• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi dan Arah Kebijakan Daerah 1. Strategis

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD)

B. Strategi dan Arah Kebijakan Daerah 1. Strategis

Strategi yang dirumuskan untuk mencapai tujuan dan sasaran dapat dengan mudah terlihat dalam matrik 2.1.

Tabel 2.1.

Hubungan Misi, Tujuan, Sasaran dan Strategi

Misi Tujuan Sasaran Strategi

Meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan pendidikan yang bermutu.

1. Mewujudkan layanan pendidkan yang bias diakses oeh seluruh lapisan masyarakat

Meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan

Peningkatan cakupan dan pemerataan pelayanan pendidikan di setiap jenjang melalui jalur formal &

non formal 2. Mewujudkan layanan 2.1.Meningkatkan angka Peningkatan

Jl. Siti Jenab No 31 Cianjur Telp (0263) 261890-261892 fax (0263) 263686 Kode Pos 43211 Cianjur

23

pendidikan yang berkualitas

kelulusan siswa untuk seluruh jenjang pendidikan

2.2.Terkendalinya Angka Mangulang dan Droup Out di Setiap Tingkatan dan Jenjang 2.3.Meningkatnya mutu kelulusan siswa dari setiap jenjang pendidikan

2.4.Tertanamnya nilai-nilai akhlakul karimah ke dalam pribadi peserta didik

2.5.Meningkatnya lulusan SMK yang terserap Dunia Kerja 2.6.Meningkatnya keadilan dan kesetaraan jender dalam layanan pendidikan

2.7.Meningkatnya pengetahuan

dan kesadaran siswa dalam antisipaspi dan penanggulangan bencana

mutu/kualitas pendidikan

Jl. Siti Jenab No 31 Cianjur Telp (0263) 261890-261892 fax (0263) 263686 dalam pengelolaan dan pelaksanaan pendidikan

Optimalisasi fungsi dan peran stakeholder bidang pendidikan

3. Meningkatkan minat dan kebiasaan menolong dirinya, serta mampu membudayakan Perilaku Hidup Sehat dan Sehat dalam da kualitas fasilitas layanan prasarana

kesehatan masyarakat Penyelenggaraan pelayanan kesehatan

Jl. Siti Jenab No 31 Cianjur Telp (0263) 261890-261892 fax (0263) 263686

perlindungan anak serta peran perempuan dalam berbagai bidang hak dan perlindungan

anak, dan

kelangsungan hidup anak

Meningkatkan daya beli

masyarakat. 1. Meningkatkan pendapatan agribisnis yang mampu menghasilkan produk dan industri pertanian yang berdaya saing

Pengembangan sistem agribisnis dengan keterkaitan subsistem-subsistemnya

(agribisnis hulu, usaha tani, agribisnis hilir, jasa penunjang) secara lintas sektor, regional dan nasional dalam rangka ketahanan pangan

3.Berkembangnya pemanfaatan dan pengelolaan pesisir dan kelautan secara optimal dan berkelanjutan

Jl. Siti Jenab No 31 Cianjur Telp (0263) 261890-261892 fax (0263) 263686 dengan tetap berprinsip pada pembangunan berkelanjutan

Pengembangan kinerja pariwisata alam dan budaya daerah berbasis kompetensi wilayah dan dan kerja sama investasi 8. Terwujudnya iklim

Jl. Siti Jenab No 31 Cianjur Telp (0263) 261890-261892 fax (0263) 263686 oleh ketersediaan dan pembangunan kawasan lindung yang telah berubah fungsi secara bertahap

Memantapkan

pelaksanaan reformasi birokrasi.

