BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Model Kebijakan Van Meter dan Van Horn
4.3.1 Standart dan Sasaran Kebijakan (ukuran dasar
Sasaran kebijakan pada dasarnya adalah apa yang hendak dicapai oleh program atau kebijakan baik yang berwujud maupun tidak serta didasarkan pada kepentingan utama terhadap sistem-sistem yang menentukan pencapaian kebijakan. Standar dan sasaran kebijakan harus jelas dan terukur sehingga dapat terealisir. Standart dan sasaran kebijakan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bagaimana Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Batu Bara dalam kinerjanya mencapai Visi yaitu:
A
“Terwujudnya Kabupaten Batu Bara yang Sejahtera Melalui Pengelolaan Perumahan, Kawasan Permukiman, Prasarana dan Sarana Utilitas Serta Pengelolaan dan Pengendalian Pertahanan menuju Masyarakat Kabupaten Batu Bara Sejahtera yang Gemilang “
Menurut Van Meter dan Van Horn, identifikasi indikator-indikator kinerja merupakan tahap yang krusial dalam analisis implementasi kebijakan. Indikator-indikator kinerja ini menilai sejauh mana ukuran-ukuran dasar dan tujuan-tujuan kebijakan telah direalisasikan. Ukuran-ukuran dasar dan tujuan–tujuan berguna dalam menguraikan tujuan-tujuan keputusan kebijakan secara menyeluruh.
Dalam proses pencapaian sasaran kebijakan akan menilai sejauh mana ukuran dasar dan tujuan kebijakan yang telah direalisasikan. Dalam penelitian ini sasaran kebijakan program kredit perumahan rakyat di perumahan Taman Sahaba Residence Kabupaten Batu Bara ini dapat dilihat dari beberapa hal yaitu proses tahapan pelaksana, kesesuaian bantuan yang diterima serta manfaat program yang diperoleh.
Adapun tujuan program Kredit Perumahan Rakyat (KPR) berdasarkan Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang pengadaan perumahan dan permukiman, tujuan dari program kredit perumahan rakyat (KPR) adalah untuk mensejahterakan masyarakat, khususnya ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dalam rangka memenuhi kebutuhan perumahan.
Program kredit perumahan rakyat (KPR) merupakan salah satu dari usaha pemerintah untuk mengentaskan permukiman yang tidak layak untuk dihuni dan membantu masyarakat untuk mendapatkan rumah layak huni khususnya
masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Masyarakat dapat memiliki rumah yang layak huni dengan cicilan yang sangat terjagkau dan dibantu juga dengan bantuan pemerintah terkait uang muka untuk masing-masing unit perumahan.
Informan mengatakan:
“ program kredit perumahan rakyat ini tentu saja mempunyai tujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mempunyai rumah yang layak huni, dengan adanya program ini masyarakat dapat memiliki rumah dengan cara mencicil setiap bulannya sehinggah masyarakat merasa dimudahkan untuk mendapatkan rumah yang layak, dengan adanya hal ini pastilah mengurangi adanya rumah-rumah yang liar seperti di pinggir sungai dan lainnya.” (Wawancara tanggal 04 Mei 2019. Transkrip wawancara, halaman 2).
Informan lainnya mengatakan :
“hal yang paling utama yang di dapat dari rumah subsidi ini adalah masyarakat dapat memiliki rumah dengan uang muka yang terjangkau dan hal ini yang saya rasa dapat mensejahterakan masyarakat melalui program rumah bersubsidi ini “ (wawancara tanggal 05 Mei 2019. Transkrip wawancara, halaman 4).
Informan mengatakan :
“program kredit perumahan rakyat dapat memudahkan masyarakat dalam memiliki rumah yang baik, sehingga masyarakat tidak mendirikan rumah-rumah liar yang sering kita lihat di pinggir-pinggir jalan dan sungai” (Wawancara tanggal 02 Mei 2019. Transkrip wawancara, halaman 6).
Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat diketahui bahwa para pelaksana program KPR ini telah memahami dengan baik tujuan-tujuan yang ada dalam program ini, hal ini menjadi salah satu nilai yang baik bagi para pelaksana, dengan begitu dapat diharapkan untuk dapat membantu tercapainya sasaran dan tujuan kebijakan yang ada di dalam program ini.
