• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Kebisingan di Stasiun-stasiun

2. Stasiun Putaran

Stasiun putaran merupakan stasiun yang melakukan proses pemisahan gula kristal dengan stroop atau larutannya dan menjadi salah satu bagian stasiun dalam proses pengolahan tebu menjadi gula. Gula yang sudah dalam bentuk kristal akan dipisahkan dengan larutannya dalam sebuah mesin pemutar yang menggunakan prinsip gaya sentrifugal. Dalam stasiun putaran sendiri dibagi menjadi dua bagian yaitu putaran HGF (High Grade Fugal) dan LGF (Low Grade Fugal). Bagian LGF digunakan untuk memproses gula jenis C dan D, sedangkan bagian HGF digunakan untuk memproses gula jenis A, yang nantinya akan menjadi gula produk (SHS).

Lokasi stasiun putaran yang menjadi obyek pengukuran mempunyai dimensi luas ± 40 m x 1 m, di mana titik-titik pengukuran dipetakan dalam peta kontur berdimensi 1.5 m x 1 m. Berikut ini adalah layout dan kontur dari stasiun putaran:

Keterangan: X = Posisi Pekerja R = Mesin Rusak

Gambar 7. Layout Stasiun Putaran

S T B U TSK 3 LGF HGF TSK 1 TSK 2 Kontrol R R R G U L A C

Daerah Pengukuran Stasiun Putaran

X X X X X X X X X X

Keterangan: Sumbu x dan y menunjukkan jarak (m)

Gambar 8. Kontur Kebisingan Stasiun Putaran Shift Pagi Kontrol Panel TSK 3 TSK 2 TSK 1 R R R 86 dB 87 dB 88 dB 89 dB 90 dB 91 dB 92 dB 93 dB 94 dB 95 dB 96 dB 97 dB 98 dB 99 dB 100 dB 101 dB 102 dB

Keterangan: Sumbu x dan y menunjukkan jarak (m)

Gambar 9. Kontur Kebisingan Stasiun Putaran Shift Sore Kontrol Panel TSK 3 TSK 2 TSK 1 R R R 86 dB 87 dB 88 dB 89 dB 90 dB 91 dB 92 dB 93 dB 94 dB 95 dB 96 dB 97 dB 98 dB 99 dB 100 dB 101 dB

Pengambilan data kebisingan dilakukan pada stasiun putaran dikarenakan pada stasiun tersebut terdapat banyaknya operator yang bekerja untuk mengoprasikan setiap unit putaran HGF dan LGF. Hampir setiap unit HGF dan LGF yang berada di stasiun putaran membutuhkan satu orang pekerja untuk mengendalikan proses putaran dari unit HGF dan LGF, sehingga dalam satu shift kerja membutuhkan 15 orang pekerja.

Tingkat kebisingan pada stasiun putaran termasuk kebisingan yang tinggi dan digolongkan ke dalam jenis kebisingan kontinyu dengan spektrum frekuensi luas (steady state, wide band noise) yang disebabkan karena banyaknya putaran poros mesin dengan kecepatan tinggi, suara motor penggerak mesin, jenis transmisi (screw atau piston), gesekan aliran antara jenis material gula dengan dinding tabung mesin puteran, serta adanya sambungan antar elemen mesin yang kurang sempurna dan aus yang dapat menambah beban pada mesin putaran yang cukup berat sehingga menimbulkan suara bising yang cukup tinggi. Selain sumber kebisingan di stasiun puteran ini berasal dari suara yang dihasilkan mesin-mesin yang berada di stasiun puteran tersebut, tetapi juga dipengaruhi oleh kebisingan dari stasiun finishing yang bersumber dari mesin vibrating screen (saringan gula) di sebelah timur stasiun putaran, kebisingan dari stasiun penguapan dan stasiun pemurnian yang berada sebelah barat stasiun putaran, serta pengaruh kebisingan berasal dari stasiun masakan yang berada di atas stasiun putaran, sehingga memungkinkan terjadinya penguatan intensitas suara kebisingan yang berasal dari keadaan lingkungan pabrik tersebut.

Keterangan: Sumbu x dan y menunjukkan jarak (m)

Gambar 10. Kontur Kebisingan Stasiun Putaran Shift Malam Kontrol Panel TSK 3 TSK 2 TSK 1 R R R 86 dB 87 dB 88 dB 89 dB 90 dB 91 dB 92 dB 93 dB 94 dB 95 dB 96 dB 97 dB 98 dB

Dari peta kontur di atas dapat dilihat bahwa pola penyebaran kebisingan di stasiun ini untuk setiap shiftnya cukup seragam, seperti pada daerah mesin putaran bagian HGF terlihat bahwa adanya penyebaran kebisingan yang tingggi dan rapat. Pengukuran tingkat kebisingan yang terjadi pada shift pagi berkisar antara 86.72 dB(A) sampai 102.46 dB(A). Pada shift sore, tingkat kebisingan yang terjadi berkisar antara 86.38 dB(A) sampai 101.96 dB(A). Sedangkan pada shift malam, tingkat kebisingan yang terjadi berkisar antara 86.04 dB(A) sampai 98.73 dB(A).

Kebisingan tertinggi terkonsentrasi pada sebelah selatan dekat dengan mesin putaran Broadbent 6 dan 7, dan mesin putaran TSK Centrifugal 3 di unit puteran HGF yang berkisar antara 98.73 – 102.46 dB(A) pada radius tertentu dari alat ukur. Kebisingan pada tingkat yang rendah terjadi di bagian LGF pada sebelah utara stasiun, yaitu sekitar 86.04 – 86.38 dB(A).

