ACUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PASCASARJANA UIN ANTASARI
3.2. Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT)
3.2.3 Standar Proses Penawaran Matakuliah
Standar proses pembelajaran merupakan kriteria minimal tentang pelaksanaan pembelajaran pada program studi untuk memperoleh capaian pembelajaran lulusan. Standar proses sebagaimana dimaksud mencakup:
a. karakteristik proses pembelajaran; b. perencanaan proses pembelajaran; c. pelaksanaan proses pembelajaran; dan d. beban belajar mahasiswa.
Karakteristik proses pembelajaran sebagaimana dimaksud terdiri atas sifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontek stual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa.
a. Interaktif sebagaimana dimaksud menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih dengan mengutamakan pro ses interaksi dua arah antara mahasiswa dan dosen.
b. Holistik sebagaimana dimaksud menyatakan bahwa proses pem-belajaran mendorong terbentuknya pola pikir yang kom prehensif dan luas dengan menginternalisasi keunggulan dan kearifan lokal maupun nasional.
c. Integratif sebagaimana dimaksud menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang terintegrasi untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan secara keseluruhan dalam satu kesatuan program melalui pendekatan antardisiplin dan multidisiplin.
d. Saintifik sebagaimana dimaksud menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pendekatan ilmiah sehingga tercipta lingkungan akademik yang berdasarkan sistem nilai, norma, dan kaidah
ilmu pengetahuan serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kebangsaan.
e. Kontekstual sebagaimana dimaksud menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pem belajaran yang disesuaikan dengan tuntutan kemampuan menyelesaikan masalah dalam ranah keahliannya.
f. Tematik sebagaimana dimaksud menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik keilmuan program studi dan dikaitkan dengan permasalahan nyata melalui pendekatan transdisiplin.
g. Efektif sebagaimana dimaksud menyatakan bahwa capaian pem-belajaran lulusan diraih secara berhasil guna dengan memen-tingkan internalisasi materi secara baik dan benar dalam kurun waktu yang optimum.
h. Kolaboratif sebagaimana dimaksud menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pem belajaran bersama yang melibatkan interaksi antar individu pembelajar untuk menghasilkan kapitalisasi sikap, penge tahuan, dan keterampilan. i. Berpusat pada mahasiswa sebagaimana dimaksud men
yata-kan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pem belajaran yang mengutamakan pengembangan kre ati-vitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan maha siswa, serta mengem bangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan.
Proses pembelajaran dilengkapi dengan Perencanaan pro ses pembelajaran yang disusun untuk setiap mata kuliah dan disajikan dalam rencana pembelajaran semester (RPS) atau istilah lain. Rencana pembelajaran semester (RPS) atau istilah lain sebagaimana dimaksud ditetapkan dan dikembangkan oleh dosen secara mandiri atau bersama dalam kelompok keahlian suatu bidang ilmu pengetahuan dan/atau
teknologi dalam program studi. Rencana pembelajaran semester (RPS) atau istilah lain paling sedikit memuat:
a. nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, sks, b. nama dosen pengampu;
c. capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah; kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan;
d. bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai; e. metode pembelajaran;
f. waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap pembelajaran;
g. pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester; h. kriteria, indikator, dan bobot penilaian; dan
i. daftar referensi yang digunakan.
Rencana pembelajaran semester (RPS) atau istilah lain wajib ditinjau dan disesuaikan secara berkala dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pelaksanaan proses pembelajaran sebagaimana dimaksud ber-langsung dalam bentuk interaksi antara dosen, mahasiswa, dan sumber belajar dalam lingkungan belajar tertentu. Proses pem belajaran di setiap mata kuliah tersebut dilaksanakan sesuai Rencana Pembelajaran Semester (RPS) atau istilah lain dengan karakteristik sebagaimana dimaksud
Proses pembelajaran yang terkait dengan penelitian maha siswa wajib mengacu pada Standar Nasional Penelitian. Proses pembelajaran yang terkait dengan pengabdian kepada mas yarakat oleh mahasiswa wajib mengacu pada Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat.
Proses pembelajaran melalui kegiatan kurikuler wajib dilakukan secara sistematis dan terstruktur melalui berbagai mata kuliah dan dengan beban belajar yang terukur. Proses pembelajaran melalui kegiatan kurikuler ini wajib menggunakan metode pembelajaran
yang efektif sesuai dengan karakteristik mata kuliah untuk mencapai kemampuan tertentu yang ditetapkan dalam matakuliah dalam rangkaian pemenuhan capaian pembelajaran lulusan. Metode pembelajaran dimaksud yang dapat dipilih untuk pelaksanaan pembelajaran mata kuliah meliputi: diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, atau metode pem belajaran lain, yang dapat secara efektif memfasilitasi peme nuhan capaian pembelajaran lulusan. Setiap mata kuliah dapat menggunakan satu atau gabungan dari beberapa metode pembelajaran dan diwadahi dalam suatu bentuk pembelajaran.
