• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDAR PENDIDIKAN A. Standar Kompetensi

H. Standar Saranadan Prasarana

Standar sarana dan prasarana pembelajaran pada pendidikan profesi dokter SpJP merupakan kriteria minimal tentang sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan isi dan proses pembelajaran dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.

1. Standar Sarana dan Prasarana di Rumah Sakit Pendidikan

Telah memenuhi standar Rumah Sakit Pendidikan Utama dan Rumah Sakit Jejaring Pendidikan sebagaimana tercantum pada Bab VI.

2. Standar Sarana dan Prasaranadi Institusi Pendidikan a. Sarana dan prasarana pembelajaran akademik

Sarana pembelajaran akademik yang perlu disediakan oleh IPDS JP meliputi:

1) Ketersediaan Ruangan

a) ruang pembelajaran (ruang kuliah) minimal 0,7m2/ peserta didik

b) ruang diskusi yang memuat 10 – 15 peserta didik c) ruang perpustakaan,

e) skills-lab,

f) ruang pengelola pendidikan

2) Ketersediaan peralatan : buku teks kardiovaskular, peralaran audio-visual, flipchart dan papan tulis

b. Teknologi Informasi

IPDS JP harus menyediakan :

1) fasilitas teknologi informasi bagi dosen, tenaga kependidikan, dan peserta didik, yang digunakan untuk mengembangkan sistem informasi akademik, pengembangan pangkalan data, dan telekonferensi.

2) komputer dengan rasio komputer dan mahasiswa minimal 1:20.

3) jaringan internet dengan bandwidth cukup, menunjang proses pembelajaran dan kepustakaan elektronik untuk mengakses e-book dan e-journal.

I. Standar Pengelolaan Pendidikan Prinsip pengelolaan

Program Pendidikan Dokter SpJP dikelola dengan prinsip: transparan, akuntabel, berkeadilan, obyektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kelancaran penyelenggaraan program pendidikan dokter SpJP akan selalu menjadi perhatian dalam perencanaan program pendidikan, karena pada hakikatnya hal tersebut menjadi kepentingan bersama seluruh unsur, baik di Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan. 1. Organisasi Penyelenggara Program Pendidikan Dokter SpJP

Di tingkat Fakultas penyelenggaraan program pendidikan dokter SpJP dikelola oleh: Ketua dan Sekretaris Tim Koordinasi Pelaksana Program Pendidikan Dokter Spesialis. Sedangkan di tingkat Departemen Kardiologi dan Kedokteran vaskular oleh : Ketua dan Sekretaris Program Studi (KPS/SPS).

2. Ketua Program Studi (KPS) a. Karakteristik Jabatan KPS

1) Program pendidikan dokter SpJP dipimpin oleh Ketua Program Studi/KPS

2) KPS adalah Dokter SpJP yang mempunyai kualifikasi penilai, dan diusulkan oleh Kepala Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular;

3) KPS ditetapkan oleh Rektor atau Dekan dan bertanggung jawab kepada Rektor atau Dekan (sesuai kebijakan pelimpahan kewenangan)

4) Jabatan KPS tidak boleh dirangkap oleh Kepala Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular.

5) KPS dibantu oleh Sekretaris Program Studi (SPS) b. Tugas Pokok dan Fungsi KPS

KPS mempunya tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab atas pengelolaan program pendidikan Dokter SpJP, yang meliputi: 1) Merencanakan penyelenggaraan program pendidikan sesuai

katalog pendidikan yang dibuat mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Dokter SpJP yang telah disahkan/ ditetapkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia.

2) Menyelenggarakan praseleksi calon peserta program studi sesuai ketentuan

3) Mempersiapkan semua komponen penyelenggaraan program pendidikan termasuk pemanfaatan sarana, prasarana dan dosen dari Departemen/ Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular serta Departemen/ Bagian lain secara kolaboratif. 4) Menyelenggarakan penilaian kemajuan peserta didik sesuai

ketentuan

5) Membuat teguran/peringatan kepada peserta didik yang bermasalah.

6) Membuat laporan berkala tiap semester kepada Koordinator Program Pedidikan Dokter Spesialis di Fakultas Kedokteran, tentang:

a) peserta baru (hasil praseleksi). b) dinamika peserta.

c) penyelesaian pendidikan (untuk wisuda).

7) Mengembangkan sistem pendidikan bersama Koordinator Pedidikan Dokter Spesialis di Fakultas Kedokteran, agar tercapai sinergi untuk efektifitas dan efisiensi pendidikan. c. Supervisi Kinerja KPS

Supervisi terhadap kinerja KPSdilaksanakan secara berkesinambungan oleh Dekan Fakultas Kedokteran dan Tim Koordinasi PPDS

d. Tata Hubungan Kerja KPS

1) Tata Hubungan Kerja KPS dengan Kepala Departemen/ Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular

a) Penanggung jawab masalah ketenagaan dan sarana/ prasarana akademik di Departemen/Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular adalah Kepala Departemen/ Bagian. Tanggung jawab ini akan mencakup pengadaan, pembinaan dan pemanfaatan staf pengajar dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang tercantum dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis.

b) KPS harus selalu melibatkan Kepala Departemen/Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular untuk mendapatkan dukungan ataupun persetujuan pemanfaatan tenaga pengajar dan sarana akademik.

c) Dalam hal program pendidikan dokter SpJP memerlukan modul-modul pendidikan dari Departemen/Bagian lain, maka selain harus berhubungan dengan KPS lain juga harus melibatkan Kepala Departemen/Bagian terkait dan Kepala Departemen/Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular.

d) Setiap semester, KPS membuat laporan lengkap perencanaan pemanfaatan tenaga, sarana akademik yang tercakup dalam penyelenggaraan program studi. 2) Tata Hubungan Kerja KPS dengan Koordinator Program

Pendidikan Dokter Spesialis di Fakultas Kedokteran

tingkat Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan. b) Hubungan ini memelihara ketertiban dalam hal :

− kemantapan penerimaan calon peserta untuk praseleksi peserta

− kesesuaian jadwal penerimaan peserta program studi. − kelancaran program pendidikan melalui

pencatatan dan pelaporan dinamika peserta setiap semester, untuk kemudahan pemecahan masalah keterlambatan/kemacetan pendidikan pesertadidik. − keseragaman penyelenggaraan kegiatan dan

pemanfaatan sumber-sumber daya secara bersama-sama di Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan.

− upaya pengembangan program pendidikan dokter SpJP

− pemecahan berbagai kesulitan yang mungkin dialami terkait penyelenggaraan program pendidikan. 3. Standar Pemantauan dan Pelaporan

Institusi pendidikan dokter SpJP melakukan pemantauan dan pelaporan implementasi kurikulum secara berkala, yang hasilnya digunakan sebagai bahan perbaikan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu dan tenologi.

Penyampaian data penyelenggaraan pendidikan dilakukan melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi.

4. Pembinaan Peserta Didik

a. Bimbingan dan konseling pendidikan

Institusi pendidikan dokter SpJP memiliki sistem bimbingan dan konseling bagi peserta didik yang dikoordinir oleh KPS, dengan tujuan membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi peserta didik

b. Organisasi Peserta didik

Peserta didik dapat membentuk organisasi yang mempunyai manfaat:

1) Membantu dan memfasilitasi kebutuhan peserta didik 2) Memberikan umpan balik secara layak dalam hal perancangan,

pengelolaan dan evaluasi kurikulum atau hal lain yang relevan dengan pendidikan.

c. Dalam hal profesionalisme, peserta didik dibina oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) sebagai anggota muda.

J. Standar Pembiayaan

Dokumen terkait