Dari seluruh gambar pada stasiun masakan di atas dapat dilihat bahwa pola penyebaran kebisingan tertinggi terjadi pada shift pagi. Pada saat proses puteran berlangsung sering terjadi pergerakan pekerja yang harus mengamati setiap jalannya proses putaran dan memeriksa jika terjadi permasalahan pada setiap mesin. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa kompleks stasiun putaran (centrfuge) tersebut secara umum tingkat kebisingan melebihi 85 dB(A) sehingga lokasi tersebut dikategorikan sebagai daerah dengan tekanan bising yang tinggi, tidak memenuhi standar keamanan operasi untuk tenaga manusia yang bekerja selama maksimum 8 jam sehari dan perlu dilakukan pengendalian lebih lanjut terutama terhadap ruang kerja.

Lokasi pengukuran selanjutnya pada stasiun putaran ini dilakukan di ruangan kontrol panel dengan obyek pengukuran yang memiliki dimensi ukuran ruang ± 14 m x 3 m, di mana titik-titik pengukuran dipetakan dalam peta kontur berdimensi 1.5 m x 1.5 m, hal ini disesuaikan dengan kondisi lapangan yang ada pada bagian kontrol panel. Ruangan kontrol panel yang diukur adalah kontrol panel bagian HGF saja karena panel bagian LGF tidak memerlukan pengawasan yang serius sehingga tidak perlu ada operator yang harus mengawasi terus menerus di kontrol panel tersebut. Berikut adalah layout dan kontur dari ruangan kontrol panel pada stasiun putaran:

Keterangan: X = Posisi Pekerja

Gambar 11. Layout Kontrol Panel Stasiun Putaran

5 4 3 2 1

8 7 6

SC 3

SC 2 SC 1

Daerah Pengukuran Kontrol Panel

X X

X

Keterangan: sumbu x dan y menunjukkan jarak (m)

Gambar 14. Kontur Kebisingan Kontrol Panel Shift Malam

75 dB 75 dB 75 dB 75 dB 75 dB 76 dB 76 dB 76 dB 76 dB 76 dB 77 dB 77 dB 77 dB 77 dB 77 dB 78 dB 78 dB 78 dB 78 dB 78 dB 79 dB Keterangan: sumbu x dan y menunjukkan jarak (m)

Gambar 13. Kontur Kebisingan Kontrol Panel Shift Sore

74 dB 74 dB 75 dB 75 dB 76 dB 76 dB 77 dB 77 dB 78 dB 78 dB 79 dB 79 dB 80 dB 80 dB 81 dB 81 dB 82 dB 82 dB 83 dB 83 dB Keterangan: sumbu x dan y menunjukkan jarak (m)

Gambar 12. Kontur Kebisingan Kontrol Panel Shift Pagi

0.0 1.5 3.0 4.5 6.0 7.5 9.0 10.5 12.0 0.0 1.5 72 dB 72 dB 73 dB 73 dB 74 dB 74 dB 75 dB 75 dB 76 dB 76 dB 77 dB 77 dB 78 dB

Kebisingan pada stasiun ruang kontrol panel ini relatif kecil dibandingkan dengan kondisi di luar, yaitu pada bagian HGF dan LGF dari stasiun putaran. Hal ini disebabkan oleh pada bangunan ruang kontrol panel terbuat dari beton dan pintu dari kaca yang dapat mereduksi kebisingan sehingga mandor pimpinan dan para oprator dapat bekerja lebih aman dan nyaman. Ruang kontrol panel ini terdapat di daerah mesin putaran bagian HGF. Untuk menngetahui letaknya dapat dilihat pada gambar layout dari stasiun putaran pada Gambar 11. Tingkat kebisingan pada ruang kontrol panel ini masih di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) yang diizinkan oleh pemerintah yaitu 85 dB(A) untuk selama 8 jam kerja. Pada gambar 10-12 dapat dilihat bahwa letak ruang panel pertama memiliki kontur kebisingan yang tersebar hampir di seluruh lemari kontrol panel dan lemari switch control. Pengukuran tingkat kebisingan yang terjadi pada shift pagi berkisar antara 71.94 dB(A) sampai 78.08 dB(A). Pada shift sore, tingkat kebisingan yang terjadi berkisar antara 73.76 dB(A) sampai dengan 83.90 dB(A). Sedangkan untuk shift malam, tingkat kebisingan yang terjadi berkisar antara 74.69 dB(A) sampai dengan 78.87 dB(A).

Dari seluruh gambar pada ruangan kontrol panel di atas dapat dilihat bahwa pola penyebaran kebisingan tertinggi terjadi pada shift sore. Kebisingan tertinggi ruang panel terkonsentrasi lemari kontrol 2, 3, 7, dan pada lemari switch control ketiga yang berkisar antara 78.08 dB(A) hingga 83.90 dB(A) pada radius tertentu dari alat ukur.

Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa ruang control panel tersebut secara umum tingkat kebisingan tidak melebihi 85 dB(A) sehingga lokasi tersebut dikategorikan sebagai daerah dengan tekanan bising yang rendah dan memenuhi standar keamanan operasi untuk tenaga manusia yang bekerja selama maksimum 8 jam sehari.

Dokumen terkait