LKK, KETUA TP, PKK, PLKB
C. Pembahasan dan Hasil Penelitian
1. Standar dan Sasaran Kebijakan
Standar dan sasaran kebijakan merupakan sesuatu yang harus diterapkan dalam sebuah kebijakan. Standar dan sasaran harus jelas dan terukur sehingga dapat direalisasikan. Ketika standar dan sasaran kebijakan terlalu ideal maka akan sulit direalisasikan. Standar dan sasaran kebijakan tersebut juga harus dipahami dengan baik oleh para pelaksana-pelaksana kebijakan (implementors). Seperti pernyataan yang diungkapkan oleh NP ketua PLKB berikut ini mengatakan bahwa:
“Untuk standar Pelaksanaan atau Standar Operasional Prosedur (SOP) Program Kampung KB itu sendiri adalah buku petunjuk teknis pelaksanaan Kampung KB sebagai pedoman para petugas Kampung KB dalam melaksanakan suatu program. Mulai dari awal kegiatan hingga tahap akhir yaitu evaluasi program semua mengikuti buku petunjuk teknis dengan Peraturan Daerah Nomor 55 tahun 2016 tentang Kependudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. kemudian sasaran dalam pelaksanaan Kampung KB yaitu Pasangan Usia Subur (PUS), lansia, remaja, keluarga balita dan seluruh elemen masyarakat baik perorangan maupun masyarakat”. (Wawancara, 23 September 2020)
Pernyataan lain yang serupa juga diungkapkan oleh AI Petugas Kampung KB Kelurahan Langnga yang mengatakan bahwa:
“Sasaran dalam pelaksanaan Kampung KB itu sebenarnya seluruh masyarakat untuk lebih spesifiknya itu adalah keluarga, Pasangan Usia Subur (PUS), remaja, lansia, dan balita” (Wawancara, 25 September 2020)
Berbeda dengan pernyataan FA Lurah Kelurahan Langnga yang mengatakan bahwa:
“Sasarannya yaitu Kampung KB adalah sebenarnya dirancang untuk membumikan mengangkat kembali meripetalisasi program KKBPK guna mendekatkan akses pelayanan kepada keluarga dan masyarakat dalam upaya mengaktualisasikan dan mengaplikasikan 8 fungsi keluarga secara utuh dalam masyarakat”. (Wawancara, 22 September 2020)
Standar dan sasaran program meliputi mekanisme Prosedur (Standard Operational Procedurs), yang dalam hal ini mengenai program dilakukan oleh para dinas PPKBD, PLKB Kecamatan Mattiro Sompe, serta para Kader Kampung KB. SOP sendiri digunakan sebagai acuan langkah-langkah atau tahapan dari tindakan yang akan diambil selama proses pelaksanaan dari suatu kegiatan. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, SOP dari Kampung KB di Kelurahan Langnga Kecamatan Mattiro Sompe sudah cukup baik, SOP yang digunakan berupa buku petunjuk teknis sesuai dengan UU Nomor 52 Tahun 2009. Pelaksanaan Kampung KB mulai dari awal kegiatan hingga tahap akhir yaitu evaluasi program semua mengikuti buku petunjuk teknis tersebut.
Pemahaman tentang maksud umum dari suatu standar dan tujuan kebijakan adalah penting. Implementasi kebijakan berhasil, bisa jadi gagal
(frustated) ketika para pelaksana (officials), tidak sepenuhnya menyadari terhadap standar dan tujuan kebijakan. Namun dilihat dari hasil wawancara penelitian tersebut bahwa para petugas Kampung KB memahami sasaran dan tujuan serta berkompeten dalam melaksanakan Program Kampung KB di Kelurahan Langnga Kecamatan Mattiro Sompe.
Jadi dapat dikatakan standar dan sasaran implementasi program Kampung KB sudah cukup baik dan jelas.
Pernyataan serupa, yang dikatakan oleh HN Ketua Kampung Keluarga Berencana yang mengatakan:
“Standar dan sasaran kebijakan dikelurahan Langnga Kecamatan Mattiro Sompe akan dapat dicapai jika masyarakat atau penduduknya bisa bekerjasama dan ikut serta dalam setiap kegiatan yang akan dilakukan oleh petugas maupun kelompok Program Kampung Keluarga Berencana. karena pada dasarnya yang harus dan wajib mengikuti kegiatan Program Kampung Keluarga Berencana ialah keluarga yang lanjut usia, remaja dan keluarga balita Dengan begitu dapat mengimbangi sedikit kebutuhan penduduk yang ikut Program Kampung Keluarga Berencana dan juga tercapainya tujuan dan sasaran kebijakan yang ada di Kelurahan Langnga”. (Wawancara, 23 September 2020) Jadi dapat disimpulkan bahwa dari beberapa hasil wawancara dari berbagai sumber data antara ketua PLKB, lurah dari Kelurahan Langnga, Ketua Kampung Keluarga Berencana dan Petugas Kampung Keluarga Berencana. sedikit berbeda akan tetapi pada intinya semua hasil wawancara tetap mengarah pada kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat dimana sasaran kebijakan harus tercapai dan pasrtisipasi masyarakat ikut serta membantu terlaksananya kegiatan Program Kampung Keluarga Berencana sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 55 Tahun 2016.
Kaitannya dengan UU Nomor 52 Tahun 2009 dengan pemaparan dari hasil wawancara mengenai standar dan sasaran kebijakan dari berbagai sumber data dapat dikatakan bahwa tidak akan lepas dari yang sudah terterah di UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang tujuannya ialah untuk membangun keluarga sejahtera dan mengembangkan kualitas penduduk serta membuat masyarakat dapat dan bisa hidup mandiri, lebih maju harapan kedepannya guna untuk dapat bersaing dengan bangsa lain.
Dengan begitu dapat disimpulkan dan dipaparkan kaitannya dengan standar dan sasaran kebijakan sudah jelas arahnya sama-sama untuk dapat membuat masyarakat hidup makmur dengan adanya suatu kegiatan yang akan dilaksanakan guna membuat masyarakat dapat membatasi angka kelahiran dan kualitas rendah dapat membuat masyarakat kuantitas hidupnya juga rendah. Maka dengan ada standar dan sasaran kebijakan yang sudah dirancang mulai dari awal dapat membuat masyarakat bisa berkembang dan lebih maju lagi.
Sedangkan kaitannya dengan Peraturan Daerah Nomor 55 tahun 2016 tentang pengendalian penduduk serta pemberdayaan perempuan dengan standar dan sasaran kebijakan bisa dipaparkan sudah berjalan dengan baik.
Mengapa demikian bisa kita lihat dari partisipasinya masyarakat yang ikut serta dalam pelaksanaan kegiatan program Kampung Keluarga Berencana dan pengendalian penduduk dengan adanya program kampong kb tersebut.
Dengan begitu dapat disimpulkan dan dipaparkan kaitannya dengan standar dan sasaran kebijakan dengan peraturan Undang-Undang dan
Peraturan Daerah sudah jelas arahnya sama-sama untuk dapat membuat masyarakat hidup makmur dengan adanya suatu kegiatan yang akan dilaksanakan guna membuat masyarakat dapat membatasi angka kelahiran dan kualitas rendah dapat membuat masyarakat kuantitas hidupnya juga rendah. Maka dengan ada standar dan sasaran kebijakan yang sudah dirancang mulai dari awal dapat membuat masyarakat bisa berkembang dan lebih maju lagi.