• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Hasil Penelitian SMA 1 Palmatak

4.2.6 Standar Pengelolaan

Analisis Data Standar Pengelolaan

Standar Pengelolaan merupakan salah satu standar yang menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) harus terpenuhi untuk sebuah sekolah. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sudah menyusun 16 poin yang perlu dievaluasi pada standar pengelolaan. Berikut adalah hasil temuan tim peneliti tentang standar pengelolaan sekolah yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas berdasarkan kuestioner yang diedarkan terhadap semua guru mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional (UN) di 2 (dua) SMA dan 1 (satu) MA.

91 1. Visi sekolah mudah dipahami dan disosialisasikan.

Sebaian besar guru memberikan nilai cukup terhadap komponen ini. Jawaban ini menjelaskankan bahwa visi sekolah sudah ada, cukup mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan terhadap masyarakat sekolah. Hanya ada satu sekolah yang menyatakan bahwa visi sekolah mereka mudah dipahami dan sudah disosialisasikan.

2. Kesesuaian misi sekolah dengan visi sekolah serta mudah dipahami dan disosialisasikan.

Semua sekolah sudah menyusun misi yang akan mereka capai. Semua guru juga sudah mengatakan bahwa misi sekolah sudah sesuai dengan visi sekolah, sudah disosialisasikan namun mereka kesulitan dalam memahaminya.

3. Kesesuaian tujuan sekolah dengan misi sekolah serta mudah dipahami dan disosialisasikan.

Sekolah sudah menterjemahkan misi sekolah ke dalam tujuan yang akan mereka capai. Menurut para guru, tujuan ini sudah sesuai dengan misi sekolah dan cukup mudah untuk dipahami namun tujuan ini belum tersosialisasikan secara maksimal terhadap masyarakat sekolah.

4. Ada atau tidak adanya Rencana Kerja Tahunan (RKT) maupun yang berjangka menengah dan disosialisasikan.

Untuk pencapaian tujuan yang sudah disusun, sekolah perlu merumuskan program kerja tahunan maupun program kerja jangka menengah, dari kuestioner yang diedarkan didapatkan informasi bahwa semua sekolah sudah melakukannya. Namun demikian tidak semua sekolah mensosialisasikan program kerja ini terhadap guru ataupun pegawai serta murid yang ada di sekolah mereka.

92 5. Ada atau tidak adanya pedoman tertulis yang mengatur berbagai aspek

pengelolaan.

Program kerja yang sudah disusun memerlukan pedoman tertulis untuk pengelolaannya agar semua pihak dapat melakukan bagian yang menjadi tanggung jawabnya dengan baik. Semua sekolah juga sudah mempunyai pedoman tertulis tetapi kelemahannya adalah sosialisasi yang tidak diberikan kepada masyarakat sekolah.

6. Ada atau tidak adanya struktur organisasi yang memperhatikan kejelasan tugas.

Struktur organisasi dan kejelasan tugas akan menentukan ketercapaian program kerja yang sudah disusun. Dalam hal ini 2 (dua) sekolah menyatakan sudah terdapat struktur organisasi yang memperhatikan kejelasan tugas, sedangkan 1 (satu) sekolah guru-gurunya menyatakan sudah terdapat struktur organisasi namun belum merumuskan kejelasan tugas.

7. Pelaksanaan kegiatan sekolah sesuai dengan Rencana Kerja Tahunan (RKT). Kepada guru dipertanyakan apakah terdapat kesesuaian kegiatan yang dilakukan sekolah dengan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang sudah disusun sebelumnya. Dalam hal ini terdapat variasi jawaban guru yang berada pada sekolah yang sama. Hal ini dapat terjadi karena perbedaan pemahaman guru terhadap program itu sendiri. Sebagian guru mengatakan kegiatan sekolah sudah sesuai dengan Rencana Kerja Tahunan (RKT), sedangkan yang lainnya mengatakan kurang sesuai.

93 8. Ada atau tidak adanya pengelolaan kegiatan kesiswaan.

Kegiatan siswa kelihatannya sudah tidak bermasalah di sekolah yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas karena semua sekolah menyatakan memiliki dan melaksanakan satu kegiatan setiap tahunnya.

9. Ada atau tidak adanya pengelolaan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran.

Terdapat variasi komentar guru terhadap kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Satu sekolah semua gurunya mengatakan telah memiliki dan melaksanakan lebih dari satu kegiatan. Pada dua sekolah lainnya guru-guru IPA menyatakan telah memiliki dan melakukan lebih dari satu program, sedangkan para guru IPS menyatakan hanya memiliki dan melaksanakan satu kegiatan saja. Terlihat disini program untuk jurusan IPA lebih baik dari program IPS.

10.Ada atau tidak adanya program pengelolaan pembiayaan pendidikan.

Dua dari tiga sekolah menyatakan memiliki dan melakukan satu program pengelolaan pembiayaan pendidikan, sedangkan dua sekolah lainnya dikatakan oleh para guru tidak memiliki program pembiayaan pendidikan. 11.Ada atau tidak adanya kegiatan penciptaan suasana, iklim, dan lingkungan

pembelajaran yang kondusif.

Untuk program penciptaan suasana, iklim dan lingkungan pembelajaran yang kondusif mendapatkan respon yang positif dari para guru, hampir semua guru menyatakan sekolah mereka memiliki dan melaksanakan lebih dari satu program penciptaan suasana, iklim dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.

94 12.Ada atau tidak adanya program pengawasan yang disosialisasikan kepada

pendidik dan tenaga kependidikan.

Semua sekolah sudah memiliki program dan sudah disosialisasikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan. Ada sekolah yang memiliki hanya satu kali program pengawasan dan juga ada yang memiliki lebih dari satu program. 13.Ada atau tidak adanya kegiatan evaluasi program kerja sekolah setiap

tahun/sesuai dengan kebutuhan

Semua sekolah sudah memiliki kegiatan evaluasi namun jawaban guru pada satu sekolah bervariasi dalam hal ini. Meskipun semua guru menyatakan sudah ada program evaluasi tapi ada yang menyatakan hanya satu kali dan ada yang menyatakan lebih dari satu kali. Hal ini diperkirakan karena kurangnya sosialisasi program sehingga guru yang tidak terlibatkan dalam kegiatan tidak mengetahui kalau program itu ada.

14.Ada atau tidak adanya program kegiatan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga pendidik.

Dua dari tiga sekolah menyatakan sekolah mereka memiliki program evaluasi dan melakukan evaluasi terhadap kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Satu sekolah yang merupakan sekolah swasta menyatakan tidak pernah ada evaluasi terhadap kinerja pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah mereka.

15.Ada atau tidak adanya struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan.

Semua responden pada penelitian ini menyatakan bahwa struktur kepemimpinan dan

95 tenaga kependidikan tidak sesuai dengan standar pendidik dan tenaga kependidikan.

16.Ada atau tidak adanya sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan.

Secara umum kondisi sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan di Kabupaten Kepulauan Anambas kurang baik. Ini dapat dilihat dari jawaban guru yang sebagian besar menyatakan tidak baik dan kurang baik saja.

Dokumen terkait