Program kredit perumahan rakyat (KPR) bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat terlebih lagi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR).
Dengan adanya program kredit perumahan rakyat (KPR) ini juga memudahkan masyarakat dalam melangsungkan kehidupannya sehari-hari. Pernyataan di atas
menunjukan bahwa program kredit perumahan rakyat (KPR) diterapkan agar tidak adanya penyelewengan yang terjadi terkait permasalahan perumahan dan permukiman seperti adanya rumah-rumah liar dan permukiman yang kumuh.
Dengan adanya program kredit perumahan rakyat (KPR) masyarakat sangat terbantu untuk dapat memiliki perumahan dan permukiman yang layak.
Standar dan ukuran dasar program kredit perumahan rakyat (KPR) berdasarkan Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 13 Tahun 2010.
Dalam pengguna program kredit perumahan rakyat ada syarat-syarat yang harus dipenuhi diantaranya :
1. belum pernah memiliki rumah/ hunian.
2. belum pernah menerima subsidi perumahan.
3. mempunyai penghasilan dari tempat bekerja/usaha yang didasarkan atas gaji pokok atau pendapatan pokok per bulan paling banyak
Rp2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah), yang terbagi dalam 3 (tiga) kelompok sasaran, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 03/PERMEN/M/2007 tentang Pengadaan Perumahan dan Permukiman dengan Dukungan Fasilitas Subsidi Perumahan Melalui KPR Bersubsidi sebagaimana telah diubah melalui Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 07/PERMEN/M/2008.
4. mempunyai NPWP dan SPT Tahunan Orang Pribadi kecuali bagi:
a) kelompok sasaran berpenghasilan lebih kecil dari penghasilan tidak kena pajak (PTKP);
b) kelompok sasaran calon debitur yang Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K) terbit sampai dengan tanggal berlakunya Peraturan Menteri ini dan perjanjian/akad kreditnya ditandatangani paling lambat tanggal 30 November 2010.
c) Kelompok sasaran calon debitur yang baru memiliki NPWP tidak diwajibkan untuk menyerahkan SPT Tahunan Orang Pribadi.
Informan mengatakan bahwa :
“Jika membicarakan berhasilnya program ini, saya belum dapat mengatakan iya atau tidak, karena memang rata-rata masyarakat yang menggunakan program Kredit Perumahan Rakyat ini pun mempunyai aturan bahwa masyarakat yang dapat menggunakan program ini adalah masyarakat yang memiliki penghasilan 4 juta / bulan, dan sedangkan rata-rata masyarakat yang berpenghasilan rendah ini mempunyai penghasilan 2 juta sampai 3 juta dan hal ini yang menyebabkan tidak terjangkaunya kelompok sasaran dalam program KPR ini.” (Wawancara tanggal 04 Mei 2019. Transkrip Wawancara, halaman 2).
Hal yang sama dikatakan juga oleh informan lainnya bahwa :
“penghasilan masyarakat di perumahan Taman Sahaba Residence rata-rata memiliki penghasilan minimal 4.000.000/bulan.”(Wawancara tanggal 05 Mei 2019. Transkrip wawancara, halaman 7).
Informan mengatakan :
“Untuk perubahan yang terjadi bagi masyarakat pasti ada, karena dengan adanya program KPR ini masyarakat sangat terbantu apalagi masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah karna adanya program ini masyarakat dapat menyicil dalam jangka waktu yang telah ditetapkan sehingga hal ini sangat membantu masyarakat.” (Wawancara tanggal 04 Mei 2019. Transkrip Wawancara, halaman 3).
Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat peneliti lihat bahwa informan menyatakan rata-rata masyarakat yang dapat menggunakan program kredit perumahan rakyat (KPR) adalah masyarakat yang berpenghasilan rata-rata Rp4.000.000/ bulannya padahal menurut Permenpera No. 5 Tahun 2007 batasan penghasilan masyarakat yang berpenghasilan rendah adalah masyarakat yang memiliki penghasilan minimal Rp1.700.000 dan maksimal Rp2.500.000 dan dengan adanya ini jelas bahwa program KPR ini belum dapat mencapai kelompok sasarannya. Hal inilah yang menjadi permasalahan baru di mana seharusnya suatu program atau kebijakan dibuat harus dapat mengukur atau melihat apakah program atau kebijakan dibuat sesuai dengan kelompok sasaran yang dituju atau malah semakin memberatkan kepada kelompok masyarakat yang dituju sehingga
program atau kebijakan yang dibuat tidak meleset dari apa yang dituju dan tidak menimbulkan permasalahan baru.