1.Mentrasformasi budaya birokasi yang berorientasi kepada

Jl. Siti Jenab No 31 Cianjur Telp (0263) 261890-261892 fax (0263) 263686

Jl. Siti Jenab No 31 Cianjur Telp (0263) 261890-261892 fax (0263) 263686 Kode Pos 43211 Cianjur

29

1 2 3 4

2.Pelembagaan penerapan kebijakan aktualisasi nilai-nilai akhlakul karimah pada kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

Perwujudan aparat yang amanah

3.Terwujudnya upaya prevetif dan kuratif dalam menghadapi permasalahan sosial

Perwujudan masyarakat marhamah (penuh kasih sayang) dan keluarga sakinah

2. Arah Kebijakan Daerah

Arah dan Kebijakan Pembangunan Daerah Tahun 2013 bahwa pembangunan diarahkan dan difocuskan pada hal-hal yang sama dengan tahun 2012, dengan beberapa tambahan focus lainnya. Hal ini dipertimbangkan mengingat bahwa dengan berbagai keterbatasan sumberdaya, hasil pembangunan yang dicapai tahun 2012 yang belum memadai. Aspek penting yang menjadi tema pembangunan dalam periode ini adalah memperkuat keterkaitan antara simpul pembangunan sektoral dan simpul pembangunan kewilayahan. Adapun arah kebijakan dimaksud adalah:

 Meningkatkan keberdayaan masyarakat yang menjadi prasyarat pembangunan pendidikan dasar dan menengah yang bermutu serta memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat miskin;

 Memantapkan tumbuh kembangnya kemampuan dan prakarsa masyarakat untuk berperan secara aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat sendiri;

 Meningkatkan keberdayaan kelompok masyarakat dalam pembangunan kesehatan;

 Memantapkan kapasitas penataan ruang dan kebijakan investasi yang dapat mendukung perkembangan perekonomian daerah secara berkelanjutan;

 Meningkatkan pelayanan prasarana dan fasilitas pendukung pengembangan wilayah dan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan di setiap wilayah;

 Mengembangkan aktivitas budi daya bahan,bersamaan dengan upaya mempertahankan dan menjaga kelestariaan kawasan lindung;

 Menetapkan focus perubahan untuk menuntun arah reformasi birokrasi yang harus di lakukan menuju perwujudan ”good governance & clean government”;

 Menerapkan manajemen organisasi yang mendorong tumbuhnya motivasi untuk mengaktualisasikan nilai-nilai akhlakul kharimah dalam penyelenggaraan tugas sehari-hari sebagai aparat pemerintah.

a. Arah Kebijakan Ekonomi Daerah

Kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten Cianjur tahun 2013 tidak terlepas dari arah kebijakan ekonomi yang telah ditetapkan oleh nasional maupun provinsi dan perlu di sinergikan satu sama lainnya. Selain itu, arah kebijakan ekonomi di tetapkan berdasarkan kepada kondisi perekonomian sebelumnya dan perkiraan tahun 2013.

Dalam RPJMD Kabupaten Cianjur Tahun 2011-2016 strategi yang ditetapkan untuk aspek perekonomian adalah dengan Meningkatkan Daya Beli Masyarakat, dengan kebijakan yang diambil adalah:

Jl. Siti Jenab No 31 Cianjur Telp (0263) 261890-261892 fax (0263) 263686 Kode Pos 43211 Cianjur

30 1). Berkembangnya agribisnis yang mampu menghasilkan produk dan industry

pertanian yang berdaya saing ;

2). Meningkatnya produksi dan ketersediaan pangan serta berkembangnya mekanisme distribusi dan aksebilitas pangan;

3). Meningkatnya pariwisata daerah berbasis alam dan budaya yang mampu bersaing memenuhi kebutuhan wisatawan dengan tetap berprinsip pada pembangunan bekelanjutan;

4). Meningkatnya aksesibilitas KUMKM terhadap modal,teknologi dan pasar;

5). Terwujudnya pengelolaan industry dan perdagangan yang berdaya saing di dukung oleh SDA,SDM,Sarana dan Prasarana serta teknologi tepat guna;

6). Meningkatnya Promosi dan kerjasama investasi;

7). Terwujudnya iklim investasi yang sehat;

8). Berkembangnya pemanfaatan dan pengelolaaan pesisir dan kelautan secara optimal dan berkelanjutan;

9). Menguatnya implementasi rencana tata ruang daerah dalam pemanfaatan ruang untuk pengembangan wilayah Kabupaten Cianjur;

10). Terwujudnya pemanfaatan ruang yang berhasil guna dan berdaya guna serta mampu mendukung pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan;

11). Berkembangnya wilayah didukung oleh ketersediaan dan pembangunan infrastruktur yang handal;

12). Terwujunya keseimbangan fungsi lahan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.

b. Arah Kebijakan Keuangan Daerah

Kebijakan yang akan di tempuh pemerintah Kabupaten Cianjur berkaitan dengan pendapatan daerah,belanja daerah dan pembiayaan daerah.

