BAB II KAJIAN TEORI
A. Deskripsi Teori
6. Strategi Bingkai Cerita (Story Frames)
Strategi adalah suatu cara, teknik, taktik, atau siasat yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang guna mencapai tujuan yang telah ditentukan (Pringgawidagda, 2002: 88). Proses membaca juga dibutuhkan strategi atau teknik yang digunakan untuk mencapai tujuan yakni pemahaman bacaan. Wisendanger (2001) dalam bukunya Strategies for Literacy Education menyebutkan ada beberapa jenis strategi dalam pembelajaran membaca, antara lain strategi Story Impressions, DRTA (Directed Reading-Thinking Activity), strategi Story Character Map, strategi Episodic Mapping, dan strategi Bingkai Cerita (Story Frames). Beberapa strategi tersebut masing-masing memiliki langkah, tujuan, dan keunggulan yang berbeda.
Salah satu dari strategi yang sudah disebutkan adalah strategi Cerita (Story Frames). Strategi Bingkai (Story Frames) menurut Cudd & Roberts, 1987; Fowler, 1982; dan Gee & Olsen, 1991 melalui Wiesendanger (2001: 142) dijabarkan dalam kutipan sebagai berikut.
Story Frames make use of the cloze procedure by leaving out words or key phrases within a paragraph that summarizes a story. The strategy focuses on the story’s structure to aid in comprehension. Story Frames gives students an independent guide for organizing and remembering information about the story. The strategy can be used with any grade level for both narrative and expository text. Expository paragraph frames focus on content area material and help in reviewing and reirforcing specific content and in familiarizing students with the different ways in which authors organize material. This is a postreading strategy. Expository paragraph frames allow the readers to write about what they have just read, thus reinforcing the material.
Berdasarkan kutipan tersebut, strategi Bingkai Cerita (Story Frames) merupakan strategi yang menggunakan prosedur klose dengan mengabaikan kata-kata atau frasa kunci di dalam paragraf yang dapat meringkas isi cerita. Strategi ini berfokus pada struktur cerita untuk membantu pemahaman. Bingkai Cerita (Story Frames)juga memberikan panduan independen bagi siswa untuk mengorganisasikan dan mengingat informasi mengenai cerita. Strategi ini dapat digunakan untuk semua tingkatan dengan menggunakan teks narasi dan ekspositori. Bingkai paragraf ekspositori berfokus pada materi isi dan membantu meringkas dan menguatkan konten spesifik dan mengenalkan kepada siswa beberapa cara berbeda yang digunakan pengarang untuk menyusun materi. Ini merupakan strategi pasca membaca. Bingkai paragraf ekspositori memungkinkan pembaca untuk menulis mengenai apa yang baru saja dibaca, yang dapat menguatkan materi.
Selain dari definisi yang dikemukakan di atas, Fowler juga menjelaskan strategi Bingkai Cerita (Story Frames)sebagai berikut.
25
The Story Frame requires that a student focus on the main characters, the setting, the major events, and the conclusion in a story. Enough information is given in the frame to enable students to put together the basic information required. In primary grades, the teacher will want to work with students as a class or in smaller groups and develop the Story Frame with student input. In middle and upper grades, less prepared readers can complete the activity on their own, filling in the essential information. The Story Frame may be simplified or made more complex by reducing or increasing the number of main events in the story that are to be included. It is an excellent device to use with students who need to work with basic information in a story in order to comprehend the idea of story grammar and to apply this concept to an appropriate literature selection.
Kutipan tersebut menjelaskan strategi Bingkai Cerita (Story Frames) merupakan strategi yang fokus pada karakter, setting, peristiwa besar (masalah), dan kesimpulan dalam sebuah cerita. Informasi yang diberikan dalam frame cukup untuk memungkinkan siswa dalam mengumpulkan dasar informasi yang diperlukan. Pada tingkat dasar, guru akan bekerja dengan siswa sebagai kelas atau dalam kelompok kecil dan mengembangkan bingkai cerita bersama siswa dengan masukan. Di kelas menengah dan menengah atas, pembaca dapat menyelesaikan aktivitas mereka sendiri, mengisi informasi penting. Kisah Bingkai mungkin disederhanakan atau dibuat lebih kompleks dengan mengurangi atau meningkatkan jumlah utama peristiwa dalam cerita yang akan disertakan. Ini adalah perangkat yang sangat baik untuk digunakan dengan siswa yang perlu bekerja dengan informasi dasar dalam sebuah cerita untuk memahami ide tata bahasa cerita dan konsep ini sesuai untuk sastra.
Setiap strategi pembelajaran pasti memiliki langkah-langkah pelaksanaan strategi tersebut. Langkah atau tahap-tahap menggunakan strategi
Bingkai Cerita (Story Frames) menurut Wiesendanger (2001: 126) adalah sebagai berikut.
Tahap persiapan
1. Tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini selagi siswa sedang membaca cerita: apakah terdapat masalah yang dapat diidentifikasi? jika ada, kenapa itu disebut masalah? Apakah ada peristiwa penting yang turut menyumbangkan solusi untuk masalah tersebut? Jika ada, bagaimana runtutannya? Bagaimana masalah tersebut dapat terselesaikan? Apa solusinya?