Informan mengatakan bahwa :
“Dalam hal permasalahan mengenai Perumahan dan Permukiman sangat kompleks, dimana hal ini menyangkut banyak aspek yang menjadi faktor – faktor adanya permasalahan terkait perumahan dan permukiman ini, dan sampai saat ini pemerintah kabupaten Batu Bara masih mengupayakan dengan beberapa Program untuk mengatasi permasalahan mengenai perumahan dan permukiman ini.”(Wawancara tanggal 04 Mei 2019. Transkrip Wawancara, halaman 2).
Informan mengatakan :
“untuk mengentaskan permasalahan terkait perumahan dan permukiman kami sebagai dinas terkait permasalahan ini juga sudah ada beberapa program yang sudah kami luncurkan dari daerah seperti program (PPKP) program penyelesaian konflik pertanahan, kemudian program peningkatan kwalitas wilayah kumuh dan beberapa program lainnya.” (Wawancara tanggal 18 Juni 2019. Transkrip Wawancara, halaman 1).
Informan lainnya mengatakan :
“permasalahan terkait perumahan dan permukiman pastinya kami sebagai implementor mempunyai beberapa program untuk menanggulangin permasalahan permukiman terkhusus lagi untuk permukiman yang kumuh.”
(Wawancara tanggal 4 Mei 2019. Transkrip wawancara, halaman 3).
Berdasarkan wawancara di atas bahwa arah kebijakan yang dibuat oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Batu Bara yaitu :
Tabel 4.1
Program Kegiatan Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Batu Bara
NO PROGRAM KEGIATAN
1 Program Penyelesaian Konflik-Konflik
Pertanahan (PPKP)
1. Sosialisasi Hak Kepemilikan Tanah 2. Pendataan Aset Pertanahan
3. Fasilitas Penyelesaian Konflik Pertanahan
2 Program Bantuan Perumahan
1. Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya 2. Rencana Pembangunan, Pengembangan,
Perumahan dan Kawasan Permukiman 3. Operasional bantuan perumahan RTLH 4. Koordinasi Pokja PKP
3 Program Pembangunan jalan dan jembatan
1. Perencanaan pembangunan jalan 2. Pembangunan jalan
3. Perencanaan pembangunan jembatan 4. Pembangunan jembatan
5. Pengawasan pembangunan jembatan 4 Program Pembangunan
Saluran Drainase / Gorong-gorong
1. Perencanaan pembangunan saluran drainase/ gorong-gorong
2. Pembangunan saluran drainase/ gorong-gorong
3. Pengawasan saluran drainase/gorong-gorong
5 Program Pengembangan
Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh
1. Konsultasi perencanaan infrastruktur 2. Pembangunan/peningkatan infrastruktur 3. Konsultansi pengawasan pembangunan 6 Program Peningkatan
Kwalitas Wilayah Kumuh
1. Deleniasi kawasan kumuh
2. Deleniasi kawasan potensi kumuh
3. Peningkatan kawasan permukiman untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah Sumber : program kegiatan (PROKJA) Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Batu Bara, 2019
Salah satu program yang dibuat pemerintah yaitu Program Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang diatur dalam Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (PERMENPERA) No. 42/PRT/M/2015 tentang bantuan uang muka bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Informan mengatakan bahwa :
“untuk teknis pelaksanaan program kredit perumahan rakyat di wilayah kabupaten Batu Bara, masih mengacu kepada peraturan menteri dari pemerintah pusat, dimana memang untuk kabupaten Batu Bara sendiri belum ada perda khusus yang mengatur tentang program KPR ini.” (Wawancara tanggal 04 Mei 2019. Transkrip wawancara, halaman 3).
