan Kemenkes Jambi dan dalam penyelenggaraan kegiatan ,unsur pembiayaan merupakan salah satu unsur utama yang diperlukan demi kelancaran dan keberhasilan penyelenggaraan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh Poltekkes`Kemenkes Jambi.

Pembiayaan ini tidak hanya diperuntukkan bagi kegiatan pendidikan saja, melainkan juga untuk kegiatan penelitian, serta untuk menunjang kegiatan mahasiswa, kesejahteraan dosen dan tenaga kepndidikan. Agar seluruh penyelenggaraan pendidikan di Poltekkes tersebut dapat berjalan dengan baik maka diperlukan tolok ukur atau standar pembiayaan.

3. DEFENISI ISTILAH

a. Standar Pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya lbiaya operasional penelitian yang terdiri dari biaya perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi, pelaporan hasil dan deseminasi hasil penelitian.

b. Biaya perencanaan meliputi biaya untuk kegiatan survey awal, penyusunan proposal, dan seleksi proposal penelitian.

c. Biaya pelaksanaan meliputi biaya untuk kegiatan :pengumpulan data, dan pengolahan data.

d. Biaya Pengendalian meliputi biaya untuk kegiatan pengaturan/jadwal penelitian

e. Biaya Pemantauan meliputi biaya untuk kegiatan monitoring dan evaluasi penelitian

f. Biaya Pelaporan meliputi biaya untuk kegiatan penyusunan laporan penelitian g. Biaya Diseminasi penelitian meliputi biaya untuk kegiatan seminar hasil

penelitian.

4. PERNYATAAN ISI STANDAR :

1) Standar pendanaan dan pembiayaan penelitian merupakan kriteria minimal sumber dan mekanisme pendanaan dan pembiayaan

2) PT wajib menyediankan dana penelitian internal

3) Selain dari anggaran penelilian internal PT pendanaan enelitian dapat bersumber dari pemerintah, kerjasama dengan lembaga lain, baik di dalam maupun luar negeru atau dana daria masyarakat

4) Pendanaan penelitain digunakan untuk membiayai a. Perencanaan

b. Pelaksanaan c. Pengendalian

d. Pemantauan dan evaluasi e. Pelaporan

f. Diseminasi

5) Mekanisme pendanaaan dan pembiayaaan penelitian diatur berdasarkan ketentuan di PT

6) PT wajib menyediakan dana pengeloaan penelitaian 7) Dana pengelolaan penelitain digunakan untuk membiayai

a. Manajemen penelitian yang terdiri atas seleksi proposal, pemantauan dan evaluasi, pelaporan penelitain dan diseminasi

b. Peningkatan kapasitas peneliti

c. Insntif publikasi ilmiah atau insentif hak kekayaan intelektual

5. STRATEGI

a. Direktur menyelenggarakan koordinasi yang baik dengan seluruh jurusan , lembaga penelitian dan unit-unit lainnya di lingkungan Poltekkes Kemenkes Jambi dalam hal perencanaan, pengelolaan dan pertanggungjawaban seluruh penerimaan dan pengeluaran yang ada

b. Direktur melalui satuan pengawas internal melakukan pengawasan secara periodik dan berkelanjutan melakukan fungsi pengawasan dan audit internal keuangan

6. INDIKATOR

a. Tercapainya kesesuaian antara rencana anggaran dan realisasi anggaran kegiatan tahunan secara efektif dan efisien

b. Terpenuhinya standar mutu yang lain dari aspek pembiayaannya

7. DOKUMEN TERKAIT a. Manual prosedur, b. DIPA,

c. RPD(Rencara Pencairan Dana) d. /RPK (Rencana Pelaksana Kegiatan),

e. Borang atau formulir kerja yang terkait dengan pembiayaan

8. STANDAR TURUNAN/SOP YANG DIBUTUHKAN

a. Standar pembiayaan ini harus di selaraskan dengan dokumen standar mutu yang lain khususnya berkaitan dengan aspek pembiayaannya

b. SOP pencairan

9. REFERENSI

a. Kepmendiknas nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian hasil belajar

b. Peraturan Pemerintah Nomor 49 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan

c. Peraturan Pemerintah nomor 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan d. PP 13

Dalam dokumen STANDAR NASIONAL PENELITIAN (Halaman 52-68)

Dokumen terkait