saham biasanya ditawarkan di bawah harga pasar. Selisih harga ini merupakan bonus (premi) yang diterima oleh
pimpinan.
3. Phantom Stock Plan
Di bawah cara ini para pimpinan tidak benar-benar menerima saham tetapi hanya dicatat dalam rekeningnya nilai saham
perusahaan pada harga pasar. Setelah beberapa waktu
tertentu, biasanya 3 s/d 5 tahun para pimpinan akan menerima / dibayarkan premi sebesar kenaikan nilai sahamVw— V,
Vw-(sesuai kenaikan menurut harga pasar). Premi ini biasanya dibayar tunai, ataupun ditunda pembayarannya sampai dengan masa pensiun.
(11 :167-173)
2.2.4. Tujuan Pemberian Upah Insentif
Dengan mengetahui motif orang mau bekerja dan aneka ragam kebutuhan yang ingin dicapai dari hasll kerja ini, maka kita dapat menentukan tujuan pemberian kompensasi, kompensasi ini dapat berupa upah/gaji. Upah/gaji merupakan bagian dari kompensasi.
Adapun tujuan pemberian kompensasi/upah (balas jasa), menurut Malayu S.P. Hasibuan antara lain adalah:
a. Ikatan Keija sama
Dengan pemberian kompensasi/upah maka tetjalin ikatan kerja sama formal antara majikan dengan karyawan, dimana karyawan harus mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik, sedang pengusaha/majikan wajib membayar kompensasi itu sesuai dengan perjanjian yang disepakati.
b. Kepuasan Kerja
Dengan balas jasa karyawan akan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisik, status, sosial dan egoistiknya, sehingga ia memperoleh kepuasan kerja dari jabatannya itu.
c. Pengadaan efektif
Jika program pemberian kompensasi/upah ditetapkan cukup
besar, maka pengadaan karyawan yang qualified untukj
perusahaan itu akan lebih mudah.
d. Motivasi
Jika balas jasa yang diberikan cukup besar, manajer akan mudah memotivasi bawahannya.
27
c-!. ^Z>
e. Stabilitas karyawan
Dengan program kompensasi /upah atas porinsip adil dan layak serta eksternal konsistensi yang kompentatif maka stabilitas karyawan lebih terjamin karena turnover relatif
kecil.
f. Dislplin
Dengan pemberian balas jasa yang cukup besar maka dislplin karyawan semakin baik. Mereka akan menyadari serta mentaati peraturan-peraturan yang berlaku.
g. Pengaruh Serikat Buruh
Dengan program balas jasa yang baik pengaruh serikat buruh dapat dihindarkan dan karyawan akan berkonsentrasi pada pekerjaannya.
h. Pengaruh pemerintah
Jika program pemberian balas jasa sesuai dengan undang-undang perburuhan yang berlaku (seperti batas upah minimum) maka intervensi pemerintah dapat dihindarkan.
Tujuan pemberian balas jasa ini hendaknya memberikan kepuasan kepada semua pihak, karyawan dapat memenuhi kebutuhannya, pengusaha mendapat laba, peraturan pemerintah harus ditaati, dan konsumen mendapat barang yang baik, harga yang pantas.
(14:137)
2.3. Produktivitas Kerja
2.3.1. Pengertian Produktivitas Kerja
Untuk menguraikan masalah produktivitas, di bawah ini penulis akan mengutip beberapa definisi atau pengertian dari IS para ahli mengenai pengertian produktivitas sebagai berikut:
H. Malayu S.P. Hasibuan, mendefinisikan produktivitas sebagai berikut:
"Produktivitas Kerja adalah Perbandingan antara output dengan input, dimana output-nya hams mempunyai niiai tambah dan teknik pengerjaannya yang iebih baik".
(14:105) T. Hani Handoko, memberlkan definisi produktivitas sebagai berikut:
"Produktivitas adaiah hubungan antara masukan-masukan dan keiuaran-keluaran suatu sistem
produktif.
