IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Sejarah Perusahaan 4.1 Sejarah Perusahaan
4.16 Stasiun Final Effluent
Final Effuen adalah suatu tempat pengolahan limbah yang dihasilkan dari pengolahan kelapa sawit. Bak itu berupa cairan maupun padatan yang terlarut untuk dinetralkan agar tidak mencemari lingkungan.
Di PT. GMP-POM Pasaman Barat, limbah yang dihasilkan dari pengolahan kelapa sawit dimanfaatkan menjadi pupuk cairan untuk tanaman kelapa sawit. Sludge recovery tank
Sludge recovery tank adalah suatu tempat pemisahan minyak dengan sludge dan sebagai tempat pengutipan minyak dari fat fit. Heavy pashe yang dikirim dari fat fit masih ada kemungkinan bercampur dengan minyak (masih terdapat
Laporan PKPM 2013 80 Mesin dan Peralatan Pertanian
minyak). Oleh karena itu di sludge recovery tank ini masih dilakukan pemisahan antara minyak dengan sludge.
Sludge recovery ini terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian satu adalah sebagai tempat sludge dan kotoran pertama masuk. Kemudian bagian satu ini terjadi pengendapan kotoran, sementara sludge mengalir ke bagian dua melalui bagian atas / permukaan. Di bagian dua ini juga terjadi pengendapan, tetapi kotorannya tidak sebanyak di bagian satu karena kotorannya sebagian besar sudah mengendap dibagian pertama. Kemudian yang terakhir sludge masuk kebagian ke tiga, disini juga akan terjadi pengendapan kotoran yang masih mengikat dari bagian satu dan dua. Dan setelah sludge berada di bagian tiga sludge akan dipompakan ke cooling pond yang berada di kolam limbah.
Sementara itu dari ketiga bagian bak sludge recovery tank ini ada saluran drain menuju bak kontrol, gunanya adalah untuk membersihkan kotoran yang mengendap di bak bagian satu, dua, dan tiga. Pembersihan dilakukan setiap pagi, drain dipompakan ke kolam mati.
Kolam Pendinginan (Cooling Pond)
Berfungsi untuk mendinginkan air limbah yang masih panas, sehingga suhu trun dari (60oC – 70oC) menjadi (40oC - 45oC) dan untuk mendukung kehidupan bakteri anaerob pada kolam berikutnya, dan volume kolam adalah 88.500 m3.
Kolam Pengasaman (Acidification Pond)
Kolam ini berfungsi untuk menurunkan suhu air limbah dan menaikan pH air limbah, dimana lama penahanan pada kolam ini berlangsung 43 hari, dan volume kolam adalah 19.500 m3.
Laporan PKPM 2013 81 Mesin dan Peralatan Pertanian
Kolam Anaerob I
Pada kolam ini perombakan organik oleh bakteri akan berlangsung secara baik, diperlukan kondisi yang optimum dalam hal sebagai berikut:
1. pH netral yaitu 7 – 7,5
2. Suhu antara 30oC – 40oC untuk bakteri mesophly
3. Nutrisi yang cukup mengandung nitrogen dan phospat
Apabila pH berada antara 7 – 7,5 (perlu dikondisikan). Dimana bahan organik dirombak menjadi asam yang menguap. Kedalam kolam ini perlu diberikan campuran air limbah yang sudah matang dari kolam anaerob II dengan cara sirkulasi, lama penahanan adalah 56 hari, dan volume kolam adalah 25.300 m3.
Kolam Anaerob II
Kolam anaerob II , pada prinsipnya system yang digunakan multiple feedeng adalah system perombakan secara anaerob, yaitu system yang tidak membutuhkan oksigen dalam proses perombakan bahan organic yang ada. Perombakan ini membutuhkan bakteri anaerob. Proses anaerob dimulai dengan tahapan hidroliis dan pengasaman yaitu perombakan substrat berupa bahan organic makro molekul seperti protein, karbohidrat dan lemak oleh mikroba yang mengandung enzim extra seluler (hydrolase). Tahapan
selanjutnya adalah pembentukan asam-asam mudah menguap
(pengasaman/acidoginesis). Polimer-polimer ini setelah dropionat, butirat atau asesat, etanol dan gas karbondioksida. Setelah masa penahanan WPH (Waktu Penahanan Hidrolisis) selama kurang lebih 20 hari didalam kolam ini, maka BOD limbah menurun sekitar 4000 – 5000 mg/l dan pH 7.5 (layak untuk dijadikan bahan land application), sampai dengan waktu penahanan
Laporan PKPM 2013 82 Mesin dan Peralatan Pertanian
hidrolisis 61 hari bada kolam ini BOD diharapkan dapat diturunkan menjadi 500 – 400 mg/l, dan air limbah dapat di aplikasikan ke land aplikasi, dab volume kolam adalah 27.500 m3
Kolam Aeration Pond
Kolam ini secara operasional tidak difungsikan karena kolam anaerob II masih bisa menampung semua air limbah dan semua air limbah yang masuk kekolam anaerob II diaplikasikan ke land aplikasi. Akan tetapi adanya curah hujan yang cukup tinggi kolam ini banyak terisi air hujan, volume kolam ini 12.500 m3.