1. Arah Kebijakan Pendapatan Daerah

Pendapatan daerah secara garis besar tersusun atas komponen pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan,dan lain-lain pendapatan yang sah. Dari komponen pendapatan daerah tersebut pertumbuhan tertinggi berasal dari lain-lain pendapatan asli daerah yang sah, disusul oleh pendapatan asli daerah serta dana perimbangan.

Kemudian dilihat dari proporsi pendapatan daerah pada APBD Tahun 2012, dana perimbangan masih menempati porsi terbesar yaitu sebesar 70,28%, terutama yang berasal dari Dana Alokasi Umum (81,68%), disusul oleh komponen lain-lain pendapatan yang sah 19,12%. Sedangkan komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) memberikan kontribusi terkecil sebesar 10,60%.

Proyeksi pendapatan pada tahun 2013 dapat ditentukan berdasarkan realisasi tahun-tahun sebelumnya dan APBD tahun 2012. APBD tahun 2012 dapat dijadikan acuan awal dalam memproyeksikan pendapatan tahun 2013 dengan maksud untuk mendapatkan gambaran yang paling mendekati untuk anggaran pembangunan tahun 2013. Proyeksi pendapatan pada tahun 2013 sebelum perubahan di perkirakan Rp.

2.192.197.072.665,00. Pendapatan ini belum mempertimbangkan anggaran dari pusat dan provinsi yang besarannya tidak diperhitungkan secara tepat walaupun di perkirakan akan mengalami penigkatan setiap tahunnya.

Untuk itu untuk mendukung upaya peningkatan pendapatan dan pengunaannya, arah kebijakan pendapatan daerah di upayakan dengan meningkatkan efektivitas dan optimalisasi sumber-sumber pendapatan, melalui :

Jl. Siti Jenab No 31 Cianjur Telp (0263) 261890-261892 fax (0263) 263686 Kode Pos 43211 Cianjur

31 a. Meningkatkan sumber pendapatan daerah melalui intensifikasi dan ekstensifikasi;

b. Meningkatkan efisiensi pengelolaan APBD dari sisi pendapatan;

c. Meningkatkan kesadaran dan ketaatan masyarakat untuk membayar pajak dan retribusi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

d. Meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan aset-aset daerah yang potensial; dan e. Meningkatkan peranan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam menunjuang

peningkatan pendapatan daerah.

b. Arah Kebijakan Belanja Daerah

Belanja daerah tersusun atas komponen belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tidak langsung merupakan belanja daerah yang tidak di pengaruhi oleh adanya program/kegiatan pembangunan sedangkan belanja langsung merupakan belanja yang di pengaruhi oleh adanya program/kegiatan pembangunan. Porsi terbesar dari belanja daerah tahun 2012 di peruntukan bagi komponen belanja tidak langsung sebesar 65,10 % dimana bagian terbesar dari komponen belanja tidak langsung tersebut diperuntukan bagi belanja pegawai sebesar 81,07%. Sedangkan belanja langsung menempati porsi sebesar 34,90%.

Besar kecilnya belanja langsung dalam struktur belanja daerah sangat mempengaruhi besarnya tingkat pencapaian kinerja pembangunan yang di realisasikan melalui program dan kegiatan pembangunan. Berdasarkan hasil pembahasan mengenai kebutuhan belanja pada tahun 2012 sebesar Rp. 1.973.180.986.127,88, naik dibandingkan dengan kebutuhan belanja pada tahun 2011 sehingga diperkirakan terjadi defisit pendanaan sebesar Rp. 62.349.875.216,12. Karena adanya keterbatasan kemampuan belanja daerah dan defisit pendanaan pembangunan tersebut, arah kebijakan belanja daerah harus di tujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi belanja dalam rangka memenuhi pencapaian target kinerja pembangunan daerah yang telah di tentukan. Belanja daerah harus ditujukan kepada program prioritas pembangunan, mempertimbangkan kemampuan Daerah dan OPD dalam menyerap penganggaran.

Dokumen terkait