(23:210) Sedangkan Roger G. Schroerder, mengatakan tentang produktivitas sebagai berikut:
"Produktivitas didefinisikan sebagai suatu hubungan antara masukan dan keiuaran dalam suatu sistem
produksi
(19:259) Adapun pengertian produktivitas menurut Basu Swasta D.H., dan Ibnu Sukotjo W adalah sebagai berikut:
"Produktivitas adaiah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasii (jumiah
barang dan jasa yang diproduksi dengan sumberj
jumiah tenaga kerja, modal, tandh, energi dansebagainya) yang dipakai untuk menghasilkan hasii
tersebut".
(4:281)
29
Sedangkan pengertian Produktivitas menurut Wayne F, Cascio dalam buku " Managing Human Resources", adalah :
"Productivity is a measure of the output of goods and services relative to the input of labour, material, and equipment".
(26:15) Dari beberapa pengertian produktivitas tersebut,
kesimpulan yang dapat penulis ambil adalah bahwa
produktivitas merupakan perbandingan antara output yang dihasilkan dengan input yang digunakan.2.3.2. Pengukuran Produktivitas
Pengukuran produktivitas menurut Vincent Gaspersz, berdasarkan pendekatan rasio output input mengahasilkan tiga jenis ukuran yaitu:
1. Produktivitas faktor-total merupakan rasio dari output bersih terhadap banyaknya input modal dan tenaga keija yang
digunakan. Output bersih adalah output total dikurangi
dengan barang-barang dan jasa antara (input antara) yang digunakan dalam proses produksi. Adapun rumusnya;Produktivitas faktor-total = (output bersih / input + modal) = (output total - material dan jasa yang digunakan) / (input
tenaga ketja + modal))
2. Produktivitas total merupakan rasio dari output total terhadap input total, adapun rumus yang digunakan adalah:
Produktivitas total = output total / input total
3. Produktivitas parsial merupakan satuan fisik dari output dan input (ukuran berat, panjang, isi dan Iain-Iain) atau satuan moneter dari output dan input. Adapun rumus yang digunakan adalah:
^ V-. V V VvK-
i
Produktivitas tenaga kerja Produktivitas material Produktivitas modal Produktivitas energi Produktivitas input lain
output / tenaga kerja output / input material output / input modal output / input energi output / input lain
(25 : 32)
2.4. Hipotesis
Untuk mengadakan pengujian mengenai kebenaran dari hubungan yang terjadi yang ditujukan oleh koefisien korelasi maka akan dibuktikan dengan pengujian statistik parametrik, karena dalam pengujian ini memiliki parameter dari populasinya yang mengikuti suatu distribusi tertentu (misalnya distribusi normal) dan mempunyai variance yang
homogen.
Adapun uji statistik tersebut menurut Anto Dajan dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
th = rs
n-2
1 - rs^
Selanjutnya dari hasil perhitungan tadi akan dibandingkan dengan tabel distribusi "t" dengan derajat bebas (db) = n -2 dengan taraf nyata
a = 5 %.
Dengan kriteria:
— Vw-Vw-- V,^
Vw-Ho : p = 0 (artinya bahwa tidak ada hubungan antara pemberian upah insentif sebagai variabel independen (variabel X) dengan produktivitas kerja karyawan sebagai variabel dependen (variabel Y).
Hi : p *0 (artinya bahwa ada hubungan antara pemberian upah insentif
sebagai variabel independen (variabel X) dengan produktivitas kerja karyawan sebagai variabel dependen (variabel Y).Adapun kriteria ditehma atau ditolaknya Ho adalah sebagai berikut;
Ho diterima, jika "t" hitung < "t" tabel Hi diterima, Jika "t" hitung > "f tabel
Dari kriteria tersebut dapat ditentukan apabila Ho ditolak dan Hi diterima maka memang ada hubungan antara variabel bebas (X)
dengan variabel tidak bebas (Y) seperti yang ditunjukkan nilai koefisien
korelasi.
I
Dan sebagai desain hipotesanya sebagai berikut
a = 0,05
I f
ta (db, n-2)
?
I
i
I
3.1. Obyek Penelitian 3.1.1. TInjauan Umum
3.1.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan
FT. Mantap Garment merupakan suatu perusahaan yang berbadan hukum, yaitu Perseroan Terbatas.
Perusahaan ini didirikan pada hari senin tanggal 27