Kolam Pengendapan (Sedimentasi Pond)
Kolam ini sama dengan kolam aeration tidak difungsikan untuk air limbah, volume kolam ini adalah 19.500 m3
Land Aplikasi
Land aplikasi digunakan sebagai wadah penampungan air limbah, dimana land aplikasi terdiri dari banyak kolam (Flatbed) yang berjumlah 2.896 kolam, terbagi atas empat blok, yaitu Blok D- 16 D- 17 E- 16 E- 17 dan masih dapat menampung semua air limbah yang diaplikasikan kolam anaerob II. Kolam limbah yang terdapat di PKS. PT.GMP-POM. Dapat dilihat pada gambar 54 berikut ini:
Laporan PKPM 2013 83 Mesin dan Peralatan Pertanian
Gambar 54. Kolam limbah Stasiun Quality Control (Laboratorium)
Stasiun ini berfungsi sebagai tempat untuk mengontrol hasil produksi. Laboratorium adalah sarana untuk mengendalikan spesifikasi mutu hasil produksi yang diolah di PT.GMP –(POM) agar sesuai dengan target dan standar yang ditentukan. Disamping itu laboratorium juga sangat berperan untuk mengendalikan proses pengolahan yang meliputi spesifikasi mutu bahan baku, standar teknis dan angka-angka kerja proses pengolahan.
Berikut ini adalah standar spesifikasi mutu produksi dan proses CPO (Crude Palm Oil), PT.GMP-(POM) (Palm Kernel), KPO (Kernel Palm Oil) : 1. Mutu Produksi
No. Uraian Norma
Produksi CPO
1 Kadar Asam (FFA) 5%
2 Kadar Air (Moisture) 0,20 %
Laporan PKPM 2013 84 Mesin dan Peralatan Pertanian
Produksi PKO
1 Kadar Asam (FFA) 4%
2 Kadar Air (Moisture) 0,20 %
3 Kotoran (Dirt) 0,020 %
Produksi PK Norma
1 Kadar Asam (FFA) 1,00 %
2 Kadar Air (Moisture) 8,00 %
3 Kotoran (Dirt) 8,00 %
4 Broken 18%
2.Losses (kerugian) Pada Proses Pengolahan
No. Uraian Norma
Minyak Sawit/Contoh
1 Air rebusan (Condensate) 0,80 %
2 Janjangan Kosong (Empty bunch) 2,17 %
3 Ampas Press (Fibre) 4,00 %
4 Nut 0,47 %
5 Final Effluent 1,00%
Inti Sawit /Contoh
1 LTDS I 3,00 %
2 LTDS II 3,00 %
Laporan PKPM 2013 85 Mesin dan Peralatan Pertanian
Cara menentukan standar spesifikasi pada PT. GMP – (POM) dapat dilihat seperti rumus di bawah ini:
Perhitungan kandungan FFA DI CPO dapat dihitung dengan rumus : Kadar ALB = ml NaOH x N.NaOH x 25,6
Berat Contoh
Kadar ALB yang didapatkan berkisar antara 3 – 5 %
Penentuan Kadar Air dalam CPO dapat dihitung dengan rumus : Kadar Air = A – B X 100%
Berat Sampel
Diman A = Berat contoh minyak sebelum dioven B = Berat contoh minyak setelah dioven Kadar air dalam CPO < 0,2 %
Penentuan kadar kotoran dalam CPO dapat dihitung dengan rumus : Kadar Kotoran = C – B X 100%
A
Laporan PKPM 2013 86 Mesin dan Peralatan Pertanian