Informan lainnya mengatakan :
“untuk teknis pelaksanaan program KPR ini sendiri tidak ada PERDA atau PERBUP nya karna memang program ini di bangun oleh pihak ketiga yang teknis awalnya bermula dari pihak ketiga (Develover) membuat surat permohonan dan mengajukan surat tersebut ke Dinas perizinan dulu kemudian baru orang perizinan menyurati kami ke Dinas perumahan dan permukiman meminta rekomendasi secara teknis (lokasi) namun untuk keperluan fasilitas seperti drainase dapat kita bantu karna pada prinsipnya program ini di bangun di wilayah Kabupaten Batu Bara, dan dapat kita berikan bantuan yang sebenernya
semua anggaran itu adanya di provinsi karna memang kami disini hanya sebagai penghubung antara pihak ketiga (develover) dan provinsi, dan disinilah bentuk sumbangsi kami sebagai dinas terkait program KPR.”(Wawancara tanggal 18 Juni 2019. Transkrip wawancara, halaman 1).
Informan mengatakan bahwa :
“komunikasi awal dilakukan melalui surat permohonan izin yang dibawa oleh Developer ke Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Batu Bara. Jadi kita mengirim semua nama-nama lokasi yang akan dibangun perumahan terkait program kredit perumahan rakyat (KPR) ke pemerintah pusat seterusnya pemerintah pusat yang akan meninjau langsung terkait program kredit perumahan rakyat.” (Wawancar tanggal 04 Mei 2019. Transkrip wawancara, halaman 4).
Berdasarkan hasil wawancara di atas, bahwa untuk segala teknis pelaksanaan program KPR ini masih terpantau dari pemerintah pusat, sedangkan untuk pemerintah daerah khususnya Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Batu Bara hanya sebatas pemberian izin lokasi yang akan dibangun perumahan bersubsidi, sehingga hal ini menjadi salah satu yang menjadi batasan pemerintah daerah kabupaten Batu Bara untuk memantau program kredit perumahan rakyat (KPR) ini. Dibuktikan dengan berdasarkan wawancara di atas bahwa untuk Kabupaten Batu Bara belum memiliki peraturan daerah yang mengatur program kredit perumahan rakyat (KPR).
Berdasarkan data sementara dari Dinas Perumahan dan Permukiman jumlah perumahan bersubsidi periode januari s/d Mei 2019 sebagai berikut :
Tabel 4.2
Data sementara dari Dinas Perumahan dan Permukiman jumlah perumahan bersubsidi periode januari s/d Mei 2019
No Nama Pemilik Alamat Luas
PT. KARYA MEGAH
Sumber : Dokumentasi Penelitian, 2019
Dengan adanya data sementara di atas dapat dilihat bahwa sudah banyak terlaksananya perumahan-perumahan bersubsidi di kabupaten Batu Bara. Salah satunya adalah perumahan Taman Sahaba Residence yang berlokasi di jalan melati Kecamatan Lima Puluh. Hal ini membuktikan bahwa program kredit perumahan rakyat ini berjalan dengan baik. Seharusnya pemerintah daerah harus
lebih perduli dengan program kredit perumahan rakyat ini sehinggah program ini dapat terimplementasi dengan baik.
Gambar 4.3
Brosur Perumahan Taman Sahaba Residence
Sumber : Dokumentasi Penelitian, 2019
Gambar di atas merupakan brosur perumahan Taman Sahaba Residence yang menjelaskan tentang detail luas ukuran dan fasilitas perumahan yang ada di Taman Sahaba Residence. Perumahan Taman Sahaba Residence merupakan salah satu perumahan bersubsidi yang bekerja sama dengan pemerintah dalam penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Perumahan Taman Sahaba Residence berlokasi di jalan melati Kecamatan Lima Puluh. Perumahan Taman Sahaba Residence ini merupakan perumahan yang masih dalam proses pembangunan dan masih diambil ahli oleh pengembang (develover).
Gambar 4.4
Sumber : Dokumentasi Penelitian, 2019
Gambar di atas merupakan lembaran kedua dari brosur yang menjelaskan tentang detail tipe rumah, harga, persyaratan, dan ketentuan umum di Perumahan Taman Sahaba Residence. Tipe rumah yang ada di perumahan Taman Sahaba Residence adalah jenis rumah tipe 36.