2. Setelah membaca cerita tersebut dan menjawab pertanyaannya, tentukan apakah lembar bingkai cerita akan berfungsi. Apabila lembar bingkai cerita tersebut tidak sesuai dengan cerita, tambahkan atau hapus beberapa bagian yang diperlukan.
Tahap Instruksi
1. Mulailah dengan memperhatikan elemen utama dalam cerita (karakter, setting, tema, dll) dan cetaklah elemen-elemen tersebut dalam kartu untuk membantu menarik perhatian siswa pada elemen-elemen tersebut.
2. Mintalah siswa untuk menyelesaikan lembar bingkai cerita pendek. Pastikan bahwa mereka menggunakan cerita yang memiliki runtutan cerita teridentifikasi agar dapat membantu siswa memahami lembar bingkai urutan. Mulailah dengan bingkai setengah halaman dan lanjutkan hingga bingkai satu halaman penuh.
27
3. Tentukan tujuan untuk Bingkai Cerita (Story Frames). Ingatkan siswa bahwa tujuan Bigkai Cerita (Story Frames) ini adalah untuk membantu siswa memahami cerita.
4. Ketika siswa mulai familiar menggunakan strategi Bingkai Cerita (Story Frames),gunakan cerita yang lebih kompleks.
Berdasarkan langkah-langkah di atas, ada beberapa hal yang disesuaikan dengan kondisi siswa agar siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Langkah-langkah penggunaan strategi ini dalam pembelajaran membaca cerita pendek di sekolah adalah sebagai berikut.
a) Tahap persiapan 1) Membaca
- Setiap siswa diberikan bacaan yang sama
- Siswa membaca dalam hati dan siswa diminta untuk memahami isi cerita yang terdapat dalam bacaan
- Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa “Apakah terdapat masalah yang dapat diidentifikasi?” dan “Solusi apa yang dapat
menyelesaikan masalah tersebut?”
b) Tahap Instruksi 1) Diskusi
- Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 orang
- Setiap kelompok berdiskusi mengenai unsur-unsur yang terdapat pada cerita
2) MengisiWord Card
- Setelah selesai berdiskusi mengenai unsur-unsur yang terdapat dalam bacaan, siswa dibagikanword card
- Siswa menuliskan hasil diskusi mengenai unsur-unsur yang ada dalam cerita tersebut ke dalam word card sesuai dengan kategori masing-masing. Warna orange untuk kategori tokoh, abu-abu untuk kategori karakter, hijau untuk kategori seting, merah muda untuk kategori konflik/peristiwa,dan kuning untuk kesimpulan.
3) Mengisi Lembar Bingkai Cerita - Bacaan diambil oleh guru
- Setiap kelompok dibagikan lembar bingkai cerita
- Setiap kelompok menuliskan bagian yang kosong pada lembar bingkai cerita berdasarkanword cardhasil diskusi mereka. 4) Presentasi
- Setelah siswa mengisi lembar bingkai cerita, beberapa siswa diminta untuk maju ke depan kelas untuk membacakan hasil diskusi mereka.
- Urutan presentasi dipilih acak oleh guru.
29
- Siswa yang lain memberikan tanggapan dan saran kepada siswa yang sedang presentasi.
5) Kesimpulan
- Guru membahas jawaban yang benar dan menarik kesimpulan. - Guru dan siswa mengulas tentang apa yang dipelajari.
- Guru bersama siswa mengevaluasi proses dan hasil pelaksanaan pembelajaran.
Gambar 1:Bagan Strategi Bingkai Cerita (Story Frames)
Tahap Persiapan Membaca
Tahap Instruksi Mengisi Word Card Diskusi Mengisi Lembar Bingkai Cerita Presentasi Kesimpulan Bingkai Cerita (Story Frames) 1. Guru membagikan
Word Card pada setiap kelompok
2. Setiap kelompok megisi word card hasil diskusi sesuai kategori masing-masing.
1. Bacaan diambil oleh guru 2. Setiap kelompok mengisi
lembar bingkai cerita berdasarkan jawaban
Word Card.
Beberapa siswa dipilih acak untuk maju ke depan kelas membacakan hasil diskusi masing-masing kelompok. Kelompok yang tidak maju memberikan tanggapan dan saran kepada siswa perwakilan kelompok yang sedang mpresentasi.
1. Guru membahas jawaban yang benar.
2. Guru dan siswa mengulas tentang apa yang dipelajari. 3. Guru dan siswa
mengevaluasi proses dan hasil pelaksanaan pembelajaran
31
Setiap strategi pembelajaran pasti memiliki kelemahan dan kelebihan. Kelebihan dari strategi Bingkai Cerita (Story Frames) adalah untuk melatih siswa dalam meningkatkan pemahaman dalam membaca, melatih siswa dalam mengidentifikasikan unsur-unsur yang ada dalam cerita, melatih siswa dalam memahami isi bacaan pada saat menceritakan kembali isi cerita melalui lembar bingkai cerita, dan melatih kemampun berkomunikasi antara guru dan siswa saat terlibat dalam diskusi. Strategi tersebut juga dapat digunakan pada bacaan cerita pendek atau novel.
Terlepas dari kelebihannya, strategi tersebut juga memiliki kelemahan. Kelemahan-kelemahan tersebut yaitu kurangnya pemahaman membaca saat proses menemukan rangkaian peristiwa pada cerita akan menyebabkan kesulitan saat pengisian lembar bingkai (menceritakan kembali).