Bentuk pembelajaran sebagaimana dimaksud dapat berupa: a. kuliah; b. responsi dan tutorial; c. seminar; dan d. praktikum, praktik studio, praktik bengkel, atau praktik lapa ngan. Bentuk pembelajaran selain yang dimaksud di atas wajib ditambah bentuk pembelajaran berupa penelitian, perancangan, atau pengembangan dan pembelajaran berupa pengabdian kepada masyarakat. Bentuk pembelajaran berupa penelitian, perancangan, atau pengembangan serta pembelajaran berupa pengabdian kepada masyarakat sebagaimana dimaksud meru-pakan kegiatan mahasiswa di bawah bimbingan dosen dalam rangka memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Beban belajar mahasiswa sebagaimana dimaksud di ata dinya-takan dalam besaran satuan kridet semester (sks). Semester adalah merupakan satuan waktu proses pembelajaran efektif selama paling sedikit 16 (enam belas) minggu, termasuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
Untuk menyelenggarakan seminar dan sejenisnya, maha siswa diwajibkan memberikan penyajian dalam suatu forum. Untuk 1 (satu) kredit semester sama dengan 60 (enampuluh) menit acara tatap muka dalam seminar per minggu per semester di mana satu kali diantaranya sebagai penyaji.
Satu tahun akademik terdiri atas 2 (dua) semester dan dapat menyelenggarakan semester antara. Semester antara sebagaimana dimaksud diselenggarakan:
a. selama paling sedikit 8 (delapan) minggu;
b. beban belajar mahasiswa paling banyak 9 (sembilan) sks;
c. sesuai beban belajar mahasiswa untuk memenuhi capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
Apabila semester antara diselenggarakan dalam bentuk per-kuliahan, tatap muka paling sedikit 16 (enam belas) kali termasuk ujian tengah semester antara dan ujian akhir semester antara.
Masa dan beban belajar penyelenggaraan program pendidikan pada pascasarjana:
a. Paling lama 4 (empat) tahun akademik untuk program magister, program magister, dengan beban belajar mahasiswa paling sedikit 36 (tiga puluh enam) sks;
b. Paling lama 7 (tujuh) tahun akademik untuk program doktor, program doktor, dengan beban belajar mahasiswa paling sedikit 42 (empat puluh dua) sks.
Perhitungan beban belajar dalam sistem blok, modul, atau bentuk lain ditetapkan sesuai dengan kebutuhan dalam memenuhi capaian pembelajaran. 1 (satu) sks pada proses pembelajaran berupa praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan/atau proses pembelajaran lain yang sejenis, 170 (seratus tujuh puluh) menit per minggu per semester dengan rincian:
a. 50 (limapuluh) menit acara tatap muka terjadual dengan tenaga pengajar, misalnya perkuliahan.
b. 60 (enampuluh) menit acara kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi tidak terjadual tetapi direncanakan oleh dosen, misalnya membuat pekerjaan rumah, menyusun makalah, penyelesaian soal-soal dan sejenisnya.
c. 60 (enampuluh) menit acara kegiatan mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa secara mandiri untuk men dalami, mempersiapkan atau tujuan lain suatu tugas akademik, misalnya membaca buku referensi, mengkaji bahan-bahan dalam buku wajib dan sejenisnya.
Dosen wajib melaksanakan perkuliahan minimal 80% dari jumlah keseluruhan kuliah yang diwajibkan dalam semester yang bersangkutan sebagai syarat untuk dapat melaksanakan ujian. Wajib memenuhi perkuliahan dari jadual yang sudah ditetapkan fakultas/ program studi. Jika karena suartu hal kegiatan perkuliahan tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya, dosen wajib menyepakati pergantian/perubahan waktu kuliah dengan mahasiswa dan dengan catatan tidak mengganggu jadual matakuliah yang lain, dan memberitahukannya kepada program studi dan subag pendidikan di fakultas (tim monitoring fakultas). Dalam hal dosen yang sudah tercantum dalam jadual kuliah berhalangan tetap, maka ditetapkan dosen pengganti yang ditetapkan oleh dekan atas usul program studi.
Mahasiswa diwajibkan mengikuti perkuliahan, praktikum, tugas lapangan, tugas studio dan kegiatan akademik lainnya sesuai dengan rencana studinya secara tertib dan teratur atas dasar ketentuan yang berlaku. Wajib mengikuti kegiatan perkuliahan minimal 80% dari jadual perkuliahan yang terlaksana.